Connect with us

Ekonomi

Kabar Terakhir Dari Haji Uma Terkait Seorang Perantau Aceh Timur Di Gorontalo

Published

on

Foto: Kediaman perantau asal Aceh Timur Muslem (45) di Desa Olimohulo, Kec. Asparaga, Gorontalo.

JAKARTA Bulan lalu seorang warga aceh bernama Muslem (45) yang merautau ke Gorontalo mengalami sakit parah sehingga keluarganya menyurati DPD RI Aceh Sudirman. Menindaklanjuti surat tyersebut, Sudirman yang akrap disapa Haji Uma meminta pihak kantor DPD RI Provinsi Gorontalo untuk membantu mengurusi pengobatan warga aceh tersebut.

Haji Uma menyampaikan bahwa Muslem yang menetap di Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga yang termasuk kawasan pedalaman itu menerima perawatan dan rencananya bersama pihak keluarga akan membawa pulang Mulem Ke Aceh Timur setelah kondisi kesehatannya membaik.

Ketentuan Allah berlainan dengan harapan manusia, pada Kamis, 31 Maret 2022 Sudirman ‘Haji Uma’ menyampaikan bahwa Muslem (45) warga asal Aceh Timur telah meninggal dunia.

“Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Turut berduka cita secara mendalam atas meninggalnya saudara kita, Muslem pada Rabu (30/3/2022) pagi di Provinsi Gorontalo. Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampunkan segala dosa dan mendapat tempat mulia disisi-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin”, tulis Haji Uma.

Muslem meninggal pada hari Rabu (30/03/2022) dan dikebumikan di Olimohulo, Kec. Asparaga, Gorontalo. Jenazah yang dikebvvumikan di perantauan tersebut dilakkukan atas dasar kesepakatan bersama pihak keluarga.

Mulanya, Haji Uma menerangkan bahwa kabar duka tersebut diterimanya dari adik kandung almarhum Muslem. Dalam keterangan Haji Uma, diketahui adik kandung Muslem telah berada disana sejak beberapa waktu lalu dengan bantuan staf kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Gorontalo yang mengantarnya ke kediaman almarhum bersama istrinya.

Foto: Keluarga, kerabat, dan warga setempat menghantar jenazah Muslem ke tempat pemakaman di Olimohulo, Kecamatan Asparaga, Gorontalo.

“Kabar duka ini saya terima dari Bukhari, adik kandung almarhum yang sejak beberapa waktu lalu telah berada disana. Hasil musyawarah keluarga dengan pertimbangan berbagai hal, maka diputuskan almarhum dikebumikan di kampung istrinya”, kata Haji Uma.

Lebih lanjut Haji Uma mengungkapkan bahwa sebelumnya almarhum telah menjalani proses pengobatan di rumah sakit dengan dibantu oleh staf Sekretariat DPD RI di Gorontalo. Kondisinya sempat membaik dan rencananya dipulangkan ke Aceh, namun hasil tes PCR positif covid-19 dan mesti menjalani karantina selama 15 hari.

Dalam masa karantina, almarhum kembali jatuh sakit dan hasil komunikasi pihak keluarga bersama Haji Uma, maka diambil langkah untuk membawanya kembali ke rumah sakit. Namun, setelah dua hari menjalani perawatan, Muslem menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit setempat.

Haji Uma yang juga turut membantu biaya untuk pemakaman dan kepulangan adik almarhum dari Gorontalo ke Aceh Timur berharap agar keluarga yang ditinggalkan baik di Gorontalo maupun di Aceh diberikan kesabaran, ketabahan serta kekuatan iman lahir batin oleh Allah SWT.

“Segala sesuatu yang bernyawa telah Allah tetapkan batas waktunya. Semoga keluarga dari almarhum Muslem di Gorontalo dan di Aceh Allah berikan kesabaran, ketabahan serta kekuatan iman lahir batin dalam menerima cobaan ini”, tutup Haji Uma.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muslem (45) asal Aceh Timur yang telah empat tahun merantau ke Gorontalo dan menikah dengan wanita setempat mengalami sakit parah dan kondisinya sangat memprihatinkan. Karena keterbatasan ekonomi, istrinya tidak mampu berbuat banyak.

Haji Uma yang disurati oleh keluarganya di Aceh untuk bantuan pemulangannya, meminta bantu kepada kantor DPD RI Provinsi Gorontalo untuk mengunjungi Muslem yang tinggal di pedalaman atau tepatnya di Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga. Lalu difasilitasi pengobatannya ke rumah sakit. Namun kondisinya saat itu belum memungkinkan untuk dipulangkan ke Aceh.

Advertisement

Trending

Copyright © 2021 Info Rakyat Aceh | InfoTeam