OPM : Akui Serang Pos TNI, Minta Akses Jurnalis, Dan Tolak Dialog.

NASIONAL Pos Militer Indonesia di Kali Keneyam, Nduga, Papua pada Sabtu, 26 Maret 2022 diserangan oleh Tntara OPM (Organisasi Papua Merdeka) bertepatan pada dengan hari ulang tahun (HUT) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) ke-51.

Akibat serangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) diketahui 2 anggota TNI meninggal dunia dan 6 lainnya mengalami luka-luka.

Melansir Tempo.co (27/03), berdasarkan keterangan pers yang dikirim oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Egianus Kogoya, mengatakan bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Jubir tentara OPM menyatakan menolak upaya dialog bersama Pemerintah RI dan meminta Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB) sebagai pihak ke-3 untuk menyelesaikan perkara kemanusiaan di Papua.

Ia juga meminta pemerintah untuk memberikan akses kepada jurnalis internasional dan tim pencari fakta untuk turun ke Indonesia.

Selain itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) menyatakan menolak semua program pembangunan diseluruh wilayah Ndunga, Papua.

Selain serangan dalam momentum HUT Tentara OPM, Jubir tentara OPM turut menyatakan bertanggung jawab terhadap penembakan yang terjadi pada awal Februaei 2022.

Penembakan tersebut menewaskan 8 (delapan) petugas PT Palapa Timur Telematika.

TPNPB – OPM menyatakan tidak mengetahui bahwa delapan petugas tersebut adalah warga sipil. Sebelumnya, pihak OPM telah meminta warga sipil untuk tidak berada di zona perang sesuai deklarasi TPNPB – OPM.