Kapolda Aceh Terima Silaturahmi Tim Kejagung RI

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di ruang kerjanya, Mapolda Aceh, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Polda Aceh dan Kejaksaan Agung RI.

“Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum,” kata Joko.

Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi yang baik antarlembaga penegak hukum penting untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Polda Aceh terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh mitra penegak hukum dalam rangka mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan humanis,” ujarnya.

Wagub Aceh Dek Fadh Hadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah di Bireuen

BIREUEN ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, (Dek Fadh) menghadiri peringatan Haul ke-38 Abu H. Abdullah Hanafie atau yang lebih dikenal dengan Abu Tanoh Mirah, di Kompleks Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/10/2026).

Peringatan haul tersebut turut dihadiri Abon Arongan serta sejumlah ulama kharismatik Aceh. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti oleh masyarakat serta para santri.

Haul Abu Tanoh Mirah menjadi momentum untuk mengenang kembali sosok ulama yang memiliki peran dalam pendidikan dan pengembangan syiar Islam di Aceh.

Keteladanan dan pengabdian beliau terus dikenang oleh masyarakat dan menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan pendidikan dayah di Aceh.

Kehadiran Dek Fadh pada kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Aceh terhadap ulama dan tradisi keilmuan Islam yang telah tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat Aceh.

Peringatan haul diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan doa bersama untuk mengenang jasa serta mendoakan Abu H. Abdullah Hanafie, sekaligus memperkuat silaturahmi antara ulama, pemerintah, santri, dan masyarakat.

Plt Sekda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (1/10/2026).

Rangkaian upacara diawali penghormatan umum kepada inspektur upacara, laporan komandan upacara, mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, serta Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selanjutnya, dilakukan pembacaan Naskah Ikrar dan Naskah Doa sebelum rangkaian upacara ditutup dengan laporan komandan upacara dan penghormatan umum kepada inspektur upacara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan jajaran Pemerintah Aceh agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Taufik.

Peringatan ini menjadi momentum bagi jajaran pemerintah untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat persatuan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan di Aceh.[]

Plt Sekda Aceh Terima Audiensi Terkait Pengembangan KEK Arun

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima audiensi Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Direktur PT Patriot Nusantara Aceh, dan Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), di Ruang Rapat Sekda Aceh, Selasa (29/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi Pemerintah Aceh bersama pihak-pihak terkait dalam membahas perkembangan dan pemanfaatan lahan di dalam kawasan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe.

Dalam audiensi itu, sejumlah hal yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan di kawasan KEK Arun turut dibahas, termasuk beberapa kendala yang selama ini masih dihadapi dalam mendukung pengembangan kawasan tersebut.

Taufik mengatakan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengembangan kawasan dapat dibahas sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan pengembangan KEK Arun perlu kita koordinasikan bersama, termasuk dengan pemerintah pusat, sehingga setiap persoalan dapat dibahas dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Taufik.

Pembahasan juga diarahkan pada perlunya koordinasi lebih lanjut antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian dan lembaga terkait di Jakarta, untuk membahas aspek pemanfaatan lahan yang tersedia di kawasan KEK Arun.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dapat dibahas bersama sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Plt Sekda Aceh Taufik dalam pertemuan tersebut didampingi Asisten II Sekda Aceh serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan kepala biro terkait.

Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dayah Darul Musthafa

Aceh Besar ( Inforakyataceh ) Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Dayah Darul Musthafa Cot Madhi, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (28/9/2026).

Kehadiran Taufik disambut oleh Disambut okeh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., Kepala BNNP Aceh sekaligus Pembina Yayasan, serta Tengku Nasruddin H. Abdul Hanan, selaku Pimpinan Dayah Darul Musthafa.Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh Aceh dan pimpinan lembaga.

Peringatan Maulid di Dayah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dengan diikuti masyarakat dan para undangan. Plt Sekda Aceh, Taufik, mengatakan, peringatan maulid Nabi SAW menjadi momentum untuk setiap elemen yang ada di Aceh untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.”Bagi kami Pemerintah Aceh momentum seperti ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dengan ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lembaga di Aceh,” kata Taufik.

Sebagaimana diketahui, peringatan maulid Nabi SAW di Aceh berlangsung hingga tiga bulan lamanya dari sejak tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijriah. Dalam kurun waktu 3 bulan tersebut maulid terus digelar secara bergilir dari satu desa ke desa yang lain. Hal tersebut sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh sejak era kesultanan.[]

Plt. Sekda Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG untuk Kesiapsiagaan Bencana

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., menerima audiensi jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Ruang Kerja Sekda Aceh, Senin (28/9).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam penyediaan informasi cuaca, iklim, dan kebencanaan guna mendukung kesiapsiagaan Pemerintah Aceh dan masyarakat.

Dalam arahannya, Taufik mengatakan kolaborasi dengan BMKG perlu terus diperkuat agar informasi terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana dapat menjadi dasar dalam melakukan langkah antisipasi. Ia menyebutkan, informasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan bencana, khususnya bencana hidrometeorologi.

“Informasi seperti ini sangat penting, terutama bagi masyarakat. Kami juga terus memberikan informasi kesiapsiagaan kepada kabupaten/kota karena ini merupakan bagian dari tugas kita. Untuk itu, kami membutuhkan saran dan masukan dari pihak-pihak terkait,” ujar Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda sekaligus Koordinator UPT BMKG Provinsi Aceh, Cucu Kusmanyancu, menyampaikan perkembangan kondisi cuaca Aceh ke depan, termasuk potensi memasuki musim hujan. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh yang telah mengeluarkan surat kesiapsiagaan untuk tiga bulan ke depan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Selain perkembangan cuaca, BMKG turut menyampaikan sejumlah program penguatan sistem pengamatan dan kesiapsiagaan kebencanaan di Aceh. Di antaranya peresmian High Frequency (HF) Radar untuk mengamati tinggi gelombang, arus, angin, dan potensi tsunami di Selat Sabang, serta pembangunan radar cuaca dan peralatan pendukung lainnya yang menjadi bagian dari program prioritas nasional dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tahun 2025.

BMKG juga merencanakan pelaksanaan Sekolah Lapang Gabungan di lima lokasi yang meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), serta Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG). Program tersebut diharapkan turut memperkuat pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana yang berkaitan dengan cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami. []

‎Cegah Karhutla, Polres Pidie Gelar Apel Kesiapan dan Perkuat Sinergi Lintas Sektor‎‎

Sigli ( Inforakyataceh ) Memasuki periode yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Pidie menunjukkan keseriusannya dalam memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi setiap potensi bencana karhutla di wilayah Kabupaten Pidie.‎‎Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanganan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Pidie, Kamis (3/9/2026) pagi.

‎‎Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K. selaku Inspektur Apel. Bertindak sebagai Perwira Apel Kasat Samapta Polres Pidie Mahruzar Hariadi, sementara Komandan Apel dijabat Kanit Pamapta Polres Pidie Bagus Miranda, S.H., M.H.‎‎Dalam rangkaian turut dihadiri unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Bupati Pidie, Dandim 0102/Pidie, Pengadilan Negeri Sigli, Kejaksaan Negeri Pidie, Subdenpom Pidie, Dinas Kesehatan, RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Satpol PP, BPBD Pidie serta para pejabat utama Polres Pidie.

‎‎Tak hanya seremoni, apel ini menjadi momentum untuk mengecek secara langsung kesiapan kekuatan personel yang akan terlibat dalam penanganan karhutla. Puluhan personel dari berbagai satuan dan instansi mengikuti apel, mulai dari jajaran Polsek, Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Narkoba, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, tim pemadam kebakaran BPBD hingga tenaga kesehatan.‎‎

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen, kesiapsiagaan dan keseriusan bersama dalam menghadapi potensi karhutla.‎‎“Prinsip utama dalam penanganan karhutla adalah mencegah sebelum terjadi, mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi, dan melakukan pemadaman secara cepat sebelum api meluas,” tegas Kapolres.

‎‎Menurutnya, karhutla dapat menimbulkan dampak serius, bukan hanya terhadap lingkungan dan ekosistem, tetapi juga kesehatan serta aktivitas masyarakat. Asap kebakaran dapat mengganggu kualitas udara, mobilitas, pendidikan, perekonomian hingga merusak lahan pertanian dan perkebunan.‎‎Karena itu, Kapolres meminta seluruh personel dan stakeholder tidak menunggu api membesar untuk bertindak.‎‎“Kita tidak boleh menunggu kebakaran menjadi besar baru kemudian bergerak. Setiap informasi mengenai adanya asap, titik api maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.‎‎

Kapolres juga menekankan pentingnya meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan seluruh kendaraan, peralatan pemadaman, sarana komunikasi, ambulans dan perlengkapan pendukung dalam kondisi siap digunakan.‎‎Sinergitas lintas sektor juga menjadi perhatian utama. TNI-Polri bersama BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, RSUD, PMI, SAR serta stakeholder lainnya diminta memahami tugas dan peran masing-masing sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan profesional.

‎‎Selain mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel, setiap kejadian karhutla juga diminta didata dan didokumentasikan dengan baik. Apabila ditemukan adanya dugaan tindak pidana, proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.‎‎“Mari kita bersama-sama menjaga Kabupaten Pidie agar tetap aman, nyaman, sehat dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Jaga kekompakan, jaga keselamatan dan utamakan kepentingan masyarakat,” pesan Kapolres.‎‎

Melalui kesiapan dan sinergi lintas sektor tersebut, Polres Pidie berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam upaya mencegah karhutla sejak dini, merespons setiap kejadian dengan cepat, serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Pidie.

Kadispora Aceh Silaturahmi dan Koordinasi ke BNNP Aceh, Perkuat Sinergi Pembinaan Pemuda dan Olahraga

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kadispora Aceh didampingi Sekretaris Dispora Aceh, para Kepala Bidang, Kasubbag Hukum, Kepegawaian dan Umum (HKU), Kepala UPTD GPOHB, serta fungsional keuangan.Rombongan Dispora Aceh disambut langsung oleh Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dedy Tabrani, di ruang Kepala BNNP Aceh.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan serta koordinasi antarlembaga.Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam mendukung program-program yang berkaitan dengan kepemudaan, olahraga, serta upaya menciptakan generasi muda Aceh yang sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kadispora Aceh, T. Banta Nuzullah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antara Dispora Aceh dengan BNNP Aceh.“Pemuda dan olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, produktif dan memiliki kegiatan positif. Karena itu, sinergi dengan BNNP Aceh sangat penting untuk bersama-sama mendorong generasi muda Aceh agar menjauhi penyalahgunaan narkotika dan mengisi waktu dengan berbagai aktivitas yang positif, termasuk melalui olahraga,” ujar T. Banta Nuzullah.

Ia berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan serta membuka ruang kolaborasi dalam berbagai program kepemudaan dan olahraga di Aceh.Pada kesempatan itu, Kadispora Aceh T. Banta Nuzullah menyerahkan cendera mata serta bantuan alat olahraga kepada BNNP Aceh.

Penyerahan tersebut menjadi simbol silaturahmi sekaligus dukungan terhadap penguatan aktivitas olahraga di lingkungan BNNP Aceh.Melalui silaturahmi dan koordinasi tersebut, diharapkan hubungan kerja sama antara Dispora Aceh dan BNNP Aceh semakin baik serta dapat melahirkan kolaborasi positif dalam pembinaan generasi muda Aceh ke depan.

Wali Kota Banda Aceh Serahkan Santunan kepada Santri Dayah Al-Fathani

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerahkan santunan kepada para santri Dayah Al-Fathani, Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap pendidikan keagamaan sekaligus kesejahteraan para santri.

Penyerahan santunan turut dihadiri pihak Baitul Mal Kota Banda Aceh, Ketua Koordinator Dr. Tgk. Yusuf Al-Qardhawy, MH, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh.Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa perhatian terhadap santri dan lembaga pendidikan dayah merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Menurutnya, dayah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan kepedulian terhadap masyarakat.“Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan keberadaan dayah, termasuk para santri yang sedang menuntut ilmu,” ujar Illiza.

Sementara itu, kehadiran Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program santunan dan bantuan sosial.Ketua Koordinator Dr. Tgk. Yusuf Al-Qardhawy, MH, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh terhadap para santri Dayah Al-Fathani.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi motivasi bagi para santri untuk terus menuntut ilmu dan meningkatkan prestasi.“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh serta Baitul Mal Kota Banda Aceh kepada para santri,” katanya.Kegiatan penyerahan santunan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Para santri dan pengurus Dayah Al-Fathani menyambut baik bantuan yang diberikan.Pemerintah Kota Banda Aceh berharap dukungan terhadap dayah dan para santri dapat terus diperkuat. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam tersebut diharapkan semakin berperan dalam mencetak generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Pemerintah Aceh mempercepat realisasi pembukaan jalur pelayaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Krueng Geukuh, Aceh Utara–Penang, Malaysia, yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh).Upaya percepatan tersebut dibahas dalam rapat di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Jumat (28/8/2026).

Rapat dipimpin Plt Sekda Aceh Taufik dan diikuti Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Adi Darma, Kepala Biro Hukum Amrizal J Prang serta sejumlah pihak terkait.

Dalam rapat itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal memaparkan perkembangan persiapan pembukaan rute Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, termasuk langkah yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.”Salah satu agenda utama adalah mempercepat proses penyusunan rancangan peraturan gubernur (Ranpergub) terkait penugasan PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai pelaksana layanan Ro-Ro tersebut,” kata Faisal.

Faisal menilai, penugasan kepada PT PEMA dinilai dapat membuat pelaksanaan program lebih fleksibel karena BUMD dapat bekerja sama dengan pengusaha maupun investor menggunakan skema bisnis business to business.Di sisi lain, Pemerintah Aceh tetap memegang kendali terhadap sejumlah aspek strategis, seperti tarif, jadwal pelayaran dan prioritas muatan.”Dishub akan menyediakan pendanaan berupa hibah maupun penyertaan modal untuk mendukung penugasan PT PEMA,” kata Faisal.

Faisal mengatakan, saat ini pihaknya menunggu PT PEMA untuk menyampaikan proposal kepada Pemerintah Aceh terkait pengadaan kapal, baik melalui skema sewa maupun pembelian. Proposal tersebut ditargetkan masuk paling lambat 31 Agustus 2026.Selanjutnya, pada 2-3 September 2026 direncanakan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri melalui unit terkait keuangan daerah, khususnya mengenai penugasan PT PEMA.

“Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI juga kami lakukan untuk mendorong dimulainya perundingan bilateral Indonesia-Malaysia terkait konektivitas Ro-Ro Aceh-Penang,” ujar Faisal.

Sementara itu, Plt. Sekda Aceh Taufik menegaskan bahwa program tersebut merupakan program prioritas gubernur sehingga proses penyusunan regulasi dan persiapannya harus dikawal secara langsung.

“Bangun komunikasi segera dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait di Kementerian Dalam Negeri mengenai mekanisme hibah, subsidi atau penyertaan modal serta lakukan konsultasi untuk memperoleh rekomendasi penetapan pergub,” kata Taufik.Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh aspek regulasi, kapal, pelabuhan, layanan kepabeanan-imigrasi-karantina hingga kesiapan muatan dapat berjalan beriringan sehingga jalur Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang dapat segera direalisasikan. []