Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan

Jakarta ( Inforakyataceh ) 17 Juli 2026. Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (persero) Tbk (BSI) pada Mei 2026 masih menunjukkan kinerja solid. Hingga Mei 2026, Pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60% year on year yang didominasi segmen konsumer dan ritel.

Capaian pembiayaan yang melesat juga diiringi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat,sustain dan ramah lingkungan. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp77.06 Triliun menyumbang sekitar 23% dari pembiayaan secara keseluruhan.

Beberapa sektor usaha yang mendominasi diantaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. Pembiayaan hijau kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan strategi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis Perseroan. Pembiayaan berkelanjutan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan “Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat. Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia”.ujarnya.

Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan

Aceh Selatan ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh melaksanakan rangkaian safari silaturahmi dengan para ulama melalui kunjungan ke sejumlah dayah di Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh untuk memperkuat sinergi dengan ulama dan lembaga pendidikan dayah sebagai mitra strategis dalam membangun Aceh yang islami, maju, bermartabat dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menghadiri Haul Abuya Syekh H. Adnan Mahmud (Nek Abu), Tgk. Syaikh H. Baidhawi Adnan (Abati), dan Tgk. Syaikh H. Marhaban Adnan (Waled) di Dayah Ashhabul Yamin, Keude Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, yang dipimpin Tgk. H. Ibnu Aqil Baidhawi (Abu Muda). Haul tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para ulama, santri, alumni, serta masyarakat yang mengikuti rangkaian khataman Al-Qur’an, samadiah, doa bersama, dan kenduri.

Usai menghadiri haul, Wakil Gubernur melanjutkan silaturahmi ke Dayah Himmatul ‘Amal di Gampong Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, yang dipimpin Tgk. Muhibbut Thibri. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Dayah Madinatuddiniyah Babussa’adah di Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja, yang dipimpin Tgk. H. Erly Safriza, Lc.

Rangkaian safari silaturahmi kemudian ditutup dengan kunjungan ke Dayah Darul Ihsan Al-Waliyah di Gampong Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, yang dipimpin Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidi.Dalam setiap kunjungan tersebut, Wakil Gubernur berdialog dengan para pimpinan dayah, para santri, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Selain mempererat silaturahmi antara umara dan ulama, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait penguatan pendidikan dayah, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Aceh dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur turut menyerahkan bantuan berupa sarung, mukena, peci, sajadah, dan baju koko kepada sejumlah dayah yang dikunjungi. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ibadah serta proses pendidikan para santri, sekaligus menjadi wujud perhatian Pemerintah Aceh terhadap pengembangan pendidikan dayah.

Safari silaturahmi ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus memperkuat kemitraan dengan ulama dan lembaga pendidikan dayah sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia.

Melalui sinergi yang erat antara umara dan ulama, Pemerintah Aceh berharap nilai-nilai syariat Islam, pendidikan, serta pembinaan akhlak generasi muda dapat terus terjaga dan berkembang seiring dengan pembangunan daerah.

Turut mendampingi Wakil Gubernur dalam rangkaian safari silaturahmi tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP., M.Si.

Wabup Syukri Hadiri Pembukaan Danlanud Cup III 2026, Dukung Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola Aceh

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menghadiri pembukaan Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 yang berlangsung di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (16/7/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Aceh Besar pada kesempatan tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap upaya pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda melalui sepak bola.

Turnamen yang mengusung tema “Seulawah Dirgantara for Golden Generation” tersebut merupakan hasil kolaborasi Lanud Sultan Iskandar Muda bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar dalam menghadirkan kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif bagi para atlet muda.Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), mengatakan Danlanud Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi merupakan wujud nyata sinergi antara Lanud Sultan Iskandar Muda, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta seluruh insan sepak bola dalam membangun generasi muda yang berkualitas.

“Melalui Seulawah Dirgantara for Golden Generation, kami ingin menjadikan Lanud Sultan Iskandar Muda sebagai rumah kolaborasi, tempat lahirnya bibit-bibit atlet berbakat sekaligus ruang yang memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sepak bola mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, hingga semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Aceh yang unggul, berkarakter, sehat, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.

Suryo menambahkan, Lanud Sultan Iskandar Muda berkomitmen tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menyampaikan apresiasi kepada Lanud Sultan Iskandar Muda beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi penyelenggaraan Danlanud Cup III sebagai wadah pembinaan atlet muda di Aceh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengapresiasi terselenggaranya Danlanud Cup III. Turnamen seperti ini bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta membentuk karakter yang disiplin, sportif, dan bertanggung jawab melalui olahraga,” ujar Syukri.

Menurutnya, pembinaan olahraga usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan prestasi.”Kami berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Aceh Besar dan Aceh di tingkat nasional bahkan internasional. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas seperti Danlanud Cup ini,” katanya.

Syukri juga mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai ajang mempererat persaudaraan antarpemain dan antarklub, serta selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.”Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam olahraga. Yang terpenting adalah bermain dengan jujur, menghormati lawan, mematuhi aturan, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” pesannya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI AU, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, organisasi olahraga, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembinaan olahraga di Aceh Besar semakin maju dan mampu melahirkan generasi emas yang sehat, tangguh, dan berprestasi.Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah.

Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Aceh yang mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola potensial sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memajukan dunia olahraga.Pembukaan Danlanud Cup III turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Besar, para kepala OPD, jajaran TNI-Polri, insan olahraga, panitia, sponsor, komunitas pecinta sepak bola, serta para peserta turnamen.(**)

Kapolda Aceh Kunjungi Ditlantas Polda Aceh, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan kunjungan sekaligus bersilaturahmi ke Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh yang berlokasi di Lamteumen, Banda Aceh, Kamis (16/7/2026).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan, Kapolda Aceh tiba di kantor Ditlantas Polda Aceh sekitar pukul 17.20 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar, S.I.K., M.H., di ruang kerjanya, didampingi Wadirlantas Polda Aceh AKBP Sabri, S.E., M.M., serta para pejabat utama (PJU) Ditlantas Polda Aceh.Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda Aceh berdialog dengan Dirlantas, Wadirlantas, dan para pejabat utama Ditlantas Polda Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda memberikan arahan agar seluruh personel terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan lalu lintas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”Kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara pimpinan dan jajaran Ditlantas Polda Aceh, serta memberikan motivasi kepada personel agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

Plt. Dirut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Tinjau Reservoir Neuheun

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Semangat usaha pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi target utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar. Melalui langkah strategis yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, distribusi dan pengawasan kualitas air.Selain itu, pemeliharaan sarana prasarana yang ada, juga menjadi program atau target utama pihak Perumda Aceh Besar ini.

Guna mengimplementasikan program tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Ir. Yusmadi, MM bersama Direktur Umum Devid Zainal, SE dan Kabag. Umum Sunawar, ST melakukan peninjauan ke Reservoir yang terletak di Komplek Perumahan Jacke Chan, gampong Neuhen, kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Rabu, (15/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut Yusmadi menyampaikan keberadaan Resevoir tersebut dibangun pasca tsunami untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga korban tsunami yang tinggal di kawasan gampong Neuhen, namun sejak dibangun, hingga saat ini tidak pernah difungsikan.

“Reservoir PDAM adalah bak penampungan air bersih sementara yang sudah diolah dan siap didistribusikan ke pelanggan. Bangunan ini dibangun pasca tsunami untuk penampungan air bersih yang akan didistribusikan kepada warga di kawasan ini, namun sayang bangunan ini tidak pernah difungsikan,” sebut Yusmadi.

Ia juga menyampaikan, sesuai instruksi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris untuk memfungsikan Reservoir ini, sehingga masyarakat disini dapat memperoleh air bersih yang layak dikonsumsi.”Bangunan ini sangat bagus dan standar, maka atas instruksi Bupati Aceh Besar, fasilitas air bersih ini dapat difungsikan dengan baik, guna memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujarnya.

Menurut Yusmadi, nantinya akan menurunkan tim melakukan kajian teknis dari objek ini.”Reservoir ini berkapasitas seribu kubik dan nantinya sumber air dari WTP Siron, Ingin Jaya, dengan lokasi yang cukup jauh dan bereda di ketinggian, maka perlu melakukan kajian dari tim teknis kita,” tambah mantan Kepala Dinas PUPR Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Durut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar mengakui pihaknya terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan melalui pembinaan teknis secara berkelanjutan, penguatan manajemen operasional, serta penerapan prinsip profesionalitas, akuntabilitas.Sesuai data yang diperoleh, saat ini PDAM Tirta Mountala memiliki 53.433 pelanggan dengan cakupan layanan mencapai 39,81 persen dari total 143.213 kepala keluarga di Aceh Besar.

Proses penyambungan baru terus dilakukan, sesuai dengan permohonan, sehingga nantinya PDAM Tirta Mountala Aceh Besar dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi semua warga Aceh Besar.(**)

Kapolda Aceh Paparkan Commander Wish sebagai Pedoman Penguatan Kinerja dan Pelayanan Kepolisian

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. memaparkan Commander Wish yang akan menjadi pedoman arah kebijakan dan pelaksanaan tugas bagi seluruh personel Polda Aceh dan jajaran Polres. Penyampaian pedoman tersebut dilakukan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Aceh, Banda Aceh, Kamis (16/7/2026).Kegiatan diikuti oleh Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama, Kapolres/ta jajaran, serta perwakilan satuan kerja. Sementara personel Polda Aceh dan Polres di seluruh wilayah mengikuti kegiatan secara virtual.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Commander Wish disusun sebagai pedoman untuk menyatukan visi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di seluruh wilayah Aceh.Kapolda memperkenalkan visi Polda Aceh, yaitu “Mewujudkan Kepolisian yang Presisi, Humanis, dan Berintegritas guna membangun Aceh yang Aman, Damai, dan Bermartabat untuk mendukung Indonesia Maju dalam rangka memperkuat Ketahanan Nasional.”Menurutnya, visi tersebut dibangun di atas tiga nilai utama, yakni Presisi, Humanis, dan Integritas.

Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi landasan setiap personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kapolda menetapkan 10 Commander Wish yang menjadi fokus pelaksanaan tugas seluruh jajaran, meliputi pembentukan karakter personel yang religius, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, pemberantasan narkoba, penguatan toleransi dan kebhinekaan, peningkatan kemampuan menghadapi berbagai bentuk kejahatan, penguatan kemitraan dengan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan komunikasi publik, reformasi internal, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan.Kapolda juga menekankan pentingnya kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat sebagai wujud pelayanan yang nyata.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan akan semakin memperkuat rasa aman, mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.Selain itu, Kapolda mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri agar mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks serta memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.

Mengakhiri arahannya, Kapolda mengajak seluruh jajaran menjadikan Commander Wish sebagai komitmen bersama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.”Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan profesionalisme, saya yakin Polda Aceh akan semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan Polri yang Presisi, tegas, adil, dan bermartabat,” ujar Kapolda.

Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf oleh Baitul Mal. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meningkatkan penghimpunan dana umat di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Wagub Aceh saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Aula Hotel Rasamala, Banda Aceh, Rabu (15/7/2026). Kegiatan itu dihadiri seluruh komisioner Baitul Mal kabupaten dan kota se-Aceh.

“Dalam pengelolaan zakat, sedekah dan wakaf, transparansi adalah hal yang paling penting. Insya Allah kalau transparan, rakyat pasti percaya kepada Baitul Mal. Ini salah satu kuncinya,” kata Dek Fadh.

Ia menegaskan, Baitul Mal merupakan salah satu lembaga yang lahir dari amanat perdamaian Aceh melalui MoU Helsinki sehingga harus mampu menunjukkan tata kelola yang baik dan profesional.

Dek Fadh mencontohkan pengelolaan Wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi yang hingga kini tetap konsisten menyalurkan manfaat wakaf untuk masyarakat Aceh sesuai dengan ikrar wakaf yang telah ditetapkan.

“Walaupun pernah ada keinginan agar hasil wakaf itu bisa dialihkan untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi tidak bisa karena dalam ikrar wakaf sudah sangat jelas diperuntukkan bagi masyarakat Aceh. Nazirnya tetap teguh menjalankan amanah tersebut,” ujarnya.

Selain menekankan transparansi, Wagub juga mengungkapkan Pemerintah Aceh telah mengusulkan ketentuan mengenai zakat sebagai pengurang pajak dalam revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Usulan itu diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan di Aceh menunaikan kewajiban zakat melalui Baitul Mal.

“Insya Allah usulan ini disetujui. Jika zakat menjadi pengurang pajak, otomatis akan meningkatkan pendapatan Baitul Mal sehingga manfaatnya juga semakin besar untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. Muhammad Yunus mengatakan Rakor Baitul Mal se-Aceh digelar untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Baitul Mal Aceh dengan Baitul Mal kabupaten dan kota.

Ia mengakui berbagai tantangan yang dihadapi Baitul Mal di seluruh Aceh relatif sama, salah satunya belum optimalnya dukungan dari para pemangku kebijakan di daerah.

“Masalah yang kita hadapi hampir sama. Bila tidak ada dorongan dari pimpinan daerah, maka program-program Baitul Mal tidak dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Muhammad Yunus menyebutkan, hingga saat ini sumber pendapatan Baitul Mal masih didominasi oleh zakat profesi yang berasal dari pemotongan gaji aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Aceh dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.

“Kami berharap Pak Wagub dapat memanggil perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh agar membayarkan zakatnya melalui Baitul Mal. Potensinya sangat besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Rakor tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antar-Baitul Mal di Aceh sekaligus meningkatkan tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel demi menumbuhkan kepercayaan publik dalam pengelolaan dana umat.

Wagub Aceh Sambut Komitmen Mentan Dukung Kopi Gayo dan Sektor Pertanian

BENER MERIAH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, meninjau lokasi produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (14/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub turut didampingi Bupati Bener Meriah, Bupati Aceh Tengah, Bupati Gayo Lues, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kepala Dinas Pangan Aceh, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh.

‎‎Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat sektor pertanian Aceh, khususnya pengembangan kopi Gayo yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia.‎‎

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten di wilayah tengah Aceh atas komitmen dalam memajukan sektor pertanian. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Aceh atas sinergi dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan Kementerian Pertanian.‎‎

Menurut Amran, Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah merupakan di antara kepala daerah yang paling aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam mendorong pembangunan sektor pertanian di daerah.

‎‎”Komunikasi yang intens seperti ini sangat kami hargai karena mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan,” ujar Amran.

‎‎Ia menegaskan Kementerian Pertanian akan terus memantau perkembangan pertanian Aceh dan memberikan dukungan melalui berbagai program, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pertanian serta bantuan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani.‎‎

Menteri Pertanian juga memberikan apresiasi terhadap produktivitas kopi Gayo yang terus menunjukkan peningkatan dan memiliki nilai ekspor yang semakin tinggi. Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui penyediaan benih unggul, pendampingan kepada petani, serta penguatan rantai pasok agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.‎‎

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan terima kasih atas perhatian besar yang diberikan Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian RI kepada Aceh.Ia menilai dukungan pemerintah pusat selama ini tidak hanya dirasakan dalam pengembangan sektor pertanian, tetapi juga saat Aceh menghadapi bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.‎‎

Wagub mengatakan kunjungan Menteri Pertanian menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam melihat langsung kondisi pertanian Aceh sekaligus memastikan berbagai program pengembangan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.‎‎

Menurutnya, Pemerintah Aceh siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kualitas kopi Gayo sebagai komoditas unggulan daerah, serta memperluas akses pasar sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani Aceh.‎‎

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan komitmen yang terus diberikan kepada Aceh. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah,” ujar Fadhlullah.

‎‎Ia menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota agar berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Aceh, khususnya kopi Gayo, di pasar nasional maupun internasional. []

Illiza Serahkan Bantuan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Banda Aceh – Dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasiln rendah (MBR), Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada tiga warga dalam Kecamatan Ulee Kareng, Rabu (15/7/2026).

Adapun penerima pertama yaitu Nurmalawati warga Gampong Lamteh, kemudian Cut Asna warga Gampong Illie dan Syahrial warga Gampong Pango Deah. Pembangunan dilaksanakan melalui dana APBK yang diusulkan oleh DPRK, lalu Pemko melakukan verifikasi dan ke tiga warga tersebut memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan bahwa untuk tahun 2026 ini ada 71 rumah yang dibangun dan diperbaiki, saat ini baru selesai 21 rumah.

“Mudah-mudahan rumah layak huni yang kita serahkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan kenyamanan beribadah dan keluarga bisa lebih bahagia,” harap Illiza.

Pembangunan rumah layak huni ini juga sejalan dengan asta cita Presiden RI untuk memperbaiki kualitas keluarga.

Adapun rumah yang dibangun dengan tipe 36 dengan fasilitas dasar mecakup 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu/keluarga dan dapur serta dilengkapi dengan utilitas yang memadai. (Hus)

Wali Kota Illiza Resmikan Sarana WASH Ramah Anak di SMPN 9 Banda Aceh

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Untuk mendukung hal tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meresmikan sekaligus menyerahkan sarana Air, Sanitasi, dan Hygiene (WASH) di SMP Negeri 9 Banda Aceh, Rabu (15/7/2026).

Sarana WASH yang dibangun tersebut dirancang aman, inklusif, serta berketahanan terhadap perubahan iklim. Fasilitas itu merupakan hasil kerja sama antara UNICEF Indonesia, Yayasan Aceh Hijau, PT Wings Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan fasilitas pendukung kesehatan dan kenyamanan bagi warga sekolah.

Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat menjadi awal dari semakin banyaknya sekolah di Banda Aceh yang memiliki sarana sanitasi dan air bersih yang layak.“Semoga ini menjadi langkah awal bagi banyak sekolah di Banda Aceh untuk memiliki lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman, demi mencetak generasi masa depan yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Illiza.

Selain meresmikan fasilitas WASH, Illiza juga mengajak para siswa untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.Ia mendorong para siswa membiasakan diri membawa botol minum dari rumah sebagai bagian dari penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Banda Aceh, Nurdin, mengatakan sekolahnya mendapatkan dua fasilitas utama melalui program tersebut.Fasilitas itu meliputi pembangunan toilet yang layak dan ramah anak serta penyediaan air minum siap saji dengan menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO).Menurut Nurdin, keberadaan sarana tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar siswa maupun tenaga pendidik di lingkungan sekolah.

Ia menyebutkan, fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung aktivitas belajar mengajar.Dengan adanya fasilitas WASH tersebut, SMP Negeri 9 Banda Aceh diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan sarana sanitasi dan air bersih yang aman, inklusif, serta ramah lingkungan di lingkungan sekolah.(TM)