Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Polres Pidie Serahkan Rumah Hasil Bedah Rumah kepada Warga Kurang Mampu di Hari Bhayangkara ke-80

SIGLI (Inforakyataceh) – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Pidie kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Program tersebut diwujudkan dengan penyerahan rumah layak huni kepada seorang warga di Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Senin (29/6/2026).

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Hafni (54), warga Dusun Teungoh, Gampong Asan, yang menjadi penerima bantuan bedah rumah.Rumah yang telah direnovasi hingga selesai 100 persen tersebut kini telah layak ditempati.

Penyerahan dilakukan di hadapan pejabat utama Polres Pidie, Kapolsek Kota Sigli, perangkat gampong, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana mengatakan, program bedah rumah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memberikan tempat tinggal yang lebih layak. Semoga rumah ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga penerima,” ujar Kapolres.

Menurutnya, pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program bedah rumah tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Polres Pidie dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun dimaknai tidak hanya sebagai perayaan institusi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk terus menghadirkan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat.

Kegiatan penyerahan rumah berlangsung dengan penuh kehangatan dan disambut antusias oleh masyarakat setempat yang mengapresiasi kepedulian Polres Pidie terhadap warga kurang mampu. (*)

Polres Pidie Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, 61 Personel Terima Penghargaan

SIGLI (Inforakyataceh) Polres Pidie menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat personel Polri periode 1 Juli 2026 di Lapangan Upacara Mapolres Pidie, Selasa (30/6/2026) sore.

Sebanyak 61 personel menerima kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas kepolisian.Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat Utama Polres Pidie, Kapolsek jajaran, Bhayangkari, serta seluruh personel Polres Pidie.Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan Komandan Upacara, laporan resmi kenaikan pangkat, penyampaian amanat Kapolres, pembacaan doa, hingga penutupan upacara.

Dalam amanatnya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan dari institusi atas dedikasi serta kinerja personel.

Menurutnya, kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai penyemangat untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta senantiasa menjaga nama baik institusi Polri,” pesan Kapolres.

Pada periode 1 Juli 2026, sebanyak 61 personel Polres Pidie memperoleh kenaikan pangkat, terdiri atas satu personel dari IPTU ke AKP, satu personel dari IPDA ke IPTU, 24 personel dari Aipda ke Aiptu, 21 personel dari Bripka ke Aipda, dua personel dari Brigpol ke Bripka, dua personel dari Briptu ke Brigpol, serta 10 personel dari Bripda ke Briptu.Kapolres turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang profesional, humanis, serta Presisi kepada masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh personel yang naik pangkat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri. (*)

Polres Pidie Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Presisi

SIGLI (Inforakyataceh) Polres Pidie menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dirangkaikan dengan acara syukuran di Lapangan Apel Mapolres Pidie, Rabu (1/7/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, purnawirawan Polri, Bhayangkari, serta tamu undangan lainnya.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Kasat Samapta Polres Pidie AKP Mahruzal Hariadi bertugas sebagai Perwira Upacara dan Kanit II Satintelkam Polres Pidie Ipda Azmi, S.H. sebagai Komandan Upacara.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi jajaran Polres Pidie untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Kabupaten Pidie.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Momen tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Pidie, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.Dalam sambutannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak terlepas dari kerja sama yang erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan Presisi demi mewujudkan keamanan yang kondusif bagi masyarakat Kabupaten Pidie,” ujar Kapolres.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sekaligus menjadi simbol kuatnya soliditas dan kolaborasi antara Polri dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan Kabupaten Pidie yang aman, damai, dan sejahtera. (*)

BSI Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

Jakarta ( Inforakyataceh ) 29 Juni 2026. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.

Kebijakan ini memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi yang erat antara pemerintah dan industri perbankan.

Pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat.”Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional,” ujar Anggoro.

Sebagai bagian dari Himbara, kata Anggoro, BSI siap berkontribusi mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.”Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI.

Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Anggoro. Menurutnya, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif.

Dampaknya, masyarakat dan UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh.Di tengah dukungan tersebut, BSI tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, dan akselerasi layanan digital.

Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang memiliki izin bullion.Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90% (year on year), dengan tabungan meningkat 22,02% menjadi Rp165 triliun sehingga rasio CASA mencapai 63,48%.

Sementara itu, pembiayaan tumbuh 15,59% menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio NPF grossyang membaik menjadi 1,80%.Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI juga terus mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Sekda Aceh Hadiri Promosi Doktor T.A. Khalid di Unpad, Apresiasi Putra Terbaik Aceh Raih Gelar Doktor

Bandung (Inforakyataceh) – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Ir. H. T.A. Khalid, M.M., yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Sabtu (27/6/2026).

Kehadiran M. Nasir mewakili Pemerintah Aceh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas keberhasilan salah satu putra terbaik Aceh dalam menyelesaikan pendidikan pada jenjang doktor.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut didampingi sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).Pada sidang terbuka tersebut, T.A. Khalid mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh ESG Disclosure terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Peran Parlemen sebagai Variabel Mediasi.” Penelitian tersebut mengkaji pengaruh penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menempatkan peran parlemen sebagai variabel mediasi.

Usai sidang, Sekda Aceh menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. T.A. Khalid atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan prestasi yang membanggakan bagi Aceh sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa putra-putri Aceh mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh untuk terus belajar dan berkarya demi kemajuan daerah,” ujar M. Nasir.

Sekda berharap ilmu dan pengalaman akademik yang diperoleh Dr. T.A. Khalid dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan, pengembangan dunia usaha, serta melahirkan berbagai gagasan strategis yang mampu mendorong pembangunan daerah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Aceh, lanjut M. Nasir, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan Aceh yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.[]

*Polda Aceh Salurkan 450 Paket Bansos untuk Warga Banda Aceh Dalam Rangka Hari Bhayangkarak ke 80*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan ratusan paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdianto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Kombes Pol. Djoko Susilo, S.I.K., S.H., didampingi oleh Karorena Polda Aceh, Dirbinmas Polda Aceh, Kabid Propam Polda Aceh, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh lainnya. Turut hadir unsur Forkopimda serta para perangkat desa (Keuchik) setempat.

Kabid Humas selanjutnya menyampaikan amanah dan permohonan maaf dari Kapolda Aceh yang tidak dapat hadir secara langsung di lokasi karena harus menunaikan tugas kedinasan yang mendesak.

“Bapak Kapolda Aceh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat hadir di tengah-tengah masyarakat hari ini. Beliau sejak kemarin sore telah bertolak ke Aceh Tamiang untuk mempersiapkan kunjungan kerja Bapak Kapolri pada 26 Juni mendatang dalam rangka peresmian Hunian Tetap (Huntap) bantuan dari Kapolri,” ujar Joko.

Ia juga menambahkan, setelah rangkaian kegiatan ziarah dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara pagi ini selesai, sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh juga akan segera menyusul ke Aceh Tamiang guna memastikan kesiapan peresmian tersebut.

Walaupum diwakili Irwasda Polda Aceh yang didampingi PJU Polda Aceh juga tidak mengurangi rasa hormat serta khidmatnya nilai silaturahmi dalam kegiatan penyerahan bansos ini, lanjutnya lagi.Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Irwasda Polda Aceh mengingatkan pentingnya menjaga nikmat kesehatan dan selalu bersyukur.

Di samping itu, Polri juga mengetuk hati masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap tugas-tugas kepolisian di lapangan.”Kami menyadari bahwa jika dinilai dengan materi atau rupiah, bantuan ini mungkin tidak seberapa.

Namun, ini adalah wujud nyata kedekatan dan kepedulian jajaran Polda Aceh kepada masyarakat menjelang hari ulang tahun Polri,” kutip Kabid Humas dari pesan Irwasda.dalak kegiatan itu.”Tugas pokok fungsi (tupoksi) Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan bisa berjalan optimal tanpa adanya dukungan dan bantuan dari Bapak, Ibu, unsur TNI, pemerintah daerah, hingga perangkat desa sekalian,” pungkasnya.

Penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Irwasda Polda Aceh bersama para Pejabat Utama Polda Aceh kepada perwakilan warga dari enam gampong (desa) dengan rincian Gp. Keudah 150 Paket, Gp. Pelanggahan 100 Paket, Gp. Lampaseh Kota 50 Paket, Gp. Merduati 50 Paket, Gp. Jawa50 Paket,Gp. Pande 50 Paket.Polda Aceh berharap kegiatan bakti sosial ini dapat memberikan warna positif, meringankan beban ekonomi, sekaligus mempererat kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.

Wakapolda Aceh Pimpin Ziarah di TMP Banda Aceh Peringati Hari Bhayangkara ke-80

Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, memimpin upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Banda Aceh, Rabu (24/6/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Upacara ziarah diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Aceh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan peserta upacara, dilanjutkan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta. Selanjutnya, Wakapolda Aceh selaku pimpinan melakukan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang bangsa.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan, pembacaan doa, serta penaburan bunga di pusara para pahlawan yang dipimpin oleh Wakapolda Aceh dan diikuti para PJU serta peserta upacara lainnya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan bahwa upacara ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Melalui kegiatan ziarah ini, diharapkan seluruh personel Polri dapat meneladani semangat juang, pengabdian, dan patriotisme para pahlawan dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Joko.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa hormat tersebut menjadi wujud nyata penghargaan Polri terhadap jasa-jasa para pahlawan bangsa sekaligus momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Upacara ziarah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar oleh Polda Aceh dalam menyambut dan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, pungkasnya.

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Progres Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi

BANDA ACEH (Inforakyataceh) – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi 15 mahasiswa lintas kampus di Posko Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Aceh.

Dalam audiensi itu, Sekda didampingi Asisten Sekda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Juru Bicara Pemerintah Aceh, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro terkait.M. Nasir menjelaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota.

Luasnya wilayah terdampak menyebabkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan waktu, koordinasi, serta dukungan anggaran yang besar.“Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini bahkan lebih luas dibanding dampak tsunami 2004. Pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujar M. Nasir.

Ia menyampaikan, berdasarkan data terbaru, Aceh masih berada dalam masa transisi darurat hingga 28 Juli 2026. Setelah masa tersebut berakhir, pemerintah akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

Menurut Sekda, berbagai program pemulihan saat ini telah berjalan dengan dukungan pendanaan yang bersumber dari APBA 2025 dan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Hingga saat ini, realisasi penanganan pascabencana telah mencapai sekitar 50 persen.M. Nasir juga mengungkapkan hasil verifikasi terbaru menunjukkan kebutuhan perumahan bagi masyarakat terdampak bencana mencapai 395.873 unit.

Karena itu, Pemerintah Aceh terus melakukan penyelarasan dan pemutakhiran data agar seluruh program rehabilitasi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.“Data terus kami verifikasi dan sinkronkan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” katanya.Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan dan harapan terkait percepatan pemulihan daerah terdampak bencana.

Mereka juga mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Aceh dalam menyampaikan perkembangan penanganan bencana kepada publik.Pemerintah Aceh berharap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi dapat segera disalurkan. Dengan demikian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih optimal, tuntas, tepat sasaran, serta berkelanjutan demi pemulihan kehidupan masyarakat Aceh. []

Polres Pidie Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat

SIGLI (Inforakyataceh) – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Polres Pidie menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 melalui program “Bola Gembira” Polri di Aula Wira Satya Polres Pidie, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si, para Kabag, Kasat, perwira, personel Polres Pidie, serta sejumlah mahasiswa yang turut memeriahkan suasana nobar.Pada kesempatan itu, peserta menyaksikan pertandingan Grup D antara Turki dan Paraguay. Laga berlangsung sengit dan menarik hingga akhirnya Paraguay berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Turki.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., melalui Wakapolres Kompol Firdaus Jufrida mengatakan bahwa kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi personel dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.“Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban,” ujar Firdaus.

Menurutnya, suasana kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan sambil berinteraksi dan menjalin komunikasi yang lebih erat.Piala Dunia FIFA 2026 merupakan edisi ke-23 turnamen sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Turnamen tahun ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diikuti oleh 48 negara peserta.

Firdaus menambahkan, Polres Pidie akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan.

Melalui program “Bola Gembira” Polri, Polres Pidie berharap dapat terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang edukatif dan rekreatif, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta kedekatan antara Polri dan masyarakat.***

Sekda Aceh Muhammad Nasir Jabat Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah untuk masa jabatan 2026–2030 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (23/6/2026).

Penetapan tersebut dilakukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Aceh Syariah dan disetujui seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat.Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Mualem menyampaikan bahwa keputusan terkait susunan komisaris dan direksi Bank Aceh Syariah telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga dapat segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menetapkan Muhammad Nasir sebagai Komisaris Utama, RUPSLB juga menyetujui Faisal sebagai Komisaris Independen Bank Aceh Syariah dan Erwin Konadi sebagai Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah untuk periode 2026–2030.Rapat tersebut turut dihadiri jajaran direksi Bank Aceh Syariah, Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh Syariah, serta para pemegang saham yang terdiri atas bupati dan wali kota se-Aceh.

Mualem berharap susunan baru komisaris dan direksi Bank Aceh Syariah mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong kinerja bank agar semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah di Aceh.

Menurutnya, Bank Aceh Syariah memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan daerah yang diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.Dengan penetapan tersebut, Muhammad Nasir akan mengemban amanah sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah hingga tahun 2030, bersama jajaran komisaris dan direksi yang baru ditetapkan dalam RUPSLB.***