Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Kapolda Aceh Ikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengikuti apel kehormatan dan renungan suci yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Banda Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 00.00 WIB dan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, apel kehormatan dan renungan suci merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengabdikan diri serta mengorbankan jiwa dan raga demi membela Tanah Air.

“Penghormatan ini bukan hanya ditujukan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP, tetapi juga kepada mereka yang tidak dikenal nama maupun tempat pemakamannya, yang telah gugur dalam perjuangan di seluruh pelosok negeri,” ujar Joko.

Apel kehormatan dan renungan suci tersebut dipimpin Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Dalam kesempatan itu, Pangdam bersama seluruh peserta apel turut mendoakan agar arwah para pahlawan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.“Hormat yang sebesar-besarnya atas keridaan, keikhlasan, dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Joko Krisdiyanto, sebagaimana doa yang dipanjatkan dalam apel tersebut.

Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Wagub Aceh Serukan Jaga Perdamaian dan Wujudkan Aceh Sejahtera

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh) menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjaga perdamaian dan bahu-membahu mewujudkan Aceh yang sejahtera. Pesan itu disampaikan Fadhlullah usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).

“Kepada seluruh rakyat Aceh, mari kita jaga perdamaian dan bahu-membahu wujudkan Aceh sejahtera,” kata Fadhlullah kepada wartawan usai upacara.Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan merupakan hal utama yang harus dijaga agar masyarakat Aceh dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, termasuk dalam menjalankan ibadah.“Keamanan dan kenyamanan adalah utama, agar masyarakat Aceh tenang melakukan aktivitas, terutama beribadah,” ujarnya.

Sebelumnya, Fadhlullah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang. Ia juga memimpin pembacaan Pancasila dalam rangkaian upacara tersebut.Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dipimpin Ketua DPR Aceh Zulfadli, sedangkan pembacaan doa dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Azhari.

Upacara dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Dana Pranata, yang juga menjabat Komandan Batalyon Infanteri 112/Dharma Jaya.Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Paskibraka Aceh. Pembawa baki bendera adalah Kasyfa Zayyan Latjuba, siswi SMA Negeri 11 Banda Aceh.Tiga pengibar bendera yakni M Alahza Kusuma dari SMA Negeri 1 Aceh Barat, Rizky Maulana Alsyukhran dari SMA Negeri 1 Tapaktuan, dan Fatur Rachman dari SMA Negeri 1 Langsa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Ruddi Setiawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir.Usai upacara, Wagub dan seluruh peserta upacara lainnya melanjutkan agenda selanjutnya, yaitu mengikuti secara virtual dari Anjong Mon Mata komplek meuligoe Gubernur Aceh upacara peringatan detik detik proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Istana Negara IKN dan Istana Merdeka Jakarta.[]

Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Dinamika kerusuhan yang diwarnai penaikan Bendera Bintang Bulan pada Hari Damai Aceh menjadi fokus diskusi dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Minggu (16 Agustus 2026).

Rapat Forkopimda ini dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), yang sebelumnya telah mendapat arahan dari Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. “Arahannya terutama segera melaksanakan rapat Forkopimda dan mencari akar masalah dan solusi terhadap peristiwa menonjol yaitu kerusahan yang terjadi di Aceh,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Peristiwa yang menonjol terjadi di Masjid Raya Baiturrahman dan Pendopo Gubernur Aceh, pada Sabtu (15 Agustus 2026). Di sini terjadi penurunan Bendera Merah Putih dan penaikan Bendera Bintang Bulan. Sedangkan di Pendopo Gubernur yang tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, terjadi perusakan Lambang Negara Burung Garuda, penurunan Bendera Merah Putih, dan penaikan Bendera Bintang Bulan.Nurlis menjelaskan Wagub Dek Fadh membuka rapat yang berlangsung sekitar dua jam. Rapat Forkopimda dihadiri seluruh unsur Forkopimda tersebut, menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Di antaranya adalah menjaga Aceh tetap aman, damai dan kondusif. “Semua pihak diminta menahan diri mencegah aksi serupa dan mengutamakan pendekatan persuasive,” kata Nurlis. “Menguatkan komunikasi dengan ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan eksponen masyarakat.”Selain itu, Nurlis menambahkan, semua pihak diminta membangun satu narasi komunikasi publik yang menenangkan dan menyejukkan, melalui himbauan. “Juga menegaskan bahwa perdamaian Aceh adalah fondasi bersama dalam membangun Aceh yang lebih baik kedepan,” kata Nurlis.

Sedangkan terhadap persoalan bendera, Pemerintah Aceh dan DPRA akan melakukan konsultasi ke Mendagri untuk adanya kepastian hukum.Selain itu, Wagub mengimbau semua pihak di Aceh untuk sama-sama menciptakan keamanan dan kenyamanan di Aceh. “Berbagai persoalan yang menjadi pemicu kerusuhan kemarin sudah kami bahas, dan kami carikan solusinya yang terbaik untuk rakyat Aceh,” kata Wagub Dek Fadh di Banda Aceh, Minggu (16 Agustus 2026).[]

Sekda Aceh Terima Lencana Melati, Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka

Jakarta ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima Lencana Melati, salah satu penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut dianugerahkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, pada Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8).

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diperoleh. Ia menyampaikan, Lencana Melati bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan juga dorongan untuk terus berbuat bagi kemajuan Pramuka di Aceh.

Menurutnya, penghargaan itu turut mencerminkan apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh unsur Gerakan Pramuka di Aceh dalam membina generasi muda.“Alhamdulillah, ini menjadi semangat bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi Gerakan Pramuka, khususnya di Aceh.

Pramuka harus terus hadir membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.Penganugerahan Lencana Melati tersebut tidak terlepas dari kiprah M. Nasir dalam mendukung kegiatan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Aceh. Saat ini, M. Nasir diketahui mengemban amanah sebagai Sekretaris Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Aceh, setelah sebelumnya ia juga dipercaya sebagai Wakil Bendahara Kwartir Daerah (Kwarda) Aceh selama dua periode.

Dalam prosesi penerimaan penghargaan, M. Nasir turut didampingi Ketua Harian Kwarda Aceh dan Sekretaris Kwarda Aceh, Darmawan. Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka di Aceh, terutama dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian. []

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

Jakarta ( Inforakyataceh ) Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.

Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Bireuen ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri secara virtual peresmian serentak Jembatan Merah Putih Presisi. Peresmian secara langsung dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Banten dan disaksikan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga turut meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa jembatan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari wujud nyata kontribusi Polri dalam mendukung konektivitas, mobilitas, serta pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Sebelumnya, kata Joko, Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang di Kecamatan Jeunieb dihubungkan dengan akses jembatan beton.

Namun, jembatan tersebut ambruk akibat diterjang banjir bandang pada akhir 2025 lalu.Pascaambruknya jembatan tersebut, akses kedua desa terputus total. Polri melalui Korps Brimob dan Brimob Polda Aceh kemudian membangun jembatan Bailey sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter agar mobilitas dan aktivitas transportasi masyarakat di kedua desa kembali lancar.

Joko menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah atau desa.”Peresmian jembatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung peningkatan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat. Semoga kehadiran Jembatan Merah Putih ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menunjang aktivitas perekonomian di Bireuen,” demikian, ujar Joko.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Aceh turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat kurang mampu serta pelayanan kesehatan gratis oleh Biddokkes Polda Aceh bersama Dokkes Polres Bireuen.Selain itu, Kapolda Aceh juga sempat mengunjungi SDN 8 Jeunieb yang tidak jauh dari lokasi peresmian jembatan.

Ia menyerahkan bantuan kepada siswa berupa buku dan alat tulis.Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Jeunib itu turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan Kabupaten Bireuen, pejabat utama Polda Aceh, Kapolres Bireuen, jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Kapolda Aceh Serahkan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada Keluarga Alm. Bripka Kurniadi

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jaminan kecelakaan kerja berupa santunan ASABRI kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi, pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kerja Kapolda Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Aceh, Kabid Propam Polda Aceh, Kabagwatpers Biro SDM Polda Aceh, Kepala Kantor Cabang ASABRI Aceh beserta dua orang staf, serta keluarga almarhum Bripka Kurniadi, yakni Ny. Dwi Anggraini selaku istri almarhum dan ketiga anaknya, Shaqila Anindya Zhafira, Alesha Qiana Adzra, dan Kania Nadhira Mumtaza.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pemberian santunan ASABRI kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi, yang merupakan personel Bhabinkamtibmas Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam.“Pemberian santunan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di wilayah Gunung Kedabuhan, Subulussalam, pada tahun 2023,” ujar Joko.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan santunan ASABRI berupa sejumlah uang kepada keluarga almarhum. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Bripka Kurniadi (38) merupakan personel Bhabinkamtibmas Desa Penanggalan Barat, Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam. Ia dinyatakan hilang setelah terseret material longsor susulan ketika sedang melaksanakan pemantauan dan pengamanan jalur lintas di Dusun Patetah, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan.Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 27 Oktober 2023, di Jalan Lintas Nasional Subulussalam (Aceh) menuju Pakpak Barat, Sumatera Utara, tepatnya di kawasan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan.

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 19.15 WIB dan menutup badan jalan dengan material tanah serta kayu. Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi longsor susulan saat petugas bersama masyarakat berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pemantauan kondisi.Akibat longsor susulan tersebut, beberapa orang terseret material longsor yang mengarah ke aliran Sungai Lae Kombih.

Dalam peristiwa tersebut, Bripka Kurniadi dinyatakan hilang dan hingga kini menjadi bagian dari catatan duka dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota Polri.“Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kami juga berharap keluarga almarhum senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas Joko.

Kapolda Terima Silaturahmi DPD Perusahaan Realestat Indonesia Provinsi Aceh

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Provinsi Aceh di ruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polda Aceh dengan pelaku usaha sektor realestat, khususnya dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang aman, tertib, serta kondusif di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin erat antara kepolisian dan berbagai elemen dunia usaha.“Silaturahmi ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara Polda Aceh dengan DPD REI Aceh. Dunia usaha merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” ujar Joko, dalam rilisnya, usai kegiatan.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.

Karena itu, Polda Aceh terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku usaha di sektor properti.“Pada prinsipnya, Polda Aceh siap membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, selama bertujuan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” pungkas Joko.

HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah dari 26 Cabang

Banda Aceh (Inforakyataceh) Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Bank Aceh menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jaringan kantor Bank Aceh di Aceh dan Sumatera Utara.Mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-53 sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial insan Bank Aceh terhadap masyarakat.

Kegiatan kemanusiaan itu dilaksanakan melalui kolaborasi Bank Aceh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut memastikan proses pemeriksaan kesehatan pendonor, pengambilan darah hingga penanganannya berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.Dari kegiatan yang dilaksanakan di 26 cabang, Bank Aceh berhasil mengumpulkan sebanyak 1.648 kantong darah.

Donasi tersebut berasal dari jajaran manajemen, pegawai, masyarakat serta mitra Bank Aceh yang turut berpartisipasi.Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bank Aceh, PMI di berbagai kabupaten/kota serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Fadhil.

Ia mengatakan, kerja sama dengan PMI menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan donor darah memberikan manfaat optimal, khususnya dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah yang dibutuhkan rumah sakit maupun masyarakat.Menurut Fadhil, semangat berbagi tersebut sejalan dengan tema HUT ke-53 Bank Aceh, “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”. Tema tersebut, kata dia, bukan sekadar slogan perayaan ulang tahun, tetapi menjadi semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

“Di usia ke-53, kami ingin Bank Aceh terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk nyata bahwa keberadaan Bank Aceh harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan donor darah secara serentak di berbagai jaringan kantor Bank Aceh juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan perusahaan.Partisipasi dari seluruh jaringan kantor menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya terpusat di Kantor Pusat, tetapi turut bergerak bersama di seluruh wilayah operasional Bank Aceh.Kolaborasi dengan PMI di masing-masing kabupaten/kota turut memperkuat sinergi antara Bank Aceh dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung kebutuhan darah di daerah.

Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi melalui rumah sakit maupun layanan PMI.Bank Aceh berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi.Peringatan HUT ke-53 menjadi momentum bagi Bank Aceh untuk merefleksikan perjalanan dalam memberikan pelayanan dan kontribusi terhadap pembangunan Aceh.

Bank Aceh berkomitmen terus memperkuat perannya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh serta tumbuh bersama masyarakat dan daerah.Sebanyak 1.648 kantong darah yang berhasil dikumpulkan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kolaborasi dan kepedulian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi Bank Aceh bersama PMI, setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Irjen Pol. Ruddi Setiawan Terima Silaturahmi Pengurus IKAGARA Banda Aceh

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima silaturahmi Pengurus Ikatan Keluarga Aceh Tenggara (IKAGARA) Banda Aceh beserta alumni SMP Negeri 1 Kutacane dan SMA Negeri 1 Kutacane di ruang kerjanya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Kapolda Aceh dan Pengurus IKAGARA Banda Aceh. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan emosional dengan daerah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup Irjen Pol. Ruddi Setiawan.

Bagi masyarakat Aceh Tenggara, sosok Irjen Pol. Ruddi Setiawan bukanlah figur yang asing. Sebelum melanjutkan perjalanan pengabdiannya di institusi Polri, ia pernah berdomisili di Desa Mandala atau Kompleks Telkom, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tidak hanya pernah tinggal di Kutacane, Irjen Pol. Ruddi Setiawan juga menempuh pendidikan hingga menyelesaikan jenjang SMP di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Sepakat Segenap tersebut. Kedekatan emosional itu turut terjaga melalui keterlibatannya dalam Paguyuban Ikatan Masyarakat Aceh Tenggara (IKMAT) Jakarta.

Kedekatan Kapolda Aceh dengan Aceh Tenggara tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan oleh sejumlah tokoh Aceh Tenggara, di antaranya Muslim Ayub dan Dr. Nazrul Zaman.Joko menambahkan, hubungan yang baik antara Polri dan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.“Polri terus membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi dan hubungan yang baik seperti ini diharapkan dapat terus terjaga dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Aceh,” pungkasnya.