Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Kapolda Terima Silaturahmi DPD Perusahaan Realestat Indonesia Provinsi Aceh

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Provinsi Aceh di ruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polda Aceh dengan pelaku usaha sektor realestat, khususnya dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang aman, tertib, serta kondusif di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin erat antara kepolisian dan berbagai elemen dunia usaha.“Silaturahmi ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara Polda Aceh dengan DPD REI Aceh. Dunia usaha merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” ujar Joko, dalam rilisnya, usai kegiatan.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.

Karena itu, Polda Aceh terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku usaha di sektor properti.“Pada prinsipnya, Polda Aceh siap membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, selama bertujuan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” pungkas Joko.

HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah dari 26 Cabang

Banda Aceh (Inforakyataceh) Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Bank Aceh menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jaringan kantor Bank Aceh di Aceh dan Sumatera Utara.Mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-53 sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial insan Bank Aceh terhadap masyarakat.

Kegiatan kemanusiaan itu dilaksanakan melalui kolaborasi Bank Aceh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut memastikan proses pemeriksaan kesehatan pendonor, pengambilan darah hingga penanganannya berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.Dari kegiatan yang dilaksanakan di 26 cabang, Bank Aceh berhasil mengumpulkan sebanyak 1.648 kantong darah.

Donasi tersebut berasal dari jajaran manajemen, pegawai, masyarakat serta mitra Bank Aceh yang turut berpartisipasi.Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bank Aceh, PMI di berbagai kabupaten/kota serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Fadhil.

Ia mengatakan, kerja sama dengan PMI menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan donor darah memberikan manfaat optimal, khususnya dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah yang dibutuhkan rumah sakit maupun masyarakat.Menurut Fadhil, semangat berbagi tersebut sejalan dengan tema HUT ke-53 Bank Aceh, “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”. Tema tersebut, kata dia, bukan sekadar slogan perayaan ulang tahun, tetapi menjadi semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

“Di usia ke-53, kami ingin Bank Aceh terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk nyata bahwa keberadaan Bank Aceh harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan donor darah secara serentak di berbagai jaringan kantor Bank Aceh juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan perusahaan.Partisipasi dari seluruh jaringan kantor menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya terpusat di Kantor Pusat, tetapi turut bergerak bersama di seluruh wilayah operasional Bank Aceh.Kolaborasi dengan PMI di masing-masing kabupaten/kota turut memperkuat sinergi antara Bank Aceh dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung kebutuhan darah di daerah.

Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi melalui rumah sakit maupun layanan PMI.Bank Aceh berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi.Peringatan HUT ke-53 menjadi momentum bagi Bank Aceh untuk merefleksikan perjalanan dalam memberikan pelayanan dan kontribusi terhadap pembangunan Aceh.

Bank Aceh berkomitmen terus memperkuat perannya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh serta tumbuh bersama masyarakat dan daerah.Sebanyak 1.648 kantong darah yang berhasil dikumpulkan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kolaborasi dan kepedulian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi Bank Aceh bersama PMI, setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Irjen Pol. Ruddi Setiawan Terima Silaturahmi Pengurus IKAGARA Banda Aceh

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima silaturahmi Pengurus Ikatan Keluarga Aceh Tenggara (IKAGARA) Banda Aceh beserta alumni SMP Negeri 1 Kutacane dan SMA Negeri 1 Kutacane di ruang kerjanya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Kapolda Aceh dan Pengurus IKAGARA Banda Aceh. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan emosional dengan daerah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup Irjen Pol. Ruddi Setiawan.

Bagi masyarakat Aceh Tenggara, sosok Irjen Pol. Ruddi Setiawan bukanlah figur yang asing. Sebelum melanjutkan perjalanan pengabdiannya di institusi Polri, ia pernah berdomisili di Desa Mandala atau Kompleks Telkom, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tidak hanya pernah tinggal di Kutacane, Irjen Pol. Ruddi Setiawan juga menempuh pendidikan hingga menyelesaikan jenjang SMP di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Sepakat Segenap tersebut. Kedekatan emosional itu turut terjaga melalui keterlibatannya dalam Paguyuban Ikatan Masyarakat Aceh Tenggara (IKMAT) Jakarta.

Kedekatan Kapolda Aceh dengan Aceh Tenggara tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan oleh sejumlah tokoh Aceh Tenggara, di antaranya Muslim Ayub dan Dr. Nazrul Zaman.Joko menambahkan, hubungan yang baik antara Polri dan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.“Polri terus membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi dan hubungan yang baik seperti ini diharapkan dapat terus terjaga dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Aceh,” pungkasnya.

Kak Na dan Satu Cup Eskrim untuk Para Siswa Tangguh Bireuen

BIREUEN ( Inforakyataceh ) Ada saja cara Marlina Muzakir untuk menghadirkan keceriaan untuk para bocah. Sesaat sebelum meninggalkan MIN 9 Bireuen usai menyalurkan bantuan tas dan alat tulis serta seragam sekolah, Kak Na mentraktir satu cup Eskrim untuk masing-masing siswa.Pemandangan penuh keceriaan tersebut berlangsung di halaman depan MIN 9 Bireuen, tepatnya di Gampong Dayah Masjid Kecamatan Kuta Blang, Selasa (11/8/2026).

“Siapa mau eskrim?” Tanya Kak Na kepada para siswa, sontak saja jawaban “Saya, saya, saya bunda,” riuh reda menjawab pertanyaan dari first lady Aceh itu.“Yok, Bunda traktir tapi antri yang tertib ya,” ucap Kak Na mengingatkan para siswa.Untuk diketahui bersama.

Kehadiran istri Gubernur Aceh itu ke Kota Juang adalah untuk menyerahkan bantuan paket alat sekolah, seragam sekolah serta paket makanan olahan serba ikan untuk siswa PAUD RA Darussunnah dan siswa MIN 9 Bireuen.Pada kesempatan tersebut, Kak Na mengajak para guru dan siswa untuk bersyukur, karena proses belajar mengajar di MIN 9 sudah mulai normal dan seluruh kelas sudah bisa dimanfaatkan seperti sedia kala.

“Mari kita syukuri keadaan saat ini yang telah mulai normal, karena di beberapa Gampong lain di wilayah terdampak, sebahagian besar masih harus belajar di sekolah darurat, yang diselenggarakan seadanya di Masjid Gampong maupun di tenda-tenda,” ucap Kak Na.

“Tetap semangat belajar ya anak-anak bunda semua, selalu patuhi orang tua ananda dan hormati para guru. Jangan lupa do’akan teman-teman kalian di lokasi terimbas bencana lainnya di Aceh, agar bisa segera bersekolah secara normal seperti yang ananda rasakan sekarang. Tetap jadi Aceh yang hebat dan tangguh ya anak-anak bunda semua,” imbau Kak Na.

Untuk diketahui bersama, MIN 9 Bireuen merupakan salah satu sekolah ini terimbas banjir, yang terjadi pada penghujung Oktober 2025 lalu.Pada kunjungan tersebut, Kak Na turut didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen Sadriah Mukhlis serta sejumlah tamu undangan lainnya. []

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat Provinsi Aceh di ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (11 Agustus 2026). “Selamat ya. Persiapkan diri dengan baik untuk meraih yang terbaik pada tingkat nasional,” kata Sekda Nasir.

Para siswa tersebut adalah Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana. Mereka menuju Grand Final Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat nasional bersama 38 SMA lain dari berbagai provinsi di Indonesia.

Para siswa itu datang ke kantor Gubernur Aceh didampingi Kepala Sekolah SMA 2 Banda Aceh, Dr Herlina Dewi, bersama sejumlah guru. Mereka difasilitasi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dan Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni.

Hadir juga para dewan juri cerdas-cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, Prof. Dr. Syafrizal Abbas, Dr. M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.Kepada Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMA 2 Banda Aceh, Sekda Nasir berpesan agar 10 siswa tersebut dikarantina untuk mempersiapkan diri ke tingkat nasional.

“Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” pesan Sekda Nasir.

Sekda Nasir menjamin mempersiapkan anggaran untuk kebutuhan tersebut. “Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh (Murthalamuddin) yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” katanya. “Mereka wajib masuk Training Center selama seminggu.

Kita punya waktu 10 hari. Selama kompetisi, mereka harus disiapkan. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif. Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat.”Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyampaikan terimakasihnya kepada Sekda Nasir yang telah memberi apresiasi untuk siswa-siswa SMA 2 Banda Aceh tersebut. “Kami, di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda.

Bagaimana pun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus,” katanya.Mendapat apresiasi seperti itu, Kepala SMA 2 Banda Aceh Herlina Dewi sangat bersyukur. “Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti,” katanya.[]

Bupati Aceh Besar Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRK H Abdul Razak

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menghadiri Rapat Paripurna DPRK Aceh Besar dengan agenda Pengucapan Sumpah Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRK Aceh Besar Sisa Masa Jabatan Tahun 2024–2029 atas nama H Abdul Razak. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRK Aceh Besar, Senin (10/8/2026).

Dalam rapat paripurna tersebut, H. Abdul Razak dari Partai Amanat Nasional (PAN) resmi dilantik sebagai Anggota DPRK Aceh Besar Pengganti Antar waktu menggantikan almarhum Ahmad Zainuri, S.T., yang meninggal dunia pada 11 April 2026. Pengangkatan H. Abdul Razak tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.1.4.2/655/2026 tanggal 3 Agustus 2026 tentang Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Besar.Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan ucapan selamat kepada H. Abdul Razak atas amanah baru yang diemban.

Ia berharap anggota DPRK yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas serta membangun sinergi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.“Selamat kepada Saudara H. Abdul Razak yang telah mengucapkan sumpah sebagai Anggota DPRK Aceh Besar Pengganti Antar waktu. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Mari kita terus memperkuat kerja sama dan saling mengisi antara DPRK dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Muharram Idris.

Bupati juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi almarhum Ahmad Zainuri selama menjalankan tugas sebagai Anggota DPRK Aceh Besar. Menurutnya, almarhum telah menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan antara lembaga legislatif dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.“Pada kesempatan ini, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa, kerja keras, serta pengabdian almarhum Ahmad Zainuri selama menjalankan tugas sebagai Anggota DPRK Aceh Besar.

Mari kita bersama-sama mendoakan semoga seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkapnya.Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, SIKom mengatakan pelaksanaan PAW tersebut merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan untuk mengisi kekosongan kursi DPRK Aceh Besar setelah meninggalnya Ahmad Zainuri, S.T., dari Partai Amanat Nasional pada 11 April 2026.

Prosesi pengucapan sumpah dan janji berlangsung dalam suasana khidmat dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, SIkom Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan H. Abdul Razak agar menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan penuh tanggung jawab dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.“Saya percaya Saudara H. Abdul Razak akan melaksanakan tugas sebagai anggota DPRK Aceh Besar dengan sebaik-baiknya, sesuai tanggung jawab yang diamanahkan.

Jalankan tugas dengan penuh kesungguhan, jaga kepercayaan masyarakat, serta senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Abdul Muchti.Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ahmad Zainuri sekaligus memberikan apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan almarhum selama menjadi Anggota DPRK Aceh Besar.“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRK Aceh Besar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Ahmad Zainuri.

Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas segala jasa, dedikasi, serta pengabdian yang telah beliau berikan selama menjalankan amanah sebagai Anggota DPRK Aceh Besar. Semoga seluruh amal kebaikan almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Abdul Muchti menambahkan, kehadiran H. Abdul Razak di DPRK Aceh Besar diharapkan dapat memberikan energi baru bagi lembaga legislatif, khususnya dalam memperkuat Fraksi Partai Amanat Nasional.

Ia juga berharap H. Abdul Razak dapat berkontribusi dalam menjalankan tiga fungsi utama DPRK, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.“Berdasarkan Pasal 180 Ayat (3) Peraturan DPRK Aceh Besar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib DPRK Aceh Besar, anggota DPRK pengganti antarwaktu menjadi anggota pada alat kelengkapan dewan dari anggota DPRK yang digantikannya.

Sehubungan dengan ketentuan tersebut, Saudara H. Abdul Razak ditempatkan sebagai anggota Badan Musyawarah, anggota Badan Kehormatan, serta anggota Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Keistimewaan Aceh DPRK Aceh Besar,” jelasnya.

Menurut Abdul Muchti, tantangan pembangunan Aceh Besar ke depan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara DPRK Aceh Besar, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta seluruh jajaran Forkopimda.

Kemitraan tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Karena itu, mari kita terus menjaga dan memperkuat kemitraan yang harmonis antara DPRK Aceh Besar dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama seluruh unsur Forkopimda. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kita dapat bersama-sama mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.(**)

Harkamtibmas Wilkum Polsek Tangse Tetap Kondusif, Tindak Lanjut Akun TikTok Polda Aceh lakukan Verifikasi terhadap Kapolsek Tangse.‎‎

Sigli – Polres Pidie memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Tangse tetap aman dan kondusif menyusul beredarnya akun media sosial TikTok yang dikaitkan dengan Kapolsek Tangse. Senin, 10/8/2026.‎‎

Menindaklanjuti hal tersebut, terhadap personel yang bersangkutan Polda Aceh saat ini sedang melakukan Verifikasi dan klarifikasi oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Aceh. Verifikasi tersebut merupakan bagian dari proses penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.‎‎

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K, M.I.K juga telah menunjuk Pelaksana Tugas Kapolsek Tangse untuk memastikan pelaksanaan kegiatan Kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.‎‎Penunjukan Plt. tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas Kamtibmas, efektivitas pelayanan masyarakat, serta memastikan situasi di wilayah hukum Polsek Tangse tetap aman dan kondusif sembari menunggu hasil klarifikasi dan keputusan lebih lanjut dari Polda Aceh mengingat yang bersangkutan sebagai Perwira dan sesuai prosedur hukum yang melakukan verifikasinya dilakukan Bid Propam Polda Aceh.

‎‎Polres Pidie menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan kepada Bidang Propam sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.‎‎Polres Pidie mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan sikap bijak dalam menggunakan media sosial.‎‎

Polri berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme, kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap persoalan yang berkaitan dengan anggota Polri akan ditangani melalui mekanisme internal sesuai aturan yang berlaku.‎‎Dengan langkah tersebut, Polres Pidie memastikan kehadiran dan pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Tangse, tetap berjalan optimal serta situasi Kamtibmas tetap terjaga dengan baik.‎

Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung suksesnya gelaran Aceh Cullinary Festival 2026, yang akan berlangsung pada 11-14 September 2026.Penegasan tersebut disampaikan istri Gubenur Aceh itu, saat menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Senin (10/8/2026).

“TP PKK Aceh tentu sangat siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh dalam upaya menyukseskan kegiatan Aceh Cullinary Festival 2026,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pengurus TP PKK kabupaten dan kota agar menyosialisasikan event di wilayah masing- masing dan tentu saja untuk turut mengirimkan peserta pada kegiatan ini,” sambung Kak Na.Istri Gubernur Aceh itu menambahkan, keterwakilan 23 kabupaten dan kota pada event ini menjadi sebuah sarana mempromosikan ragam jenis makanan Aceh dari seluruh wilayah kabupaten.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, menjelaskan, pertemuan Disbudpar bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Safrizal, pada hari ini adalah untuk melaporkan terkait peksanaan ACF 2026.“ACF tentu menjadi sarana yang sangat tepat bagi Aceh untuk mempromosikan adat budaya kita yang beragam, bahwa dat budaya Aceh bukan hanya tari dan wastra tetapi juga kulinernya yang beraneka ragam,” ucap Dedy. []

Kapolda Aceh Tegaskan Akan Kejar dan Miskinkan Bandar Narkotika

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan komitmennya untuk mengejar dan memiskinkan para bandar narkotika melalui penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke sumbernya.Ia juga mengingatkan para bandar, kurir, maupun pengguna agar segera menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan narkotika.

Abituren Akabri 1996 itu menyatakan tidak akan ada ruang bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika, termasuk para pengedar yang selama ini meraup keuntungan dari bisnis haram tersebut.”Kepada para bandar, segera hentikan kegiatan atau kami akan tindak dengan tegas dan terukur. Yang pasti, para pengedar narkotika akan saya kejar dan saya akan buat mereka miskin,” tegas Ruddi Setiawan saat konferensi pers di Aula Presisi Polda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh personel Polda Aceh dan jajaran agar tidak mencoba-coba menggunakan narkotika jenis apa pun, termasuk narkotika jenis baru berupa cartridge vape getar yang mengandung liquid etomidate.

Setiap personel yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika akan menghadapi sanksi berat, bahkan pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH.Nantinya, Kapolda bersama Bidpropam akan melakukan pemeriksaan secara berkala, baik melalui tes urine maupun pemeriksaan terhadap vape yang digunakan personel.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan sekaligus upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal Polri.”Siapa pun yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika akan saya tindak, termasuk anggota saya sendiri. Jadi, jangan ada yang coba-coba bermain narkotika. Sanksinya akan dipecat,” pungkas Kapolda Aceh dengan tegas.

‎Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Kebakaran di Aceh Tengah


‎Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran yang terjadi di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026).

‎Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan usaha dan rumah warga di Kampung Jeget Ayu. Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Aceh, terdapat sejumlah pelaku usaha yang terdampak, mulai dari usaha sayur-mayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan hingga usaha jahit. Selain itu, sebanyak 73 rumah pribadi turut terdampak, sehingga total bangunan yang tercatat dalam data mencapai 96 unit.

‎Data tersebut juga mencatat sebanyak 60 kepala keluarga atau 243 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil dan satu penyandang disabilitas. Dalam kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar.

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk segera membantu masyarakat terdampak saat berbicara dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui sambungan telepon pada malam kejadian. Dalam sambungan telepon tersebut, Haili Yoga melaporkan kepada Fadhlullah terkait insiden kebakaran tersebut dan meminta bantuan kepada Pemerintah Aceh.

‎Fadhlullah mengatakan bantuan tanggap darurat sedang dipersiapkan dan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.

‎“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami juga meminta pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan pendataan dan penanganan awal,” kata Fadhlullah.

‎Bantuan yang disiapkan Pemerintah Aceh antara lain air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal dan sarden.

‎Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup tenda serbaguna/dome, paket perlengkapan dapur, paket family kit dan paket kids ware untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

‎Selain itu, Pemerintah Aceh telah menyediakan Bufferstock Sandang, Bahan Bangunan Rumah (BBR) di gudang logistik kabupaten yang segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui pemerintah kabupaten.

‎Fadhlullah juga meminta agar proses penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam memastikan kebutuhan warga terdampak serta kelompok rentan dapat terpenuhi.

‎“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik,” ujarnya.

‎Sementara itu, Baitul Mal Aceh juga akan segera menyalurkan bantuan Rp 3 juta per Kepala Keluarga dan akan disalurkan kepada 73 KK sesuai data sementara yang diterima. []



‎Banda Aceh – Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran yang terjadi di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026).

‎Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan usaha dan rumah warga di Kampung Jeget Ayu. Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Aceh, terdapat sejumlah pelaku usaha yang terdampak, mulai dari usaha sayur-mayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan hingga usaha jahit. Selain itu, sebanyak 73 rumah pribadi turut terdampak, sehingga total bangunan yang tercatat dalam data mencapai 96 unit.

‎Data tersebut juga mencatat sebanyak 60 kepala keluarga atau 243 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil dan satu penyandang disabilitas. Dalam kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar.

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk segera membantu masyarakat terdampak saat berbicara dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui sambungan telepon pada malam kejadian. Dalam sambungan telepon tersebut, Haili Yoga melaporkan kepada Fadhlullah terkait insiden kebakaran tersebut dan meminta bantuan kepada Pemerintah Aceh.

‎Fadhlullah mengatakan bantuan tanggap darurat sedang dipersiapkan dan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.

‎“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami juga meminta pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan pendataan dan penanganan awal,” kata Fadhlullah.

‎Bantuan yang disiapkan Pemerintah Aceh antara lain air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal dan sarden.

‎Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup tenda serbaguna/dome, paket perlengkapan dapur, paket family kit dan paket kids ware untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

‎Selain itu, Pemerintah Aceh telah menyediakan Bufferstock Sandang, Bahan Bangunan Rumah (BBR) di gudang logistik kabupaten yang segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui pemerintah kabupaten.

‎Fadhlullah juga meminta agar proses penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam memastikan kebutuhan warga terdampak serta kelompok rentan dapat terpenuhi.

‎“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik,” ujarnya.

‎Sementara itu, Baitul Mal Aceh juga akan segera menyalurkan bantuan Rp 3 juta per Kepala Keluarga dan akan disalurkan kepada 73 KK sesuai data sementara yang diterima. []

‎‎Banda Aceh – Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran yang terjadi di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026).‎‎

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan usaha dan rumah warga di Kampung Jeget Ayu. Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Aceh, terdapat sejumlah pelaku usaha yang terdampak, mulai dari usaha sayur-mayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan hingga usaha jahit. Selain itu, sebanyak 73 rumah pribadi turut terdampak, sehingga total bangunan yang tercatat dalam data mencapai 96 unit.‎‎

Data tersebut juga mencatat sebanyak 60 kepala keluarga atau 243 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil dan satu penyandang disabilitas.

Dalam kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar.‎‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk segera membantu masyarakat terdampak saat berbicara dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui sambungan telepon pada malam kejadian. Dalam sambungan telepon tersebut, Haili Yoga melaporkan kepada Fadhlullah terkait insiden kebakaran tersebut dan meminta bantuan kepada Pemerintah Aceh.‎‎

Fadhlullah mengatakan bantuan tanggap darurat sedang dipersiapkan dan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.‎‎“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami juga meminta pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan pendataan dan penanganan awal,” kata Fadhlullah.‎‎

Bantuan yang disiapkan Pemerintah Aceh antara lain air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal dan sarden.‎‎Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup tenda serbaguna/dome, paket perlengkapan dapur, paket family kit dan paket kids ware untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.‎‎

Selain itu, Pemerintah Aceh telah menyediakan Bufferstock Sandang, Bahan Bangunan Rumah (BBR) di gudang logistik kabupaten yang segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui pemerintah kabupaten.

‎‎Fadhlullah juga meminta agar proses penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam memastikan kebutuhan warga terdampak serta kelompok rentan dapat terpenuhi.‎‎“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi.

Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik,” ujarnya.‎‎Sementara itu, Baitul Mal Aceh juga akan segera menyalurkan bantuan Rp 3 juta per Kepala Keluarga dan akan disalurkan kepada 73 KK sesuai data sementara yang diterima. []