Pendataan Pendaftaran kendaraan Terus Di Lakukan Oleh Samsat kota Banda Aceh,

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap ( Samsat ) kota Banda Aceh mulai lakukan pendataan dan pendaftaran terhadap roda empat yang beroperasi maupun berada di wilayah kota Banda Aceh.
Pendataan tersebut dilakukan berdasarkan Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pajak Aceh dan Retribusi.

Dalam hal ini Samsat kota Banda Aceh, bahwa pemungutan pajak kendaraan roda telah kembali diberlakukan.

Per 2 Januari telah diaktifkan kembali atau ditetapkan kembali pemungutan pajak roda empat bagi seluruh pemilik nya.

Pihak Samsat kota Banda Aceh telah mengundang perusahaan yang beroperasi di wilayah nya untuk mengikuti proses pendataan di kantor Samsat kota Banda Aceh.
Respon mereka positif dan akan segera melaksanakan pembayaran kendaraan roda empat milik nya sesuai data yang sudah mereka berikan kepada kami.

Samsat kota Banda Aceh akan terus melakukan pendataan terhadap seluruh kendaraan yang ada di wilayah kota Banda Aceh.

Dirlantas Polda Aceh Paparkan Operasi Patuh Seulawah 2026, Libatkan 716 Personel

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas melalui Operasi Patuh Seulawah 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Deden saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Banda Aceh Menyapa yang diselenggarakan RRI Banda Aceh di Zoom Studio Programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu (28/10/2026). Dalam kegiatan itu, Deden mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan.

Dialog tersebut mengangkat tema “Operasi Patuh Seulawah 2026 Sasar Pelanggaran Lalu Lintas”.

Dalam kesempatan itu, Deden menjelaskan bahwa Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menyasar berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan hukum, tetapi juga bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, mengurangi fatalitas korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara tertib dan aman.

“Tujuan utama operasi ini bukan semata-mata melakukan penindakan, tetapi membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan bersama, bukan hanya karena ada petugas di jalan,” ujarnya.

Operasi Patuh Seulawah 2026 diawali dengan apel gelar pasukan di Lapangan Utama Mapolda Aceh. Sebanyak 716 personel dikerahkan, terdiri atas 130 personel Polda Aceh dan 586 personel dari polres serta polresta jajaran.

Dalam pelaksanaannya, petugas memprioritaskan penindakan terhadap sejumlah pelanggaran berisiko tinggi, seperti tidak menggunakan helm standar dan sabuk pengaman, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, melawan arus, balap liar, serta mengendarai kendaraan bermotor di bawah umur.

Selain itu, penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan dan pelanggaran dimensi serta muatan kendaraan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) juga menjadi sasaran operasi.

Deden menyebutkan, penindakan dilakukan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk pelanggaran tertentu, petugas juga mengedepankan edukasi dan teguran secara humanis dengan mempertimbangkan tingkat risiko serta ketentuan yang berlaku.

Ia turut mengungkapkan kondisi kecelakaan lalu lintas di Aceh. Berdasarkan data sementara periode Januari hingga akhir Oktober 2026, tercatat lebih dari 2.800 kejadian kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai lebih dari 560 orang.

Menurutnya, angka tersebut menjadi peringatan bahwa keselamatan berlalu lintas masih membutuhkan perhatian serius. Kecepatan berlebihan, berkendara dalam kondisi mengantuk, serta pengendara di bawah umur merupakan sejumlah faktor risiko yang harus dicegah.

Deden mengimbau masyarakat yang merasa lelah atau mengantuk agar segera berhenti di tempat aman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak prima dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain penegakan hukum, Operasi Patuh Seulawah 2026 juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Pendekatan operasi tersebut diarahkan dengan komposisi 20 persen penindakan dan 80 persen sosialisasi serta edukasi.

Polda Aceh juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan, mengevaluasi kebutuhan rambu dan fasilitas jalan, serta meningkatkan pemeriksaan keselamatan kendaraan angkutan umum dan barang melalui kegiatan ramp check.

Deden turut mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan perilaku berkendara yang membahayakan. Sementara itu, aktivitas balap liar, termasuk yang menjadi perhatian di kawasan Ulee Lheue, akan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Seulawah 2026 membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengatakan, budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm berstandar, mengenakan sabuk pengaman, melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai kebiasaan, bukan semata-mata karena takut ditilang. Dengan disiplin dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, kita dapat mencegah kecelakaan dan melindungi lebih banyak nyawa,” ujar Joko.

Wagub Aceh Optimis PBB Kembali Rebut Kursi DPRA dan DPRK pada Pemilu 2029

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah (Dek Fadh), menyatakan optimistis Partai Bulan Bintang (PBB) akan kembali meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) pada Pemilu 2029.

Optimis tersebut disampaikan Dek Fadh saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Aceh periode yang sama 2025–2030 sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PBB Aceh, di Azana Oasis Hotel, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

Dalam kepengurusan baru tersebut, Mismaruddin dipercaya sebagai Ketua DPW PBB Aceh, sedangkan Bahrul Ulum menjabat Sekretaris Wilayah DPW PBB Aceh.

Dalam sambutannya, Dek Fadh mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru PBB Aceh. Ia meyakini kepemimpinan baru tersebut mampu membawa PBB kembali berkembang dan memperkuat posisi politiknya di Aceh.

“Kami ingin selalu berjalan bersama. Kami yakin pada 2029 PBB akan terus bersama kami. Minimal satu daerah pemilihan (dapil) satu kursi dari PBB,” kata Dek Fadh.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh siap memberi dukungan kepada PBB untuk menghadapi kontestasi politik 2029. Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menjadi momentum kebangkitan partai tersebut di Aceh.

“Kami di Pemerintah Aceh siap memberi amunisi kepada PBB untuk 2029. Pada intinya saya yakin, nakhoda baru PBB ini akan membawa partai semakin besar di Aceh,” ujarnya.

Dek Fadh secara khusus berharap PBB dapat kembali memperoleh kepercayaan masyarakat dan menduduki kursi legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Saya yakin PBB akan menduduki kembali kursi DPRA dan kursi DPRK di Aceh,” tegasnya.

Pelantikan pengurus DPW PBB Aceh dilakukan oleh
Penjabat Ketua Umum DPP PBB, Yuri Kemal Fadhlullah SH MH.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPP PBB.

Hadir juga Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dan Anggota DPRA Ilmiza Saaduddin Djamal, serta jajaran pengurus dan kader PBB.

Pelantikan dan Rakerwil ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kepengurusan PBB Aceh dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.[]