Sekda Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penetapan Raqan Usul Inisiatif 2026

Banda Aceh (Inforakyataceh) Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan agenda persetujuan dan penetapan Rancangan Qanun Aceh usulan inisiatif DPRA Tahun 2026 di Gedung Utama DPRA, Senin (22/6/2026).

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRA Ali Basrah dan dihadiri anggota dewan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro terkait di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam pengantarnya, Ali Basrah menjelaskan bahwa terdapat tiga rancangan qanun usul inisiatif DPRA yang telah melalui tahapan pengkajian dan dibawa ke rapat paripurna untuk memperoleh persetujuan sebagai Rancangan Qanun Aceh usulan DPRA.

Ketiga rancangan qanun tersebut meliputi Rancangan Qanun Aceh tentang Implementasi Syariat Islam melalui Pembelajaran Ilmu Fardhu Ain dan Baca Tulis Al-Qur’an dalam Pendidikan Aceh, Rancangan Qanun Aceh tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Rancangan Qanun Aceh tentang Penyelamatan Generasi Aceh.

Selanjutnya, pimpinan sidang mempersilakan masing-masing pengusul untuk menyampaikan penjelasan melalui juru bicara komisi dan Badan Legislasi DPRA yang menjadi pengusul rancangan qanun tersebut.

Setelah mendengarkan pemaparan para pengusul, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada seluruh fraksi di DPRA untuk menyampaikan pandangan dan tanggapan terhadap substansi ketiga rancangan qanun dimaksud.

Usai seluruh tahapan pembahasan dilaksanakan, rapat paripurna menyetujui Rancangan Qanun Aceh Usul Inisiatif Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk ditetapkan menjadi Rancangan Qanun Aceh Usul Inisiatif DPRA.Persetujuan tersebut ditandai dengan pembacaan keputusan rapat oleh Sekretaris DPRA, Khudri, yang kemudian disahkan dalam forum paripurna.

Dengan persetujuan tersebut, ketiga rancangan qanun akan memasuki tahapan pembahasan lanjutan sesuai mekanisme legislasi yang berlaku di Aceh. []

Bhayangkara Run 2026, Event Lari Terbesar Polda Aceh Dalam Rangka Hari Bhayangkara

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Ribuan pelari dari berbagai kalangan dan wilayah ambil bagian dalam kegiatan Bank Aceh Bhayangkara Run yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026. Ajang yang menjadi salah satu rangkaian utama Bhayangkara Fest 2026 tersebut merupakan event lari terbesar yang diselenggarakan Polda Aceh dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.Perlombaan terbagi dalam dua kategori, yakni 5K dan 10K.

Peserta kategori 10K dilepas langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, sedangkan peserta kategori 5K dilepas oleh jajaran Direksi Bank Aceh sebagai mitra pelaksana kegiatan.Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa Bank Aceh Bhayangkara Run 2026 diikuti oleh 4.200 peserta, yang terdiri dari kategori 5K sebanyak 3.600 peserta dan kategori 10K sebanyak 600 peserta. Rute lari juga disesuaikan berdasarkan kategori yang diikuti, baik 5K maupun 10K.Untuk kategori 10K, kata Joko, peserta menempuh rute hingga Traffic Light Masjid Raya sebelum berbalik arah menuju garis finis di Mapolda Aceh.

Sementara itu, peserta kategori 5K berlari hingga Simpang PKA, kemudian kembali menuju garis finis di Mapolda Aceh.Joko juga menjelaskan bahwa dari sisi teknis pelaksanaan, peserta kategori 10K diberangkatkan lebih dahulu, kemudian disusul oleh peserta kategori 5K.

Skema tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran jalannya kegiatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelari.Menurutnya, Bank Aceh Bhayangkara Run ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara Polri, khususnya Polda Aceh, dengan masyarakat.

“Antusiasme peserta menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga lari yang diselenggarakan Polda Aceh dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Jumlah peserta mencapai 4.200 orang dari berbagai wilayah dan kalangan,” demikian, pungkas Joko Krisdiyanto.

Berikut, para pemenang pada Bank Aceh Bhayangkara Run 2026:*Kategori 5K*Overall TNI–Polri: Juara I diraih Suyatno Aritonang dengan catatan waktu 17 menit 28 detik, disusul Shija Barus (18 menit 4 detik) di posisi kedua, serta Chandra Deni (18 menit 26 detik) di posisi ketiga.

Male Umum: Luhut Manik menjadi yang tercepat dengan waktu 16 menit 58 detik, diikuti Jenri Pakpahan (17 menit 5 detik) dan Akbar Fauzi Hakim (18 menit).Female Umum: Jelita Optiani Laoli berhasil menjadi juara pertama dengan waktu 20 menit 25 detik, mengungguli Delisha Almira (21 menit 33 detik) dan Fikesy Hostita Silalahi (21 menit 50 detik).Male Master: Dedi Saputra meraih juara pertama dengan waktu 20 menit 27 detik, diikuti Bambang Purnomo (21 menit) dan Azhar (21 menit 20 detik).

Female Master: Mimi Rosie Liu keluar sebagai juara pertama dengan waktu 26 menit 3 detik, disusul Rosmawati Sigalingging (27 menit 56 detik) dan Nelly Lie (28 menit 56 detik).*Kategori 10K*Overall TNI–Polri: Juara I diraih Athlete 1006 dengan catatan waktu 37 menit 55 detik, diikuti Irsan Josua Nababan (42 menit 19 detik) dan Dedi Kurniawan (42 menit 33 detik).Male Umum: Arwan Zebua menjadi juara pertama dengan waktu 34 menit 42 detik, disusul Davit Maluddin Siahaan (36 menit 14 detik) dan Muzakir (38 menit 7 detik).

Female Umum: Irsa Sola Gracia Manalu finis pertama dengan waktu 45 menit 43 detik, unggul tipis atas Maulida Sari (45 menit 44 detik) dan Agustina Nababan (48 menit 31 detik).Male Master: Wel Adipen menjadi yang terbaik dengan waktu 42 menit 43 detik, diikuti Ferry Saputra (43 menit 10 detik) dan Defrizal (43 menit 16 detik).Female Master: Tarida Saragih meraih juara pertama dengan waktu 52 menit 1 detik, disusul Henny Junita (54 menit 30 detik) dan Endang Sulastri (1 jam 5 menit 48 detik).

Seluruh pemenang pada setiap kategori memperoleh hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga, serta masing-masing menerima medali emas, perak, dan perunggu sesuai dengan peringkat yang diraih.Selain itu, para peserta lari juga mendapat hadiah doorprize berupa sepeda motor, tiket umrah, dan hadiah-hadiah menarik lainnya yang disediakan oleh panitia.

Mualem Dorong Revisi PoD Blok Andaman, Gas Tengkulo Diolah di Darat

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memerintahkan jajarannya untuk segera mempersiapkan skema revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) guna dibahas bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Instruksi tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Menurutnya, Pemerintah Aceh segera menindaklanjuti arahan Gubernur dengan menyiapkan berbagai bahan dan masukan yang diperlukan.“Benar, arahan Pak Gubernur memang demikian. Jadi kita segera menyiapkannya,” kata Nasir di Banda Aceh, Minggu (21/6/2026).

Nasir menjelaskan, pembahasan revisi PoD Blok Andaman dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/6/2026). Gubernur Aceh menginginkan proses tersebut melibatkan berbagai pihak agar menjadi representasi kepentingan masyarakat Aceh secara luas.

Menurut Nasir, langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Gubernur Muzakir Manaf dengan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Kantor SKK Migas, Jakarta, pada 10 Juni 2026 lalu.Dalam pertemuan tersebut, kata Nasir, SKK Migas memberikan ruang kepada Pemerintah Aceh untuk mengajukan revisi terhadap PoD yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kesepakatan waktu itu, SKK Migas memberi ruang kepada Pemerintah Aceh untuk mengajukan revisi PoD Blok Andaman dan bersedia mengakomodirnya,” ujarnya.Nasir menegaskan, Pemerintah Aceh tidak menolak proyek pengembangan Lapangan Gas Tengkulo maupun investasi yang dilakukan oleh Mubadala Energy.

Sebaliknya, Pemerintah Aceh tetap berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan produktif.“Pemerintah Aceh mendukung iklim investasi yang positif. Selama ini kita terus mendorong penanaman modal sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Namun demikian, Pemerintah Aceh menginginkan pengembangan Blok Andaman sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.Karena itu, Gubernur Mualem mendorong agar gas dan kondensat dari Lapangan Gas Tengkulo dialirkan langsung ke darat melalui skema onshore pipelining untuk kemudian diproses di Onshore Processing Facility (OPF) yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe.

Menurut Nasir, skema tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh dibandingkan pengolahan di fasilitas terapung di lepas pantai.“Gubernur Mualem ingin Blok Andaman memberikan multiplier effect ekonomi yang luas melalui tumbuhnya sektor industri dan berbagai peluang usaha baru. Fasilitas darat juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PoD yang telah disetujui pada Maret 2026 mengatur pengolahan gas dan kondensat dilakukan di Floating Production Storage and Offloading (FPSO) yang berada di wilayah South Andaman, sebelum disalurkan ke Onshore Receiving Facility (ORF) di KEK Arun melalui jaringan pipa bawah laut.Karena itu, Pemerintah Aceh mengusulkan revisi agar pengolahan utama dilakukan di darat guna memperkuat hilirisasi industri energi dan memperbesar manfaat ekonomi bagi daerah.

“Program hilirisasi yang diinginkan Pak Gubernur juga sejalan dengan program nasional yang didorong Presiden Prabowo. Jadi arah pembangunan Aceh dan pemerintah pusat berjalan linier,” pungkas Nasir.

Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh IslamiBanda Aceh 

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sabtu 9-5-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menggelar silaturahmi bersama para ulama dan tokoh masyarakat Aceh dalam rangka mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antara ulama dan umara demi mewujudkan Aceh yang islami, di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh.‎

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Aceh yang Islami” itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nanggroe Aceh, sejumlah ulama kharismatik Aceh, unsur Forkopimda Aceh, pejabat pemerintah, hingga pimpinan lembaga dan perbankan di Aceh.‎

Beberapa ulama kharismatik yang hadir antara lain Abuya Mawardi Wali, Abon Arongan Tgk H. Sofyan Mahdi, Tgk H. Daud Hasbi, Abon Paloh Kaye Kunyet, serta Tgk H. Muzakkir Abdullah atau yang akrab disapa Waled Lapang.‎‎Selain itu, hadir pula Kapolda Aceh bersama unsur Forkopimda Aceh lainnya, Wakil Imam Mesjid Raya Baiturrahman, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Sekda Aceh, para kepala SKPA, unsur vertikal di Aceh, serta para tamu lainnya.‎‎Dalam sambutannya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh ulama yang telah memenuhi undangan silaturahmi tersebut.‎

Gubernur mengaku kegiatan itu telah lama direncanakan, namun baru dapat terlaksana pada saat ini.‎‎“Silaturahmi ini sudah lama kami niatkan. Alhamdulillah baru hari ini dapat terlaksana. Kami berterima kasih atas kehadiran para ulama dan seluruh tokoh masyarakat Aceh,” ujar gubernur.‎‎

Gubernur mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan serta menyatukan langkah antara pemerintah dan ulama dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik.‎Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyinggung sejumlah isu kekinian Aceh, mulai dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah, kondisi perekonomian masyarakat, hingga persoalan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).‎

Gubernur menjelaskan bahwa kondisi keuangan di setiap provinsi, termasuk Aceh, terasa berat sehingga berdampak pada pembangunan Aceh.‎Karena itu Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama, dapat terus memberikan dukungan dan masukan kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.‎

”Meskipun situasi keuangan daerah yang sangat terbatas, ditambah dengan tanggung jawab pemulihan pasca bencana yang harus kami prioritaskan, namun saya tetap tegar dan semangat, karena yakin bahwa do’a dan dukungan para ulama kepada kami, akan mewujudkan apa yang kita harapkan,” kata Gubernur.

‎Acara silaturahmi kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Abuya Mawardi Wali. Dalam tausiahnya, Abuya mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta bersama-sama menjaga nilai-nilai keislaman di Tanah Rencong..

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadir Di Paripurna Pelaporan LKPJ Dpra

Banda Aceh ( Inforakrayataceh ) Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRA Ali Basrah dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRA. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta sejumlah tamu undangan lainnya.‎

Dalam jalannya sidang, Ali Basrah mempersilakan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, Ilmiza Saaduddin Djamal, untuk membacakan rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025. Rekomendasi tersebut memuat 24 poin yang menjadi catatan, evaluasi, sekaligus masukan dari legislatif terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Aceh selama tahun anggaran 2025.‎

Usai pembacaan rekomendasi, pimpinan rapat kembali mempersilakan Sekretaris DPRA, Khudri, untuk membacakan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tentang Rekomendasi DPRA terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.‎Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme konstitusional dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Rekomendasi yang disampaikan DPRA diharapkan menjadi bahan penyempurnaan bagi Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pelaksanaan program pembangunan ke depan.‎‎Sebelumnya, Gubernur Aceh telah menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA pada April lalu. Laporan tersebut memuat capaian program, realisasi anggaran, serta pelaksanaan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Aceh sepanjang tahun 2025

Soal Permohonan Tambahan Anggaran Aceh, Jubir Nurlis: Masih Dipelajari Pusat


Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Selasa 19-5-2026 Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, menyampaikan update informasi mengenai permohonan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kepada Kementerian Keuangan untuk penambahan anggaran Pemerintah Aceh. “Permohonan masih dalam proses, dan masih dipelajari Pemerintah Pusat,” kata Nurlis di Banda Aceh.

Nurlis menambahkan bahwa apakah permohonan tersebut dipenuhi atau tidak juga belum diketahui secara pasti. “Kita mengajukan permohonan. Tentu setiap permohonan dipelajari. Apakah dipenuhi atau tidak, itu belum kita ketahui,” kata Nurlis. “

Sebelumnya Nurlis menyampaikan bahwa Gubernur Mualem meminta tambahan anggaran untuk Aceh saat beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2026).

Dalam audiensi tersebut, Mualem didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi. Sementara Sekjen Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun hadir bersama Subandono selaku Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Jaka Sucipta selaku Direktur Dana Desa, Otonomi Khusus, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Kementerian Keuangan, serta Wiwin Istianti selaku Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Keuangan.

Menurut Nurlis, berbagai langkah yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam mencari dukungan pusat untuk pembangunan daerah. “Semoga permohonan yang kita sampaikan dapat disetujui,” kata Nurlis.[]

Mualem Lepas Kloter Perdana Calon Jemaah Haji Aceh, Ingatkan Bersihkan Hati dan Jaga Kesehatan

Banda Aceh ( Inforakrayaceh ) Selasa 5-5-2026 Kloter pertama calon jemaah haji (CJH) Aceh resmi dilepas dari Asrama Haji Embarkasi Aceh.Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam arahannya mengingatkan para jemaah agar selalu berhati-hati, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum menunaikan ibadah haji.

Mualem menekankan pentingnya membersihkan hati dari sifat hasad, dengki, dendam, dan kesombongan sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi hati yang tidak bersih dapat memengaruhi kualitas ibadah haji.“Jangan curiga kepada sesama, bersihkan hati. Itu menjadi salah satu bagian penting dalam kesempurnaan ibadah haji,” ujar Muzakir Manaf.

Selain kesiapan mental, Mualem juga mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik, terutama saat menjalani rangkaian sai, tawaf, dan lempar jumrah.

Karena itu, jemaah diminta menjaga kesabaran, keikhlasan, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama di Tanah Suci.Mualem juga menegaskan pentingnya peran petugas haji dalam memantau dan mengawal jemaah agar seluruh proses ibadah berjalan tertib dan aman.“Fokus kita adalah ibadah. Mudah-mudahan saat wukuf, Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan kita kembali seperti bayi tanpa dosa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mualem turut menyampaikan kemungkinan adanya dukungan dana wakaf Baitul Asyi bagi jemaah haji Aceh, berkisar antara 2.500 hingga 3.000 riyal pada tahun ini.Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Arijal, menyebutkan jumlah CJH Aceh tahun ini mencapai sekitar 5.500 orang yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Adapun jemaah tertua berasal dari Langsa dengan usia mencapai 102 tahun.

Kloter pertama yang diberangkatkan berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar dengan jumlah 393 jemaah.Arijal juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar haji di Aceh saat ini mencapai sekitar 140 ribu orang. Masa tunggu keberangkatan haji kini berada di kisaran 26 tahun, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 34 tahun. []

*Ratusan Personel Ditpolairud Polda Aceh Laksanakan Kegiatan ASRI di Pantai Syiah Kuala Sambut Hari Bhayangkara ke-80*

Banda Aceh – Ratusan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh melaksanakan kegiatan ASRI (Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan pesisir Pantai Syiah Kuala, Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 serta wujud kepedulian Polri terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir pantai.Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ASRI dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangjara ke 80 dan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

“Melalui kegiatan ASRI ini, Ditpolairud Polda Aceh selain dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 80, juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar pesisir pantai sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia terkait kebersihan dan pelestarian lingkungan,” ujar Joko.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kasubdit Gakkum, Kasubdit Patroli, para perwira menengah (Pamen), perwira pertama (Pama), personel Ditpolairud Polda Aceh, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih pantai.Dengan menggunakan peralatan berupa kantong sampah dan sarung tangan, para peserta bergotong royong membersihkan area pantai dari berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu keindahan kawasan pesisir.

Menurut Joko, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai sebagai aset bersama yang harus dilestarikan.“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan kawasan pesisir yang sehat, nyaman, dan indah,” katanya.

Kegiatan ASRI dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung dengan lancar, serta berakhir sekitar pukul 08.45 WIB.Melalui kegiatan sosial dan lingkungan seperti ini, Ditpolairud Polda Aceh berharap dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir Aceh, pungkasnya.

Sekda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP., MPA, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, yang akrab disapa Abu Doto, pada Sabtu (13/6/2026).

Menurut Nasir, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi Aceh. Sosok dr. Zaini dikenal tidak hanya sebagai seorang dokter, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Nasir.

Sekda menuturkan, selama memimpin Aceh pada periode 2012–2017, almarhum telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat fondasi pembangunan Aceh pascaperdamaian.

Berbagai gagasan dan kebijakan yang lahir pada masa kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Aceh hingga saat ini.Nasir menilai semangat pengabdian dan komitmen dr. Zaini Abdullah dalam melayani masyarakat patut menjadi teladan bagi generasi penerus. Dedikasi yang ditunjukkan almarhum selama menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah meninggalkan jejak yang berarti bagi masyarakat Aceh.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh husnul khatimah dan seluruh amal baik yang telah dilakukan selama hidup diterima sebagai amal jariyah.“Pemerintah Aceh memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah dan masyarakat Aceh. Semoga segala kontribusi yang telah diberikan menjadi warisan berharga bagi pembangunan Aceh di masa mendatang,” tutup Nasir.

Sekda Aceh Harap Kunjungan BAM DPR RI Buka Jalan Penyelesaian Konflik Puluhan Tahun

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Ruang Potensi Daerah I Sekretariat Daerah Aceh, Senin (8/6). Pertemuan tersebut membahas upaya penyelesaian persoalan warga eks Blang Lancang-Rancong di Kota Lhokseumawe yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pada kesempatan itu, Sekda Nasir menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah berlangsung selama 52 tahun sejak tahun 1974 dan hingga kini belum menemukan penyelesaian yang tuntas. Tercatat sebanyak 542 KK terdampak dan masih menantikan kepastian atas hak-hak mereka.Menurut Nasir, permasalahan tersebut perlu dibahas secara komprehensif untuk menentukan langkah terbaik yang dapat ditempuh, baik melalui skema pemukiman kembali (resettlement) maupun pemberian kompensasi.

Sekda menyebutkan, Pemerintah Aceh mendorong opsi pemberian kompensasi berupa nilai setara satu kavling tanah kepada masing-masing kepala keluarga terdampak sebagai salah satu alternatif penyelesaian.“Persoalan ini perlu kita bahas bersama agar dapat dipastikan langkah yang paling tepat untuk dilakukan. Mudah-mudahan dengan hadirnya Bapak dan Ibu dari BAM DPR RI, ada jalan keluar bagi masyarakat,” ujar Nasir.

Sementara itu, Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat yang hingga kini belum terpenuhi. Ia berharap kehadiran BAM DPR RI dapat menjadi momentum untuk mendorong penyelesaian persoalan yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun.

“Ini mudah-mudahan kedatangan kami bisa menyelesaikan persoalan yang macet selama 50 tahun ini. Kami hadir untuk membela hak-hak rakyat, dan negara wajib menyelesaikan kewajibannya terhadap rakyat. Persoalan ini harus bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Aceh, Nurchalis, S.P., M.Si, Staf Ahli Gubernur Aceh, perwakilan Pertamina Wilayah Aceh, para Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh, serta jajaran SKPA terkait. [*]