BSI Perluas Sinergi dengan Muhammadiyah, Sasar 164 Kampus dan 50.000 UMKM

Jakarta ( Inforakyataceh ) Rabu 28 Oktober 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas sinergi dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan layanan perbankan syariah bagi ekosistem 164 perguruan tinggi dan 50.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini juga membuka peluang penyediaan layanan kustodian bagi Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah dengan potensi penempatan dana mencapai Rp700 miliar.

Perluasan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga kerja sama dalam rangkaian BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10).

Ketiga mitra tersebut adalah Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PP Muhammadiyah, serta Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghubungkan kebutuhan layanan keuangan di sektor pendidikan, pengembangan usaha, dan pengelolaan dana institusi dalam ekosistem Muhammadiyah.

“BSI ingin hadir lebih dari sekadar sebagai penyedia layanan perbankan. Kami ingin menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi, mulai dari kampus, pengembangan talenta, pemberdayaan UMKM hingga pengelolaan dana institusi. Dengan kekuatan jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia, kami optimistis kolaborasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang semakin luas bagi umat,” ujar Erwan.

Pada sektor pendidikan, BSI menyasar pengembangan layanan di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan digital untuk kebutuhan kampus serta solusi perbankan syariah terintegrasi bagi sivitas akademika.

Pengembangan layanan diarahkan untuk mengoptimalkan transaksi dalam ekosistem kampus melalui pemanfaatan layanan digital BSI. Sinergi tersebut juga diharapkan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pada sektor UMKM, kerja sama menyasar 50.000 pelaku usaha binaan LP UMKM PP Muhammadiyah di seluruh Indonesia. BSI melihat potensi bisnis dalam ekosistem tersebut mencapai Rp2,5 triliun.

Ruang lingkup kolaborasi meliputi literasi keuangan, pengembangan transaksi terintegrasi, pembiayaan modal kerja, serta pemanfaatan layanan transaksi dan investasi BSI. Dukungan ini diharapkan memperluas akses UMKM terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha.

Sementara itu, kerja sama dengan Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah membuka peluang pemanfaatan layanan kustodian syariah BSI untuk mendukung administrasi dan pengelolaan aset investasi. Potensi dana yang akan ditempatkan melalui layanan tersebut mencapai Rp700 miliar.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat layanan perbankan syariah BSI bagi nasabah institusi. Dengan mengintegrasikan layanan keuangan dalam ekosistem Muhammadiyah, BSI berupaya membangun kemitraan yang tidak hanya berfokus pada transaksi perbankan, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha, penguatan kelembagaan, dan perluasan literasi keuangan syariah.

BSI Luncurkan BEWIZE Gold, Cash Management Pertama dari Bank Bullion dengan Layanan Emas Institusi

Jakarta ( Inforakyataceh ) Selasa 27 Oktober 2026. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menghadirkan inovasi layanan digital melalui peluncuran BEWIZE Gold, layanan emas bagi perusahaan dan institusi yang terintegrasi dalam platform cash management BEWIZE by BSI. Inovasi ini menegaskan posisi BSI sebagai pelopor layanan cash management di Indonesia yang menghadirkan fasilitas transaksi dan pengelolaan emas institusi dalam satu ekosistem digital.

Kehadiran BEWIZE Gold menjadi langkah strategis BSI dalam memperluas ekosistem bullion sekaligus memberikan alternatif bagi perusahaan untuk melakukan diversifikasi aset dan lindung nilai jangka panjang melalui emas. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas semakin relevan sebagai salah satu pilihan investasi untuk mendukung pengelolaan keuangan perusahaan secara berkelanjutan.

Melalui BEWIZE Gold, nasabah korporasi dapat melakukan pembukaan rekening emas secara online, pembelian dan penjualan emas, transfer emas, hingga transfer emas massal (bulk transfer) yang didukung pemantauan portofolio secara real-time dan sistem otorisasi berjenjang. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dengan ekosistem cash management BSI, sehingga memudahkan perusahaan mengelola transaksi keuangan dan aset emas melalui satu platform.

Tidak hanya untuk kebutuhan investasi dan treasury perusahaan, BEWIZE Gold juga membuka peluang pemanfaatan emas sebagai bagian dari program kesejahteraan karyawan. Melalui fitur transfer emas massal, perusahaan dapat mendistribusikan emas sebagai bonus, penghargaan, maupun apresiasi kinerja karyawan secara lebih praktis dan terpusat.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan bahwa peluncuran BEWIZE Gold merupakan bentuk komitmen BSI dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha. “BEWIZE Gold menjadi terobosan baru dalam layanan cash management dengan mengintegrasikan transaksi emas bagi nasabah institusi. Kami ingin memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mengelola aset sekaligus memanfaatkan emas sebagai alternatif investasi dan program kesejahteraan karyawan. Melalui inovasi ini, BSI berkomitmen memperluas akses layanan emas serta mendorong budaya investasi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan, BSI turut menghadirkan program khusus berupa harga spesial untuk pembelian emas minimum 2 kilogram serta cashback biaya administrasi rekening emas selama tiga bulan pertama bagi 100 nasabah pertama, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku hingga 31 Desember 2026. info lebih lanjut www.bankbsi.co.id

Melalui BEWIZE Gold, BSI optimistis dapat memperkuat ekosistem bullion nasional, memperluas penetrasi layanan emas di segmen korporasi, sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan keuangan dan emas yang semakin terintegrasi bagi dunia usaha.

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Inforakyataceh ) 17 Agustus 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) turut mengambil peran dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 di Aceh Tamiang bertema “Menyemai Harapan di Tanah Tamiang”. Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BSI bersama relawan, santri, dan masyarakat mengikuti upacara di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 81 meter sebagai simbol persatuan dan semangat untuk terus bangkit.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan serta guru pesantren, para santri, tokoh masyarakat dan agama, serta relawan yang datang dari berbagai daerah. Kebersamaan ini menjadi gambaran semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.

Totok Sudiarto, Area Manager Lhokseumawe BSI, yang bertindak sebagai pembina upacara mengatakan, kehadiran RBB bukan sekadar menjalankan kegiatan, tetapi menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui pengabdian.

“Kehadiran Relawan Bakti BUMN bukan sekadar menjalankan sebuah kegiatan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengisi kemerdekaan melalui pengabdian. Kami datang membawa tenaga dan bantuan, tetapi sesungguhnya kami juga datang untuk belajar dari masyarakat Aceh Tamiang tentang keteguhan, gotong royong, dan keberanian untuk bangkit,” ujar Totok.

Semangat bangkit tersebut menjadi semakin bermakna mengingat Aceh Tamiang pernah menghadapi banjir pada November 2025 yang turut berdampak pada lingkungan pesantren. Dari pengalaman tersebut, masyarakat menunjukkan ketangguhan dan solidaritas untuk kembali bangkit.

“Kemerdekaan bukan berarti kita terbebas dari ujian. Kemerdekaan adalah ketika kita tidak membiarkan ujian mematikan harapan. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin terus menyalakan semangat untuk bangkit dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Aceh Tamiang,” lanjut Totok.

Kegiatan RBB 2026 di Aceh Tamiang ini diikuti oleh para peserta dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Taspen (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Reska Multi Usaha, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta BSI melalui keikutsertaan para Digital Ranger BSI. Kehadiran lintas BUMN tersebut menjadi wujud semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menjalankan pengabdian di Aceh Tamiang.

Bagi BSI, keterlibatan dalam RBB 2026 di Aceh Tamiang tidak hanya sebagai relawan, tetapi juga sebagai bagian dari penanggung jawab rangkaian kegiatan. Kehadiran ini menjadi wujud komitmen BSI untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat melalui semangat kolaborasi dan pengabdian.

Rangkaian kegiatan selanjutnya akan diisi dengan program sosial, lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat hingga 19 Agustus 2026.

Melalui partisipasi dalam program Relawan Bakti BUMN 2026 di Aceh Tamiang ini, BSI terus memperkuat perannya sebagai Sahabat Finansial, Sosial, dan Spiritual, sekaligus menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam aksi nyata bagi masyarakat.

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700%, Fee-Based Income Bisnis Emas Naik 712%

BSI ( Inforakyataceh ) Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya minat masyarakat terhadap aset safe haven, bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan yang semakin kuat.

Hingga Juni 2026, BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank dengan jumlah nasabah yang menembus lebih dari 1,3 juta orang. Sejak awal tahun 2026, jumlah nasabah bullion meningkat 700% YoY, sekaligus mendorong pertumbuhan fee-based income (FBI) bisnis emas hingga 712% secara tahunan (year-on-year).

Kinerja tersebut memperlihatkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Momentum ini semakin menguat sejak BSI menjadi bank emas (bullion bank) pertama di Indonesia, yang menghadirkan ekosistem bisnis emas terintegrasi mulai dari Cicil Emas, Gadai Emas, hingga layanan bullion bank.

Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat. Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat kini dapat mulai memiliki emas mulai dari Rp50 ribu, sehingga investasi emas menjadi lebih inklusif, mudah dijangkau, aman, dan praktis.

Nasabah dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas secara real-time selama 24/7 kapan pun dan di mana pun. Transformasi digital tersebut memperluas akses investasi bagi masyarakat dari berbagai segmen tanpa harus datang ke kantor cabang.Selain memperkuat layanan digital, BSI juga terus mengakselerasi penetrasi pasar emas fisik melalui BSI Gold.

Saat ini, BSI Gold telah hadir di toko emas resmi rekanan BSI yang berlokasi di sentra emas nasional. Kehadiran tersebut menjadi langkah awal perluasan jaringan distribusi BSI Gold, yang ke depan diarahkan untuk menjangkau toko-toko emas di berbagai wilayah Indonesia agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan dan perilaku masyarakat yang cenderung lebih selektif dalam berinvestasi, emas semakin menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset. “Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” ujar Cahyo.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis bullion tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan layanan ekosistem emas syariah nasional, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis fee yang semakin signifikan bagi perseroan.

Layanan bullion melengkapi ekosistem emas BSI yang sebelumnya telah menghadirkan layanan cicil emas dan gadai emas serta penjualan BSI Emas. Secara total, outstanding gadai emas dan cicil emas mencapai Rp30,5 triliun per periode Juni 2026 dengan pertumbuhan 80,50%. Hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas telah mendorong fee-based income mencapai sekitar Rp2,10 triliun, atau tumbuh 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BSI optimistis prospek bisnis emas akan terus menguat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi dan melindungi nilai kekayaan, sekaligus edukasi langkah emas untuk mencapai impian masa depan seperti keinginan berhaji, memiliki rumah, atau perencanaan keuangan lainnya. Dengan ekosistem bullion yang semakin lengkap, BSI menargetkan bisnis emas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan

Jakarta ( Inforakyataceh ) 17 Juli 2026. Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (persero) Tbk (BSI) pada Mei 2026 masih menunjukkan kinerja solid. Hingga Mei 2026, Pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60% year on year yang didominasi segmen konsumer dan ritel.

Capaian pembiayaan yang melesat juga diiringi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat,sustain dan ramah lingkungan. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp77.06 Triliun menyumbang sekitar 23% dari pembiayaan secara keseluruhan.

Beberapa sektor usaha yang mendominasi diantaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. Pembiayaan hijau kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan strategi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis Perseroan. Pembiayaan berkelanjutan kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan “Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat. Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia”.ujarnya.

*Hari Ini 5 Juni, BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun, Naik 44%*

Jakarta ( Inforakyataceh ) 5 Juni 2026 Hari ini 5 Juni 2026, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dengan kode emiten (BRIS) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun kepada para pemegang saham.

Pembayaran dividen tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan pada 5 Mei 2026.Dividen yang dibagikan setara dengan 20% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,57 triliun. Dengan demikian, pemegang saham memperoleh dividen sebesar Rp32,81 per lembar saham, meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,78 per saham.

Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan tanggal 19 Mei 2026.Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham serta nasabah yang telah menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan Perseroan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah dan kepercayaan para pemegang saham kepada Bank Syariah Indonesia. Dengan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, pemegang saham memutuskan pembagian dividen sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian Perseroan. Saat ini kami terus memperkuat fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Wisnu.

Menurutnya, kinerja positif BSI sepanjang tahun 2025 ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah (CASA) terutama tabungan haji dan bullion bank, serta akselerasi transformasi digital yang berhasil memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.Inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah, serta mengembangkan kapabilitas digital untuk meningkatkan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan nyaman juga mampu mencetak 23,7 juta customer based pada awal tahun 2026.

“Pembagian dividen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada seluruh pemegang saham, nasabah, serta pemangku kepentingan. BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wisnu.

*BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia*

Jakarta ( Inforakyataceh ) 24 Mei 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)menegaskan kesiapannya untuk memimpin dan menaikkan kelas ekosistem halal di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle nasional yang kini mencapai Rp5.000 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks di ajang Financial Festival 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. Dalam paparannya, Anggoro menegaskan bahwa peran perbankan syariah saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar penyedia transaksi finansial.

“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujar Anggoro.

Untuk mewujudkan target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah faktor pemampu (enablers) strategis, salah satunya melalui akselerasi pembiayaan yang agresif namun tetap berkelanjutan di berbagai sektor produktif. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama yang didorong untuk naik kelas.

“Kami serius memastikan pertumbuhan UMKM berjalan secara berkelanjutan.’’ BSI, kata dia, hadir melayani sepenuh hati melalui ekosistem komprehensif di BSI UMKM Centre, mulai dari pendampingan usaha yang belum bankable, pelatihan, pembinaan kemampuan, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli skala nasional maupun internasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan keunggulan uniknya (uniqueness) dalam ekosistem halal. Perusahaan secara masif masuk ke berbagai jejaring strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas, industri halal, hingga sektor haji dan umrah untuk mengintegrasikan potensi bisnis di dalamnya.

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-3 terbesar dalam pasar halal lifestyle global. Anggoro optimistis angka potensi Rp5.000 triliun tersebut masih bisa melonjak lebih tinggi jika seluruh ekosistem industri halal dan UMKM terintegrasi penuh dengan dukungan perbankan syariah sebagai mitra finansial utama.

“Tantangan besar kita adalah bagaimana bank syariah memimpin dan mengeksplorasi potensi raksasa ini secara optimal, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Mengakhiri sesi tersebut, Anggoro menegaskan “Prinsip syariah itu sejak lama adalah membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat, sesuai dengan maqashid syariah. Ekonomi itu tidak hanya untuk profit, tapi ekonomi itu untuk kemanfaatan dan keberlanjutan”.Corporate Secretary and Communications Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbkwww.bankbsi.co.id

*Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif*

BSI ( Inforakyataceh ) PT Bank Syariah Indonesia Tbk menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi digital yang aman, mudah, dan inklusif. Langkah ini diambil guna meningkatkan pengalaman nasabah (customer experience) sekaligus mendorong keberlanjutan layanan keuangan berbasis prinsip syariah di seluruh Indonesia.

Di era digital yang serba cepat, masyarakat membutuhkan akses keuangan yang real-time namun tetap terjaga keamanannya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BSI menyediakan ekosistem layanan lengkap mulai dari e-channel (BYOND, BEWIZE, BSI Net,BSI QRIS, BSI EDC), jaringan lebih dari 1.000 cabang, 126 ribu BSI Agen, layanan remitansi di 13 negara, jaringan ATM yang luas dan BSI Call 14040.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas lebih dari 23 juta nasabah.

“Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan melek digital.

Kami ingin teknologi ini menjadi solusi, bukan celah kejahatan,” ujar Anggoro.Ia juga menekankan bahwa era digital ibarat dua mata pisau.

“Teknologi memudahkan aktivitas finansial, namun di sisi lain, muncul berbagai modus kejahatan perbankan. Oleh karena itu, BSI rutin menghadirkan program literasi agar nasabah lebih waspada dan bijak dalam bertransaksi,” tambahnya.

*Pertumbuhan Digital & Komitmen ESG*Transformasi digital BSI juga berdampak signifikan pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan berdasarkan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG): Total pengguna mobile banking BSI kini mencapai 9 juta user (BYOND dan BSI Mobile).

Dalam setahun sejak peluncuran, pengguna BYOND by BSI melesat hingga 197% (YoY). Pada 2026, BSI fokus memperkuat kapabilitas digital untuk menunjang frekuensi dan nilai transaksi nasabah.Selain itu, semangat inklusivitas BSI tidak hanya menyasar nasabah individu, tetapi juga sektor mikro.

Hingga saat ini, BSI memiliki lebih dari 5.000 UMKM binaan yang difasilitasi melalui pembiayaan KUR, SME, serta dukungan empat UMKM Center di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Program ini bertujuan membantu UMKM “Naik Kelas” melalui pelatihan dan akses pasar yang lebih luas.

Sebagai perusahaan publik, BSI konsisten menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan transparansi sesuai regulasi demi membangun lingkungan bisnis yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

BSI Aceh Gelar Literasi Keuangan Syariah bagi Insan Pers di Momentum Ramadhan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang dirangkai dengan Kajian Ramadhan bersama insan pers di Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh wartawan dari berbagai media online serta pegawai Bank Syariah Indonesia. Acara menghadirkan narasumber Ustaz Mursalin Basyah, Lc., MA, yang menyampaikan tausiah mengenai nilai-nilai spiritual Ramadhan serta pentingnya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Regional CEO **Bank Syariah Indonesia Aceh**, **Imsak Ramadhan**, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam memperkenalkan prinsip-prinsip keuangan syariah secara lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan media sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran bersama mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” ujar Imsak.

Ia menambahkan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga berkomitmen menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial bagi masyarakat.

“BSI hadir tidak hanya menyediakan layanan keuangan syariah, tetapi juga ingin menjadi mitra masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat (financial), memperkuat nilai-nilai keislaman (spiritual), serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, **Ustaz Mursalin Basyah** menyampaikan tausiah Ramadhan yang menekankan pentingnya integritas, kejujuran, serta nilai keberkahan dalam aktivitas ekonomi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki etika dalam bermuamalah.

Ia mengatakan bahwa peran insan pers sangat penting dalam menyebarkan informasi dan berita positif kepada masyarakat, khususnya terkait perkembangan dan pemahaman mengenai keuangan syariah. Menurutnya, penyampaian informasi yang baik dan edukatif tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang insyaAllah bernilai pahala bagi siapa saja yang turut menyebarkan kebaikan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara Bank Syariah Indonesia Regional Aceh dengan insan pers yang selama ini menjadi mitra penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan literasi seperti ini, BSI berharap pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat di Aceh, sekaligus memperkuat peran BSI sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Tutup BSI Fest Ramadhan, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, secara resmi menutup rangkaian kegiatan **BSI Fest Ramadhan 1447 H** yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 12 hingga 15 Maret 2026, menjadi bagian dari upaya BSI menghadirkan aktivitas yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadhan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengapresiasi pelaksanaan **BSI Fest Ramadhan 1447 H** yang digelar oleh Bank Syariah Indonesia di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini dinilai tidak hanya menyemarakkan bulan suci Ramadhan, namun juga turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM serta peningkatan transaksi digital melalui Qris.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, diharapkan ekosistem ekonomi syariah di Banda Aceh semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan bahwa BSI Fest Ramadhan merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar Ramadhan, tetapi juga wadah untuk memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong transaksi digital di kalangan masyarakat.

“Melalui BSI Fest Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara BSI, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh, meningkatkan literasi keuangan syariah, serta memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat yang tercermin dari ribuan transaksi digital selama kegiatan menjadi indikator positif bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap pemanfaatan layanan keuangan syariah berbasis digital.

“Ke depan, BSI akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh,” tutupnya.

Selama pelaksanaan festival, BSI menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan religius. Salah satunya melalui rangkaian **Kajian Ramadhan** yang menghadirkan talkshow literasi keuangan syariah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BSI. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan berbasis digital yang semakin marak.

Selain itu, BSI juga menghadirkan kajian **“Langkah Emas Berhaji”**, yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perencanaan ibadah haji melalui instrumen emas. Berbagai tausiyah Ramadhan turut digelar untuk memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Komitmen BSI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat juga diwujudkan melalui **Bazar UMKM** yang diikuti oleh 60 pelaku usaha lokal dari sektor fashion, kriya, dan kuliner. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus memberikan ruang promosi dan peningkatan penjualan bagi pelaku usaha lokal di Aceh.

Selama empat hari pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar **7.500 transaksi menggunakan QRIS** dengan total nilai transaksi mencapai **lebih dari Rp150 juta**. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat serta meningkatnya pemanfaatan transaksi digital di Kota Banda Aceh.

Berbagai **Aneka Lomba Ramadhan** juga turut memeriahkan kegiatan ini, di antaranya lomba mewarnai tingkat SD yang diikuti oleh 129 peserta, lomba jingle bangun sahur dengan 7 peserta, lomba content creator BSI Fest Ramadhan yang diikuti 10 peserta, serta **QRIS Challenge** yang melibatkan 60 tenant UMKM. Total hadiah yang disiapkan untuk berbagai perlombaan tersebut mencapai **Rp17 juta**, sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda sekaligus mendorong pemanfaatan transaksi digital syariah.

Dalam kesempatan tersebut, BSI juga menyalurkan **santunan anak yatim** dari gampong di sekitar Kota Banda Aceh sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut
Kepala BI Kantor Perwakilan Aceh, Agus Chusaini, OJK Ace diwakili Ferdinan Daula, Wakil Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman Abi Ishaq Lamkawe, Ketua ISMI Aceh sekaligus Anggota DPRA Nurkhalis, Ketua DMI Kota Banda Aceh Fauzan Zakaria dan sejumlah tamu undangam lainnya.