BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-32026 — Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Ratusan anak duduk berbaris rapi menunggu waktu berbuka. Di tangan mereka, kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
Di tempat itulah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia menggelar kegiatan berbagi dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan kegiatan dipusatkan di sembilan titik Lokasi.

Aceh Tamiang dipilih sebagai pusat utama kegiatan BSI Berbagi tahun ini. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana. Bagi banyak anak di sana, kegiatan berbagi ini menjadi momen Ramadan yang menghadirkan kembali keceriaan. Lokasi kegiatan juga dekat dengan tempat hunian sementara (huntara) masyarakat yang dibangun pemerintah Indonesia bersama Danantara dan BUMN Indonesia, termasuk BSI.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo hadir langsung di lokasi bersama Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Prof KH Hasanudin dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Mereka ikut memasak bubur bersama warga, menu khas berbuka puasa masyarakat Aceh yang dikenal sebagai kanji rumbi.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Anggoro.

Kegiatan berbagi ini juga berlangsung secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Di setiap kota, jajaran direksi BSI turut hadir untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.

Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.

Jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.444 anak. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Alquran ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

Bagi BSI, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial. Bank ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi melalui layanan digital di aplikasi BYOND by BSI, termasuk fitur Donasi Anak Yatim dan Berbagi THR Yatim.
Selama dua pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, transaksi zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui aplikasi tersebut tercatat meningkat sekitar 14 %.

Selain itu, BSI juga terus mendorong akses pendidikan bagi generasi muda melalui program BSI Scholarship. Hingga kini lebih dari 10.000 beasiswa telah disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Di Aceh Tamiang sore itu, menjelang adzan magrib, anak-anak mulai membuka paket makanan mereka. Tawa kecil terdengar di antara mereka.
Ramadan, bagi mereka, menjadi sedikit lebih hangat.

#CahayaGenerasiBangsa
#SatuDanantara
#LangkahEmasRaihKemenangan
#MelayaniSepenuhHati

BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-32026 — Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Ratusan anak duduk berbaris rapi menunggu waktu berbuka. Di tangan mereka, kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
Di tempat itulah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia menggelar kegiatan berbagi dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan kegiatan dipusatkan di sembilan titik Lokasi.

Aceh Tamiang dipilih sebagai pusat utama kegiatan BSI Berbagi tahun ini. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana. Bagi banyak anak di sana, kegiatan berbagi ini menjadi momen Ramadan yang menghadirkan kembali keceriaan. Lokasi kegiatan juga dekat dengan tempat hunian sementara (huntara) masyarakat yang dibangun pemerintah Indonesia bersama Danantara dan BUMN Indonesia, termasuk BSI.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo hadir langsung di lokasi bersama Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Prof KH Hasanudin dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Mereka ikut memasak bubur bersama warga, menu khas berbuka puasa masyarakat Aceh yang dikenal sebagai kanji rumbi.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Anggoro.

Kegiatan berbagi ini juga berlangsung secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Di setiap kota, jajaran direksi BSI turut hadir untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.

Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.

Jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.444 anak. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Alquran ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

Bagi BSI, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial. Bank ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi melalui layanan digital di aplikasi BYOND by BSI, termasuk fitur Donasi Anak Yatim dan Berbagi THR Yatim.
Selama dua pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, transaksi zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui aplikasi tersebut tercatat meningkat sekitar 14 %.

Selain itu, BSI juga terus mendorong akses pendidikan bagi generasi muda melalui program BSI Scholarship. Hingga kini lebih dari 10.000 beasiswa telah disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Di Aceh Tamiang sore itu, menjelang adzan magrib, anak-anak mulai membuka paket makanan mereka. Tawa kecil terdengar di antara mereka.
Ramadan, bagi mereka, menjadi sedikit lebih hangat.

#CahayaGenerasiBangsa
#SatuDanantara
#LangkahEmasRaihKemenangan
#MelayaniSepenuhHati

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026. Harga emas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dengan kenaikan lebih dari 50% dalam satu tahun terakhir. harga emas telah mencapai sekitar Rp3,1 juta per gram. Kenaikan ini turut mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen safe haven seperti emas.

Minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi. Selain karena instrumen emas ini unik, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah. Tren investasi emas juga mendorong pertumbuhan bisnis di BSI yang merupakan Bank Emas pertama di Indonesia.

Kenaikan jumlah nasabah bullion bank di BSI dari Januari hingga Februari 2026 (YtD) naik 44% dan penjualan selama tahun 2026 sudah mencapai 58% dari total penjualan tahun 2025. Hal ini juga dipicu dari multiplier effect kondisi global terkait ketegangan di Timur Tengah yang memberikan pengaruh terhadap permintaan emas seiring dengan kenaikan harga emas. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI telah memiliki inventory manajemen yang baik.

Untuk memenuhi kebutuhan emas nasabah, saat ini kami telah bekerjasama dengan beberapa supplier dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan menambah supplier dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.

Kemudahan pembelian emas bullion bank BSI secara realtime lewat superapps BYOND juga mendorong masyarakat membeli emas dengan aman dan mudah. Terlebih, nasabah bisa melakukan pembelian dengan harga mulai dari Rp50.000an. Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas. Selain itu, Nasabah yang ingin mencetak emasnya juga dapat mengajukan via aplikasi dan melakukan pengambilan dikantor cabang yang telah dipilih.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “Ke depan, kami melihat permintaan emas masih terus meningkat. Untuk itu BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang. Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik”,ujarnya.

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-3-2026. Harga emas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dengan kenaikan lebih dari 50% dalam satu tahun terakhir. harga emas telah mencapai sekitar Rp3,1 juta per gram. Kenaikan ini turut mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen safe haven seperti emas.

Minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi. Selain karena instrumen emas ini unik, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah. Tren investasi emas juga mendorong pertumbuhan bisnis di BSI yang merupakan Bank Emas pertama di Indonesia.

Kenaikan jumlah nasabah bullion bank di BSI dari Januari hingga Februari 2026 (YtD) naik 44% dan penjualan selama tahun 2026 sudah mencapai 58% dari total penjualan tahun 2025. Hal ini juga dipicu dari multiplier effect kondisi global terkait ketegangan di Timur Tengah yang memberikan pengaruh terhadap permintaan emas seiring dengan kenaikan harga emas. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI telah memiliki inventory manajemen yang baik.

Untuk memenuhi kebutuhan emas nasabah, saat ini kami telah bekerjasama dengan beberapa supplier dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan menambah supplier dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.

Kemudahan pembelian emas bullion bank BSI secara realtime lewat superapps BYOND juga mendorong masyarakat membeli emas dengan aman dan mudah. Terlebih, nasabah bisa melakukan pembelian dengan harga mulai dari Rp50.000an. Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas. Selain itu, Nasabah yang ingin mencetak emasnya juga dapat mengajukan via aplikasi dan melakukan pengambilan dikantor cabang yang telah dipilih.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan “Ke depan, kami melihat permintaan emas masih terus meningkat. Untuk itu BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang. Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik”,ujarnya.

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong nasabah untuk mengedepankan transaksi digital (digital first) pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan transaksi selama periode persiapan hari raya, BSI memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat. Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, rata-rata peningkatan transaksi melalui e-channel BSI naik sekitar 24% (month to month).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama Lebaran, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan ZISWAF. “Momentum Lebaran selalu mendorong lonjakan transaksi di kanal digital. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur khas perbankan syariah, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian emas dan transfer saldo emas (gramase) secara real time. Selain itu, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE,remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital perseroan.

Nasabah juga dapat berbagi kepada keluarga atau berbelanja kebutuhan hari raya dengan cara digital sehingga mengurangi penggunaan uang tunai. Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.

Sebagai penopang layanan digital, BSI juga menyiapkan kecukupan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idul Fitri. Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia hingga 15 Maret 2026 dengan menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik dan layanan terpadu di 41 titik ruang publik.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook: Bank Syariah Indonesia|Instagram: @banksyariahindonesia; Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.