Prajurit Yonif 114/SM bersama warga gotong royong buka akses jalan tertutup longsor di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Pantan Lues, Kecamatan Gajah Putih menuju Desa Sumber Jaya, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, sempat terputus akibat tertutup material longsor sebagai dampak dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh beberapa waktu lalu.

Longsor terjadi di beberapa titik sepanjang jalur tersebut, dengan kondisi terparah berada di bagian tengah jalan penghubung antar Kecamatan Gajah Putih dan Kecamatan Timang Gajah. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan dengan ketinggian mencapai kurang lebih satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi ini sangat menghambat aktivitas masyarakat yang sehari-hari bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama menuju kebun, pusat ekonomi, serta fasilitas umum lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, personel TNI dari Koramil 03/Timang Gajah bersama prajurit Yonif 114/Satria Musara yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bergerak cepat melaksanakan gotong royong pembersihan material longsor. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat setempat  sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kesulitan warga di wilayah binaan.

Danramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan bahwa upaya pembukaan akses jalan ini dilakukan secara bersama-sama dengan warga menggunakan peralatan seadanya guna mempercepat proses pembersihan.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, TNI bersama warga melaksanakan gotong royong membuka akses jalan yang tertutup longsor agar dapat segera dilalui kembali,” ujar Kapten Takdir.

Ia menambahkan, meskipun dihadapkan dengan keterbatasan alat dan kondisi medan yang cukup berat, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses transportasi serta meringankan beban masyarakat pascabencana.

“Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, kami berharap akses jalan ini segera pulih sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam membantu penanganan dampak bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Subhan, salah seorang warga Desa Pantan Lues yang turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI yang telah sigap membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah turun langsung membantu membersihkan longsor. Kehadiran TNI sangat membantu dan memberikan semangat bagi kami warga,” ungkapnya.

Ia berharap, kerja sama dan kepedulian seperti ini terus terjalin, serta adanya perhatian lanjutan dari pihak terkait agar ke depan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan akses jalan utama masyarakat tetap terjaga dengan baik, terutama saat musim hujan yang rawan terjadi longsor.

Prajurit Yonif 115/Macan Leuser Bersihkan lumpur banjir di lingkungan Kantor MPD Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2926  Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak bencana banjir, Prajurit Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan kegiatan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di sektor Kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,

Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya mengakibatkan endapan lumpur tebal menutupi halaman kantor, akses keluar masuk gedung, serta saluran air di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas perkantoran, tetapi juga berpotensi menimbulkan genangan susulan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Menyikapi situasi tersebut, Prajurit Macan Leuser turun langsung ke lokasi dengan membawa peralatan seadanya untuk melaksanakan pembersihan. Dengan semangat gotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap, mengangkat sampah sisa banjir, serta melakukan normalisasi saluran air agar aliran kembali lancar dan lingkungan kantor menjadi bersih serta aman untuk digunakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir, sekaligus wujud pembinaan teritorial TNI dalam membantu masyarakat dan instansi pemerintahan yang terdampak bencana alam. Kehadiran Prajurit Yonif 115/Macan Leuser diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta meringankan beban pihak-pihak yang terdampak.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen satuan dalam membantu pemulihan pascabanjir dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta instansi pemerintah.

“Kegiatan pembersihan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan fasilitas umum dan perkantoran dapat kembali digunakan secara normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab TNI dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan bencana alam.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong kepada seluruh prajurit, sehingga kemanunggalan TNI dengan masyarakat dapat terus terjaga,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, kami berharap dampak banjir ini dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tuturnya.

Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap ke depan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga risiko bencana serupa dapat diminimalisir, terutama pada musim hujan.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Prajurit Yonif 115/Macan Leuser yang telah turun langsung membantu pembersihan lingkungan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Pembersihan ini membuat lingkungan kantor kembali bersih dan nyaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga berharap, sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga TNI dan masyarakat semakin solid dalam menghadapi berbagai situasi, khususnya saat terjadi bencana alam.

Prajurit Yonif 115/Macan Leuser Bersihkan lumpur banjir di lingkungan Kantor MPD Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2926  Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak bencana banjir, Prajurit Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan kegiatan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di sektor Kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,

Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya mengakibatkan endapan lumpur tebal menutupi halaman kantor, akses keluar masuk gedung, serta saluran air di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas perkantoran, tetapi juga berpotensi menimbulkan genangan susulan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Menyikapi situasi tersebut, Prajurit Macan Leuser turun langsung ke lokasi dengan membawa peralatan seadanya untuk melaksanakan pembersihan. Dengan semangat gotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap, mengangkat sampah sisa banjir, serta melakukan normalisasi saluran air agar aliran kembali lancar dan lingkungan kantor menjadi bersih serta aman untuk digunakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir, sekaligus wujud pembinaan teritorial TNI dalam membantu masyarakat dan instansi pemerintahan yang terdampak bencana alam. Kehadiran Prajurit Yonif 115/Macan Leuser diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta meringankan beban pihak-pihak yang terdampak.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen satuan dalam membantu pemulihan pascabanjir dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta instansi pemerintah.

“Kegiatan pembersihan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan fasilitas umum dan perkantoran dapat kembali digunakan secara normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab TNI dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan bencana alam.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong kepada seluruh prajurit, sehingga kemanunggalan TNI dengan masyarakat dapat terus terjaga,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, kami berharap dampak banjir ini dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tuturnya.

Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap ke depan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga risiko bencana serupa dapat diminimalisir, terutama pada musim hujan.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Prajurit Yonif 115/Macan Leuser yang telah turun langsung membantu pembersihan lingkungan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Pembersihan ini membuat lingkungan kantor kembali bersih dan nyaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga berharap, sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga TNI dan masyarakat semakin solid dalam menghadapi berbagai situasi, khususnya saat terjadi bencana alam.

Prajurit Yonif TP 854, Relawan dan Warga gotong royong bangun jembatan darurat di Reje Payung, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yonif TP 854/DK serta instansi terkait mulai melaksanakan pembangunan jembatan apung di wilayah Kemukiman Weh, Dusun Jamat, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pembangunan jembatan apung ini merupakan langkah cepat dan strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana, khususnya sebagai jalur penghubung antara Desa Jamat dan Desa Reje Payung yang selama ini mengalami kendala akibat terputusnya akses darat.

Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Satgas Gulbencal telah mendatangkan dan menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan apung. Peralatan tersebut meliputi tali seling, drum plastik sebagai pelampung, besi, balok kayu, kawat, serta paku. Seluruh material ini akan dirakit secara manual menjadi konstruksi jembatan apung yang kokoh dan aman untuk digunakan masyarakat.

Kesiapan personel serta kelengkapan material ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan, sehingga jembatan apung dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Pembangunan jembatan apung tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan unsur Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, Hands Foundation, relawan dari Jagong–Atu Lintang, serta masyarakat Desa Jamat dan Reje Payung. Sinergi ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong dalam penanganan dampak bencana.

Dalam hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa pembangunan jembatan apung pada jalur Desa Jamat menuju Desa Reje Payung akan memiliki panjang sekitar 75 meter dengan lebar 1,5 meter dan dikerjakan secara manual, menyesuaikan kondisi medan serta keterbatasan akses alat berat di lokasi.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan apung ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI bersama pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana di wilayah pedalaman.
Beliau menambahkan bahwa keberadaan jembatan apung ini sangat penting sebagai solusi sementara namun vital, guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

Ia juga menuturkan bahwa semangat kebersamaan antara TNI, instansi terkait, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kesulitan geografis cukup tinggi seperti Kecamatan Linge.

Dandim menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat akan bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Letkol Inf Raden Herman berharap pembangunan jembatan apung ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui TNI di tengah-tengah rakyat yang sedang membutuhkan.

Prajurit Yonif TP 854, Relawan dan Warga gotong royong bangun jembatan darurat di Reje Payung, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yonif TP 854/DK serta instansi terkait mulai melaksanakan pembangunan jembatan apung di wilayah Kemukiman Weh, Dusun Jamat, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pembangunan jembatan apung ini merupakan langkah cepat dan strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana, khususnya sebagai jalur penghubung antara Desa Jamat dan Desa Reje Payung yang selama ini mengalami kendala akibat terputusnya akses darat.

Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Satgas Gulbencal telah mendatangkan dan menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan apung. Peralatan tersebut meliputi tali seling, drum plastik sebagai pelampung, besi, balok kayu, kawat, serta paku. Seluruh material ini akan dirakit secara manual menjadi konstruksi jembatan apung yang kokoh dan aman untuk digunakan masyarakat.

Kesiapan personel serta kelengkapan material ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan, sehingga jembatan apung dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Pembangunan jembatan apung tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan unsur Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, Hands Foundation, relawan dari Jagong–Atu Lintang, serta masyarakat Desa Jamat dan Reje Payung. Sinergi ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong dalam penanganan dampak bencana.

Dalam hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa pembangunan jembatan apung pada jalur Desa Jamat menuju Desa Reje Payung akan memiliki panjang sekitar 75 meter dengan lebar 1,5 meter dan dikerjakan secara manual, menyesuaikan kondisi medan serta keterbatasan akses alat berat di lokasi.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan apung ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI bersama pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana di wilayah pedalaman.
Beliau menambahkan bahwa keberadaan jembatan apung ini sangat penting sebagai solusi sementara namun vital, guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

Ia juga menuturkan bahwa semangat kebersamaan antara TNI, instansi terkait, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kesulitan geografis cukup tinggi seperti Kecamatan Linge.

Dandim menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat akan bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Letkol Inf Raden Herman berharap pembangunan jembatan apung ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui TNI di tengah-tengah rakyat yang sedang membutuhkan.

Prajurit Yonif TP 854, Relawan dan Warga gotong royong bangun jembatan darurat di Reje Payung, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yonif TP 854/DK serta instansi terkait mulai melaksanakan pembangunan jembatan apung di wilayah Kemukiman Weh, Dusun Jamat, Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pembangunan jembatan apung ini merupakan langkah cepat dan strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana, khususnya sebagai jalur penghubung antara Desa Jamat dan Desa Reje Payung yang selama ini mengalami kendala akibat terputusnya akses darat.

Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Satgas Gulbencal telah mendatangkan dan menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan apung. Peralatan tersebut meliputi tali seling, drum plastik sebagai pelampung, besi, balok kayu, kawat, serta paku. Seluruh material ini akan dirakit secara manual menjadi konstruksi jembatan apung yang kokoh dan aman untuk digunakan masyarakat.

Kesiapan personel serta kelengkapan material ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan, sehingga jembatan apung dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Pembangunan jembatan apung tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan unsur Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, Hands Foundation, relawan dari Jagong–Atu Lintang, serta masyarakat Desa Jamat dan Reje Payung. Sinergi ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong dalam penanganan dampak bencana.

Dalam hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa pembangunan jembatan apung pada jalur Desa Jamat menuju Desa Reje Payung akan memiliki panjang sekitar 75 meter dengan lebar 1,5 meter dan dikerjakan secara manual, menyesuaikan kondisi medan serta keterbatasan akses alat berat di lokasi.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan apung ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI bersama pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana di wilayah pedalaman.
Beliau menambahkan bahwa keberadaan jembatan apung ini sangat penting sebagai solusi sementara namun vital, guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

Ia juga menuturkan bahwa semangat kebersamaan antara TNI, instansi terkait, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kesulitan geografis cukup tinggi seperti Kecamatan Linge.

Dandim menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat akan bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Letkol Inf Raden Herman berharap pembangunan jembatan apung ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui TNI di tengah-tengah rakyat yang sedang membutuhkan.

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.

Krisis Air Bersih, Prajurit TNI salurkan Pipa untuk air bersih ke Desa Kute Reje, Kec. Linge, Aceh Tengah

Takengon  ( Aceh dalam berita )! Kamis 15-1-2026 Dalam upaya membantu mempermudah akses air bersih bagi masyarakat pascabencana banjir, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa pipa air bersih kepada masyarakat Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pendistribusian pipa air bersih tersebut dilakukan dengan penuh semangat dan kerja sama, mengingat kondisi medan yang cukup sulit. Logistik diangkut menggunakan kendaraan dinas Kodim 0106/Aceh Tengah dari Kota Takengon menuju hulu Sungai Jembatan Kala Ili. Selanjutnya, pipa-pipa tersebut diseberangkan secara manual ke seberang sungai oleh personel TNI bersama warga setempat. Setelah itu, pendistribusian dilanjutkan menggunakan angkutan umum milik masyarakat menuju Desa Kute Reje.

Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tengah telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak permukiman dan sejumlah fasilitas umum, banjir juga menyebabkan terganggunya akses terhadap sumber air bersih, sehingga menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pascabanjir, banyak warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, baik untuk memasak, membersihkan diri, maupun menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Dandim.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Kodim 0106/Aceh Tengah menyalurkan bantuan pipa air bersih guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak, khususnya di Desa Kute Reje dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Dandim berharap agar pipa-pipa air bersih tersebut dapat segera dipasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu meringankan beban dan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar penyaluran serta pemanfaatan bantuan dapat tepat sasaran dan berjalan efektif.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan serta kepedulian pemerintah dan Kodim 0106/Aceh Tengah kepada masyarakat terdampak bencana. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0106/Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya pada masa pemulihan pascabencana alam.

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.