Wabup Syukri Hadiri Pembukaan Danlanud Cup III 2026, Dukung Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola Aceh

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menghadiri pembukaan Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 yang berlangsung di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (16/7/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Aceh Besar pada kesempatan tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap upaya pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda melalui sepak bola.

Turnamen yang mengusung tema “Seulawah Dirgantara for Golden Generation” tersebut merupakan hasil kolaborasi Lanud Sultan Iskandar Muda bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar dalam menghadirkan kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif bagi para atlet muda.Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), mengatakan Danlanud Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi merupakan wujud nyata sinergi antara Lanud Sultan Iskandar Muda, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta seluruh insan sepak bola dalam membangun generasi muda yang berkualitas.

“Melalui Seulawah Dirgantara for Golden Generation, kami ingin menjadikan Lanud Sultan Iskandar Muda sebagai rumah kolaborasi, tempat lahirnya bibit-bibit atlet berbakat sekaligus ruang yang memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sepak bola mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, hingga semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Aceh yang unggul, berkarakter, sehat, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.

Suryo menambahkan, Lanud Sultan Iskandar Muda berkomitmen tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menyampaikan apresiasi kepada Lanud Sultan Iskandar Muda beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi penyelenggaraan Danlanud Cup III sebagai wadah pembinaan atlet muda di Aceh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengapresiasi terselenggaranya Danlanud Cup III. Turnamen seperti ini bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta membentuk karakter yang disiplin, sportif, dan bertanggung jawab melalui olahraga,” ujar Syukri.

Menurutnya, pembinaan olahraga usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan prestasi.”Kami berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Aceh Besar dan Aceh di tingkat nasional bahkan internasional. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas seperti Danlanud Cup ini,” katanya.

Syukri juga mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai ajang mempererat persaudaraan antarpemain dan antarklub, serta selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.”Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam olahraga. Yang terpenting adalah bermain dengan jujur, menghormati lawan, mematuhi aturan, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” pesannya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI AU, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, organisasi olahraga, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembinaan olahraga di Aceh Besar semakin maju dan mampu melahirkan generasi emas yang sehat, tangguh, dan berprestasi.Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah.

Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Aceh yang mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola potensial sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memajukan dunia olahraga.Pembukaan Danlanud Cup III turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Besar, para kepala OPD, jajaran TNI-Polri, insan olahraga, panitia, sponsor, komunitas pecinta sepak bola, serta para peserta turnamen.(**)

Plt. Dirut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Tinjau Reservoir Neuheun

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Semangat usaha pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi target utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar. Melalui langkah strategis yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, distribusi dan pengawasan kualitas air.Selain itu, pemeliharaan sarana prasarana yang ada, juga menjadi program atau target utama pihak Perumda Aceh Besar ini.

Guna mengimplementasikan program tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Ir. Yusmadi, MM bersama Direktur Umum Devid Zainal, SE dan Kabag. Umum Sunawar, ST melakukan peninjauan ke Reservoir yang terletak di Komplek Perumahan Jacke Chan, gampong Neuhen, kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Rabu, (15/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut Yusmadi menyampaikan keberadaan Resevoir tersebut dibangun pasca tsunami untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga korban tsunami yang tinggal di kawasan gampong Neuhen, namun sejak dibangun, hingga saat ini tidak pernah difungsikan.

“Reservoir PDAM adalah bak penampungan air bersih sementara yang sudah diolah dan siap didistribusikan ke pelanggan. Bangunan ini dibangun pasca tsunami untuk penampungan air bersih yang akan didistribusikan kepada warga di kawasan ini, namun sayang bangunan ini tidak pernah difungsikan,” sebut Yusmadi.

Ia juga menyampaikan, sesuai instruksi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris untuk memfungsikan Reservoir ini, sehingga masyarakat disini dapat memperoleh air bersih yang layak dikonsumsi.”Bangunan ini sangat bagus dan standar, maka atas instruksi Bupati Aceh Besar, fasilitas air bersih ini dapat difungsikan dengan baik, guna memenuhi kebutuhan air bersih warga,” ujarnya.

Menurut Yusmadi, nantinya akan menurunkan tim melakukan kajian teknis dari objek ini.”Reservoir ini berkapasitas seribu kubik dan nantinya sumber air dari WTP Siron, Ingin Jaya, dengan lokasi yang cukup jauh dan bereda di ketinggian, maka perlu melakukan kajian dari tim teknis kita,” tambah mantan Kepala Dinas PUPR Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Durut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar mengakui pihaknya terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan melalui pembinaan teknis secara berkelanjutan, penguatan manajemen operasional, serta penerapan prinsip profesionalitas, akuntabilitas.Sesuai data yang diperoleh, saat ini PDAM Tirta Mountala memiliki 53.433 pelanggan dengan cakupan layanan mencapai 39,81 persen dari total 143.213 kepala keluarga di Aceh Besar.

Proses penyambungan baru terus dilakukan, sesuai dengan permohonan, sehingga nantinya PDAM Tirta Mountala Aceh Besar dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi semua warga Aceh Besar.(**)

Kalaksa BPBD Aceh Besar Beri Penguatan SPAB pada MPLS SMAN Modal Bangsa

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, memberikan materi tentang Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN Modal Bangsa, Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Gampong Cot Geundreut, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (15/7/2026).

Dalam kegiatan yang turut didampingi oleh staf BPBD Aceh Besar tersebut, Ridwan Jamil yang akrab disapa RJ, menyampaikan materi mengenai Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

RJ menjelaskan, mitigasi kebencanaan di sekolah merupakan upaya yang dilakukan secara sistematis untuk mengurangi risiko bencana melalui dua pilar utama, yakni mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural.

“Mitigasi struktural dilakukan melalui penguatan fisik bangunan dan sarana prasarana sekolah agar lebih aman terhadap ancaman bencana. Sementara mitigasi nonstruktural dilakukan dengan meningkatkan kapasitas siswa, guru, dan seluruh warga sekolah agar memiliki pengetahuan serta keterampilan menghadapi bencana,” ujarnya.

Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.

“Aceh merupakan daerah yang memiliki potensi berbagai jenis bencana. Karena itu, edukasi mitigasi harus ditanamkan sejak dini agar para siswa memahami risiko yang ada dan mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Kalaksa BPBD Aceh Besar itu berharap materi yang diberikan pada kegiatan MPLS dapat meningkatkan kesadaran para peserta didik baru terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana serta mendorong mereka menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Kami berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama membangun budaya sadar bencana. Dengan begitu, tujuan mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana dapat tercapai dan risiko bencana di lingkungan pendidikan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan kebencanaan di satuan pendidikan melalui implementasi program SPAB, sehingga tercipta sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.(*)

Plt Dirut Perumda Tirta Mountala Tutup Pelatihan Kompetensi SPAM, Tekankan Peningkatan Layanan Pelanggan

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mountala Aceh Besar terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadirkan pelayanan air minum yang semakin profesional kepada masyarakat.Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi dan Peningkatan Kompetensi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pelayanan yang resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Yusmadi, MM, di Aula Kantor Pusat Operasional Perumda Tirta Mountala, Siron, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu itu diikuti enam orang karyawan Perumda Tirta Mountala Aceh Besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam mendukung pelayanan air bersih yang optimal.Turut hadir dalam penutupan kegiatan tersebut Anggota Dewan Pengawas T. Abulis Samarkhan ST, Direktur Umum Devid Zainal SE, serta jajaran manajemen Perumda Tirta Mountala Aceh Besar.

Kepala Bagian Umum Sunawar ST, selaku panitia kegiatan mengatakan pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun pelayanan para pegawai agar mampu menjawab tantangan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum yang semakin kompleks.Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup aspek produksi, operasional, teknik distribusi, hingga pelayanan pelanggan. Materi tersebut disampaikan oleh tim pemateri dan evaluator yang terdiri dari Muhammad Ichsan Nizali SE, Muhammad Taufik ST, dan Sudirman ST.

Dalam amanatnya saat menutup kegiatan, Plt Direktur Utama Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Yusmadi, MM, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pegawai harus menjadi budaya kerja yang terus dikembangkan seiring perubahan dan perkembangan teknologi.”Terus tingkatkan kompetensi, adaptif terhadap setiap perubahan, dan yang paling utama adalah mengutamakan pelayanan kepada pelanggan. Kepuasan masyarakat merupakan tolok ukur keberhasilan kita sebagai perusahaan pelayanan publik,” tegas Yusmadi.

Ia menambahkan, tantangan pengelolaan air minum ke depan semakin besar, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki kemampuan teknis yang baik, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif kepada masyarakat.Menurutnya, peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan Perumda Tirta Mountala, baik dari sisi kontinuitas distribusi air bersih maupun penyelesaian berbagai keluhan pelanggan.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Mountala, T. Abulis Samarkhan ST, berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan evaluasi dan peningkatan kompetensi tersebut, Perumda Tirta Mountala Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk terus membangun SDM yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Besar secara optimal.(**)

Wabup Syukri Ajak Semua Pihak Bersinergi Tanggulangi AIDS, TBC, dan Malaria di Aceh Besar

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.

Diperlukan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat, agar penanggulangan tiga penyakit tersebut dapat ditanggulangi bersama-sama.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (8/7/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Besar mengungkapkan bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan beban tuberkulosis tertinggi kedua di dunia setelah India.

Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah menjadikan penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria sebagai salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan.

“Indonesia berada di peringkat kedua setelah India sebagai negara dengan jumlah kasus TBC yang tinggi. Karena itu, pemerintah menjadikan penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria sebagai program prioritas yang harus dilaksanakan secara bersama-sama,” ujar Syukri.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian ketiga penyakit tersebut sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di pundak Dinas Kesehatan, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

“Penanggulangan tiga penyakit ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Semua elemen harus terlibat, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan semua elemen masyarakat,” katanya.

Wabup Syukri juga mengapresiasi kehadiran sejumlah perusahaan yang beroperasi di Aceh Besar dalam forum tersebut, seperti PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Angkasa Pura, PDAM Tirta Mountala, Bank Aceh, serta unsur Palang Merah Indonesia (PMI).

Menurutnya, dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Hari ini kita melihat komitmen dunia usaha dengan hadirnya berbagai perusahaan. Jika memungkinkan, program CSR perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria di Aceh Besar,” harapnya.

Syukri juga mengungkapkan bahwa upaya yang selama ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan lembaga donor.

Bahkan, Aceh Besar menjadi salah satu dari tiga daerah di Aceh yang hingga kini masih memperoleh dukungan pendanaan bersama Kota Banda Aceh dan Kabupaten Pidie. 

“Tahun lalu kita memperoleh penghargaan, dan sampai sekarang Aceh Besar masih menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dari pihak pendonor. Ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengendalian penyakit,” katanya.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama dalam meningkatkan kemitraan lintas sektor untuk menekan angka kasus AIDS, TBC, dan malaria di Aceh Besar.

“Mudah-mudahan rapat koordinasi hari ini memberikan pencerahan kepada kita semua bahwa penanggulangan penyakit ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Farhan, AP, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Baitul Mal, hingga Camat Ingin Jaya, dan Camat Darul Imarah.

Selain itu, hadir pula perwakilan perusahaan yang beroperasi di Aceh Besar, seperti PDAM Tirta Mountala, Bank Aceh, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Angkasa Pura, serta unsur PMI Aceh Besar sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di daerah.(**)

Cegah Pengendara Terjatuh, Polsek Lhoknga Tabur Pasir di Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli

Aceh Besar ( Inforakyataceh ) Personel Polsek Lhoknga bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tumpahan oli yang berasal dari mobil pengangkut minyak CPO di ruas Jalan Nasional, tepatnya di depan BSI Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (5/7/2026).

Penanganan dipimpin langsung oleh Kapolsek Lhoknga, Iptu Joko Muhar Irwansyah, S.E., M.H., bersama personel yang segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan area, mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar, serta menangani tumpahan oli guna mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel Polsek Lhoknga bersama warga menaburkan pasir pada permukaan jalan yang terdampak tumpahan oli sehingga kondisi jalan menjadi lebih aman untuk dilalui kendaraan.Berkat respons cepat petugas, situasi di lokasi berhasil dikendalikan. Arus lalu lintas tetap berjalan aman dan lancar, sementara potensi kecelakaan akibat permukaan jalan yang licin dapat diminimalisasi.

Polsek Lhoknga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Partisipasi aktif masyarakat sangat membantu petugas dalam memberikan penanganan secara cepat demi terciptanya keamanan dan keselamatan bersama di jalan raya.(*)

Setahun Kepemimpinan Syech Muharam: Dr. Samsuardi Nilai Tuai Sejumlah Prestasi untuk Kemajuan Aceh Besar

BANDA ACEH ( Inforakyataceh )Satu tahun bukan sekadar angka kalender. Bagi Kabupaten Aceh Besar, periode kepemimpinan Bupati Syech Muharam sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjelma menjadi babak transformasi struktural yang jarang terjadi dalam sejarah pemerintahan daerah di provinsi itu.Dr. Samsuardi, Akademisi sekaligus Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), tidak ragu memberikan cap “rapor hijau” atas kinerja eksekutif lokal tersebut. Dalam pandangannya, Syech Muharam berhasil melakukan apa yang sering gagal dilakukan pemimpin lain: mengawinkan diplomasi politik tingkat nasional dengan eksekusi kebijakan berbasis data yang presisi di tingkat akar rumput.

“Kami memantau secara objektif. Akselerasi pembangunan di Aceh Besar kini berjalan on the right track. Syech Muharam membuktikan bahwa kepemimpinan transisi atau penjabat pun bisa melahirkan terobosan monumental jika didasari visi yang jelas dan integritas tata kelola,” ujar Dr. Samsuardi kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).

*Diplomasi Pusat: Hadirkan “Sekolah Rakyat” Prabowo Subianto* Capaian paling mencolok mata publik dan pengamat adalah keberhasilan Syech Muharam menembus birokrasi pusat untuk membawa proyek strategis nasional ke tanah Rencong. Dua unit “Sekolah Rakyat Unggulan”—sebuah inisiatif flagship Presiden Prabowo Subianto—resmi dibangun di Kuta Malaka dan Jantho.Ini bukan sekadar bangunan fisik. Menurut Samsuardi, ini adalah intervensi sosial-ekonomi yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

” Ini prestasi luar biasa di sektor pendidikan tahun 2026. Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Konsepnya revolusioner: sekolah gratis, berasrama, dengan fasilitas mutu tinggi. Ini jawaban konkret atas ketimpangan akses pendidikan berkualitas_ ,” urai Samsuardi dengan nada tegas.Keberhasilan melobi pemerintah pusat ini menunjukkan kapasitas negosiasi Syech Muharam yang mumpuni, memastikan Aceh Besar tidak tertinggal dalam peta distribusi anggaran strategis nasional.

*Integritas Keuangan: Kembali Raih Opini WTP BPK RI* Di balik gemerlap infrastruktur, fondasi utama pemerintahan adalah kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang negara.

Di bawah nakhoda Syech Muharam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tahun 2026 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Bagi Dr. Sam, predikat WTP bukan sekadar sertifikat pajangan. Itu adalah bukti empiris bahwa tata kelola keuangan daerah bersih, transparan, dan akuntabel. ” _Tanpa integritas keuangan, program sebaik apa pun akan diragukan efektivitasnya. Syech Muharam menjaga ‘rumah’ keuangan Aceh Besar tetap rapi_ ,” katanya.

*Lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025* Data makro tidak pernah berbohong. Statistik tahun 2025 mencatatkan lompatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Besar. Angka IPM daerah ini kini kokoh bertengger di kategori “Tinggi” (di atas ambang skor 70,00), mendekati standar kota-kota madya di Indonesia.Dr. Samsuardi membedah kenaikan ini melalui tiga dimensi fundamental:

1. Dimensi Kesehatan: Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat seiring optimalisasi Puskesmas dan penurunan drastis prevalensi stunting di tingkat gampong.

2. Dimensi Pengetahuan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) tumbuh stabil, didorong pemerataan akses dan peningkatan kompetensi guru.

3. Dimensi Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita naik, mencerminkan penguatan daya beli masyarakat pasca-geliat sektor UMKM dan pertanian lokal.

*Analisis Kuantitatif: Kemiskinan Tekan ke Single Digit* Yang paling menarik perhatian para ekonom dan sosiolog adalah korelasi negatif-signifikan antara kenaikan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Secara historis, angka kemiskinan Aceh Besar stagnan di kisaran 13%-14%. Namun, intervensi kebijakan Syech Muharam sepanjang 2025 berhasil menekan angka tersebut secara progresif menuju single digit (di bawah 10%).Samsuardi mengidentifikasi tiga faktor determinan di balik tren positif ini:

1. Presisi Jaring Pengaman Sosial: Penyaluran bansos menjadi jauh lebih akurat berkat pemutakhiran data DTKS real-time, meminimalisir kesalahan sasaran (exclusion dan inclusion error).

2. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Skema konstruksi swakelola (padat karya) membuka lapangan kerja lokal, menghidupkan ekonomi pedesaan yang sebelumnya lesu.3. Konektivitas Infrastruktur: Perbaikan jalan dan akses pasar memangkas biaya logistik petani, meningkatkan margin keuntungan mereka secara langsung.

” Secara keseluruhan, setahun kepemimpinan Syech Muharam memberikan dampak instan yang terukur. Integrasi antara jaminan pendidikan mutu tinggi seperti Sekolah Rakyat dan penguatan ekonomi makro akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Aceh Besar yang lebih sejahtera_ ,” pungkas Dr. Samsuardi.

Dengan catatan kaki setebal itu, satu tahun kepemimpinan Syech Muharam bukan lagi sekadar masa tunggu. Ia telah berubah menjadi masa pembuktian bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten, terukur, dan berpihak pada rakyat, tutup Dr sam yang juga aneuk Eks Kombatan.(**)

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Komitmen Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, dalam membina generasi muda melalui pendekatan keagamaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh Besar khsususnya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.Program Beut Kitab untuk Pemuda yang resmi diluncurkan pada Sabtu malam (6/6/2026) dinilai menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Peluncuran program yang berlangsung di halaman Kantor Keuchik Gampong Leu Ue tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, SP MSi., yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman.

“Program ini sangat baik sebagai upaya Pemerintah Gampong Leu Ue dalam menjaga generasi muda. Kita berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang islami, kreatif, dan mandiri sebagaimana harapan kita bersama,” ungkap Jakfar dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa tradisi mengaji dan belajar kitab sebenarnya telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh sejak dahulu. Namun saat ini, pemerintah terus memperkuat tradisi tersebut melalui berbagai program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Dulu kita sudah mengenal pengajian Al-Qur’an dan pengajian kitab yang diajarkan para guru dan ulama. Sekarang kegiatan itu semakin diperkuat melalui program-program pemerintah, mulai dari Beut Kitab Bak Sikula hingga kegiatan mengaji yang dikoordinasikan di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Menurut Jakfar, berkembangnya berbagai program keagamaan di Aceh Besar merupakan bagian dari perubahan positif yang sedang dirasakan masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris.“Ini kemajuan yang harus kita syukuri. Beut atau mengaji sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang belum sempat belajar di dayah, alhamdulillah sekarang sudah ada Beut Kitab di gampong yang bisa menjadi wadah belajar agama bagi mereka,” tambahnya.

Program Beut Kitab Pemuda merupakan inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang terinspirasi dari program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan pemerintah gampong untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

“Program ini sebenarnya terinspirasi dari Beut Kitab Bak Sikula yang dicetuskan Bapak Bupati Aceh Besar. Karena kami melihat program ini sangat bagus, maka kami merasa perlu mengikutinya dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pemuda di Gampong Leu Ue,” ujar Yusri.

Menurutnya, kegiatan pengajian kitab tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat silaturahmi antar warga.“Harapan kami, program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, program Beut Kitab Pemuda juga merupakan bagian dari upaya pemerintah gampong dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Selain launching program, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peusijuek aparatur gampong dan Tim Penggerak PKK Gampong Leu Ue, serta pembagian doorprize kepada masyarakat yang hadir, khususnya kaum ibu, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.

Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimcam Darul Imarah, Tuha Peut Gampong, tokoh agama, tokoh adat termasuk pimpinan Pengajian Balai Arba’in Marzuki Yahya. Tausyiah disampaikan oleh Tgk Agus Setiawan yang juga tokoh ulama setempat. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Pemerintah Gampong Leu Ue berharap program Beut Kitab Pemuda menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, serta berkontribusi positif bagi pembangunan gampong, kecamatan, dan Kabupaten Aceh Besar secara keseluruhan. []

Kapolda Aceh Turun Langsung Musnahkan Ladang Ganja di Lampanah

Jantho ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, turun langsung memimpin pemusnahan ladang ganja hasil temuan Ditresnarkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Besar dalam rangka Operasi Antik Seulawah-2026.

Pemusnahan tersebut dilakukan di Desa Lampanah, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 29 April 2026.

“Alhamdulillah, hari ini dalam rangka Operasi Antik Seulawah 2026, Ditresnarkoba Polda Aceh bersama gabungan TNI, pemerintah daerah, petani muda milenial Aceh, dan Bhayangkari melaksanakan operasi ladang ganja.

Dalam operasi ini, kami menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa titik dengan taksiran hasil panen mencapai 50 ton.

Namun, yang dimusnahkan di Lampanah, Aceh Besar, hari ini seluas tiga hektare,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai pemusnahan.Dalam kegiatan tersebut, Marzuki sengaja melibatkan petani muda milenial Aceh sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mengganti tanaman ganja dengan komoditas produktif, seperti kopi, sayur-mayur, dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan semua pihak agar upaya tersebut berhasil, sehingga masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan di pedalaman untuk menanam ganja dapat beralih ke sektor pertanian yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Irjen Marzuki menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepemimpinan yang memastikan setiap upaya penindakan berjalan maksimal, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, mulai dari hulu hingga hilir.

“Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika, apa pun jenisnya. Ini adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa kita,” tegasnya.

Jenderal asal Tangse, Pidie, itu menuturkan, ke depan Aceh tidak boleh lagi dikenal sebagai daerah penanaman ganja.

Oleh karena itu, langkah tegas berupa pemusnahan ladang harus diiringi dengan pendekatan preventif melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi alternatif.

Selain penindakan, abituren Akabri 1991 itu juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkotika.

Ia mengajak tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga generasi muda untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungannya.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat berani bersuara dan peduli, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” pungkasnya.

Pemusnahan ladang ganja tersebut juga dilakukan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Djoko Susilo, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, beserta para pejabat utama.

RSUD Aceh Besar Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Stabil, Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan Tidak Benar

KOTA JANTHO (Inforakyataceh) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar memberikan klarifikasi terkait laporan yang menyebutkan adanya kekosongan obat hingga lima bulan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra, MKM, Rabu (22/4/2026), menyatakan bahwa secara logika operasional, rumah sakit tidak mungkin tetap berjalan jika benar terjadi kekosongan obat dalam waktu yang lama.

“Ini jelas tidak benar. Jika sampai lima bulan terjadi kekosongan obat, tentu operasional rumah sakit sudah terhenti sejak lama,” ujarnya.

Menurut Bunaiya, yang terjadi di lapangan hanyalah kekosongan sementara pada beberapa jenis obat tertentu, dan kondisi tersebut segera diatasi dalam waktu singkat melalui pengadaan ulang.

Ia menjelaskan bahwa manajemen RSUD secara rutin melakukan pendataan terhadap stok obat, khususnya yang mulai menipis, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan berkepanjangan.

“Pendataan dilakukan secara disiplin oleh tim farmasi dan menjadi dasar untuk pengadaan secepat mungkin, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Farmasi, Apoteker Ika Darmiati, menegaskan bahwa tidak pernah terjadi kekosongan total, melainkan hanya keterbatasan pada beberapa item obat tertentu.

Dalam situasi tersebut, pihak rumah sakit tetap memberikan solusi dengan menyediakan obat alternatif yang memiliki fungsi serupa.

“Misalnya untuk beberapa jenis obat seperti insulin tertentu atau pengencer darah, jika stok utama terbatas, kami siapkan alternatif lain dengan khasiat yang sama,” jelas Ika.

Ia juga menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah kunjungan pasien, terutama di Poli Jantung yang mulai beroperasi awal tahun ini, telah diantisipasi dengan koordinasi intensif bersama dokter spesialis.

“Kami sudah meminta daftar kebutuhan obat dari dokter spesialis jantung, dan saat ini kebutuhan tersebut sudah terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, tenaga medis di lini depan pelayanan, dr. Yanti Trisnawati, Sp.PD dan dr. Yulidar, memastikan bahwa koordinasi antara dokter dan pihak farmasi terus dilakukan untuk menjamin pasien tetap mendapatkan penanganan optimal.“Jika terjadi kekosongan pada obat tertentu, kami segera mencari alternatif dengan fungsi yang sama. Biasanya jedanya sangat singkat,” ujar dr. Yanti.

Namun, dalam kondisi tertentu di mana obat yang dibutuhkan benar-benar tidak tersedia dan bersifat mendesak, pihak rumah sakit akan merujuk pasien ke rumah sakit lain, seperti RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.“Kami pastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan terbaik, termasuk melalui rujukan jika diperlukan,” pungkasnya. (ril)