Setahun Kepemimpinan Syech Muharam: Dr. Samsuardi Nilai Tuai Sejumlah Prestasi untuk Kemajuan Aceh Besar

BANDA ACEH ( Inforakyataceh )Satu tahun bukan sekadar angka kalender. Bagi Kabupaten Aceh Besar, periode kepemimpinan Bupati Syech Muharam sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjelma menjadi babak transformasi struktural yang jarang terjadi dalam sejarah pemerintahan daerah di provinsi itu.Dr. Samsuardi, Akademisi sekaligus Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), tidak ragu memberikan cap “rapor hijau” atas kinerja eksekutif lokal tersebut. Dalam pandangannya, Syech Muharam berhasil melakukan apa yang sering gagal dilakukan pemimpin lain: mengawinkan diplomasi politik tingkat nasional dengan eksekusi kebijakan berbasis data yang presisi di tingkat akar rumput.

“Kami memantau secara objektif. Akselerasi pembangunan di Aceh Besar kini berjalan on the right track. Syech Muharam membuktikan bahwa kepemimpinan transisi atau penjabat pun bisa melahirkan terobosan monumental jika didasari visi yang jelas dan integritas tata kelola,” ujar Dr. Samsuardi kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).

*Diplomasi Pusat: Hadirkan “Sekolah Rakyat” Prabowo Subianto* Capaian paling mencolok mata publik dan pengamat adalah keberhasilan Syech Muharam menembus birokrasi pusat untuk membawa proyek strategis nasional ke tanah Rencong. Dua unit “Sekolah Rakyat Unggulan”—sebuah inisiatif flagship Presiden Prabowo Subianto—resmi dibangun di Kuta Malaka dan Jantho.Ini bukan sekadar bangunan fisik. Menurut Samsuardi, ini adalah intervensi sosial-ekonomi yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

” Ini prestasi luar biasa di sektor pendidikan tahun 2026. Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Konsepnya revolusioner: sekolah gratis, berasrama, dengan fasilitas mutu tinggi. Ini jawaban konkret atas ketimpangan akses pendidikan berkualitas_ ,” urai Samsuardi dengan nada tegas.Keberhasilan melobi pemerintah pusat ini menunjukkan kapasitas negosiasi Syech Muharam yang mumpuni, memastikan Aceh Besar tidak tertinggal dalam peta distribusi anggaran strategis nasional.

*Integritas Keuangan: Kembali Raih Opini WTP BPK RI* Di balik gemerlap infrastruktur, fondasi utama pemerintahan adalah kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang negara.

Di bawah nakhoda Syech Muharam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tahun 2026 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Bagi Dr. Sam, predikat WTP bukan sekadar sertifikat pajangan. Itu adalah bukti empiris bahwa tata kelola keuangan daerah bersih, transparan, dan akuntabel. ” _Tanpa integritas keuangan, program sebaik apa pun akan diragukan efektivitasnya. Syech Muharam menjaga ‘rumah’ keuangan Aceh Besar tetap rapi_ ,” katanya.

*Lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025* Data makro tidak pernah berbohong. Statistik tahun 2025 mencatatkan lompatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Besar. Angka IPM daerah ini kini kokoh bertengger di kategori “Tinggi” (di atas ambang skor 70,00), mendekati standar kota-kota madya di Indonesia.Dr. Samsuardi membedah kenaikan ini melalui tiga dimensi fundamental:

1. Dimensi Kesehatan: Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat seiring optimalisasi Puskesmas dan penurunan drastis prevalensi stunting di tingkat gampong.

2. Dimensi Pengetahuan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) tumbuh stabil, didorong pemerataan akses dan peningkatan kompetensi guru.

3. Dimensi Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita naik, mencerminkan penguatan daya beli masyarakat pasca-geliat sektor UMKM dan pertanian lokal.

*Analisis Kuantitatif: Kemiskinan Tekan ke Single Digit* Yang paling menarik perhatian para ekonom dan sosiolog adalah korelasi negatif-signifikan antara kenaikan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Secara historis, angka kemiskinan Aceh Besar stagnan di kisaran 13%-14%. Namun, intervensi kebijakan Syech Muharam sepanjang 2025 berhasil menekan angka tersebut secara progresif menuju single digit (di bawah 10%).Samsuardi mengidentifikasi tiga faktor determinan di balik tren positif ini:

1. Presisi Jaring Pengaman Sosial: Penyaluran bansos menjadi jauh lebih akurat berkat pemutakhiran data DTKS real-time, meminimalisir kesalahan sasaran (exclusion dan inclusion error).

2. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Skema konstruksi swakelola (padat karya) membuka lapangan kerja lokal, menghidupkan ekonomi pedesaan yang sebelumnya lesu.3. Konektivitas Infrastruktur: Perbaikan jalan dan akses pasar memangkas biaya logistik petani, meningkatkan margin keuntungan mereka secara langsung.

” Secara keseluruhan, setahun kepemimpinan Syech Muharam memberikan dampak instan yang terukur. Integrasi antara jaminan pendidikan mutu tinggi seperti Sekolah Rakyat dan penguatan ekonomi makro akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Aceh Besar yang lebih sejahtera_ ,” pungkas Dr. Samsuardi.

Dengan catatan kaki setebal itu, satu tahun kepemimpinan Syech Muharam bukan lagi sekadar masa tunggu. Ia telah berubah menjadi masa pembuktian bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten, terukur, dan berpihak pada rakyat, tutup Dr sam yang juga aneuk Eks Kombatan.(**)

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Komitmen Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, dalam membina generasi muda melalui pendekatan keagamaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh Besar khsususnya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.Program Beut Kitab untuk Pemuda yang resmi diluncurkan pada Sabtu malam (6/6/2026) dinilai menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Peluncuran program yang berlangsung di halaman Kantor Keuchik Gampong Leu Ue tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, SP MSi., yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman.

“Program ini sangat baik sebagai upaya Pemerintah Gampong Leu Ue dalam menjaga generasi muda. Kita berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang islami, kreatif, dan mandiri sebagaimana harapan kita bersama,” ungkap Jakfar dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa tradisi mengaji dan belajar kitab sebenarnya telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh sejak dahulu. Namun saat ini, pemerintah terus memperkuat tradisi tersebut melalui berbagai program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Dulu kita sudah mengenal pengajian Al-Qur’an dan pengajian kitab yang diajarkan para guru dan ulama. Sekarang kegiatan itu semakin diperkuat melalui program-program pemerintah, mulai dari Beut Kitab Bak Sikula hingga kegiatan mengaji yang dikoordinasikan di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Menurut Jakfar, berkembangnya berbagai program keagamaan di Aceh Besar merupakan bagian dari perubahan positif yang sedang dirasakan masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris.“Ini kemajuan yang harus kita syukuri. Beut atau mengaji sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang belum sempat belajar di dayah, alhamdulillah sekarang sudah ada Beut Kitab di gampong yang bisa menjadi wadah belajar agama bagi mereka,” tambahnya.

Program Beut Kitab Pemuda merupakan inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang terinspirasi dari program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan pemerintah gampong untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

“Program ini sebenarnya terinspirasi dari Beut Kitab Bak Sikula yang dicetuskan Bapak Bupati Aceh Besar. Karena kami melihat program ini sangat bagus, maka kami merasa perlu mengikutinya dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pemuda di Gampong Leu Ue,” ujar Yusri.

Menurutnya, kegiatan pengajian kitab tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat silaturahmi antar warga.“Harapan kami, program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, program Beut Kitab Pemuda juga merupakan bagian dari upaya pemerintah gampong dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Selain launching program, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peusijuek aparatur gampong dan Tim Penggerak PKK Gampong Leu Ue, serta pembagian doorprize kepada masyarakat yang hadir, khususnya kaum ibu, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.

Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimcam Darul Imarah, Tuha Peut Gampong, tokoh agama, tokoh adat termasuk pimpinan Pengajian Balai Arba’in Marzuki Yahya. Tausyiah disampaikan oleh Tgk Agus Setiawan yang juga tokoh ulama setempat. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Pemerintah Gampong Leu Ue berharap program Beut Kitab Pemuda menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, serta berkontribusi positif bagi pembangunan gampong, kecamatan, dan Kabupaten Aceh Besar secara keseluruhan. []

Kapolda Aceh Turun Langsung Musnahkan Ladang Ganja di Lampanah

Jantho ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, turun langsung memimpin pemusnahan ladang ganja hasil temuan Ditresnarkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Besar dalam rangka Operasi Antik Seulawah-2026.

Pemusnahan tersebut dilakukan di Desa Lampanah, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 29 April 2026.

“Alhamdulillah, hari ini dalam rangka Operasi Antik Seulawah 2026, Ditresnarkoba Polda Aceh bersama gabungan TNI, pemerintah daerah, petani muda milenial Aceh, dan Bhayangkari melaksanakan operasi ladang ganja.

Dalam operasi ini, kami menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa titik dengan taksiran hasil panen mencapai 50 ton.

Namun, yang dimusnahkan di Lampanah, Aceh Besar, hari ini seluas tiga hektare,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai pemusnahan.Dalam kegiatan tersebut, Marzuki sengaja melibatkan petani muda milenial Aceh sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mengganti tanaman ganja dengan komoditas produktif, seperti kopi, sayur-mayur, dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan semua pihak agar upaya tersebut berhasil, sehingga masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan di pedalaman untuk menanam ganja dapat beralih ke sektor pertanian yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Irjen Marzuki menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepemimpinan yang memastikan setiap upaya penindakan berjalan maksimal, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, mulai dari hulu hingga hilir.

“Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika, apa pun jenisnya. Ini adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa kita,” tegasnya.

Jenderal asal Tangse, Pidie, itu menuturkan, ke depan Aceh tidak boleh lagi dikenal sebagai daerah penanaman ganja.

Oleh karena itu, langkah tegas berupa pemusnahan ladang harus diiringi dengan pendekatan preventif melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi alternatif.

Selain penindakan, abituren Akabri 1991 itu juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkotika.

Ia mengajak tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga generasi muda untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungannya.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat berani bersuara dan peduli, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” pungkasnya.

Pemusnahan ladang ganja tersebut juga dilakukan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Djoko Susilo, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, beserta para pejabat utama.

RSUD Aceh Besar Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Stabil, Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan Tidak Benar

KOTA JANTHO (Inforakyataceh) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar memberikan klarifikasi terkait laporan yang menyebutkan adanya kekosongan obat hingga lima bulan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra, MKM, Rabu (22/4/2026), menyatakan bahwa secara logika operasional, rumah sakit tidak mungkin tetap berjalan jika benar terjadi kekosongan obat dalam waktu yang lama.

“Ini jelas tidak benar. Jika sampai lima bulan terjadi kekosongan obat, tentu operasional rumah sakit sudah terhenti sejak lama,” ujarnya.

Menurut Bunaiya, yang terjadi di lapangan hanyalah kekosongan sementara pada beberapa jenis obat tertentu, dan kondisi tersebut segera diatasi dalam waktu singkat melalui pengadaan ulang.

Ia menjelaskan bahwa manajemen RSUD secara rutin melakukan pendataan terhadap stok obat, khususnya yang mulai menipis, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan berkepanjangan.

“Pendataan dilakukan secara disiplin oleh tim farmasi dan menjadi dasar untuk pengadaan secepat mungkin, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Farmasi, Apoteker Ika Darmiati, menegaskan bahwa tidak pernah terjadi kekosongan total, melainkan hanya keterbatasan pada beberapa item obat tertentu.

Dalam situasi tersebut, pihak rumah sakit tetap memberikan solusi dengan menyediakan obat alternatif yang memiliki fungsi serupa.

“Misalnya untuk beberapa jenis obat seperti insulin tertentu atau pengencer darah, jika stok utama terbatas, kami siapkan alternatif lain dengan khasiat yang sama,” jelas Ika.

Ia juga menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah kunjungan pasien, terutama di Poli Jantung yang mulai beroperasi awal tahun ini, telah diantisipasi dengan koordinasi intensif bersama dokter spesialis.

“Kami sudah meminta daftar kebutuhan obat dari dokter spesialis jantung, dan saat ini kebutuhan tersebut sudah terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, tenaga medis di lini depan pelayanan, dr. Yanti Trisnawati, Sp.PD dan dr. Yulidar, memastikan bahwa koordinasi antara dokter dan pihak farmasi terus dilakukan untuk menjamin pasien tetap mendapatkan penanganan optimal.“Jika terjadi kekosongan pada obat tertentu, kami segera mencari alternatif dengan fungsi yang sama. Biasanya jedanya sangat singkat,” ujar dr. Yanti.

Namun, dalam kondisi tertentu di mana obat yang dibutuhkan benar-benar tidak tersedia dan bersifat mendesak, pihak rumah sakit akan merujuk pasien ke rumah sakit lain, seperti RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.“Kami pastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan terbaik, termasuk melalui rujukan jika diperlukan,” pungkasnya. (ril)

Bangun Soliditas Pasca Ramadhan, PDAM Tirta Mountala Siap Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan halal bihalal yang digelar bersama seluruh karyawan dan keluarga besar PDAM Tirta Mountala, Kamis (26/3/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram), Wakil Bupati H. Syukri A Jalil, para Asisten Bupati, Staf Ahli, jajaran direksi PDAM Tirta Mountala, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Aceh Besar.Plt Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir.

Yusmadi MM, menyampaikan, kegiatan halal bihalal ini menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai dan manajemen, setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

“Melalui momentum ini, kita saling memaafkan dan memperkuat hubungan persaudaraan antara seluruh jajaran PDAM Tirta Mountala. Ini menjadi langkah awal untuk membangun semangat baru dalam bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu menjadi energi positif dalam meningkatkan kinerja serta mendorong pelayanan air bersih yang semakin optimal kepada masyarakat Aceh Besar.

“Halal bihalal ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” jelas Yusmadi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas dan kerja sama tim dalam mendukung keberhasilan PDAM Tirta Mountala sebagai penyedia layanan air bersih yang andal dan profesional.

“Kebersamaan dan integritas adalah kunci. Dengan dukungan seluruh karyawan dan pelanggan, kita optimistis PDAM Tirta Mountala akan terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran PDAM Tirta Mountala semakin solid, profesional, dan berkomitmen dalam memberikan layanan prima, sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor. (**)

Pukul Bedug, Kadis PMG Aceh Besar Resmikan Bazar Ramadhan dan Launching Meunasah Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pukul bedug menjadi penanda dimulainya Bazar Ramadhan serba seribu sekaligus launching pemakaian meunasah Gampong Leu Ue yang telah direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan pita, serta kunjungan ke lapak pedagang takjil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Darul Imarah Hasrul Fuadi, SE, D
Kepala cabang PDAM Tirta Mountala Darul Imarah, Imuem Mukim Daroy Burhanuddin, perangkat gampong, masyarakat Gampong Leu Ue, serta mahasiswa KKN Abulyatama.

Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan bazar Ramadhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Gampong Leu Ue. Bazar serba seribu ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh atau pilot project bagi gampong lain di Aceh Besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

“Dengan adanya bazar ini, tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Kita harapkan ini bisa ditiru oleh daerah lain,” tambahnya.

Penggagas kegiatan tersebut, Irwan Efendi Lubis, turut menyampaikan bahwa inisiatif Bazar Ramadhan dan program takjil murah lahir dari keinginannya untuk membantu masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di gampong selama bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum berbagi. Saya berharap melalui bazar ini masyarakat bisa saling membantu, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan takjil dengan harga terjangkau,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, melalui inisiatifnya disediakan 200 paket takjil setiap hari selama Ramadhan. Paket takjil yang biasanya dijual Rp 5.000 dapat dibeli masyarakat hanya Rp 1.000. Program ini berlangsung selama 30 hari dengan total donasi sekitar Rp 30 juta.

Tidak hanya itu, Irwan yang merupakan purnabakti Bank Indonesia juga turut mendonasikan dana sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi Meunasah Gampong Leu Ue.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, mengungkapkan bahwa bazar tersebut berawal dari gagasan salah satu tokoh masyarakat yang ingin menghadirkan takjil serba seribu bagi warga. Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Awalnya hanya ide sederhana menyediakan takjil murah, namun berkat dukungan semua pihak, termasuk BUMG, kini bisa terlaksana dengan lebih baik,” jelas Yusri.

Selain peresmian bazar dan meunasah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan 100 sak semen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada Gampong Leu Ue. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMG Aceh Besar.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, menyerahkan 100 sak semen secara simbolis kepada Imuem Meunasah Gampong Leu Ue di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, berbelanja secara simbolis saat peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memukul bedug tanda dimulainya Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Pukul Bedug, Kadis PMG Aceh Besar Resmikan Bazar Ramadhan dan Launching Meunasah Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pukul bedug menjadi penanda dimulainya Bazar Ramadhan serba seribu sekaligus launching pemakaian meunasah Gampong Leu Ue yang telah direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan pita, serta kunjungan ke lapak pedagang takjil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Darul Imarah Hasrul Fuadi, SE, D
Kepala cabang PDAM Tirta Mountala Darul Imarah, Imuem Mukim Daroy Burhanuddin, perangkat gampong, masyarakat Gampong Leu Ue, serta mahasiswa KKN Abulyatama.

Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan bazar Ramadhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Gampong Leu Ue. Bazar serba seribu ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh atau pilot project bagi gampong lain di Aceh Besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

“Dengan adanya bazar ini, tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Kita harapkan ini bisa ditiru oleh daerah lain,” tambahnya.

Penggagas kegiatan tersebut, Irwan Efendi Lubis, turut menyampaikan bahwa inisiatif Bazar Ramadhan dan program takjil murah lahir dari keinginannya untuk membantu masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di gampong selama bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum berbagi. Saya berharap melalui bazar ini masyarakat bisa saling membantu, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan takjil dengan harga terjangkau,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, melalui inisiatifnya disediakan 200 paket takjil setiap hari selama Ramadhan. Paket takjil yang biasanya dijual Rp 5.000 dapat dibeli masyarakat hanya Rp 1.000. Program ini berlangsung selama 30 hari dengan total donasi sekitar Rp 30 juta.

Tidak hanya itu, Irwan yang merupakan purnabakti Bank Indonesia juga turut mendonasikan dana sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi Meunasah Gampong Leu Ue.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, mengungkapkan bahwa bazar tersebut berawal dari gagasan salah satu tokoh masyarakat yang ingin menghadirkan takjil serba seribu bagi warga. Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Awalnya hanya ide sederhana menyediakan takjil murah, namun berkat dukungan semua pihak, termasuk BUMG, kini bisa terlaksana dengan lebih baik,” jelas Yusri.

Selain peresmian bazar dan meunasah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan 100 sak semen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada Gampong Leu Ue. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMG Aceh Besar.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, menyerahkan 100 sak semen secara simbolis kepada Imuem Meunasah Gampong Leu Ue di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, berbelanja secara simbolis saat peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memukul bedug tanda dimulainya Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR