Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Kebakaran Hutan di Lembah Seulawah

Aceh Besar ( Inforakyataceh ) Personel Brimob Polda Aceh dari Kompi 2 Batalyon A Pelopor bergerak cepat merespons terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan penanganan kebakaran dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 2 Batalyon A Pelopor, AKP Heri Juniardi, S.E., bersama puluhan personel Brimob yang diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman serta mencegah meluasnya api.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pengerahan personel merupakan bentuk quick response Polda Aceh dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.”Puluhan personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan quick response penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Joko.

Dalam pelaksanaannya, Brimob Polda Aceh juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Besar serta didukung satu unit mobil pemadam kebakaran guna mempercepat proses pemadaman api.

Kegiatan pemadaman tersebut berlangsung mulai pukul 15.10 WIB hingga selesai. Sinergi lintas instansi juga diharapkan mampu mengendalikan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Polda Aceh mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena melanggar aturan hukum serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif, pungkas Joko.

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Tinjau Proses Seleksi JPT

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Aceh Besar hari ini Rabu (29/7/2026) berakhir, setelah dibuka sejak 11 Juni 2026.Guna melihat dari dekat proses rekrutman atau seleksi calon Pimpinan Organisai Perangkat Daerah (OPD) Aceh Besar ini, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dan Drs. H. Syukri A. Jalil melakukan peninjauan langsung ke lokasi seleksi.

Pada kunjungan ini Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar menyaksikan tahapan presentasi dan wawancara pada hari terakhir seleksi terbuka JPT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tahun 2026, berlangsung Di Ruang Rapat PDAM Tirta Mountala, Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (29/7/2026).

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan, maksud peninjauan ini ingin melihat dari dekat model atau proses seleksi JPT ini.”Alhamdulillah hari ini kami dengan Wakil Bupati Aceh Besar Bapak Drs. H. Syukri A. Jalil dapat mengunjungi proses terakhir dari rekrutmen atau seleksi JPT untuk usulan kepala dinas.

Kehadiran kami ingin melihat langsung proses ini, kami ingin lihat modelnya bagaimana?. Jadi kami lihat sudah sangat bagus, adanya keterbukaan antar peserta dengan Tim Pansel”, ujar Bupati yang akrab disapa Syech Muharram.

Menurut Syech Muharram, seleksi ini untuk melahirkan pimpinan OPD Aceh Besar yang betul-betul memiliki keahliannya. “Jadi seleksi ini sengaja kami laksanakan, kami ingin betul-betul lahir pimpinan-pimpinan OPD yang memang betul-betul ahlinya”, ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan Tm Panitia Seleksi banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) Aceh Besar yang tampil, memiliki visi misi dan antusias untuk mengikuti rekrutman ini.”Jadi dengan pelaksaan seleksi ini, kami perlu melihat bakat dari para ASN di Aceh Besar yang sudah banyak tampil dan memiliki syarat. Menurut laporan panitia atau Tim Panitia Pelaksana banyak yang punya visi misi dan antusias menjadi kepala dinas”, ujarnya.

Menurut Bupati, JPT ini sudah dibuka sejak 11 Juni 2026 dan setelah dua kali perpanjangan ditutup pada 9 Juli 2026.”Dari 12 dinas yang kita buka, 2 dinas yang belum mencukupi syarat, karena pesertanya hanya tiga orang, jadi masih kurang.

Jadi pesertanya minimal harus empat calon baru bisa diuji kopetensinnya atau diseleksi. Sepuluh dinas yang sudah selesai seleksi, yaituDinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Arsip, Sekretaris Dewan, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan/Perikanan dan Badan Kesbangpol”, tuturnya.

Syech Muharram berharap dati sepuluh dinas yang sudah selesai seleksi dapat segera diusulkan ke BKN dan selanjutnya dapat dilantik menjadi kepala OPD definitif.”Mudah mudahan dalam waktu dekat Tim Pansel sudah dapat menyimpulkan dan menyerahkan kepada Bupati dan kami akan bermuyawarah dengan Wakil Bupati, kemudian pihaknya akan mengusulkan ke BKN.Insya Allah kita berharap minggu depan dapat kita lantik.

Sekarang banyak dinas dinas di Aceh Besar yang belum definitif. Kita berharap nantinya mereka dapat bekerja dengan stafnya untuk mengasilkan layanan terbaik untuk masyarakat”, pungkasnya.(**)

Dinas Pertanian Aceh Besar Targetkan Vaksinasi PMK untuk 50 Ekor Sapi di Ingin Jaya

KOTA JANTHO (Inforakyataceh) Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus menggencarkan upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan melaksanakan vaksinasi terhadap ternak sapi di Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (28/7/2026).

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 50 ekor sapi ditargetkan menerima vaksin PMK disertai pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.

Kegiatan vaksinasi melibatkan petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Koordinator Puskeswan Bukloh, mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (USK), serta mendapat dukungan dari para peternak di wilayah Kecamatan Ingin Jaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar STP melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Uzir SPt MSi mengatakan, target vaksinasi kali ini memang tidak terlalu banyak, namun diharapkan seluruh sasaran dapat tercapai sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran PMK di Aceh Besar.

“Kami bersama Koordinator Puskeswan Kecamatan Ingin Jaya melaksanakan vaksinasi PMK dengan melibatkan mahasiswa koas Universitas Syiah Kuala. Target vaksinasi sekitar 50 ekor sapi dan kami berharap seluruh target tersebut dapat tercapai,” ujar Uzir.

Selain vaksinasi, petugas juga memberikan vitamin kepada ternak sebagai langkah menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas sapi. Program tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap sesuai ketersediaan sumber daya yang dimiliki Dinas Pertanian Aceh Besar.

Uzir turut mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan, aparatur gampong, peternak, dan mahasiswa koas yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi PMK sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.

DLH Aceh Besar Awasi Kepatuhan Lingkungan RSUD Aceh Besar- Perkuat Implementasi Permen LH Nomor 6 Tahun 2026

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar melakukan pengawasan langsung terhadap kepatuhan lingkungan di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Aceh Besar, Kecamatan Indrapuri, Selasa (28/7/2026).

Pengawasan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kelengkapan administrasi lingkungan serta kesiapan infrastruktur pengelolaan lingkungan guna mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi awal Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengawasan dan Sanksi Administratif di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Melalui pengawasan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat kepatuhan pelaku usaha dan kegiatan terhadap ketentuan lingkungan hidup, memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan pengawasan, serta mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui mekanisme pengawasan yang lebih efektif.

Regulasi ini juga memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengawasan lingkungan.Kepala DLH Kabupaten Aceh Besar Muwardi SH mengatakan pengawasan ini menjadi langkah awal yang dilakukan pihaknya setelah terbitnya Permen LH Nomor 6 Tahun 2026.

Selain melakukan pemeriksaan, tim gabungan juga memberikan sosialisasii kepada pihak rumah sakit mengenai kewajiban dan standar kepatuhan di bidang lingkungan hidup.“Hari ini kami melakukan pengawasan terhadap kelengkapan dokumen lingkungan sekaligus memberikan sosialisasi mengenai implementasi Permen LH Nomor 6 Tahun 2026.

Ini merupakan langkah awal DLHK Aceh Besar dalam memastikan setiap pelaku usaha dan fasilitas pelayanan publik memahami serta memenuhi ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Muwardi.

Ia menjelaskan, adapun aspek pengawasan meliputi implementasi dokumen lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), maupun Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). Selain itu, tim juga memeriksa pengendalian pencemaran air, udara, kualitas udara ambien, serta pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun limbah padat.

Muwardi menambahkan, apabila dari hasil pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, pemerintah dapat memberikan sanksi administratif secara bertahap sesuai tingkat pelanggaran.“Sanksi yang dapat diberikan mulai dari teguran administratif, paksaan pemerintah, denda administratif, pembekuan perizinan, hingga pencabutan izin apabila pelanggaran tidak ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Anggota DPRK Aceh Besar Maulana Akbar yang turut meninjau pelaksanaan pengawasan tersebut menyatakan dukungannya terhadap langkah DLHK dalam memastikan seluruh fasilitas pelayanan publik mematuhi aturan lingkungan hidup.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan yang aman sekaligus melindungi masyarakat dan kelestarian lingkungan.“Kami mendukung penuh pengawasan yang dilakukan DLHK Aceh Besar, tentunya, Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan lingkungan yang baik. Pengawasan seperti ini penting agar pelayanan kesehatan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Maulana Akbar.

Sementara itu, Penanggung Jawab Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Aceh Besar, Meiti Susanti, yang mewakili Direktur RSUD Aceh Besar dr. Bunaiya Putra, MKM, menyampaikan pihak rumah sakit terus melakukan berbagai pembenahan dalam pengelolaan lingkungan.

Sejumlah catatan yang sebelumnya menjadi perhatian telah ditindaklanjuti sebagai bentuk komitmen meningkatkan standar pengelolaan lingkungan di rumah sakit.“RSUD Aceh Besar berkomitmen terus melakukn perbaikan terhadap seluruh aspek pengelolaan lingkungan.

Sejumlah pembenahan telah kami selesaikan dan sisanya akan terus kami tindak lanjuti agar seluruh pengelolaan limbah maupun sarana pendukung memenuhi ketentuan yang berlaku. Kami menyambut baik pengawasan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang ramah lingkungan,” ujar Meiti.

Melalui pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap seluruh pelaku usaha maupun institusi pelayanan publik semakin meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan sehingga mampu meminimalkan risiko pencemaran serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.(**)

Ketua DPRK Aceh Besar Dorong Revisi Qanun Mukim untuk Perkuat Kewenangan Adat dan Penjagaan Alam

ACEH BESAR (Inforakyataceh) Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mucthi, A.Md., mendorong percepatan revisi Qanun Mukim sebagai langkah memperkuat peran Imum Mukim, Pawang Glee, dan Petua Sambinoe dalam menjaga adat, mengelola wilayah, serta melestarikan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Mucthi usai menghadiri audiensi dan konferensi pers bertajuk “Meuseuraya Rimba Aceh Lhee Sagoe” Pra Duek Pakat Pawang Glee, Petua Sambinoe, dan Imum Mukim Aceh Besar yang digelar Yayasan Suluh Lingkar Seulawah di Aula Kantor Camat Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk menampung berbagai aspirasi dan keresahan masyarakat yang disampaikan oleh para pemangku adat.”Banyak hal yang kita bicarakan dan masukan dari Imum Mukim, Pawang Glee, dan Petua Sambinoe terkait keresahan masyarakat. Karena itu perlu beberapa regulasi yang kita perbuat. Salah satunya adalah regulasi Qanun Mukim,” ujar Mucthi.

Ia menegaskan, revisi qanun nantinya harus memuat secara jelas tugas, fungsi, dan kewenangan Imum Mukim, Pawang Glee, serta Petua Sambinoe agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat.Mucthi juga meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (BPMG) mempercepat proses perubahan Qanun Mukim.

Menurutnya, Aceh juga perlu memperoleh kewenangan yang lebih luas dari pemerintah pusat dalam urusan kemukiman.”Ini seperti nagari yang ada di Pasaman. Kewenangannya harus mutlak diberikan, tidak setengah-setengah. Karena fungsi mukim ini tidak bisa diutak-atik,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek regulasi, Mucthi menjelaskan bahwa batas wilayah alam merupakan bagian dari kewenangan kemukiman. Karena itu, persoalan batas wilayah yang melibatkan masyarakat perlu segera diselesaikan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama Imum Mukim, Pawang Glee, dan Petua Sambinoe untuk menjaga kelestarian lingkungan.”Siapa lagi yang menjaga alam kita kalau bukan kita. Prioritas Pawang Glee adalah menjaga alam agar tidak terjadi kerusakan yang tidak kita inginkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mucthi turut menyinggung persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami Aceh sehingga diperlukan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah, DPR, dan masyarakat.Ia berharap upaya mitigasi segera dilakukan, termasuk mempercepat realisasi penyediaan titik air seperti SPAM dari Leupung.

Tak hanya itu, Mucthi juga menyoroti persoalan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di kawasan Lembah Seulawah, tetapi juga di Indrapuri, Cot Glee, dan Krueng Raya.Menurutnya, berbagai persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama agar pengelolaan kawasan hutan, lingkungan, dan tata kelola kemukiman di Aceh Besar dapat berjalan lebih baik melalui dukungan regulasi yang kuat.

Pemkab Aceh Besar Sepakat Terus Perkuat Peran Lembaga Adat

kota Jantho ( Inforakyataceh ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Pembukaan Pra Duek Pakat Mukim, Pawang Glee, dan Sambinoe Aceh Besar yang berlangsung di Aula UDKP Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (25/72026). Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Kerja Sama, Abubakar, S.Ag, yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Abubakar menyampaikan bahwa Aceh memiliki kekhususan dan keistimewaan dalam penyelenggaraan kehidupan masyarakat melalui sistem adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.Karena itu, keberadaan mukim, pawang glee, dan sambinoe harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

Menurutnya, lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai penjaga tradisi dan budaya, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan ketertiban sosial, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui musyawarah dan mufakat.”Keberadaan lembaga adat merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan diberdayakan.

PeAbubakar Kabupaten Aceh Besar memandang bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang telah menjadi jati diri rakyat Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum Pra Duek Pakat tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dengan para pemangku adat dalam merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang mampu memperkuat peran mukim, pawang glee, dan sambinoe dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, serta penyelesaian persoalan sosial berbasis adat.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Suluh Lingkar Seulawah yang dipimpin Yulfan, SH., MH, dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat eksistensi adat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar Periode 2021–2026, Asnawi Zainun, SH, bersama para imeum mukim, pawang glee, sambinoe, tokoh adat, akademisi, perwakilan berbagai instansi terkait hingga unsur mahasiswa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai persoalan strategis di Kabupaten Aceh Besar.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama meliputi kebakaran hutan dan lahan, kerusakan lingkungan, status kawasan hutan lindung, aktivitas galian C, serta berbagai tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam.Melalui diskusi tersebut, para peserta yang hadir menyampaikan berbagai pandangan dan masukan sebagai bahan penyusunan rekomendasi yang akan dibahas lebih lanjut dalam Duek Pakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap rekomendasi yang dihasilkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan daerah yang tetap berpijak pada nilai-nilai adat dan budaya Aceh.(**)

BPBD Aceh Besar Edukasi 1.559 Pelajar Lewat MPLSPerkuat Kesiapsiagaan Bencana Sejak Usia Sekolah

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar berhasil mengedukasi sebanyak 1.559 peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, yang menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini melalui lingkungan sekolah, di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Kamis (23/7/2026).

Program edukasi tersebut telah dilaksanakan di berbagai sekolah, di antaranya SDN Capeung, SMPN 3 Ingin Jaya, SMPN 1 Kuta Baro, SMPN 2 Blang Bintang, SMAN Modal Bangsa, SMAN 1 Lhoknga, SMAN 1 Sukamakmur, SMAN 1 Lembah Seulawah, serta Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School Kota Jantho.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik dibekali berbagai materi, yakni tentang pengenalan berbagai ancaman bencana di wilayah Aceh Besar, upaya mitigasi, prosedur evakuasi, hingga langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi potensi bencana.

Bandara SIM Kenalkan Dunia Penerbangan Bagi Siswa TK Akadyasa

Aceh Besar ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Sultan Iskandar Muda memooerkenalkan dunia penerbangan bagi puluhan Siswa TK Akadyasa di Blang Bintang, Kamis (23/7/2026).

General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda Rahmat Adil Indrawan, mengatakan bahwa program Injourney Community Care yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa sekaligus momentum untuk mengenalkan dunia penerbangan sejak dini.”Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa keberhasilan masa depan bangsa ditentukan oleh apa yang kita lakukan untuk anak-anak hari ini.

Melalui program Injourney Community Care, Bandara Sultan Iskandar Muda ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal dunia penerbangan sejak dini dan menambah wawasan tentang berbagai profesi yang ada di bandara sehingga dapat memberikan inspirasi bagi masa depan mereka,” ujar Rahmat Adil Indrawan.

Keceriaan terlukis di wajah anak-anak saat mereka diajak berkeliling dan diperkenalkan dengan berbagai profesi yang ada di bandara. Dengan antusias, generasi penerus bangsa ini menyimak penjelasan yang diberikan dan menjawab pertanyaan seputar bandara.

Selain itu, anak-anak juga melakukan simulasi proses check-in hingga menunggu keberangkatan di ruang tunggu layaknya calon penumpang yang akan berangkat. “Kami berharap kegiatan yang dilakukan oleh siswa/siswi TK Ekadyasa di Bandara Sultan Iskandar Muda hari ini akan menjadi pengalaman serta inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi dan bercita-cita, sehingga kelak menjadi generasi yang dapat membawa Indonesia lebih maju,” pungkasnya.

Melalui Pembinaan Baitul Mal Gampong, Pemkab Aceh Besar Optimalkan Potensi Zakat untuk Pemberdayaan Umat

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat tata kelola zakat hingga ke tingkat gampong melalui pembinaan dan pengukuhan pengurus Baitul Mal Gampong se-Kabupaten Aceh Besar.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan potensi zakat agar dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat gampong.Kegiatan yang digelar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (22/7/2026), itu diikuti pengurus Baitul Mal Gampong dari berbagai kecamatan.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar Jakfar, SP, anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, jajaran Komisioner Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Besar, perwakilan Camat Ingin Jaya, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Mewakili Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar Rusdi, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan sekaligus menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan umat apabila dikelola melalui lembaga resmi dengan tata kelola yang baik.

Menurutnya, penguatan Baitul Mal Gampong menjadi langkah penting untuk memastikan penghimpunan dan pendistribusian zakat dapat menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.Rusdi berharap masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki nantinya semakin percaya menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Gampong.

Dengan begitu, distribusi zakat akan lebih merata dan mampu menjangkau mustahik yang belum tersentuh bantuan.”Selama ini masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya secara langsung kepada keluarga atau kerabat terdekat. Tentu hal itu tidak salah, namun terkadang masih ada masyarakat lain yang sebenarnya berhak menerima justru tidak tersentuh.

Melalui Baitul Mal Gampong, kita ingin memastikan zakat tersalurkan secara adil, tepat sasaran, dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, H. Azwir Anwar, S.E., mengatakan pembinaan dan pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong agar mampu menjalankan fungsi penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah secara profesional sesuai syariat Islam dan ketentuan yang berlaku.

Dalam laporannya, Azwir menyampaikan bahwa pengurus Baitul Mal Gampong merupakan ujung tombak pengelolaan zakat di tingkat desa.

Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan mampu membangun kepercayaan para muzaki.”Melalui kegiatan ini kami ingin menyamakan pemahaman seluruh pengurus Baitul Mal Gampong mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya.

Kami berharap pengurus yang dikukuhkan dapat bekerja secara amanah, profesional, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat agar potensi zakat di Aceh Besar dapat dihimpun secara optimal untuk pemberdayaan ekonomi umat,” kata Azwir.

Ia menambahkan, potensi zakat di Aceh Besar masih sangat besar dan perlu terus dioptimalkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, ulama, aparatur gampong, serta pengusaha dan masyarakat.

Dengan pengelolaan yang baik, zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga menjadi instrumen sosial-ekonomi yang mampu menekan kemiskinan, memperkuat kemandirian masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Melalui pembinaan dan pengukuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap seluruh Baitul Mal Gampong semakin aktif menjalankan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya.”Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Aceh Besar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendorong pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.(**)

Wabup Syukri Hadiri Pembukaan Danlanud Cup III 2026, Dukung Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola Aceh

KOTA JANTHO ( Inforakyataceh ) Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menghadiri pembukaan Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 yang berlangsung di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (16/7/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Aceh Besar pada kesempatan tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap upaya pembinaan olahraga sekaligus pengembangan potensi generasi muda melalui sepak bola.

Turnamen yang mengusung tema “Seulawah Dirgantara for Golden Generation” tersebut merupakan hasil kolaborasi Lanud Sultan Iskandar Muda bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar dalam menghadirkan kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif bagi para atlet muda.Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), mengatakan Danlanud Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi merupakan wujud nyata sinergi antara Lanud Sultan Iskandar Muda, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta seluruh insan sepak bola dalam membangun generasi muda yang berkualitas.

“Melalui Seulawah Dirgantara for Golden Generation, kami ingin menjadikan Lanud Sultan Iskandar Muda sebagai rumah kolaborasi, tempat lahirnya bibit-bibit atlet berbakat sekaligus ruang yang memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sepak bola mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, hingga semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Aceh yang unggul, berkarakter, sehat, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.

Suryo menambahkan, Lanud Sultan Iskandar Muda berkomitmen tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menyampaikan apresiasi kepada Lanud Sultan Iskandar Muda beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi penyelenggaraan Danlanud Cup III sebagai wadah pembinaan atlet muda di Aceh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengapresiasi terselenggaranya Danlanud Cup III. Turnamen seperti ini bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta membentuk karakter yang disiplin, sportif, dan bertanggung jawab melalui olahraga,” ujar Syukri.

Menurutnya, pembinaan olahraga usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan prestasi.”Kami berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Aceh Besar dan Aceh di tingkat nasional bahkan internasional. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas seperti Danlanud Cup ini,” katanya.

Syukri juga mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai ajang mempererat persaudaraan antarpemain dan antarklub, serta selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.”Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam olahraga. Yang terpenting adalah bermain dengan jujur, menghormati lawan, mematuhi aturan, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang menjadi atlet yang lebih baik,” pesannya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI AU, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, organisasi olahraga, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembinaan olahraga di Aceh Besar semakin maju dan mampu melahirkan generasi emas yang sehat, tangguh, dan berprestasi.Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Danlanud Cup III Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah.

Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Aceh yang mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola potensial sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memajukan dunia olahraga.Pembukaan Danlanud Cup III turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Besar, para kepala OPD, jajaran TNI-Polri, insan olahraga, panitia, sponsor, komunitas pecinta sepak bola, serta para peserta turnamen.(**)