Mengenal Sosok Ipda Hamnil, Danup Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Aceh Selatan

Tapaktuan ( Inforakyataceh ) Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Naga, Aceh Selatan, berlangsung khidmat, Senin, 17 Agustus 2026.

Di balik jalannya upacara yang tertib dan khidmat itu, terdapat sosok Komandan Upacara (Danup) yang mencuri perhatian karena memegang peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan sesuai rencana. Sosok tersebut adalah Ipda Hamnil, S.H., M.H., CPM.Dari informasi yang berhasil dihimpun redaksi, Ipda Hamnil saat ini menjabat sebagai Pamapta 2 SPKT Polres Aceh Selatan Polda Aceh.

Ia merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Brimob tahun 2006 dan mengawali kariernya di Satbrimobda Polda Aceh pada 2006 hingga 2013.Setelah beberapa tahun mengabdi di pasukan baret biru, perjalanan kariernya berlanjut di bidang lalu lintas. Pada 2013, ia dipercaya sebagai Bintara Umum SIBPKB Subditregident Ditlantas Polda Aceh.

Di bidang tersebut, Hamnil tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan pengembangan, antara lain pelatihan penerbitan BPKB dan STNK serta pendidikan pengembangan personel bidang kepemilikan kendaraan bermotor.Namun, yang sangat membanggakan, Ipda Hamnil juga merupakan satu-satunya personel di Polda Aceh yang dipercaya sebagai Tenaga Pendidik (Gadik) Korlantas Polri di bidang Registrasi dan Identifikasi (Regident).

Pengalaman di berbagai bidang kepolisian itu kemudian menjadi bekal bagi Hamnil untuk mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun 2025. Setelah lulus dengan nama resimen Citta Dharma Laksita (CDL), ia ditempatkan di Polres Aceh Selatan hingga kini.Perjalanan pengabdiannya juga dihiasi sejumlah penghargaan.

Hamnil tercatat menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2014 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2022. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Presiden pada 2016 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.Di luar pendidikan kepolisian, Ipda Hamnil juga memiliki latar belakang akademik yang cukup mentereng. Ia lulusan Sarjana Hukum Universitas Abulyatama, Banda Aceh, pada 2022.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Sumatera Utara dan menyelesaikannya pada 2025.Ia juga memiliki sertifikasi profesi Certified Professional Mediator (CPM), yang memperkuat kapasitasnya dalam membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, dan mencari jalan keluar melalui pendekatan mediasi.Perjalanan karier hingga dipercaya menjadi komandan upacara penurunan bendera merah putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di daerah kelahirannya menjadi bagian dari proses panjang pengabdian seorang anggota Polri.

Bagi Hamnil, setiap penugasan memiliki makna dan tanggung jawab tersendiri.Pria kelahiran Aceh Selatan, 17 April 1987, itu menilai penunjukan dirinya untuk memimpin upacara hari kemerdekaan di daerah kelahirannya bukan sekadar tugas kedinasan, tetapi juga sebuah kehormatan dan tanggung jawab moral untuk memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakatnya.“Menjadi Komandan Upacara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu kehormatan bagi saya, terlebih saya diberikan kepercayaan untuk memimpin upacara di daerah kelahiran saya,” ujar Hamnil usai upacara.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, termasuk dukungan dari Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadhliansah beserta seluruh jajaran. Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi motivasi untuk menjalankan setiap tugas dengan penuh disiplin, ketenangan, dan tanggung jawab.“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Polres, melainkan membawa kehormatan bagi Kabupaten Aceh Selatan.

Karena itu, sebagai putra daerah, saya telah berusaha memberikan yang terbaik dalam prosesi paling sakral pada peringatan Hari Kemerdekaan ini,” jawabnya singkat dan tegas.

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

Simeulue ( Inforakyataceh ) Personel Polres Simeulue bersama personel Pos SAR dan LSM Ecosistem Impact mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Pengibaran Bendera Merah Putih tersebut berlangsung di perairan Simeulue, tepatnya pada titik koordinat 2°32’02″N 96°23’11″E. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Teluk Dalam Ipda Wardika Saputra ini menjadi simbol nasionalisme sekaligus bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kennedy mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut bukan sekadar kegiatan untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia.”Ini merupakan wujud rasa nasionalisme sekaligus memperkuat simbol kedaulatan Indonesia sebagai bangsa maritim. Laut bukan hanya bagian dari wilayah negara, tetapi juga memiliki potensi besar yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” kata Hendry.

Selain itu, kata Hendry, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Program ASRI yang dicanangkan Presiden RI, dengan semangat membangun lingkungan yang bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan, sekaligus sebagai upaya menjaga ekosistem laut serta kelestarian terumbu karang.”Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut ini merupakan wujud dukungan terhadap Program ASRI Presiden RI, sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, baik di daratan maupun lautan,” tutupnya.

Kapolda Aceh Hadiri Secara Virtual Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Bireuen ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri secara virtual peresmian serentak Jembatan Merah Putih Presisi. Peresmian secara langsung dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Banten dan disaksikan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga turut meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa jembatan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari wujud nyata kontribusi Polri dalam mendukung konektivitas, mobilitas, serta pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Sebelumnya, kata Joko, Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang di Kecamatan Jeunieb dihubungkan dengan akses jembatan beton.

Namun, jembatan tersebut ambruk akibat diterjang banjir bandang pada akhir 2025 lalu.Pascaambruknya jembatan tersebut, akses kedua desa terputus total. Polri melalui Korps Brimob dan Brimob Polda Aceh kemudian membangun jembatan Bailey sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter agar mobilitas dan aktivitas transportasi masyarakat di kedua desa kembali lancar.

Joko menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan akses dan konektivitas antar wilayah atau desa.”Peresmian jembatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung peningkatan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat. Semoga kehadiran Jembatan Merah Putih ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menunjang aktivitas perekonomian di Bireuen,” demikian, ujar Joko.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Aceh turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat kurang mampu serta pelayanan kesehatan gratis oleh Biddokkes Polda Aceh bersama Dokkes Polres Bireuen.Selain itu, Kapolda Aceh juga sempat mengunjungi SDN 8 Jeunieb yang tidak jauh dari lokasi peresmian jembatan.

Ia menyerahkan bantuan kepada siswa berupa buku dan alat tulis.Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Jeunib itu turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh dan Kabupaten Bireuen, pejabat utama Polda Aceh, Kapolres Bireuen, jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Polda Aceh Gelar Lomba Memasak Nasi Goreng dan Aneka Minuman

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Aceh menggelar lomba memasak bertajuk “Dirgahayu Republik Indonesia, Lomba Memasak Polda Aceh: Nasi Goreng dan Aneka Minuman Hari Kemerdekaan” di Meuligoe Tribrata Polda Aceh, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., serta dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., Irwasda Polda Aceh, para Pejabat Utama (PJU), dan personel dari 26 satuan kerja (Satker) di lingkungan Polda Aceh.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa lomba memasak merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan, meningkatkan kekompakan, serta memperkuat soliditas antarpersonel melalui suasana yang penuh semangat dan kreativitas.”Lomba ini mengusung tema Dirgahayu Republik Indonesia, Lomba Memasak Polda Aceh: Nasi Goreng dan Aneka Minuman Hari Kemerdekaan. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, kreativitas, serta partisipasi aktif seluruh personel dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Joko.

Dalam perlombaan tersebut, masing-masing tim diberikan waktu selama 40 menit untuk menyiapkan menu nasi goreng beserta aneka minuman. Hasil masakan kemudian dinilai berdasarkan lima kategori, yakni penampilan dan penyajian, kreativitas dan inovasi, kebersihan dan kerapian, kerja sama serta kekompakan tim, dan dekorasi meja.

Proses penilaian dilakukan oleh Chef Endar dari Indonesia Chef Association (ICA) bersama Kapolda Aceh, Wakapolda Aceh, dan Irwasda Polda Aceh yang turut bertindak sebagai tim penilai.Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Biro SDM berhasil meraih Juara I dengan nilai 547. Posisi Juara II diraih Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh dengan nilai 535, disusul Biro Operasi (Biro Ops) sebagai Juara III dengan nilai 528. Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) meraih Juara Harapan I dengan nilai 523 dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) memperoleh Juara Harapan II dengan nilai 520.

Selain perlombaan memasak, kegiatan juga dimeriahkan dengan hiburan musik dan penampilan sejumlah lagu yang menghibur peserta maupun tamu undangan. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga selesai.

Kabid Humas menambahkan, melalui kegiatan tersebut Polda Aceh berharap semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara bendera, tetapi juga melalui berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kekompakan, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara seluruh personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Kapolda Aceh Silaturahmi dengan Ketua DPRA, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas dan Dukung Pembangunan Daerah

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, di Ruang Kerja Ketua DPRA, Banda Aceh, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara Polda Aceh dengan DPRA dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mendukung pembangunan di Provinsi Aceh.Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Irwasda Polda Aceh, Dirintelkam Polda Aceh, Dirreskrimum Polda Aceh, dan Dirreskrimsus Polda Aceh.

Kedatangan Kapolda Aceh disambut langsung oleh Ketua DPRA Zulfadhli yang didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III DPRA. Turut hadir Sekretaris DPR Aceh, Sekretaris Komisi IV DPRA, Ketua Fraksi Partai NasDem, Ketua Fraksi Partai Golkar, Ketua Fraksi PKB, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Ketua Fraksi Gerindra–PKS, serta Ketua Fraksi PPP–PAS Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh untuk terus membangun komunikasi yang baik dan memperkuat hubungan kelembagaan dengan seluruh pemangku kepentingan di Aceh.”Pertemuan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kolaborasi antara Polda Aceh dan DPRA dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Aceh,” ujar Joko.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara kepolisian dan lembaga legislatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah, sekaligus menjaga iklim yang aman bagi masyarakat maupun dunia usaha.”Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin baik, diharapkan Polda Aceh dan DPRA dapat terus bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan, menjaga stabilitas Kamtibmas, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan demi Aceh yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Joko.

Polda Aceh PTDH Anggota Polres Aceh Selatan yang Terlibat Dugaan Perampokan Toko Emas

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Polda Aceh menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Briptu MZ, Polres Aceh Selatan, setelah Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menyatakan yang bersangkutan melakukan perbuatan tercela dalam sidang etik yang digelar di Ruang Sidang Bidpropam Polda Aceh, Selasa (28/7/2026).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan putusan tersebut dibacakan pada Selasa (28/7/2026), setelah melalui rangkaian persidangan yang dimulai sejak Jumat (24/7/2026) dengan agenda pembacaan persangkaan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan terduga pelanggar, dan pemeriksaan barang bukti. Persidangan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan pada Senin (27/7/2026).

Sidang Komisi Kode Etik Polri dipimpin oleh Kabidpropam Polda Aceh Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K. selaku Ketua Komisi, didampingi Kasubbidwabprof Bidpropam Polda Aceh AKBP Warosidi, S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua Komisi, dan Wakapolres Aceh Selatan Kompol M. Jafaruddin, S.E., M.A.P. sebagai anggota komisi.

Bertindak sebagai penuntut adalah AKP Andri, S.H., M.H. dan Ipda Khairurrazi, S.E., sedangkan pendamping terduga pelanggar adalah Bripka Fadli Yansyah, M.H. dari Bidkum Polda Aceh, serta sekretaris sidang AKP Azhari, S.H., M.H.Joko menjelaskan, Briptu MZ. disidangkan karena diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (perampokan) terhadap Toko Emas Amin Setia di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada Sabtu (18/7/2026), dengan menggunakan senjata api organik Polri.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, barang bukti, serta pengakuan tersangka, penyidik menetapkan Briptu MZ. sebagai tersangka. Saat ini proses penyidikan pidananya ditangani oleh Ditreskrimum Polda Aceh.Dalam sidang etik, perbuatan tersebut dinilai melanggar Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf b dan huruf l serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Atas dasar itu, Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi etik berupa pernyataan bahwa pelanggar telah melakukan perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Terhadap putusan tersebut, Briptu MZ. menyatakan menerima dan tidak mengajukan banding.Menurut Joko, dalam pertimbangan putusan, komisi menilai perbuatan pelanggar dilakukan secara sengaja, sadar, dan terencana.

Selain itu, tindakan tersebut telah mencoreng nama baik, kehormatan, dan martabat institusi Polri, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesionalitas dan integritas Polri, serta menimbulkan kerugian materiil bagi korban dan keresahan di tengah masyarakat.”Pemberian sanksi PTDH merupakan bentuk komitmen Polda Aceh dalam menegakkan disiplin dan Kode Etik Profesi Polri. Setiap anggota yang melakukan pelanggaran berat akan diproses secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu,” kata Joko.

Ia menegaskan, penegakan kode etik dan proses pidana berjalan secara paralel. Polda Aceh memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak-hak para pihak.”Polda Aceh tidak akan mentoleransi setiap bentuk pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh anggota. Penegakan hukum yang tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tutup Kabid Humas.

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Bireuen ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, melalui Kabid Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat atas nama Pratu Galuh Nugraha saat membantu polisi menghadang bandar narkoba di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu, 25 Juli 2026.”Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha.

Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi—Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Joko dalam keterangannya, di Mapolres Bireuen, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari operasi penangkapan terhadap empat terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil. Dari operasi itu, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob berhasil diamankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Dalam proses pengejaran, kata Kapolda, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru rekoset mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit, yang belakangan diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI.”Saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil.

Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob telah berhasil kami amankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran. Dalam proses pengejaran, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku.

Peluru rekoset kemudian mengenai seorang warga yang turut membantu penangkapan, yang kemudian diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Joko mengatakan, sejak kejadian, Kapolda Aceh telah berkoordinasi secara intensif dengan Pangdam IM beserta jajarannya, Danpuspomad serta Danpomdam IM.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal, memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi. “Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” ucapnya.

Joko juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.”Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara,” harapnya.

Kapolda Aceh Kunjungi Stan Bhayangkari Daerah Aceh di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Jakarta ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., mengunjungi Stan Bhayangkari Daerah Aceh yang berpartisipasi dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Kunjungan Kapolda Aceh disambut langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Sari Ruddi Setiawan yang didampingi sejumlah pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan, kehadiran Kapolda Aceh merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada Bhayangkari Daerah Aceh yang turut mempromosikan produk-produk unggulan UMKM serta kekayaan budaya Tanah Rencong di ajang berskala nasional tersebut.”Bapak Kapolda hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada Bhayangkari Daerah Aceh yang ikut ambil bagian dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, bazar tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta dimeriahkan dengan beragam agenda, seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra Nusantara, demo memasak, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, pada Rabu (22/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Stan Bhayangkari Daerah Aceh menampilkan beragam produk unggulan dan kekayaan budaya Aceh, di antaranya busana adat Aceh, kopi khas Aceh, emping, aneka kuliner tradisional, serta berbagai produk UMKM lainnya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Melalui keikutsertaan dalam ajang ini, Bhayangkari Daerah Aceh diharapkan dapat semakin memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendukung pengembangan UMKM Aceh agar semakin dikenal di tingkat nasional.

Kapolda Aceh Tinjau Jembatan Darurat yang Viral di Aceh Barat, Polda Siapkan Jembatan Gantung Demi Keselamatan Anak Sekolah

Aceh Barat ( Info rakyat Aceh ) Menindaklanjuti arahan Kapolri terkait jembatan darurat yang viral karena membahayakan keselamatan anak-anak sekolah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., yang diwakili Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., meninjau langsung kondisi jembatan tali baja darurat di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (23/7/2026).

Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses yang digunakan masyarakat, para guru, dan anak-anak sekolah karena jembatan yang lama sudah rusak akibat bencana.banjir bandang atau hedrometeorologi Kondisinya yang memprihatinkan sempat menjadi perhatian luas di media karena dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pengguna, khususnya para pelajar.

Dalam peninjauan tersebut, Irwasda Polda Aceh didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Kapolres Aceh Barat, Dandim, Camat Pante Ceureumen, Kepala Dinas Pendidikan, keuchik, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat melalui tarian Ranup Lampuan yang dilanjutkan dengan prosesi peusijuek sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat.

Selain meninjau kondisi jembatan, Kapolda Aceh yang diwakili Irwasda Polda Aceh juga menyalurkan bantuan sosial berupa tas, alat tulis dan perlengkapan sekolah, kepada siswa sekolah dasar, para guru dan tenaga pendidik, serta bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga, terutama anak-anak yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan untuk menuju sekolah.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Iskandar ZA menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan pelaksanaan perintah Kapolda Aceh sebagai tindak lanjut arahan Kapolri untuk memastikan secara langsung kondisi jembatan yang digunakan masyarakat.”Atas perintah Bapak Kapolda Aceh sebagai tindak lanjut arahan Bapak Kapolri, kami hadir langsung melihat kondisi jembatan ini.

Kami prihatin karena anak-anak sekolah setiap hari harus menggunakan fasilitas yang sangat berbahaya untuk menuju sekolah. Hari ini kami juga melaksanakan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan kepada para siswa, guru, dan masyarakat yang terdampak,” ujar Iskandar.

Ia menegaskan, Polda Aceh akan segera membangun jembatan gantung berbahan tali sling yang lebih kuat dan aman sebagai solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan oleh instansi terkait.”Jembatan yang ada saat ini sudah tidak layak dan memiliki risiko tinggi. Karena itu, Polri akan membangun jembatan gantung yang lebih aman agar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” tambahnya.

Rencana pembangunan jembatan gantung tersebut disambut antusias dan diapresiasi oleh masyarakat Desa Sikundo. Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, warga menyerahkan hasil bumi berupa pisang, pinang, dan ikan kerling kepada rombongan Polda Aceh.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Aceh untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga. Langkah cepat pembangunan jembatan gantung diharapkan mampu menjamin keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam memperoleh akses pendidikan yang aman dan layak.

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Pidie ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Gampong Blang Lheun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (6/6/2026), dalam rangka silaturahmi sekaligus meninjau lahan pertanian yang akan digunakan untuk program penanaman jagung seluas 40 hektare.‎

Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriana Imhar, S.I.K., M.H., Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polres Pidie, unsur penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan para petani di Kemukiman Teungue. ‎Setibanya di lokasi Kapolda Aceh bersama rombongan mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan laporan situasi oleh Kapolres Pidie.

Selanjutnya, Kapolda Aceh menggelar tatap muka dan berdialog langsung dengan para petani serta masyarakat yang akan mengelola lahan jagung melalui program yang digagas Petani Muda Milenial Aceh bekerja sama dengan Polda Aceh.‎Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan bantuan berupa 10 unit sumur bor kepada masyarakat Kemukiman Teungu.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Keuchik Gampong Blang Lheun,Kecamatan Simpang Tiga.Kabupaten Pidie.Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.‎‎

Menurutnya, sinergi antara Kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting dalam mendorong produktivitas pertanian. Sebutnya. ‎‎Usai kegiatan silaturahmi, Kapolda Aceh bersama rombongan meninjau langsung lahan yang sedang dipersiapkan untuk penanaman jagung.

Dalam peninjauan itu, Kapolda juga meninjau kebutuhan sarana pendukung pertanian, termasuk rencana fasilitasi jaringan listrik ke kawasan lahan pertanian guna mendukung kegiatan budidaya jagung.‎‎Kapolda Aceh beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Banda Aceh. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan lancar.

‎Program penanaman jagung seluas 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangann nasional sekaligus meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Pidie.