Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Pidie ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Gampong Blang Lheun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (6/6/2026), dalam rangka silaturahmi sekaligus meninjau lahan pertanian yang akan digunakan untuk program penanaman jagung seluas 40 hektare.‎

Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriana Imhar, S.I.K., M.H., Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polres Pidie, unsur penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan para petani di Kemukiman Teungue. ‎Setibanya di lokasi Kapolda Aceh bersama rombongan mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan laporan situasi oleh Kapolres Pidie.

Selanjutnya, Kapolda Aceh menggelar tatap muka dan berdialog langsung dengan para petani serta masyarakat yang akan mengelola lahan jagung melalui program yang digagas Petani Muda Milenial Aceh bekerja sama dengan Polda Aceh.‎Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan bantuan berupa 10 unit sumur bor kepada masyarakat Kemukiman Teungu.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Keuchik Gampong Blang Lheun,Kecamatan Simpang Tiga.Kabupaten Pidie.Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.‎‎

Menurutnya, sinergi antara Kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting dalam mendorong produktivitas pertanian. Sebutnya. ‎‎Usai kegiatan silaturahmi, Kapolda Aceh bersama rombongan meninjau langsung lahan yang sedang dipersiapkan untuk penanaman jagung.

Dalam peninjauan itu, Kapolda juga meninjau kebutuhan sarana pendukung pertanian, termasuk rencana fasilitasi jaringan listrik ke kawasan lahan pertanian guna mendukung kegiatan budidaya jagung.‎‎Kapolda Aceh beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Banda Aceh. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan lancar.

‎Program penanaman jagung seluas 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangann nasional sekaligus meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Pidie.

Kapolda Aceh Turun Langsung Musnahkan Ladang Ganja di Lampanah

Jantho ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, turun langsung memimpin pemusnahan ladang ganja hasil temuan Ditresnarkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Besar dalam rangka Operasi Antik Seulawah-2026.

Pemusnahan tersebut dilakukan di Desa Lampanah, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 29 April 2026.

“Alhamdulillah, hari ini dalam rangka Operasi Antik Seulawah 2026, Ditresnarkoba Polda Aceh bersama gabungan TNI, pemerintah daerah, petani muda milenial Aceh, dan Bhayangkari melaksanakan operasi ladang ganja.

Dalam operasi ini, kami menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa titik dengan taksiran hasil panen mencapai 50 ton.

Namun, yang dimusnahkan di Lampanah, Aceh Besar, hari ini seluas tiga hektare,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai pemusnahan.Dalam kegiatan tersebut, Marzuki sengaja melibatkan petani muda milenial Aceh sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mengganti tanaman ganja dengan komoditas produktif, seperti kopi, sayur-mayur, dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan semua pihak agar upaya tersebut berhasil, sehingga masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan di pedalaman untuk menanam ganja dapat beralih ke sektor pertanian yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Irjen Marzuki menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepemimpinan yang memastikan setiap upaya penindakan berjalan maksimal, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, mulai dari hulu hingga hilir.

“Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika, apa pun jenisnya. Ini adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa kita,” tegasnya.

Jenderal asal Tangse, Pidie, itu menuturkan, ke depan Aceh tidak boleh lagi dikenal sebagai daerah penanaman ganja.

Oleh karena itu, langkah tegas berupa pemusnahan ladang harus diiringi dengan pendekatan preventif melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi alternatif.

Selain penindakan, abituren Akabri 1991 itu juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkotika.

Ia mengajak tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga generasi muda untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungannya.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat berani bersuara dan peduli, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” pungkasnya.

Pemusnahan ladang ganja tersebut juga dilakukan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Djoko Susilo, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, beserta para pejabat utama.

Politisi PKS Tgk. Ghufran Zainal Abidin, Apresiasi Polda Aceh Wujudkan Kamtibmas dan Mudik Aman

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Politisi dan sekaligus anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Tgk. Ghufran Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Aceh atas keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.Ia menilai kerja keras aparat kepolisian memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Aceh yang merayakan Lebaran di kampung halaman.Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026),

Ghufran menyebutkan bahwa kinerja Polda Aceh menunjukkan tren yang sangat positif. Hal tersebut terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pengamanan selama masa mudik Lebaran.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya tercermin dari kelancaran arus lalu lintas di berbagai jalur utama, tetapi juga dari terciptanya suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Pengamanan arus mudik dan arus balik pada Idulfitri tahun ini berjalan sangat baik. Masyarakat merasakan langsung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan,” ujar Ghufran.

Politisi PKS itu juga menilai keberhasilan pengamanan semakin bermakna karena Aceh sebelumnya dilanda bencana banjir dan tanah longsor di hampir seluruh kabupaten/kota.

Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, termasuk di kawasan strategis seperti Jembatan Kutablang Bireuen dan sejumlah wilayah terdampak bencana yang tetap terpantau aman dan terkendali.

Sebagai wakil masyarakat Aceh di DPR RI daerah pemilihan Aceh I, Ghufran mengaku bangga atas dedikasi seluruh personel kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolda Aceh yang bekerja tanpa lelah di lapangan.

Ia berharap kinerja positif tersebut terus dipertahankan agar masyarakat Aceh selalu merasakan suasana aman, nyaman, dan tertib dalam setiap momentum besar, khususnya saat perayaan Hari Raya Idulfitri.

Apresiasi Kinerja Polda Aceh, Dek Gam: Pengamanan Mudik hingga Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, H. Nazarudin atau yang dikenal Dek Gam menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polda Aceh beserta seluruh jajaran atas kinerja mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Aceh.Menurut Dek Gam, pengamanan arus mudik tahun ini berjalan dengan sangat baik.

Hal tersebut terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat. Ia menilai keberhasilan ini sangat berarti, mengingat Aceh sebelumnya sempat dilanda bencana.

“Alhamdulillah, secara umum situasi tetap aman dan kondusif. Arus lalu lintas, termasuk di kawasan Jembatan Kutablang dan wilayah terdampak banjir, terpantau lancar. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas mudik serta merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujar Dek Gam, Selasa, 24 Maret 2026.Sebagai perwakilan masyarakat Aceh di DPR RI, Dek Gam mengaku bangga atas dedikasi seluruh personel di lapangan.

Ia menegaskan bahwa kerja keras aparat kepolisian telah memberikan rasa aman dan kebahagiaan bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya.

“Berkat upaya tersebut, suasana Lebaran di Aceh benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan penuh rasa aman,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Dek Gam kembali menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Aceh dan seluruh jajaran atas kinerja yang dinilai luar biasa dalam menangani berbagai situasi, mulai dari bencana hingga pengamanan arus mudik.

Tinjau Pospam Ops Ketupat Seulawah Ulee Lheue, Kapolda Aceh Pastikan Arus Balik Lebaran Lancar dan Masyarakat Terlayani dengan Baik

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, memastikan arus mudik dan arus balik pasca-Lebaran berjalan aman dan lancar serta masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.

Hal itu disampaikannya saat meninjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Selasa, 24 Maret 2026.

Dalam peninjauan tersebut, jenderal asal Tangse itu ingin memastikan kesiapan personel serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang akan menyeberang ke Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue, dalam momentum arus mudik-balik dan libur Lebaran.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pada arus balik pasca-Lebaran, termasuk pelayanan bagi masyarakat yang akan berwisata ke Sabang.

“Yang paling penting adalah memastikan arus balik lancar dan aman serta masyarakat terlayani dengan baik, termasuk bagi masyarakat yang akan berwisata ke Sabang dalam momentum lebaran ini,” ujar abituren Akabri 1991 itu.

Kapolda Aceh juga mengingatkan potensi lonjakan wisatawan ke Sabang pasca-Lebaran yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kendala di lapangan, seperti keterbatasan transportasi maupun akomodasi.

“Kita juga perlu mengantisipasi agar tidak terjadi chaos akibat lonjakan wisatawan. Jangan sampai masyarakat sudah sampai di sana, tetapi tidak mendapatkan kendaraan atau penginapan. Hal seperti ini bisa menimbulkan masalah di lapangan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan berlibur ke Sabang untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan ketersediaan tiket penyeberangan dan tempat penginapan sebelum berangkat.

Masyarakat juga dapat menghubungi call center 110 yang siap melayani 24 jam secara gratis. Ini adalah jalur cepat bagi masyarakat untuk melaporkan setiap bentuk kejadian atau gangguan kamtibmas yang membutuhkan penanganan segera.

“Akomodasi dan transportasi ke Sabang sangat terbatas. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar memastikan semuanya terlebih dahulu, minimal sehari sebelum keberangkatan. Jangan langsung berangkat tanpa persiapan karena dapat membebani diri sendiri. Kami akan terus melakukan pemantauan, termasuk rencana kunjungan lanjutan ke Sabang untuk meyakinkan masyarakat serta memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal,” tuturnya.

Kapolda Aceh juga berharap seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran dapat berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan yang nyaman dan tertib.

Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta lancar, Polri Pastikan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

Jakarta ( Inforakyataceh )Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 bersama jajaran melaksanakan peninjauan langsung arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (19/3/2026).

Peninjauan dilakukan di Terminal 1, 2, dan 3 guna memastikan kelancaran operasional serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Brigjen Pol Tjahyono Saputro selaku Karo PID Divhumas Polri yang dalam hal ini Kasatgas Humas Ops Ketupat 2026,.

Didampingi Brigjen Pol M. Ngajib, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri dalam hal ini selaku Kasatgas Preventif Ops Ketupat 2026 dan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek langsung kondisi arus penumpang di masing-masing terminal, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama periode mudik. Selain itu, jajaran juga meninjau posko pelayanan yang tersedia di tiap terminal.

Petugas turut memastikan bahwa fasilitas pendukung di posko sangat baik berjalan optimal, termasuk sistem pusat data yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat guna mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus mudik serta meningkatkan respons terhadap potensi gangguan.

Tidak hanya itu, rombongan juga berinteraksi langsung dengan para penumpang untuk menyerap aspirasi serta memastikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas, baik dari Kepolisian maupun stakeholder terkait, berjalan dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Brigjen Pol Tjahyono Saputro menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta berjalan lancar dan terkendali.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di Terminal 1, 2, dan 3, arus mudik berjalan dengan baik. Tercatat sekitar 191 ribu penumpang telah diberangkatkan melalui kurang lebih 1.200 penerbangan.

Pelayanan yang diberikan petugas juga sudah cukup optimal sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan yang dihadirkan, termasuk dukungan mobil antar terminal bagi penumpang yang membutuhkan.

“Ini menjadi bentuk pelayanan tambahan yang sangat membantu masyarakat, khususnya bagi penumpang yang harus berpindah terminal. Kami melihat ini mendapat respons positif dari masyarakat,” tambahnya.

Polri berharap seluruh rangkaian Operasi Ketupat 2026, khususnya di sektor transportasi udara, dapat terus berjalan aman dan lancar hingga akhir masa operasi.

“Mudah-mudahan sampai dengan selesainya operasi ini, seluruh pelayanan penerbangan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutupnya.*Mudik Aman, Keluarga Bahagia*

Kapolda Aceh Tinjau Progres Huntap dan Rencanakan Berlebaran di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh Polri di Dusun Kelapa Sari, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, di antaranya Karo Ops, Dirlantas, Dirintelkam, dan Kabid Propam.Peninjauan ini dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Proyek huntap tersebut mencakup total 150 unit rumah, yang terdiri atas 50 unit rumah berbahan kayu, 50 unit rumah tipe RUSPIN, serta 50 unit rumah berbahan precast.

Kapolda Aceh menyampaikan bahwa secara umum progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif dan berjalan lancar.

Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu agar segera dapat dimanfaatkan oleh personel yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga fasilitas ini bisa segera digunakan,” ujar Kapolda.

Selain meninjau pembangunan, Kapolda juga mengungkapkan rencananya untuk merayakan Hari Raya Idulfitri tahun ini di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi fokus pembangunan.

Ia menegaskan komitmen Polda Aceh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama menjelang perayaan Idulfitri.

Kapolda memastikan kesiapan pengamanan serta pelayanan publik, termasuk dukungan terhadap kelancaran arus transportasi dan pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri.

“Kami memastikan pelaksanaan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman dan tertib.

Kami juga siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik dalam hal pengamanan, transportasi, maupun pelaksanaan Salat Idulfitri,” tambahnya.

Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan pembangunan hunian tetap Polri dapat segera rampung dan memberikan manfaat optimal bagi personel.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan Polda Aceh dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif selama perayaan Idulfitri.

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Banda Aceh, Tekankan Optimalisasi Upaya Preemtif dan Preventif

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.

Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.

Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.

Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Banda Aceh, Tekankan Optimalisasi Upaya Preemtif dan Preventif

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.

Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.

Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.

Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Dirpolairud Polda Aceh Sandang Pangkat Pengabdian Jadi Bintang Satu

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-3-2026 Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Aceh, Kombes Pol. Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., resmi naik pangkat pengabdian menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atau bintang satu.

Upacara kenaikan pangkat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dan berlangsung di Lobby Gedung Satya Haprabu, Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Aceh, serta Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki beserta jajaran pengurus.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa upacara tersebut dilaksanakan dalam rangka kenaikan pangkat pengabdian personel Polda Aceh dari pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atas nama Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Dirpolairud Polda Aceh. Kenaikan pangkat tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia.

“Upacara ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di institusi Polri,” ujar Kabid Humas.

Dengan kenaikan pangkat pengabdian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Aceh untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas, jelasnya lagi.

“Diharapkan hal ini dapat mendorong seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian secara optimal,” pungkasnya.