Hello world!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.
Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.
Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.
Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.
Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.
Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.
Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.
Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.
Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-3-2026 Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Aceh, Kombes Pol. Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., resmi naik pangkat pengabdian menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atau bintang satu.
Upacara kenaikan pangkat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dan berlangsung di Lobby Gedung Satya Haprabu, Mapolda Aceh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Aceh, serta Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki beserta jajaran pengurus.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa upacara tersebut dilaksanakan dalam rangka kenaikan pangkat pengabdian personel Polda Aceh dari pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atas nama Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Dirpolairud Polda Aceh. Kenaikan pangkat tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia.
“Upacara ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di institusi Polri,” ujar Kabid Humas.
Dengan kenaikan pangkat pengabdian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Aceh untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas, jelasnya lagi.
“Diharapkan hal ini dapat mendorong seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian secara optimal,” pungkasnya.
Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang disalurkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan penyerahan bantuan itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp100.935.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Bantuan tersebut meliputi santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar seluruh bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Selain itu, setiap bantuan yang disalurkan akan melalui proses audit guna memastikan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukan, kutip Kabid Humas
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh kementerian melalui PT Pos Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang berhak tanpa melalui perantara pemerintah daerah, jelas Kabid Humas.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan korban banjir bandang Aceh Timur di Pendopo Idi Rayeuk. Adapun bantuan yang diberikan diperuntukkan bagi para korban terdampak bencana, baik korban jiwa maupun masyarakat yang mengalami kerugian materil akibat banjir.
Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari yang diberikan untuk periode tiga bulan.
Dalam kegiatan itu turut disalurkan 200 paket peralatan rumah tangga kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan, guna memastikan bantuan tepat sasaran serta mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana serta percepatan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak, khususnya di wilayah Aceh Timur, jelas Kabid Humas lagi
Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, pungkas Kabid Humas.
Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang disalurkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan penyerahan bantuan itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp100.935.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Bantuan tersebut meliputi santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar seluruh bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Selain itu, setiap bantuan yang disalurkan akan melalui proses audit guna memastikan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukan, kutip Kabid Humas
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh kementerian melalui PT Pos Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang berhak tanpa melalui perantara pemerintah daerah, jelas Kabid Humas.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan korban banjir bandang Aceh Timur di Pendopo Idi Rayeuk. Adapun bantuan yang diberikan diperuntukkan bagi para korban terdampak bencana, baik korban jiwa maupun masyarakat yang mengalami kerugian materil akibat banjir.
Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari yang diberikan untuk periode tiga bulan.
Dalam kegiatan itu turut disalurkan 200 paket peralatan rumah tangga kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan, guna memastikan bantuan tepat sasaran serta mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana serta percepatan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak, khususnya di wilayah Aceh Timur, jelas Kabid Humas lagi
Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, pungkas Kabid Humas.
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang dirangkai dengan Kajian Ramadhan bersama insan pers di Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh wartawan dari berbagai media online serta pegawai Bank Syariah Indonesia. Acara menghadirkan narasumber Ustaz Mursalin Basyah, Lc., MA, yang menyampaikan tausiah mengenai nilai-nilai spiritual Ramadhan serta pentingnya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Regional CEO **Bank Syariah Indonesia Aceh**, **Imsak Ramadhan**, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam memperkenalkan prinsip-prinsip keuangan syariah secara lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan media sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran bersama mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” ujar Imsak.
Ia menambahkan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga berkomitmen menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial bagi masyarakat.
“BSI hadir tidak hanya menyediakan layanan keuangan syariah, tetapi juga ingin menjadi mitra masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat (financial), memperkuat nilai-nilai keislaman (spiritual), serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, **Ustaz Mursalin Basyah** menyampaikan tausiah Ramadhan yang menekankan pentingnya integritas, kejujuran, serta nilai keberkahan dalam aktivitas ekonomi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki etika dalam bermuamalah.

Ia mengatakan bahwa peran insan pers sangat penting dalam menyebarkan informasi dan berita positif kepada masyarakat, khususnya terkait perkembangan dan pemahaman mengenai keuangan syariah. Menurutnya, penyampaian informasi yang baik dan edukatif tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang insyaAllah bernilai pahala bagi siapa saja yang turut menyebarkan kebaikan tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara Bank Syariah Indonesia Regional Aceh dengan insan pers yang selama ini menjadi mitra penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan literasi seperti ini, BSI berharap pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat di Aceh, sekaligus memperkuat peran BSI sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi masyarakat.
Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta Kodim 0104/Aceh Timur berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan respon cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Akibat bencana tersebut, jembatan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Pante Bidari terputus, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki tipe 3-1 dengan panjang mencapai 30 meter, terdiri dari 10 petak, serta menggunakan material dari Kementerian Pertahanan berupa modular luar negeri tahun 2026. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan jembatan telah siap digunakan oleh masyarakat.
Meski pelaksanaan pembangunan berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, para prajurit TNI tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pembangunan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam hari, demi memastikan jembatan dapat segera difungsikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Semangat pengabdian para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu kesulitan rakyat di wilayah binaannya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu kembali memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.
Salah satu warga setempat, Hasbi Salam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras TNI dalam membangun kembali jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja tanpa kenal lelah, bahkan di bulan puasa ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.
“Dengan selesainya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan untuk pergi ke desa tetangga maupun ke pusat kecamatan. Semoga jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat berharap ke depan sinergi antara TNI dan rakyat dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam membantu percepatan pembangunan dan penanggulangan bencana di wilayah Aceh Timur.
Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta Kodim 0104/Aceh Timur berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan respon cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Akibat bencana tersebut, jembatan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Pante Bidari terputus, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki tipe 3-1 dengan panjang mencapai 30 meter, terdiri dari 10 petak, serta menggunakan material dari Kementerian Pertahanan berupa modular luar negeri tahun 2026. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan jembatan telah siap digunakan oleh masyarakat.
Meski pelaksanaan pembangunan berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, para prajurit TNI tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pembangunan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam hari, demi memastikan jembatan dapat segera difungsikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Semangat pengabdian para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu kesulitan rakyat di wilayah binaannya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu kembali memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.
Salah satu warga setempat, Hasbi Salam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras TNI dalam membangun kembali jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja tanpa kenal lelah, bahkan di bulan puasa ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.
“Dengan selesainya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan untuk pergi ke desa tetangga maupun ke pusat kecamatan. Semoga jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat berharap ke depan sinergi antara TNI dan rakyat dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam membantu percepatan pembangunan dan penanggulangan bencana di wilayah Aceh Timur.
Bireuen (Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., secara resmi membuka penggunaan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah, khususnya terkait akses transportasi yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jalur penghubung antar desa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam bidang pertanian, perdagangan, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh personel gabungan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 837/Ksatria Trunojoyo, Batalyon Infanteri 113/JS, Yonzipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Kodim 0111/Bireuen, memiliki panjang jembatan mencapai 170 meter, dengan lebar jembatan 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Kegiatan peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peudada, para tokoh masyarakat, aparatur desa, serta warga sekitar yang tampak antusias menyambut hadirnya jembatan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti jembatan sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga antar desa, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Peudada,” ujar Dandim.
Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui satuan kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang, yaitu membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah.
Sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Meunasah Krueng dan Desa Ara Bungoen mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat menjadi terputus dan cukup sulit dilalui, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.
Akibatnya, aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari, sempat mengalami kendala. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi penting bagi masyarakat setempat untuk kembali mendapatkan akses transportasi yang aman dan memadai.
Salah seorang warga setempat, Heri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas diresmikannya jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Sekarang masyarakat sudah lebih mudah melintas dan membawa hasil pertanian. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga,” ungkapnya.
Masyarakat berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antar desa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.
Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen. Ke depan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.