Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Hadirkan Bansos dan Bakti Kesehatan di Kembang Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polsek Kembang Tanjung serta Meunasah Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjung.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu diisi dengan bantuan sosial di Mapolsek Kembang Tanjung serta bakti kesehatan bagi masyarakat di Gampong Puuk. Program ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian mahasiswa STIK kepada masyarakat, sekaligus implementasi dari nilai-nilai pengayoman dan pelayanan Polri di tengah kehidupan sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Pidie, Kapolsek Kembang Tanjung, mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie yang bersama-sama bersinergi menyukseskan kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, serta semakin memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Selain itu, kegiatan bakti kesehatan juga memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan terkendali. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program kemanusiaan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Hadirkan Bansos dan Bakti Kesehatan di Kembang Tanjung

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Polsek Kembang Tanjung serta Meunasah Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjung.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu diisi dengan bantuan sosial di Mapolsek Kembang Tanjung serta bakti kesehatan bagi masyarakat di Gampong Puuk. Program ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian mahasiswa STIK kepada masyarakat, sekaligus implementasi dari nilai-nilai pengayoman dan pelayanan Polri di tengah kehidupan sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Pidie, Kapolsek Kembang Tanjung, mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, serta personel Polres Pidie yang bersama-sama bersinergi menyukseskan kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, serta semakin memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Selain itu, kegiatan bakti kesehatan juga memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan terkendali. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program kemanusiaan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Kodim 0117/Aceh Tamiang Siapkan 2.500 Porsi Kuah Beulangong untuk Bukber Perdana di Huntara, Sambut Kehadiran Mendagri

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan memasak 2.500 porsi kuah beulangong untuk buka puasa bersama (bukber) perdana di hunian sementara (huntara) korban bencana alam Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Darussalam, kompleks huntara Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,  Sejak pagi hari, puluhan personel TNI tampak sibuk mempersiapkan bahan, menata perlengkapan masak, hingga membangun tenda dan menyiapkan sarana ibadah bagi warga.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya memasak kuah beulangong untuk sekitar 2.500 orang yang akan berkumpul di Masjid Darussalam dalam rangka buka puasa bersama.
“Kami sedang memasak kuah beulangong untuk sekitar 2.500 orang yang akan berkumpul di Masjid Darussalam di kompleks huntara ini,” ujar Dandim saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim 0117/Aceh Tamiang di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Letkol Arm Raden Subhi menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut juga digelar dalam rangka menyambut kehadiran Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian, yang dijadwalkan akan melaksanakan buka puasa bersama warga di kompleks huntara tersebut.

“Buka puasa bersama ini juga dalam rangka menyambut kunjungan Bapak Menteri Dalam Negeri yang dijadwalkan akan berbuka puasa bersama warga di sini. Kami membantu penyiapannya serta ikut menyukseskan kegiatan buka bersama di Aceh Tamiang ini,” jelasnya.

Pemilihan menu kuah beulangong bukan tanpa alasan. Dandim menuturkan bahwa hidangan tersebut merupakan salah satu masakan khas Aceh yang memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. Kuah beulangong adalah gulai tradisional berbahan dasar daging kambing atau sapi yang dimasak bersama nangka muda di dalam kuali besar (beulangong) menggunakan kayu bakar, sehingga menghasilkan cita rasa khas yang kaya rempah.

Untuk menyajikan hidangan bagi ribuan warga tersebut, Kodim 0117/Aceh Tamiang menyiapkan sedikitnya 180 kilogram daging. Proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 40 personel TNI yang dibagi dalam beberapa tim. Selain bertugas memasak, personel juga membantu menyiapkan masjid sebagai tempat ibadah, menata lokasi acara, serta mendirikan tenda guna menampung para jamaah.

“Ini jamuan untuk seluruh warga yang ada di kompleks ini, kurang lebih 600 kepala keluarga. Menu buka puasa ini juga digabung dengan masyarakat sekitar, bukan hanya warga huntara saja yang bisa bergabung di sini,” pungkas perwira berpangkat dua melati tersebut.

Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, khususnya para korban bencana yang saat ini masih menempati hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah-tengah warga tidak hanya dalam konteks penanganan bencana dan pengamanan, tetapi juga dalam membangun kebersamaan serta memberikan dukungan moril.

Salah seorang warga setempat, Sahrul, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran TNI. Ia menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut sangat berarti bagi warga huntara yang tengah berupaya bangkit dari kondisi pascabencana.

“Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Kehadiran bapak-bapak TNI yang memasak dan menyiapkan acara ini membuat kami semakin semangat menjalani Ramadhan meski masih tinggal di huntara,” ungkapnya.

Sahrul berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit serta menata kembali kehidupan mereka ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0117/Aceh Tamiang kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Kodim 0117/Aceh Tamiang Siapkan 2.500 Porsi Kuah Beulangong untuk Bukber Perdana di Huntara, Sambut Kehadiran Mendagri

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan memasak 2.500 porsi kuah beulangong untuk buka puasa bersama (bukber) perdana di hunian sementara (huntara) korban bencana alam Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Darussalam, kompleks huntara Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,  Sejak pagi hari, puluhan personel TNI tampak sibuk mempersiapkan bahan, menata perlengkapan masak, hingga membangun tenda dan menyiapkan sarana ibadah bagi warga.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya memasak kuah beulangong untuk sekitar 2.500 orang yang akan berkumpul di Masjid Darussalam dalam rangka buka puasa bersama.
“Kami sedang memasak kuah beulangong untuk sekitar 2.500 orang yang akan berkumpul di Masjid Darussalam di kompleks huntara ini,” ujar Dandim saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim 0117/Aceh Tamiang di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Letkol Arm Raden Subhi menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut juga digelar dalam rangka menyambut kehadiran Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian, yang dijadwalkan akan melaksanakan buka puasa bersama warga di kompleks huntara tersebut.

“Buka puasa bersama ini juga dalam rangka menyambut kunjungan Bapak Menteri Dalam Negeri yang dijadwalkan akan berbuka puasa bersama warga di sini. Kami membantu penyiapannya serta ikut menyukseskan kegiatan buka bersama di Aceh Tamiang ini,” jelasnya.

Pemilihan menu kuah beulangong bukan tanpa alasan. Dandim menuturkan bahwa hidangan tersebut merupakan salah satu masakan khas Aceh yang memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. Kuah beulangong adalah gulai tradisional berbahan dasar daging kambing atau sapi yang dimasak bersama nangka muda di dalam kuali besar (beulangong) menggunakan kayu bakar, sehingga menghasilkan cita rasa khas yang kaya rempah.

Untuk menyajikan hidangan bagi ribuan warga tersebut, Kodim 0117/Aceh Tamiang menyiapkan sedikitnya 180 kilogram daging. Proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 40 personel TNI yang dibagi dalam beberapa tim. Selain bertugas memasak, personel juga membantu menyiapkan masjid sebagai tempat ibadah, menata lokasi acara, serta mendirikan tenda guna menampung para jamaah.

“Ini jamuan untuk seluruh warga yang ada di kompleks ini, kurang lebih 600 kepala keluarga. Menu buka puasa ini juga digabung dengan masyarakat sekitar, bukan hanya warga huntara saja yang bisa bergabung di sini,” pungkas perwira berpangkat dua melati tersebut.

Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, khususnya para korban bencana yang saat ini masih menempati hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah-tengah warga tidak hanya dalam konteks penanganan bencana dan pengamanan, tetapi juga dalam membangun kebersamaan serta memberikan dukungan moril.

Salah seorang warga setempat, Sahrul, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran TNI. Ia menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut sangat berarti bagi warga huntara yang tengah berupaya bangkit dari kondisi pascabencana.

“Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Kehadiran bapak-bapak TNI yang memasak dan menyiapkan acara ini membuat kami semakin semangat menjalani Ramadhan meski masih tinggal di huntara,” ungkapnya.

Sahrul berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit serta menata kembali kehidupan mereka ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0117/Aceh Tamiang kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Mesidah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Jamur Atu, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, yang dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Alam (Satgas Gulbencal) dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, kini telah mencapai 35 persen.  personel di lapangan terus mengoptimalkan pekerjaan guna mempercepat penyelesaian jembatan tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan dan peningkatan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bencana tersebut sempat mengganggu akses transportasi warga, khususnya di Kecamatan Mesidah, sehingga berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut juga akan menunjang aktivitas perekonomian warga, terutama dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Memasuki awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat dan dedikasi personel Satgas Gulbencal tidak surut. Meskipun menjalankan ibadah puasa, para prajurit tetap bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab di lapangan. Komitmen tersebut menjadi wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana kerja yang telah disusun. Dimulai dari persiapan dan pembersihan lokasi, perakitan gorong-gorong Aramco, hingga pemasangan struktur utama jembatan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan teknis yang ketat guna memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keamanan dan kelayakan.

Koordinasi antarpersonel di lapangan juga terus ditingkatkan agar proses pembangunan berjalan efektif dan efisien. Dengan progres yang telah mencapai 35 persen, diharapkan dalam waktu dekat Jembatan Aramco tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat. Apabila telah berfungsi sepenuhnya, jembatan ini akan sangat membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Jamur Atu, Rahmat (43), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau sudah bisa dilewati mobil, tentu biaya angkut hasil pertanian akan lebih ringan dan waktu tempuh juga lebih cepat. Semoga pengerjaannya lancar sampai selesai,” ujarnya.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat selesai tepat waktu serta menjadi solusi nyata atas kebutuhan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mesidah. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah secara berkelanjutan.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.