Setahun Kepemimpinan Syech Muharam: Dr. Samsuardi Nilai Tuai Sejumlah Prestasi untuk Kemajuan Aceh Besar

BANDA ACEH ( Inforakyataceh )Satu tahun bukan sekadar angka kalender. Bagi Kabupaten Aceh Besar, periode kepemimpinan Bupati Syech Muharam sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjelma menjadi babak transformasi struktural yang jarang terjadi dalam sejarah pemerintahan daerah di provinsi itu.Dr. Samsuardi, Akademisi sekaligus Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), tidak ragu memberikan cap “rapor hijau” atas kinerja eksekutif lokal tersebut. Dalam pandangannya, Syech Muharam berhasil melakukan apa yang sering gagal dilakukan pemimpin lain: mengawinkan diplomasi politik tingkat nasional dengan eksekusi kebijakan berbasis data yang presisi di tingkat akar rumput.

“Kami memantau secara objektif. Akselerasi pembangunan di Aceh Besar kini berjalan on the right track. Syech Muharam membuktikan bahwa kepemimpinan transisi atau penjabat pun bisa melahirkan terobosan monumental jika didasari visi yang jelas dan integritas tata kelola,” ujar Dr. Samsuardi kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).

*Diplomasi Pusat: Hadirkan “Sekolah Rakyat” Prabowo Subianto* Capaian paling mencolok mata publik dan pengamat adalah keberhasilan Syech Muharam menembus birokrasi pusat untuk membawa proyek strategis nasional ke tanah Rencong. Dua unit “Sekolah Rakyat Unggulan”—sebuah inisiatif flagship Presiden Prabowo Subianto—resmi dibangun di Kuta Malaka dan Jantho.Ini bukan sekadar bangunan fisik. Menurut Samsuardi, ini adalah intervensi sosial-ekonomi yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

” Ini prestasi luar biasa di sektor pendidikan tahun 2026. Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Konsepnya revolusioner: sekolah gratis, berasrama, dengan fasilitas mutu tinggi. Ini jawaban konkret atas ketimpangan akses pendidikan berkualitas_ ,” urai Samsuardi dengan nada tegas.Keberhasilan melobi pemerintah pusat ini menunjukkan kapasitas negosiasi Syech Muharam yang mumpuni, memastikan Aceh Besar tidak tertinggal dalam peta distribusi anggaran strategis nasional.

*Integritas Keuangan: Kembali Raih Opini WTP BPK RI* Di balik gemerlap infrastruktur, fondasi utama pemerintahan adalah kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang negara.

Di bawah nakhoda Syech Muharam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tahun 2026 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Bagi Dr. Sam, predikat WTP bukan sekadar sertifikat pajangan. Itu adalah bukti empiris bahwa tata kelola keuangan daerah bersih, transparan, dan akuntabel. ” _Tanpa integritas keuangan, program sebaik apa pun akan diragukan efektivitasnya. Syech Muharam menjaga ‘rumah’ keuangan Aceh Besar tetap rapi_ ,” katanya.

*Lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025* Data makro tidak pernah berbohong. Statistik tahun 2025 mencatatkan lompatan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Besar. Angka IPM daerah ini kini kokoh bertengger di kategori “Tinggi” (di atas ambang skor 70,00), mendekati standar kota-kota madya di Indonesia.Dr. Samsuardi membedah kenaikan ini melalui tiga dimensi fundamental:

1. Dimensi Kesehatan: Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat seiring optimalisasi Puskesmas dan penurunan drastis prevalensi stunting di tingkat gampong.

2. Dimensi Pengetahuan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) tumbuh stabil, didorong pemerataan akses dan peningkatan kompetensi guru.

3. Dimensi Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita naik, mencerminkan penguatan daya beli masyarakat pasca-geliat sektor UMKM dan pertanian lokal.

*Analisis Kuantitatif: Kemiskinan Tekan ke Single Digit* Yang paling menarik perhatian para ekonom dan sosiolog adalah korelasi negatif-signifikan antara kenaikan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Secara historis, angka kemiskinan Aceh Besar stagnan di kisaran 13%-14%. Namun, intervensi kebijakan Syech Muharam sepanjang 2025 berhasil menekan angka tersebut secara progresif menuju single digit (di bawah 10%).Samsuardi mengidentifikasi tiga faktor determinan di balik tren positif ini:

1. Presisi Jaring Pengaman Sosial: Penyaluran bansos menjadi jauh lebih akurat berkat pemutakhiran data DTKS real-time, meminimalisir kesalahan sasaran (exclusion dan inclusion error).

2. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Skema konstruksi swakelola (padat karya) membuka lapangan kerja lokal, menghidupkan ekonomi pedesaan yang sebelumnya lesu.3. Konektivitas Infrastruktur: Perbaikan jalan dan akses pasar memangkas biaya logistik petani, meningkatkan margin keuntungan mereka secara langsung.

” Secara keseluruhan, setahun kepemimpinan Syech Muharam memberikan dampak instan yang terukur. Integrasi antara jaminan pendidikan mutu tinggi seperti Sekolah Rakyat dan penguatan ekonomi makro akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Aceh Besar yang lebih sejahtera_ ,” pungkas Dr. Samsuardi.

Dengan catatan kaki setebal itu, satu tahun kepemimpinan Syech Muharam bukan lagi sekadar masa tunggu. Ia telah berubah menjadi masa pembuktian bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten, terukur, dan berpihak pada rakyat, tutup Dr sam yang juga aneuk Eks Kombatan.(**)

*Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Car Free Day dan Berbagai Layanan Publik*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Aceh menggelar kegiatan Car Free Day “On The Street” yang dipusatkan di kawasan Jalan Mohammad Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Minggu (7/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir dan memadati kawasan CFD tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari senam jantung sehat, pelayanan publik, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pameran perlengkapan serta peralatan operasional Polri.Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., didampingi Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh.

Selain itu, ratusan Personel Polri dan Bhayakari.Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kegiatan “On The Street” merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang membangun kebersamaan dan keakraban dengan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan Car Free Day ini, kami melaksanakan berbagai bakti sosial, memperkenalkan peralatan-peralatan Polri kepada masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dan akrab dengan masyarakat. Ini merupakan wujud komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.

Selain mendekatkan Polri dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kehadiran bazar UMKM memberikan ruang promosi bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat yang hadir.

Menurut Kapolda, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Dengan demikian, produk-produk lokal Aceh semakin dikenal dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Polda Aceh juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung CFD. Layanan tersebut mendapat respons positif dari warga yang hadir dan memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.

Tim Kodam Iskandar Muda Juara I Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Tim dari Kodam Iskandar Muda berhasil meraih gelar juara pertama pada Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen resmi ditutup oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, di Lapangan Tenis Trengginas Polda Aceh, Minggu (7/6/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari, sejak 4 hingga 7 Juni 2026, tersebut diikuti 17 tim dengan total 170 atlet yang berasal dari Polresta dan Polres jajaran Polda Aceh serta sejumlah instansi mitra.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta memperkuat sinergi antarlembaga di Aceh.Partai final turut disaksikan oleh Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, perwakilan Bank Aceh, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, influencer, panitia, wasit, official, serta perwakilan dari Kodam Iskandar Muda.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, olahraga tenis tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media untuk mempererat hubungan kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan antaranggota maupun antarinstansi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah meramaikan turnamen ini. Semoga kegiatan ini semakin mempererat keakraban, persaudaraan, dan soliditas di antara kita semua. Mari terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan,” ujar Kapolda Aceh.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung. Prestasi yang diraih, kata dia, diharapkan menjadi kebanggaan bagi keluarga, institusi, dan daerah masing-masing.“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya.Pada ajang tersebut, tim Kodam Iskandar Muda tampil sebagai juara pertama dan berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp20 juta, trofi, serta medali emas yang diserahkan langsung oleh Kapolda Aceh.

Posisi juara kedua diraih oleh Polres Langsa yang memperoleh hadiah uang pembinaan Rp15 juta, trofi, dan medali perak yang diserahkan oleh perwakilan Komisaris Independen PEMA.Sementara itu, juara ketiga bersama diraih oleh Polda Aceh dan Polres Aceh Timur. Kedua tim masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta, trofi, dan medali perunggu yang diserahkan oleh Karo Rena dan Karo Ops Polda Aceh.

Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya menumbuhkan semangat sportivitas, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan dan kemajuan Aceh.

Media Gathering BSI Aceh Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah untuk Ekonomi Daerah

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan kolaborasi antara BSI Regional Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh (13/05-2026).

Kegiatan dibuka dengan welcoming speech oleh RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI dengan dual licence sebagai bank syariah dan bank emas berhasil mencatat pertumbuhan customer base yang signifikan pada Kuartal I 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI telah bertambah sebanyak 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun. Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun. Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun.Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Untuk aset BSI Regional Aceh juga tumbuh signifikan per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp26,4 triliun atau meningkat sebesar Rp2,7 triliun (11,36 persen secara year on year).Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Media Gathering yang dinilai menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan dan memperkuat sinergi antara BSI dan media massa di Aceh.

“Kami mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin sangat baik antara BSI dan media di Aceh. Kolaborasi ini penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan syariah akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., serta Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular.Dalam pemaparannya, Prof.

Hafas Furqani menjelaskan peran strategis KDEKS dalam mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Aceh melalui penguatan ekosistem halal, pengembangan industri keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Sedangkan Ferdinan Daular memaparkan kontribusi industri perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, termasuk dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah di daerah.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, BSI Aceh berharap sinergi antara industri perbankan syariah, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah

Kolaborasi Forkopimda Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla 2026

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengikuti kegiatan video conference (vicon) yang digelar pada Rabu (6/5/2026) pukul 08.30 WIB di Kantor Gubernur Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Zoom Meeting nasional yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan Republik Indonesia dalam rangka Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional Tahun 2026 sekaligus reaktivasi Desk Penanganan Karhutla.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi serta kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi karhutla di wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh.Kabidhumas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keikutsertaan Polda Aceh bersama unsur Forkopimda merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi karhutla, khususnya menjelang musim kemarau tahun 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar penanganan dapat berjalan optimal,” ujar Kombes Joko.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Kapolda Aceh diwakili oleh Dirbinmas Polda Aceh, Kombes Pol. Donny Siswoyo, S.I.K., M.H.Li., yang hadir bersama unsur Forkopimda Aceh lainnya.

Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan pentingnya langkah penanggulangan karhutla yang dilakukan secara komprehensif, meliputi upaya pencegahan, deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot), serta respons cepat dalam penanganan kebakaran. Selain itu, diperlukan sinergitas yang kuat antarinstansi guna menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H.; perwakilan Kejaksaan Tinggi Aceh, Asintel Ahmad Nuril Alam, S.H., M.H.; perwakilan Pengadilan Tinggi Banda Aceh; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.; Kepala BPBA Bahron Bakti, S.T., M.T.; serta Plt.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh Ir. Saifuddin, S.T.Lebih lanjut, Kombes Joko menambahkan bahwa berbagai langkah antisipatif akan terus diperkuat, seperti patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, peningkatan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Melalui kolaborasi yang solid ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Aceh dapat berjalan secara efektif, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” tutupnya.

Sekda Aceh Buka BAA Talks, Tekankan Sinergi dan Inovasi Pembangunan di Banda Aceh

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka kegiatan Banda Aceh Academy (BAA) Talks yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut yang dinilai mampu mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan generasi muda dalam satu ruang dialog.

Menurutnya, BAA Talks menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta inovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Kepemimpinan daerah hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, forum seperti seminar ini menjadi sangat penting. Dari sinilah kita bisa saling menguatkan, saling belajar, dan mempercepat kemajuan bersama,” ujar M. Nasir.

Ia juga menegaskan bahwa kepala daerah tidak hanya dituntut menjalankan pemerintahan secara administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, M. Nasir menyoroti peran strategis kota sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan pelayanan publik. Karena itu, sinergi antarpemimpin daerah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang terintegrasi dan berdampak luas.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa BAA Talks dirancang sebagai dialog interaktif untuk membuka wawasan generasi muda, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dan kepemimpinan.

Ia menjelaskan, kegiatan bertema “Leading Regions, Shaping Indonesia’s Future” tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif, visioner, dan berdampak.

“Melalui kegiatan ini, kita targetkan peningkatan tenaga kerja lokal, berkurangnya pengangguran generasi muda, tumbuhnya startup dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Kota Banda Aceh,” kata Illiza.

BAA Talks juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara utama, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, serta Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas daerah serta mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor. (*)

Sekda Buka Rakor Narkoba 2026, Dorong Peran Masyarakat dan Keluarga

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Narkoba Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh bersama Lembaga Pemerhati dan Advokasi Syariat Islam (LEPADSI), di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba. Oleh karena itu, diperlukan langkah terpadu dan berkelanjutan yang mencakup pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika.

“Permasalahan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Sekda dalam sambutannya.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba melalui penguatan kebijakan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan terhadap aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan peran keluarga, gampong, lembaga pendidikan, serta tokoh masyarakat sebagai garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, tokoh nasional Azwar Abubakar, serta kalangan akademisi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh.Dengan adanya Rakor ini, diharapkan lahir langkah konkret dan strategi efektif dalam penanggulangan narkoba yang lebih komprehensif di masa mendatang. (***)

FISIP USK Resmikan Laboratorium Siniar untuk Dukung Kompetensi Mahasiswa di Era Digital

BANDA ACEH (Inforakyataceh) Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) resmi menghadirkan Laboratorium Siniar (podcast) sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik di era digital.Peresmian laboratorium tersebut dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) di lingkungan FISIP USK, Banda Aceh.

Kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang didukung melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mifa Bersaudara Tahun 2025.Laboratorium siniar ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan kompetensi komunikasi yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang kreatif bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan produksi konten audio, memperkuat kemampuan komunikasi publik, serta memahami dinamika industri media digital secara langsung.

Dengan dukungan peralatan yang representatif, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK, Rahmat Saleh, S.Sos., M.Comn., menegaskan bahwa keberadaan laboratorium ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu lulusan.

“Laboratorium ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap digunakan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguasaan media digital, termasuk siniar, menjadi salah satu kompetensi penting bagi lulusan ilmu komunikasi di era saat ini.Dengan hadirnya Laboratorium Siniar ini, FISIP USK optimistis dapat mencetak lulusan yang lebih adaptif, kreatif, dan siap bersaing di industri media dan komunikasi modern.

Politisi PKS Tgk. Ghufran Zainal Abidin, Apresiasi Polda Aceh Wujudkan Kamtibmas dan Mudik Aman

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Politisi dan sekaligus anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Tgk. Ghufran Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Aceh atas keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.Ia menilai kerja keras aparat kepolisian memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Aceh yang merayakan Lebaran di kampung halaman.Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026),

Ghufran menyebutkan bahwa kinerja Polda Aceh menunjukkan tren yang sangat positif. Hal tersebut terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pengamanan selama masa mudik Lebaran.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya tercermin dari kelancaran arus lalu lintas di berbagai jalur utama, tetapi juga dari terciptanya suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Pengamanan arus mudik dan arus balik pada Idulfitri tahun ini berjalan sangat baik. Masyarakat merasakan langsung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan,” ujar Ghufran.

Politisi PKS itu juga menilai keberhasilan pengamanan semakin bermakna karena Aceh sebelumnya dilanda bencana banjir dan tanah longsor di hampir seluruh kabupaten/kota.

Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, termasuk di kawasan strategis seperti Jembatan Kutablang Bireuen dan sejumlah wilayah terdampak bencana yang tetap terpantau aman dan terkendali.

Sebagai wakil masyarakat Aceh di DPR RI daerah pemilihan Aceh I, Ghufran mengaku bangga atas dedikasi seluruh personel kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolda Aceh yang bekerja tanpa lelah di lapangan.

Ia berharap kinerja positif tersebut terus dipertahankan agar masyarakat Aceh selalu merasakan suasana aman, nyaman, dan tertib dalam setiap momentum besar, khususnya saat perayaan Hari Raya Idulfitri.

Sekda Aceh Besar Tegaskan Komitmen Pengelolaan TKD Pascabencana

Sekda Aceh Besar Tegaskan Komitmen Pengelolaan TKD Pascabencana

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait pengelolaan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana secara optimal dan tepat sasaran.

“Kami akan memastikan setiap rupiah dari tambahan TKD ini digunakan secara efektif, transparan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Besar,” ujar Bahrul Jamil, yang didampingi Kepala BPKAD Aceh Besar, Arifin SHi MSi, saat menghadiri rapat Monitoring dan Evaluasi penggunaan TKD pascabencana di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (26/3/2026).

Ia menyatakan, koordinasi lintas perangkat daerah akan terus diperkuat agar perencanaan dan pelaksanaan program berjalan selaras serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala BPKAD Aceh Besar, Arifin SHi MSi menegaskan, pihaknya akan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari perencanaan, penatausahaan hingga pelaporan.

“Kami akan mengawal proses pengelolaan keuangan ini secara ketat agar tetap akuntabel dan sesuai regulasi, termasuk dalam penyaluran dan pemanfaatan dana transfer yang diterima daerah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa BPKAD akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelengkapan data serta kesiapan administrasi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program yang didanai melalui tambahan TKD tersebut.

Sebelumnya, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Azwan, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan sebagai tindak lanjut penyesuaian alokasi dan penyaluran DBH, DAU, serta Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2026, termasuk kurang bayar DBH hingga 2024.

“Monev ini dilakukan untuk memastikan penyaluran dan pemanfaatan dana berjalan sesuai ketentuan,” paparnya, seraya menambahkan bahwa kegiatan akan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan oleh empat tim didukung data SKPA.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri, Sumule Tumbo, menegaskan pentingnya pengelolaan dana transfer yang tertib dan akuntabel. “Pengelolaan dana transfer harus transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekda Aceh M Nasir menekankan, bahwa pemanfaatan tambahan TKD pascabencana harus tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Yang utama adalah memastikan anggaran ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.(*)