SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, M.PA, mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian sebagai langkah mempercepat pemulihan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi Aceh pascabencana.Hal itu disampaikan Sekda saat menghadiri Aceh Economic Forum (AEF) Agustus 2026 di Auditorium Teuku Umar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, serta jajaran Bank Indonesia Provinsi Aceh, di antaranya Kepala Perwakilan BI Aceh Agus Chusaini dan Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh Hertha Bastiawan.Forum bertema “Percepatan Progres Rekonstruksi dan Rehabilitasi Lahan Pertanian untuk Pertumbuhan Ekonomi Aceh yang Terakselerasi” ini menjadi ruang memperkuat sinergi dalam mempercepat pemulihan Aceh.Sekda menyebutkan, bencana hidrometeorologi berdampak pada sekitar 57.485 hektare sawah dan 60.438 hektare perkebunan.

Saat ini, sekitar 40.852 hektare sawah dan 40.418 hektare perkebunan telah dalam proses pemulihan.Dukungan Kementerian Pertanian untuk pemulihan Aceh mencapai sekitar Rp2,5 triliun, dengan alokasi untuk Pemerintah Aceh sebesar Rp515,2 miliar. Hingga 11 Agustus 2026, realisasi telah mencapai Rp264,4 miliar atau 51,3 persen.Sekda menegaskan, rehabilitasi lahan harus berjalan seiring dengan pemulihan irigasi dan infrastruktur pendukung agar lahan kembali produktif, petani dapat kembali bekerja, produksi pangan meningkat, dan ekonomi masyarakat bangkit.

Di tengah proses pemulihan, ekonomi Aceh pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan Semester I 2026 sebesar 4,48 persen.Sekda berharap AEF menghasilkan langkah konkret dan terkoordinasi. Pemerintah Aceh, kata dia, siap terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.“Yang ingin kita bangun bukan hanya kembali apa yang telah rusak, tetapi juga fondasi ekonomi Aceh yang lebih kuat, produktif, inklusif, dan tangguh,” ujar Sekda.

Wagub Aceh Minta Samsat Jadi Teladan, Jangan Pakai Plat Luar Aceh

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta jajaran Samsat se-Aceh menjadi teladan dalam meningkatkan penerimaan daerah dengan memastikan kendaraan bermotor milik warga yang berdomisili di Aceh menggunakan pelat BL. Ia bahkan mengingatkan agar kendaraan milik petugas Samsat sendiri tidak menggunakan pelat nomor luar Aceh.Hal tersebut disampaikan Fadhlullah saat menghadiri kegiatan sosialisasi yang digelar Pemerintah Aceh melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) di Hotel The Pade, Lampeneurut, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).

Fadhlullah mengatakan, optimalisasi penerimaan daerah harus menjadi perhatian bersama. Salah satu sumber penerimaan yang perlu diperkuat adalah pajak kendaraan bermotor.Menurutnya, persoalan administrasi yang masih sulit dan berbelit tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan potensi penerimaan daerah tidak tergarap secara maksimal.“Di republik ini yang bikin susah adalah administrasi sulit. Upayakan tingkatkan penerimaan pajak untuk daerah,” kata Fadhlullah.

Ia secara khusus menyoroti masih adanya kendaraan milik warga yang berdomisili di Aceh tetapi menggunakan pelat nomor dari luar daerah.Fadhlullah menegaskan, kendaraan milik masyarakat yang berdomisili di Aceh semestinya menggunakan pelat BL. Selain menjadi identitas kendaraan yang terdaftar di Aceh, hal tersebut juga berkaitan dengan upaya memastikan kewajiban pajak kendaraan memberikan kontribusi bagi penerimaan daerah.

Fadhlullah kemudian meminta jajaran Samsat tidak hanya mengimbau masyarakat untuk taat administrasi dan membayar pajak kendaraan, tetapi juga memberikan contoh dari lingkungan internal.Ia mengingatkan jangan sampai kendaraan yang digunakan oleh petugas Samsat di Aceh justru menggunakan pelat nomor luar Aceh.“Jangan sampai mobil milik petugas Samsat Aceh sendiri berplat luar Aceh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membenahi administrasi agar pelayanan kepada masyarakat tidak menjadi hambatan dalam peningkatan penerimaan.Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka Sosialisasi Peraturan Gubernur Aceh Nomor 29 Tahun 2023 tentang Nilai Perolehan Air Permukaan serta Keputusan Gubernur Aceh Nomor 900.1.13/1/658 Tahun 2026 tentang Penetapan Nilai Perolehan Air Permukaan.Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui BPKA itu diikuti unsur Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota, UPTD Samsat se-Aceh, serta Inspektorat kabupaten/kota.[]

Wagub Aceh Minta TASPEN Salurkan Zakat Melalui Baitul Mal

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek fadh) meminta PT TASPEN (Persero) ikut berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Aceh dengan menyalurkannya melalui Baitul Mal Aceh.Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT TASPEN (Persero) dengan PT Bank Aceh Syariah tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun pada Bank Aceh, di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).“Kami minta TASPEN juga menyalurkan zakatnya lewat Baitul Mal Aceh,” kata Fadhlullah dalam sambutannya.

Menurut Fadhlullah, Aceh memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam, termasuk dalam hal pengelolaan zakat. Karena itu, ia berharap lembaga maupun perusahaan yang beraktivitas di Aceh dapat ikut mendukung sistem pengelolaan zakat melalui lembaga resmi yang ada di Aceh.

Fadhlullah juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan orang yang asing dengan TASPEN. Saat masih bertugas sebagai anggota DPR RI, ia mengatakan salah satu tugasnya termasuk mengawal dan mengawasi kinerja lembaga tersebut.“Dulu saat di DPR RI, tugas saya termasuk yang mengawal kinerja lembaga TASPEN,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah Hendra Supardi menyampaikan sejumlah capaian kerja sama Bank Aceh dengan TASPEN.Bank Aceh Syariah telah menandatangani perpanjangan PKS terkait Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) pada Mei 2026. Dalam evaluasi tersebut, Bank Aceh meraih predikat Sangat Baik.

Per Agustus 2026, Bank Aceh dipercaya mengelola pembayaran pensiun dengan total nominal mencapai Rp157,4 miliar melalui empat Kantor Cabang Koordinator, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, dan Jakarta.Bank Aceh juga memastikan pelaporan administrasi, termasuk SPTB, SPTJM, otentikasi dan laporan pendukung lainnya, diselesaikan tepat waktu sesuai standar PT TASPEN.

Dalam peningkatan layanan, Bank Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan Batas Usia Pensiun (BUP) bagi calon pensiunan di seluruh kabupaten/kota se-Aceh dengan dukungan PT TASPEN Cabang Banda Aceh dan Lhokseumawe.Pada Juni 2026, Bank Aceh juga telah melaksanakan sosialisasi ketetapan serta pelatihan dan sertifikasi Office Channeling Mitra Bayar bagi supervisor dan petugas khusus di jaringan cabang Bank Aceh.

Selain pelayanan pencairan gaji, Bank Aceh menyatakan komitmennya untuk terus memberdayakan pensiunan, termasuk melalui pelibatan mereka dalam kegiatan UMKM.Hendra mengatakan Bank Aceh Syariah siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi kegiatan BUP bersama PT TASPEN.

Ia berharap penandatanganan PKS tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun tersebut menjadi dorongan bagi Bank Aceh untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan bernilai tambah bagi para pensiunan.[]

4.833 Narapidana dan Anak Binaan di Aceh Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI*

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sebanyak 4.833 narapidana dan anak binaan pemasyarakatan di Aceh memperoleh Remisi Umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.‎‎

Penyerahan remisi secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh) kepada sejumlah penerima dalam seremoni yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).‎‎

Berdasarkan data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Aceh, terdapat 4.849 orang yang diusulkan memperoleh Remisi Umum pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.833 orang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum, sementara 16 orang tidak mendapatkan SK remisi.‎‎Dari 4.833 penerima remisi, sebanyak 4.806 merupakan narapidana dewasa dan 27 orang merupakan anak binaan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).‎‎

Remisi yang diberikan terbagi dalam dua kategori, yakni Remisi Umum I (RU I) dan Remisi Umum II (RU II). Sebanyak 4.808 orang menerima RU I, sedangkan 25 orang menerima RU II yang membuat penerimanya langsung bebas.‎‎Untuk RU I, sebanyak 525 orang memperoleh remisi satu bulan, 1.006 orang memperoleh remisi dua bulan, 1.379 orang memperoleh remisi tiga bulan, 796 orang memperoleh remisi empat bulan, 721 orang memperoleh remisi lima bulan, dan 381 orang memperoleh remisi enam bulan.‎‎Sementara itu, penerima RU II terdiri atas tujuh orang yang memperoleh remisi satu bulan, lima orang memperoleh remisi dua bulan, delapan orang memperoleh remisi tiga bulan, tiga orang memperoleh remisi empat bulan, dan dua orang memperoleh remisi lima bulan.

‎‎Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia pada pemberian Remisi Umum bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan.‎‎Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meneguhkan komitmen dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

‎‎Dalam sistem pemasyarakatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penegakan hukum yang berkeadilan, perlakuan yang manusiawi, serta pemberian kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.‎‎”Pemberian remisi merupakan penghargaan atas keberhasilan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan sekaligus menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial,” ujar Fadhlullah membacakan sambutan Menteri.‎‎

Pada 2026, Pemerintah memberikan Remisi Umum kepada 173.706 narapidana dan Pengurangan Masa Pidana kepada 1.085 Anak Binaan di seluruh Indonesia.‎‎Kepada para penerima remisi, Menteri menyampaikan ucapan selamat dan meminta agar kesempatan tersebut dijadikan motivasi untuk terus mengikuti pembinaan, meningkatkan keterampilan, menjaga disiplin, serta tidak mengulangi tindak pidana.‎‎Sementara kepada Anak Binaan, Menteri berpesan agar mereka terus belajar, membangun cita-cita, menghormati orang tua dan guru, serta mempersiapkan masa depan sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.‎‎

Dalam sambutan tersebut Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi Menteri kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan dan meminta agar integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan terus dijaga.‎‎Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, maupun pelanggaran hukum dan etik.‎‎Untuk itu, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama membangun Sistem Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045. []

*Sekda Aceh Apresiasi Paskibraka 2026, Tekankan Semangat Pengabdian Generasi Muda*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, M.PA, menghadiri temu ramah dan jamuan makan malam bersama anggota Paskibraka Provinsi Aceh Tahun 2026 di Restoran Pendopo Meuligoe Gubernur Aceh, Senin malam (17/8/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh; Kepala Dinas Pendidikan Aceh; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh; serta jajaran Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Aceh.

Temu ramah dan jamuan makan malam tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi Pemerintah Aceh kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Atas nama Pemerintah Aceh, Sekda menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka Aceh 2026 yang telah melaksanakan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan.Sekda menyampaikan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara.

Di balik setiap langkah dan gerakan, terdapat tanggung jawab untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih sekaligus membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Provinsi Aceh.Untuk sampai pada tahap tersebut, para Paskibraka telah melalui proses yang tidak ringan, mulai dari latihan yang melelahkan, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran dan kekompakan.

Dalam suasana ramah tamah tersebut, Sekda mengajak para Paskibraka menikmati kebersamaan sekaligus menjadikan pengalaman selama bertugas sebagai bekal berharga untuk perjalanan mereka di masa mendatang.“Teruslah belajar, jaga akhlak dan pergaulan, hormati orang tua dan guru, serta tumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat,” pesan Sekda.

Sekda berharap dari barisan Paskibraka Aceh lahir generasi muda yang memiliki integritas, keberanian, kedisiplinan, dan semangat pengabdian, serta menjadi pemimpin yang berilmu, rendah hati, mencintai Aceh, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pelatih, pamong, pengurus DPPI, serta seluruh panitia yang telah memberikan doa, perhatian, dan kerja keras dalam mendampingi para anggota Paskibraka.“Tugas mungkin telah selesai, tetapi semangat pengabdian baru saja dimulai,” ujar Sekda.🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia!

Kapolda Aceh Ikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengikuti apel kehormatan dan renungan suci yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Banda Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 00.00 WIB dan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, apel kehormatan dan renungan suci merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengabdikan diri serta mengorbankan jiwa dan raga demi membela Tanah Air.

“Penghormatan ini bukan hanya ditujukan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP, tetapi juga kepada mereka yang tidak dikenal nama maupun tempat pemakamannya, yang telah gugur dalam perjuangan di seluruh pelosok negeri,” ujar Joko.

Apel kehormatan dan renungan suci tersebut dipimpin Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Dalam kesempatan itu, Pangdam bersama seluruh peserta apel turut mendoakan agar arwah para pahlawan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.“Hormat yang sebesar-besarnya atas keridaan, keikhlasan, dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Joko Krisdiyanto, sebagaimana doa yang dipanjatkan dalam apel tersebut.

Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Wagub Aceh Serukan Jaga Perdamaian dan Wujudkan Aceh Sejahtera

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh) menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjaga perdamaian dan bahu-membahu mewujudkan Aceh yang sejahtera. Pesan itu disampaikan Fadhlullah usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).

“Kepada seluruh rakyat Aceh, mari kita jaga perdamaian dan bahu-membahu wujudkan Aceh sejahtera,” kata Fadhlullah kepada wartawan usai upacara.Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan merupakan hal utama yang harus dijaga agar masyarakat Aceh dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, termasuk dalam menjalankan ibadah.“Keamanan dan kenyamanan adalah utama, agar masyarakat Aceh tenang melakukan aktivitas, terutama beribadah,” ujarnya.

Sebelumnya, Fadhlullah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang. Ia juga memimpin pembacaan Pancasila dalam rangkaian upacara tersebut.Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dipimpin Ketua DPR Aceh Zulfadli, sedangkan pembacaan doa dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Azhari.

Upacara dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Dana Pranata, yang juga menjabat Komandan Batalyon Infanteri 112/Dharma Jaya.Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Paskibraka Aceh. Pembawa baki bendera adalah Kasyfa Zayyan Latjuba, siswi SMA Negeri 11 Banda Aceh.Tiga pengibar bendera yakni M Alahza Kusuma dari SMA Negeri 1 Aceh Barat, Rizky Maulana Alsyukhran dari SMA Negeri 1 Tapaktuan, dan Fatur Rachman dari SMA Negeri 1 Langsa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Ruddi Setiawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir.Usai upacara, Wagub dan seluruh peserta upacara lainnya melanjutkan agenda selanjutnya, yaitu mengikuti secara virtual dari Anjong Mon Mata komplek meuligoe Gubernur Aceh upacara peringatan detik detik proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Istana Negara IKN dan Istana Merdeka Jakarta.[]

Rapat Forkompimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Dinamika kerusuhan yang diwarnai penaikan Bendera Bintang Bulan pada Hari Damai Aceh menjadi fokus diskusi dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Minggu (16 Agustus 2026).

Rapat Forkopimda ini dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), yang sebelumnya telah mendapat arahan dari Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. “Arahannya terutama segera melaksanakan rapat Forkopimda dan mencari akar masalah dan solusi terhadap peristiwa menonjol yaitu kerusahan yang terjadi di Aceh,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Peristiwa yang menonjol terjadi di Masjid Raya Baiturrahman dan Pendopo Gubernur Aceh, pada Sabtu (15 Agustus 2026). Di sini terjadi penurunan Bendera Merah Putih dan penaikan Bendera Bintang Bulan. Sedangkan di Pendopo Gubernur yang tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, terjadi perusakan Lambang Negara Burung Garuda, penurunan Bendera Merah Putih, dan penaikan Bendera Bintang Bulan.Nurlis menjelaskan Wagub Dek Fadh membuka rapat yang berlangsung sekitar dua jam. Rapat Forkopimda dihadiri seluruh unsur Forkopimda tersebut, menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Di antaranya adalah menjaga Aceh tetap aman, damai dan kondusif. “Semua pihak diminta menahan diri mencegah aksi serupa dan mengutamakan pendekatan persuasive,” kata Nurlis. “Menguatkan komunikasi dengan ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan eksponen masyarakat.”Selain itu, Nurlis menambahkan, semua pihak diminta membangun satu narasi komunikasi publik yang menenangkan dan menyejukkan, melalui himbauan. “Juga menegaskan bahwa perdamaian Aceh adalah fondasi bersama dalam membangun Aceh yang lebih baik kedepan,” kata Nurlis.

Sedangkan terhadap persoalan bendera, Pemerintah Aceh dan DPRA akan melakukan konsultasi ke Mendagri untuk adanya kepastian hukum.Selain itu, Wagub mengimbau semua pihak di Aceh untuk sama-sama menciptakan keamanan dan kenyamanan di Aceh. “Berbagai persoalan yang menjadi pemicu kerusuhan kemarin sudah kami bahas, dan kami carikan solusinya yang terbaik untuk rakyat Aceh,” kata Wagub Dek Fadh di Banda Aceh, Minggu (16 Agustus 2026).[]

Kapolda Aceh Serahkan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada Keluarga Alm. Bripka Kurniadi

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jaminan kecelakaan kerja berupa santunan ASABRI kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi, pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kerja Kapolda Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Aceh, Kabid Propam Polda Aceh, Kabagwatpers Biro SDM Polda Aceh, Kepala Kantor Cabang ASABRI Aceh beserta dua orang staf, serta keluarga almarhum Bripka Kurniadi, yakni Ny. Dwi Anggraini selaku istri almarhum dan ketiga anaknya, Shaqila Anindya Zhafira, Alesha Qiana Adzra, dan Kania Nadhira Mumtaza.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pemberian santunan ASABRI kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi, yang merupakan personel Bhabinkamtibmas Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam.“Pemberian santunan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada keluarga almarhum Bripka Kurniadi yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di wilayah Gunung Kedabuhan, Subulussalam, pada tahun 2023,” ujar Joko.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan santunan ASABRI berupa sejumlah uang kepada keluarga almarhum. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Bripka Kurniadi (38) merupakan personel Bhabinkamtibmas Desa Penanggalan Barat, Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam. Ia dinyatakan hilang setelah terseret material longsor susulan ketika sedang melaksanakan pemantauan dan pengamanan jalur lintas di Dusun Patetah, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan.Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 27 Oktober 2023, di Jalan Lintas Nasional Subulussalam (Aceh) menuju Pakpak Barat, Sumatera Utara, tepatnya di kawasan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan.

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 19.15 WIB dan menutup badan jalan dengan material tanah serta kayu. Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi longsor susulan saat petugas bersama masyarakat berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pemantauan kondisi.Akibat longsor susulan tersebut, beberapa orang terseret material longsor yang mengarah ke aliran Sungai Lae Kombih.

Dalam peristiwa tersebut, Bripka Kurniadi dinyatakan hilang dan hingga kini menjadi bagian dari catatan duka dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota Polri.“Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kami juga berharap keluarga almarhum senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas Joko.

Kapolda Terima Silaturahmi DPD Perusahaan Realestat Indonesia Provinsi Aceh

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Provinsi Aceh di ruang kerjanya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polda Aceh dengan pelaku usaha sektor realestat, khususnya dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang aman, tertib, serta kondusif di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin erat antara kepolisian dan berbagai elemen dunia usaha.“Silaturahmi ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara Polda Aceh dengan DPD REI Aceh. Dunia usaha merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” ujar Joko, dalam rilisnya, usai kegiatan.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya.

Karena itu, Polda Aceh terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi dan pelaku usaha di sektor properti.“Pada prinsipnya, Polda Aceh siap membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, selama bertujuan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” pungkas Joko.