Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-3-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah yang menggunakan fasilitas layanan Action Mobile, Bank Aceh telah melakukan update terhadap Aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi Action Mobile versi 1.3.0

Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh menyampaikan aplikasi Mobile Banking versi 1.3.0 menghadirkan penguatan signifikan pada aspek security. Pembaruan ini mencakup peningkatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta kemampuan deteksi aktivitas tidak wajar secara lebih optimal.

Fitur Action Mobile terbaru ini dapat mendeteksi aplikasi lain yang terpasang pada perangkat handphone nasabah yang terdeteksi kurang aman dan berbahaya, sehingga nasabah di anjurkan untul melalukan uninstall aplikasi tersebut agar aman untuk menjalankan aplikasi Action Mobile.

Selain itu, versi terbaru ini juga membawa peningkatan performa dan stabilitas sistem guna memastikan pengalaman transaksi yang lebih aman, cepat, dan andal bagi nasabah.

Versi terbaru saat ini juga nasabah dapat menggunakan password tanpa karakter unik, cukup menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil serta angka, nasabah juga dapat melakukan login ke aplikasi Action Mobile menggunakan biometric seperti sidik jari maupaun scan wajah.

Ilham juga mengingatkan kepada para nasabah pengguna layanan Action Mobile agar bijak dan berhati-hati dalam bertransaksi dan tetap menjaga kerahasian data pribadi seperti User, Password, PIN serta Kode OTP.

Bank Aceh tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data baik User, Password, PIN maupun Kode OTP.

Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-3-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah yang menggunakan fasilitas layanan Action Mobile, Bank Aceh telah melakukan update terhadap Aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi Action Mobile versi 1.3.0

Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh menyampaikan aplikasi Mobile Banking versi 1.3.0 menghadirkan penguatan signifikan pada aspek security. Pembaruan ini mencakup peningkatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta kemampuan deteksi aktivitas tidak wajar secara lebih optimal.

Fitur Action Mobile terbaru ini dapat mendeteksi aplikasi lain yang terpasang pada perangkat handphone nasabah yang terdeteksi kurang aman dan berbahaya, sehingga nasabah di anjurkan untul melalukan uninstall aplikasi tersebut agar aman untuk menjalankan aplikasi Action Mobile.

Selain itu, versi terbaru ini juga membawa peningkatan performa dan stabilitas sistem guna memastikan pengalaman transaksi yang lebih aman, cepat, dan andal bagi nasabah.

Versi terbaru saat ini juga nasabah dapat menggunakan password tanpa karakter unik, cukup menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil serta angka, nasabah juga dapat melakukan login ke aplikasi Action Mobile menggunakan biometric seperti sidik jari maupaun scan wajah.

Ilham juga mengingatkan kepada para nasabah pengguna layanan Action Mobile agar bijak dan berhati-hati dalam bertransaksi dan tetap menjaga kerahasian data pribadi seperti User, Password, PIN serta Kode OTP.

Bank Aceh tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data baik User, Password, PIN maupun Kode OTP.

Wali Kota, Illiza Sa’addudin Jamal Berbagi Kebahagian Bersama Yatim

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-4-2026 Pemerintah Kota Banda Aceh kembali memperingati Hari Yatim yang jatuh setiap 15 Ramadhan dengan menggelar kegiatan penuh makna di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan anak yatim dari berbagai gampong di Banda Aceh, serta jajaran pemerintah kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para dermawan.

Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak yatim yang mendapatkan santunan sekaligus kesempatan berbuka puasa bersama para pemimpin kota. Momentum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat Banda Aceh terhadap anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masih terus hidup di Kota Banda Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan ini. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujar Illiza.

Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa sayang dan kebanggaannya kepada para anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bermakna bagi seluruh yang hadir.

“Kehadiran ananda sekalian membuat tempat ini terasa lebih hangat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Sore ini kami belajar dari anak-anak hebat tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam,” katanya.

Illiza menegaskan bahwa peringatan Hari Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan dan melindungi anak-anak yang kehilangan orang tua.

Ia menilai kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian dan kekurangan kasih sayang.

“Hari ini, 15 Ramadhan, kita tidak hanya memperingati Hari Yatim. Kita sedang memperbaharui komitmen moral kota ini. Kota yang diberkahi adalah kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para anak yatim agar tetap percaya diri dan terus bermimpi besar dalam meraih masa depan.

Menurutnya, meskipun mereka pernah merasakan kehilangan, kasih sayang Allah SWT tidak pernah terputus. Bahkan dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia.

“Kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dilindungi dalam ajaran Rasulullah. Betapa mulianya kedudukan kalian,” ucapnya.

Ia kemudian mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan sangat dekat kedudukannya dengan Rasulullah di surga.

Melalui momentum tersebut, Illiza juga mengajak para anak yatim untuk tidak pernah merasa kecil ataupun putus asa dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ahmad Rizal yang memberikan pesan tentang pentingnya menyantuni anak yatim serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebelum tausiah dan berbuka puasa bersama, Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, serta pimpinan perbankan dan BUMN turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim.

Santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan kemudian mengikuti tausiah Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Tawa dan keceriaan anak-anak yatim mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan momen hangat yang penuh makna.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Di hari berikutnya, Jum’at tanggal 6 Maret 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penyerahan zakat perdana dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, Penyerahan zakat ini menjadi bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi pengelola zakat di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan Baitul Mal dalam pengelolaan dana umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, S.E., M.M., kepada Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, M.H. Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara dan masyarakat luas.

Kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama yang lebih erat antara KPP Pratama Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari kalangan pegawai dan aparatur di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga pengelolaannya lebih terarah dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, mengatakan bahwa penyerahan zakat ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam sekaligus dukungan terhadap sistem pengelolaan zakat yang telah diatur secara resmi di Aceh.

Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, diharapkan distribusinya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mustahik.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KPP Pratama Banda Aceh dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program sosial dan keagamaan lainnya.

Lebih lanjut, Yusuf Al-Qardhawy berharap penyerahan zakat perdana ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pegawai instansi pemerintah, agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Kota Banda Aceh dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Penyaluran zakat melalui Baitul Mal juga merupakan implementasi dari ketentuan yang berlaku di Aceh sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan atas qanun sebelumnya, serta Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan zakat.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa zakat bagi umat Islam di Aceh dapat disalurkan melalui lembaga resmi pengelola zakat, yaitu Baitul Mal, agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi, transparan, serta akuntabel.

Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Banda Aceh semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Ke depan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna mengoptimalkan potensi zakat yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi Islam yang mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan umat

Wali Kota, Illiza Sa’addudin Jamal Berbagi Kebahagian Bersama Yatim

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-4-2026 Pemerintah Kota Banda Aceh kembali memperingati Hari Yatim yang jatuh setiap 15 Ramadhan dengan menggelar kegiatan penuh makna di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan anak yatim dari berbagai gampong di Banda Aceh, serta jajaran pemerintah kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan para dermawan.

Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak yatim yang mendapatkan santunan sekaligus kesempatan berbuka puasa bersama para pemimpin kota. Momentum tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat Banda Aceh terhadap anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masih terus hidup di Kota Banda Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan ini. Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujar Illiza.

Secara khusus, ia juga menyampaikan rasa sayang dan kebanggaannya kepada para anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menghadirkan suasana yang lebih hangat dan bermakna bagi seluruh yang hadir.

“Kehadiran ananda sekalian membuat tempat ini terasa lebih hangat, lebih hidup, dan lebih bermakna. Sore ini kami belajar dari anak-anak hebat tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam,” katanya.

Illiza menegaskan bahwa peringatan Hari Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh masyarakat untuk terus memperhatikan dan melindungi anak-anak yang kehilangan orang tua.

Ia menilai kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian dan kekurangan kasih sayang.

“Hari ini, 15 Ramadhan, kita tidak hanya memperingati Hari Yatim. Kita sedang memperbaharui komitmen moral kota ini. Kota yang diberkahi adalah kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para anak yatim agar tetap percaya diri dan terus bermimpi besar dalam meraih masa depan.

Menurutnya, meskipun mereka pernah merasakan kehilangan, kasih sayang Allah SWT tidak pernah terputus. Bahkan dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia.

“Kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dilindungi dalam ajaran Rasulullah. Betapa mulianya kedudukan kalian,” ucapnya.

Ia kemudian mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan sangat dekat kedudukannya dengan Rasulullah di surga.

Melalui momentum tersebut, Illiza juga mengajak para anak yatim untuk tidak pernah merasa kecil ataupun putus asa dalam meraih cita-cita.

“Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ahmad Rizal yang memberikan pesan tentang pentingnya menyantuni anak yatim serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sebelum tausiah dan berbuka puasa bersama, Wali Kota Banda Aceh bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, serta pimpinan perbankan dan BUMN turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada sepuluh anak yatim.

Santunan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta kegiatan kemudian mengikuti tausiah Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Tawa dan keceriaan anak-anak yatim mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan momen hangat yang penuh makna.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga anak-anak yatim dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Di hari berikutnya, Jum’at tanggal 6 Maret 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menerima penyerahan zakat perdana dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, Penyerahan zakat ini menjadi bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi pengelola zakat di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan Baitul Mal dalam pengelolaan dana umat.

Zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, S.E., M.M., kepada Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, M.H. Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan aparatur negara dan masyarakat luas.

Kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama yang lebih erat antara KPP Pratama Banda Aceh dan Baitul Mal Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari kalangan pegawai dan aparatur di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi sehingga pengelolaannya lebih terarah dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhamad Syafei Harahap, mengatakan bahwa penyerahan zakat ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam sekaligus dukungan terhadap sistem pengelolaan zakat yang telah diatur secara resmi di Aceh.

Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal, diharapkan distribusinya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mustahik.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhawy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KPP Pratama Banda Aceh dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan, sehingga dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan kepada fakir miskin, santunan anak yatim, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program sosial dan keagamaan lainnya.

Lebih lanjut, Yusuf Al-Qardhawy berharap penyerahan zakat perdana ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pegawai instansi pemerintah, agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, potensi zakat yang besar di Kota Banda Aceh dapat dikelola secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Penyaluran zakat melalui Baitul Mal juga merupakan implementasi dari ketentuan yang berlaku di Aceh sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan atas qanun sebelumnya, serta Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang pengelolaan zakat.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa zakat bagi umat Islam di Aceh dapat disalurkan melalui lembaga resmi pengelola zakat, yaitu Baitul Mal, agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi, transparan, serta akuntabel.

Dengan adanya dukungan dari berbagai instansi pemerintah, diharapkan pengelolaan zakat di Kota Banda Aceh semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Ke depan, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna mengoptimalkan potensi zakat yang ada. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen ekonomi Islam yang mampu membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan umat

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.

Hj Illiza Sa’aduddin Serahkan Bantuan Masa Panik, Serta Bantuan Rumah Korban Kebakaran

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Kamis 19-2-2026 Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Jalaluddin, ST, MT saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran warga Gampong Emperom Kecamatan Jaya Baru.

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE menyerukan warga Kota Banda Aceh agar terus waspada terhadap bahaya kebakaran selama bulan ramadan.

Kita menyerukan agar warga kota tidak boleh lengah dan selalu waspada terhadap kebakaran seperti jangan lupa mematikan kompor setelah memasak dan mematikan atau mencabut listrik yang tidak digunakan, sehingga dengan demikian kita bisa menjalankan ramadhan dengan aman dan nyaman, kata Illiza.

Hal tersebut disampaikan Walikota Illiza saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru.

Walikota Illiza mengatakan, bantuan masa panik tersebut diserahkan kepada saudara Mardanil yang merupakan salah seorang pegawai di Kantor PDAM Tirta Daroy.

Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka, semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran atas musibah yang menimpa keluarganya dan terus berdoa, karena di bulan ramadhan ini mudah diijabah do’a oleh Allah SWT, sebut Illiza.

Karena itu, Illiza telah mengarahkan Dinas terkait untuk meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya selama bulan suci ramadan.

Karena, potensi kerawanan kebakaran kerap terjadi akibat peningkatan aktivitas warga di rumah dalam berbagai persiapan berbuka puasa maupun sahur, ujar Illiza.

Selanjutnya, kegiatan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, di hari Jum’at 20 Februari 2026 menyerahkan secara langsung bantuan Rumah Layak Huni kepada warga kurang mampu di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Bantuan tersebut merupakan program penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya PT BPR Syariah Hikmah Wakilah menyalurkan zakat via Baitul Mal Kota sebesar Rp75 juta yang diserahkan langsung oleh Dirut Sugito kepada Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza.

Di lokasi penyerahan, Bunda Illiza disambut hangat oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H Zulhan Hanafiah dan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Penyerahan rumah berlangsung dalam suasana haru dan penuh syukur, menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih layak bagi keluarga Zulkarnaini, penerima manfaat.

Hadir bersama wali kota, anggota DPRK Zulkasmi, Hj Efiaty Z, beserta unsur Forkopimda, muspika, dan beserta para tokoh gampong setempat

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bunda Illiza mengapresiasi Baitul Mal yang masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan bermartabat.

Baitul Mal menurut Bunda Illiza bergerak cepat menuntaskan rumah bagi korban kebakaran yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Walikota Illiza juga kagum dengan semangat warga Jeulingke dengan bahu-membahu memberikan bantuan khusus seperti hunian sementara kepada keluarga yang terkena musibah.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Illiza mengatakan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Bunda Illiza, berkomitmen memastikan pengelolaan dana zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.

Zakat adalah kekuatan besar umat Islam. Melalui pengelolaan yang baik, zakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk menyediakan rumah yang layak bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut Bunda Illiza.

Walikota Illiza juga menekankan bahwa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.

Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh dan Baitul Mal yang dinilai sangat membantu warganya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya, tutur
Zulhan Hanafiah.

Sementara itu, penerima bantuan tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas rumah baru yang kini dapat ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, mereka tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan kurang aman.

Di akhir kegiatan, Bunda Illiza berharap bantuan tersebut membawa keberkahan serta menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.

Semoga rumah ini menjadi tempat yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Insya Allah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus hadir untuk masyarakat, demikian kata Walikota Illiza.