TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.

Progres Jembatan Perintis Aceh Tamiang Capai 49,55 Persen

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Semangat gotong royong kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara prajurit Kodam Iskandar Muda dari satuan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah, Tim Vertical Rescue Indonesia, serta masyarakat setempat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 49,55 persen.

Pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh beberapa waktu lalu. Terputusnya akses penghubung antar desa tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam hal transportasi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas anak-anak menuju sekolah dan warga menuju fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran jembatan gantung ini menjadi solusi vital bagi masyarakat dua desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses, khususnya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan jalur penyeberangan tradisional tidak dapat digunakan.

Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 250 meter, menjadikannya salah satu jembatan gantung penghubung antar desa yang cukup panjang di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Konstruksi jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga sangat membantu aktivitas harian masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh melalui jalur alternatif atau menyeberang sungai dengan risiko keselamatan yang tinggi. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini diharapkan mampu menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan sosial bagi warga Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan.

Pada kegiatan perbantuan progres pembangunan yang dilaksanakan hari ini, prajurit Kodam Iskandar Muda bersama masyarakat dan Tim Vertical Rescue Indonesia melanjutkan sejumlah pekerjaan penting di lapangan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi melanjutkan pemasangan tembokan gapura di titik B sebagai penopang utama jembatan, melanjutkan pemasangan sling wire rawean yang berfungsi sebagai penyangga dan pengikat konstruksi jembatan, serta melaksanakan pengecoran tanjakan landaian di titik A dan titik B guna memperkuat akses naik dan turun menuju jembatan.

Selain itu, tim gabungan juga melaksanakan pengelasan besi tulangan papan pijakan yang akan menjadi dasar lantai jembatan gantung. Proses pengelasan ini membutuhkan ketelitian, kehati-hatian, dan koordinasi yang baik antarpersonel, mengingat konstruksi jembatan gantung sangat bergantung pada kekuatan rangka, sling wire, serta kualitas sambungan antar komponen agar jembatan nantinya aman digunakan oleh masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah tahapan pekerjaan juga telah dilaksanakan secara bertahap, di antaranya penimbunan gapura di titik A dan titik B, pemasangan tembokan gapura di kedua titik tersebut, pengeboran besi palangan sebagai rangka utama, pengecatan besi palangan untuk mencegah korosi dan memperpanjang usia pakai konstruksi, serta pembentangan sling pijakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terencana untuk memastikan jembatan dibangun secara kokoh, aman, dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada kondisi medan yang cukup menantang.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos, M.M. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur akibat dampak bencana alam.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan. Dengan adanya akses penghubung yang lebih layak, diharapkan roda perekonomian warga dapat bergerak lebih cepat, anak-anak lebih mudah menuju sekolah, dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan akses ke layanan kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat setempat pun menyambut baik pembangunan jembatan tersebut dan turut berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pekerjaan. Mereka bergotong royong bersama prajurit TNI, mulai dari pengangkutan material, pengerjaan konstruksi ringan, hingga membantu penyediaan konsumsi bagi para pekerja di lapangan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya semangat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi dampak bencana.

Dengan progres yang telah mencapai hampir setengah dari total pekerjaan, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Lubuk Sidup–Aras Sembilan dapat segera rampung dalam waktu dekat. Ke depan, TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus bersinergi untuk menyelesaikan pembangunan ini hingga tuntas, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara penuh oleh masyarakat di kedua desa tersebut dan menjadi simbol kebangkitan pascabencana di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.