*Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Car Free Day dan Berbagai Layanan Publik*

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Aceh menggelar kegiatan Car Free Day “On The Street” yang dipusatkan di kawasan Jalan Mohammad Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Minggu (7/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir dan memadati kawasan CFD tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari senam jantung sehat, pelayanan publik, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pameran perlengkapan serta peralatan operasional Polri.Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., didampingi Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh.

Selain itu, ratusan Personel Polri dan Bhayakari.Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kegiatan “On The Street” merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang membangun kebersamaan dan keakraban dengan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan Car Free Day ini, kami melaksanakan berbagai bakti sosial, memperkenalkan peralatan-peralatan Polri kepada masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dan akrab dengan masyarakat. Ini merupakan wujud komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.

Selain mendekatkan Polri dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kehadiran bazar UMKM memberikan ruang promosi bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat yang hadir.

Menurut Kapolda, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Dengan demikian, produk-produk lokal Aceh semakin dikenal dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Polda Aceh juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung CFD. Layanan tersebut mendapat respons positif dari warga yang hadir dan memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.

Tim Kodam Iskandar Muda Juara I Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026

BANDA ACEH ( Inforakyataceh ) Tim dari Kodam Iskandar Muda berhasil meraih gelar juara pertama pada Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Turnamen resmi ditutup oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, di Lapangan Tenis Trengginas Polda Aceh, Minggu (7/6/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari, sejak 4 hingga 7 Juni 2026, tersebut diikuti 17 tim dengan total 170 atlet yang berasal dari Polresta dan Polres jajaran Polda Aceh serta sejumlah instansi mitra.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta memperkuat sinergi antarlembaga di Aceh.Partai final turut disaksikan oleh Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, perwakilan Bank Aceh, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, influencer, panitia, wasit, official, serta perwakilan dari Kodam Iskandar Muda.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, olahraga tenis tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media untuk mempererat hubungan kekeluargaan, kebersamaan, dan kekompakan antaranggota maupun antarinstansi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah meramaikan turnamen ini. Semoga kegiatan ini semakin mempererat keakraban, persaudaraan, dan soliditas di antara kita semua. Mari terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan,” ujar Kapolda Aceh.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung. Prestasi yang diraih, kata dia, diharapkan menjadi kebanggaan bagi keluarga, institusi, dan daerah masing-masing.“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya.Pada ajang tersebut, tim Kodam Iskandar Muda tampil sebagai juara pertama dan berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp20 juta, trofi, serta medali emas yang diserahkan langsung oleh Kapolda Aceh.

Posisi juara kedua diraih oleh Polres Langsa yang memperoleh hadiah uang pembinaan Rp15 juta, trofi, dan medali perak yang diserahkan oleh perwakilan Komisaris Independen PEMA.Sementara itu, juara ketiga bersama diraih oleh Polda Aceh dan Polres Aceh Timur. Kedua tim masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta, trofi, dan medali perunggu yang diserahkan oleh Karo Rena dan Karo Ops Polda Aceh.

Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya menumbuhkan semangat sportivitas, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan dan kemajuan Aceh.

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Pidie ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Gampong Blang Lheun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (6/6/2026), dalam rangka silaturahmi sekaligus meninjau lahan pertanian yang akan digunakan untuk program penanaman jagung seluas 40 hektare.‎

Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriana Imhar, S.I.K., M.H., Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., serta sejumlah pejabat utama Polres Pidie, unsur penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan para petani di Kemukiman Teungue. ‎Setibanya di lokasi Kapolda Aceh bersama rombongan mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan laporan situasi oleh Kapolres Pidie.

Selanjutnya, Kapolda Aceh menggelar tatap muka dan berdialog langsung dengan para petani serta masyarakat yang akan mengelola lahan jagung melalui program yang digagas Petani Muda Milenial Aceh bekerja sama dengan Polda Aceh.‎Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan bantuan berupa 10 unit sumur bor kepada masyarakat Kemukiman Teungu.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Keuchik Gampong Blang Lheun,Kecamatan Simpang Tiga.Kabupaten Pidie.Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyampaikan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.‎‎

Menurutnya, sinergi antara Kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting dalam mendorong produktivitas pertanian. Sebutnya. ‎‎Usai kegiatan silaturahmi, Kapolda Aceh bersama rombongan meninjau langsung lahan yang sedang dipersiapkan untuk penanaman jagung.

Dalam peninjauan itu, Kapolda juga meninjau kebutuhan sarana pendukung pertanian, termasuk rencana fasilitasi jaringan listrik ke kawasan lahan pertanian guna mendukung kegiatan budidaya jagung.‎‎Kapolda Aceh beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Banda Aceh. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan lancar.

‎Program penanaman jagung seluas 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangann nasional sekaligus meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Pidie.

Ketua PSI Aceh Temui Kapolda, Bahas Ekonomi Rakyat hingga Kolaborasi Bangun Aceh

Banda Aceh – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, T Rival Amiruddin, melakukan kunjungan silaturahmi dengan Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, di Polda Aceh pada Selasa (2/6/2026)kemarin.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan membahas berbagai isu strategis, termasuk perekonomian masyarakat serta sinergi membangun Aceh yang lebih maju.

Dalam pertemuan itu, T Rival Amiruddin menegaskan bahwa PSI memiliki perhatian besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat Aceh.

Menurut Rival, peningkatan kesejahteraan rakyat harus menjadi fokus bersama seluruh elemen di daerah.

“PSI sangat peduli terhadap perekonomian rakyat Aceh. Kami ingin hadir dan berkontribusi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan kolaborasi yang konstruktif,” ujar Amiruddin.

Amiruddin juga menyampaikan komitmennya setelah dipercaya memimpin DPW PSI Aceh. Ia menegaskan akan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

“Dengan terpilihnya saya sebagai Ketua DPW PSI Aceh, saya ingin merangkul seluruh elemen masyarakat.

Tidak perlu ada kekhawatiran, saya bukan ancaman bagi siapa pun. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Aceh menjadi lebih baik,” kata Rival

Sementara itu, Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, menyampaikan ucapan selamat kepada Amiruddin atas amanah barunya sebagai Ketua DPW PSI Aceh.

Kapolda berharap kepemimpinan baru tersebut dapat membawa energi positif bagi pembangunan daerah.

Kapolda juga mengajak PSI Aceh untuk menjalin kolaborasi dan komunikasi yang baik dalam mendukung berbagai program pembangunan serta menjaga situasi yang kondusif di Aceh.

“Selamat atas terpilihnya Saudara T Rival Amiruddin sebagai Ketua DPW PSI Aceh. Mari kita berkolaborasi dan bersinergi demi kemajuan Aceh serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Marzuki.

Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi antara unsur kepolisian dan partai politik dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat Aceh.

Mualem Instruksikan Rumah Sakit Tetap Layani Warga, RSUDZA Beri Contoh Nyata

Banda Aceh (Inforakyataceh ) Minggu 10-5-2026 Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) tetap membantu warga yang butuh layanan kesehatan setelah berlakunya Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). “Administrasi diurus, pelayanan diberikan walau belum selesai pengurusan jaminan kesehatannya, apakah JKA, BPJS mandiri ,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi,

Nurlis menyampaikan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memang mengintruksikan seluruh rumah sakit pemerintah tetap melayani warga yang butuh pertolongan kesehatannya. “Sejauh ini RSUDZA telah melaksanakannya dengan baik,” katanya.

Mengenai aktivitas RSUZA tersebut, kata Nurlis, disampaikan setelah melihat sendiri pelayanan di RSUZA. Selain itu juga hasil dari berdiskusi dengan pihak manajemen RSUZA, yaitu Direktur Muazar, Wakil Direktur Administrasi dan Umum Teuku Hendra Faisal, Wakil Direktur Pelayanan Novita, dan Plt Wakil Direktur Penunjang M Fuad.

Berdasarkan data yang diperoleh Nurlis, RSUDZA menerima warga yang membutuhkan pertolongan setiap hari rata-rata antara 1500-2000 pasien. “Di antaranya terdapat 100-150 pasien Unit Gawat Darurat. “Semuanya dilayani dengan baik, tanpa terkendala Desil,” kata Nurlis. Angka itu diluar pasien yang rawat-inap.

Sejauh ini, kata Nurlis, selama masa transisi Pergub, RSUDZA banyak membantu mengurusi administrasi pasien Jaminan Kesahatan Nasional (JKN), yaitu dari Desil 1 sampai Desil 5 yang tidak aktif. “RSUDZA mengurus administrasinya. Begitu dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh, langsung berubah Jaminan Kesehatan pasien masuk ke JKA,” kata Nurlis.

Sampai Minggu (10 Mei 2026), kata Nurlis, data migrasi dari Desil JKN ke JKA tercatat 33 pasien. Selain itu, Nurlis menambahkan, terdapat juga kesalahan data, yaitu pasien dari golongan miskin yang datanya masuk ke golongan sejahtera. “RSUDZA mengurus administrasi mereka, terutama pasien pasien dengan penyakit Katastropik untuk di aktifkan kembali JKA nya”

Selama menunggu proses administrasi perubahan Desil untuk kejelasan jaminan kesehatan pasien, kata Nurlis, RSUDZA tetap melayani mereka dengan baik dan obat-obatan diberikan. “Bahkan termasuk obat kemoterapi yang harganya mahal mencapai dua juta rupiah, tetap diberikan walaupun jaminan kesehatan nya masih dalam proses pengurusan perubahan Desil,” katanya. Sampai dengan hari jum’at tanggal 8 Mei 2026 hal tersebut terjadi pada 22 pasien yang berkunjung ke RSUDZA.

Nurlis menambahkan bahwa tidak benar ada pasien yang diabaikan karena Pergub JKA. Misalnya mengenai isu yang beredar tentang seorang anak yang tidak dilayani, pasien kanker yang ditelantarkan, dan penarik becak yang tidak diberikan obat.

“Anak tersebut tetap dilayani dengan baik. Mengenai penarik becak itu, bapak itu keliru mengenai resep obat. Ia mengira harus beli di apotek di luar RSUDZA, padahal resep itu untuk mengambil obat di dalam RSUDZA,” kata Nurlis. “Mengenai pasien kanker, RSUDZA tetap memberikan kemoterapi yang harganya mahal mencapai Rp 2 juta, walaupun belum selesai pengurusan jaminan kesehatan nya karena proses perubahan Desil ”[]

*BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia*

Jakarta ( Inforakyataceh ) 24 Mei 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)menegaskan kesiapannya untuk memimpin dan menaikkan kelas ekosistem halal di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle nasional yang kini mencapai Rp5.000 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks di ajang Financial Festival 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. Dalam paparannya, Anggoro menegaskan bahwa peran perbankan syariah saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar penyedia transaksi finansial.

“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujar Anggoro.

Untuk mewujudkan target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah faktor pemampu (enablers) strategis, salah satunya melalui akselerasi pembiayaan yang agresif namun tetap berkelanjutan di berbagai sektor produktif. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama yang didorong untuk naik kelas.

“Kami serius memastikan pertumbuhan UMKM berjalan secara berkelanjutan.’’ BSI, kata dia, hadir melayani sepenuh hati melalui ekosistem komprehensif di BSI UMKM Centre, mulai dari pendampingan usaha yang belum bankable, pelatihan, pembinaan kemampuan, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli skala nasional maupun internasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan keunggulan uniknya (uniqueness) dalam ekosistem halal. Perusahaan secara masif masuk ke berbagai jejaring strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas, industri halal, hingga sektor haji dan umrah untuk mengintegrasikan potensi bisnis di dalamnya.

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-3 terbesar dalam pasar halal lifestyle global. Anggoro optimistis angka potensi Rp5.000 triliun tersebut masih bisa melonjak lebih tinggi jika seluruh ekosistem industri halal dan UMKM terintegrasi penuh dengan dukungan perbankan syariah sebagai mitra finansial utama.

“Tantangan besar kita adalah bagaimana bank syariah memimpin dan mengeksplorasi potensi raksasa ini secara optimal, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Mengakhiri sesi tersebut, Anggoro menegaskan “Prinsip syariah itu sejak lama adalah membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat, sesuai dengan maqashid syariah. Ekonomi itu tidak hanya untuk profit, tapi ekonomi itu untuk kemanfaatan dan keberlanjutan”.Corporate Secretary and Communications Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbkwww.bankbsi.co.id

Kapolres Pidie Serahkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Kota Sigli

PIDIE ( Inforakyataceh ) Jaka Mulyana menyerahkan bantuan sosial (bansos) secara simbolis kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Sigli, Kamis (21/5/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Gampong Lampoh Krueng. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Log Polres Pidie Kompol Pitriadi, Kapolsek Kota Sigli AKP Junaidi Akbar, serta Wakapolsek Kota Sigli Iptu Hermansyah.

Turut hadir personel Polres Pidie dan Polsek Kota Sigli, Keuchik Gampong Lampoh Krueng Alaudin beserta perangkat gampong, Keuchik Gampong Meunasah Peukan Hj. Yusri beserta perangkat, serta keluarga penerima bantuan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polres Pidie terhadap masyarakat yang terdampak musibah angin puting beliung yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026, di wilayah Kecamatan Kota Sigli.Adapun warga penerima bantuan yakni Raihan (39), buruh harian lepas warga Gampong Lampoh Krueng; Azhari Mansur (61), pensiunan warga Gampong Meunasah Peukan; serta Fauzan (52), PNS warga Gampong Meunasah Peukan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pidie menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga mengalami musibah.“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres juga mengimbau aparatur gampong agar terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila terjadi situasi darurat atau hal-hal yang memerlukan penanganan cepat.“Polres Pidie memastikan akan terus melakukan monitoring dan koordinasi guna mengantisipasi dampak lanjutan pascabencana,” tegas AKBP Jaka Mulyana.

Media Gathering BSI Aceh Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah untuk Ekonomi Daerah

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan kolaborasi antara BSI Regional Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh (13/05-2026).

Kegiatan dibuka dengan welcoming speech oleh RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI dengan dual licence sebagai bank syariah dan bank emas berhasil mencatat pertumbuhan customer base yang signifikan pada Kuartal I 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI telah bertambah sebanyak 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun. Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun. Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun.Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Untuk aset BSI Regional Aceh juga tumbuh signifikan per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp26,4 triliun atau meningkat sebesar Rp2,7 triliun (11,36 persen secara year on year).Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Media Gathering yang dinilai menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan dan memperkuat sinergi antara BSI dan media massa di Aceh.

“Kami mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin sangat baik antara BSI dan media di Aceh. Kolaborasi ini penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan syariah akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., serta Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular.Dalam pemaparannya, Prof.

Hafas Furqani menjelaskan peran strategis KDEKS dalam mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Aceh melalui penguatan ekosistem halal, pengembangan industri keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Sedangkan Ferdinan Daular memaparkan kontribusi industri perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, termasuk dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah di daerah.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, BSI Aceh berharap sinergi antara industri perbankan syariah, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah

Kapolres Pidie Kunjungi Anak Bibir Sumbing, Hadirkan Harapan Lewat Operasi Gratis

Sigli ( Inforakyataceh ) Jaka Mulyana bersama Rahmad Maulizar mengunjungi rumah tiga orang tua anak penderita bibir sumbing di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga pasien yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses pengobatan.

Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolres Pidie turut menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga pasien sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan itu juga menjadi langkah awal untuk menjalin silaturahmi langsung dengan para pasien yang direncanakan akan mengikuti operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Chik Ditiro Pidie pada 3 hingga 5 Juni 2026 mendatang. Program tersebut merupakan bagian dari bakti kesehatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Polres Pidie.

Operasi bibir sumbing gratis itu merupakan hasil kolaborasi Polres Pidie bersama organisasi sosial internasional Smile Train dengan menghadirkan dokter bedah plastik serta tim medis profesional untuk menangani para pasien.

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga upaya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak penderita bibir sumbing agar dapat tumbuh lebih sehat dan percaya diri.“Selain penanganan medis, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh lebih sehat dan percaya diri,” ujar Kapolres Pidie.

Sementara itu, Rahmad Maulizar selaku Koordinator Bibir Sumbing Aceh mengapresiasi kepedulian Polres Pidie yang turut hadir membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan operasi bibir sumbing.

Polres Pidie juga mengajak masyarakat yang memiliki anak atau anggota keluarga penderita bibir sumbing untuk segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui Polsek jajaran di wilayah Kabupaten Pidie.

Kolaborasi Forkopimda Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla 2026

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengikuti kegiatan video conference (vicon) yang digelar pada Rabu (6/5/2026) pukul 08.30 WIB di Kantor Gubernur Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Zoom Meeting nasional yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan Republik Indonesia dalam rangka Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional Tahun 2026 sekaligus reaktivasi Desk Penanganan Karhutla.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi serta kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi karhutla di wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh.Kabidhumas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keikutsertaan Polda Aceh bersama unsur Forkopimda merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi karhutla, khususnya menjelang musim kemarau tahun 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar penanganan dapat berjalan optimal,” ujar Kombes Joko.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Kapolda Aceh diwakili oleh Dirbinmas Polda Aceh, Kombes Pol. Donny Siswoyo, S.I.K., M.H.Li., yang hadir bersama unsur Forkopimda Aceh lainnya.

Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan pentingnya langkah penanggulangan karhutla yang dilakukan secara komprehensif, meliputi upaya pencegahan, deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot), serta respons cepat dalam penanganan kebakaran. Selain itu, diperlukan sinergitas yang kuat antarinstansi guna menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H.; perwakilan Kejaksaan Tinggi Aceh, Asintel Ahmad Nuril Alam, S.H., M.H.; perwakilan Pengadilan Tinggi Banda Aceh; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M.; Kepala BPBA Bahron Bakti, S.T., M.T.; serta Plt.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh Ir. Saifuddin, S.T.Lebih lanjut, Kombes Joko menambahkan bahwa berbagai langkah antisipatif akan terus diperkuat, seperti patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, peningkatan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Melalui kolaborasi yang solid ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Aceh dapat berjalan secara efektif, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat maupun lingkungan,” tutupnya.