Rayakan HUT ke-5,KCP BSI Idi Sampaikan Pesan untuk Nasabah.

Aceh Timur  ( Aceh dalam berita ) Senin 22-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI), merayakan Hari Jadinya atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 tahun Peringatan HUT juga dirayakan KCP BSI Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur.

“Alhamdullilah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) merayakan perjalanan lima tahun dengan tema bertajukMengusung tema “Langkah Emas Generasi Emas”, Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Kepala KCP BSI Idi Rayeuk Fakhrul Razi saat di konfirmasi media ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan nasabah yang telah mendukung BSI selama ini”, ucapnya.

Fakrul Razi juga mengapresiasi masyarakat Nasabah yang telah bertransaksi maupun menggunakan berbagai produk Perbankan Syariah yang ditawarkan BSI.

“Komitmen kami ke depan, dapat selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Aceh Timur.

Masih lanjutnya juga mengatakan Mengingat bulan suci Ramadhan 2026 akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji. BSI juga memperkenalkan fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI yang menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual dalam satu genggaman.pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang Nasabah BSI di Aceh Timur berkata, awal kehadiran BSI di Aceh, penuh dengan permasalahan.

“Banyak yang bertanya tentang sistemnya, bahkan banyak terjadi permasalahan”,ujar nasabah yang namanya tidak mau disebutkan menanggapi HUT BSI tahun 2026.

Tetapi seiring waktu berjalan, kini BSI menurutnya, telah memperbaiki kekurangan yang terjadi. Sehingga saat ini, Trust masyarakat kepada BSI mulai meningkat.

“Saya sendiri Nasabah BSI totalitas. Mulai dari Tabungan, Deposito, Investasi Anak, dan Tabungan Haji”, ungkapnya

Dia berharap, di hari ulang tahun yang ke 5 ini, BSI terus memperbaiki semua kekurangan dan mengupdate sistem-sistem perbankan lainnya. Sehingga praktik sistem Keuangan Syari’ah yang dijalankannya semakin menambah rasa percaya masyarakat, pungkasnya.

Penulis: Mahmuddin

Rayakan HUT ke-5,KCP BSI Idi Sampaikan Pesan untuk Nasabah.

Aceh Timur  ( Aceh dalam berita ) Senin 22-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI), merayakan Hari Jadinya atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 tahun Peringatan HUT juga dirayakan KCP BSI Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur.

“Alhamdullilah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) merayakan perjalanan lima tahun dengan tema bertajukMengusung tema “Langkah Emas Generasi Emas”, Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Kepala KCP BSI Idi Rayeuk Fakhrul Razi saat di konfirmasi media ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan nasabah yang telah mendukung BSI selama ini”, ucapnya.

Fakrul Razi juga mengapresiasi masyarakat Nasabah yang telah bertransaksi maupun menggunakan berbagai produk Perbankan Syariah yang ditawarkan BSI.

“Komitmen kami ke depan, dapat selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Aceh Timur.

Masih lanjutnya juga mengatakan Mengingat bulan suci Ramadhan 2026 akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji. BSI juga memperkenalkan fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI yang menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual dalam satu genggaman.pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang Nasabah BSI di Aceh Timur berkata, awal kehadiran BSI di Aceh, penuh dengan permasalahan.

“Banyak yang bertanya tentang sistemnya, bahkan banyak terjadi permasalahan”,ujar nasabah yang namanya tidak mau disebutkan menanggapi HUT BSI tahun 2026.

Tetapi seiring waktu berjalan, kini BSI menurutnya, telah memperbaiki kekurangan yang terjadi. Sehingga saat ini, Trust masyarakat kepada BSI mulai meningkat.

“Saya sendiri Nasabah BSI totalitas. Mulai dari Tabungan, Deposito, Investasi Anak, dan Tabungan Haji”, ungkapnya

Dia berharap, di hari ulang tahun yang ke 5 ini, BSI terus memperbaiki semua kekurangan dan mengupdate sistem-sistem perbankan lainnya. Sehingga praktik sistem Keuangan Syari’ah yang dijalankannya semakin menambah rasa percaya masyarakat, pungkasnya.

Penulis: Mahmuddin

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Aceh,

Apel dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

Apel gelar pasukan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan pimpinan instansi terkait, serta para pejabat dan PersonelTNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut diperberat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh juga mengungkapkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Selama pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian atau naik 11 kejadian (24 persen). Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sementara korban luka berat meningkat dari 5 orang pada 2024 menjadi 11 orang pada 2025 atau naik 120 persen. Selain itu, korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari 59 orang menjadi 66 orang atau naik 12 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.

Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.

Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.

“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Aceh,

Apel dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

Apel gelar pasukan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan pimpinan instansi terkait, serta para pejabat dan PersonelTNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut diperberat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh juga mengungkapkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Selama pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian atau naik 11 kejadian (24 persen). Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sementara korban luka berat meningkat dari 5 orang pada 2024 menjadi 11 orang pada 2025 atau naik 120 persen. Selain itu, korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari 59 orang menjadi 66 orang atau naik 12 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.

Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.

Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.

“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Aceh,

Apel dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

Apel gelar pasukan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan pimpinan instansi terkait, serta para pejabat dan PersonelTNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut diperberat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh juga mengungkapkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Selama pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian atau naik 11 kejadian (24 persen). Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sementara korban luka berat meningkat dari 5 orang pada 2024 menjadi 11 orang pada 2025 atau naik 120 persen. Selain itu, korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari 59 orang menjadi 66 orang atau naik 12 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.

Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.

Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.

“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.

Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

Bogor  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kehadiran keduanya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Indonesia.

Partisipasi aktif Mualem dan Fadhlullah dalam forum strategis nasional ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diposisikan sebagai jembatan strategis antara kepentingan pusat dan kebutuhan riil masyarakat Aceh.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor, sekaligus menyerap arahan langsung Presiden terkait prioritas pembangunan nasional, stabilitas pemerintahan, dan kesiapan daerah menghadapi tantangan global.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan terhadap dinamika dan tantangan global yang terus berkembang. Presiden mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan, kerja sama, dan kesiapsiagaan antara pusat dan daerah, Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam konteks ini, kepala daerah didorong untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Menanggapi arahan tersebut, kehadiran Mualem dan Fadhlullah dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berbasis keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program prioritas nasional di Aceh, sekaligus menghadirkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

Bogor  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kehadiran keduanya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Indonesia.

Partisipasi aktif Mualem dan Fadhlullah dalam forum strategis nasional ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diposisikan sebagai jembatan strategis antara kepentingan pusat dan kebutuhan riil masyarakat Aceh.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor, sekaligus menyerap arahan langsung Presiden terkait prioritas pembangunan nasional, stabilitas pemerintahan, dan kesiapan daerah menghadapi tantangan global.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan terhadap dinamika dan tantangan global yang terus berkembang. Presiden mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan, kerja sama, dan kesiapsiagaan antara pusat dan daerah, Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam konteks ini, kepala daerah didorong untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Menanggapi arahan tersebut, kehadiran Mualem dan Fadhlullah dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berbasis keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program prioritas nasional di Aceh, sekaligus menghadirkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.