TNI AD Manunggal Air, Kodam IM Bangun sumur Bor di Lokasi Huntara Tunyang Induk Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, yang terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah, menghadirkan satu unit mesin bor air tipe portabel (Rig Bor Mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kehadiran mesin bor air portabel tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian pascabencana. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan merupakan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI Angkatan Darat tersebut, pihaknya memastikan warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya mesin bor portabel ini, kita pastikan warga yang terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ahmad Fauzi berharap kehadiran fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengeboran sumur di area Huntara, sehingga dalam waktu dekat warga dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur dapat segera selesai dan warga di lokasi pengungsian bisa menggunakan air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.

“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Sekda Aceh Komit Bahas Program Dan Kebutuhan Anggaran KONi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, membahas program dan kebutuhan anggaran KONI Aceh tahun 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh M Nasir mengakui kondisi fiskal daerah saat ini dalam keadaan memprihatinkan. Meski demikian, Pemerintah Aceh tetap berkomitmen mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga melalui KONI Aceh.

“Kondisi fiskal memang prihatin, tapi kita komitmen mendukung KONI Aceh. Untuk tahun ini sudah kita anggarkan Rp20 miliar, dan kita harapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan atlet,” ujar M Nasir.

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri, yang akrab disapa Pon Yaya, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan bertemu langsung dengan Sekda Aceh. Ia menjelaskan sejumlah kebijakan KONI Aceh yang diambil pada akhir tahun lalu, termasuk penghentian Pra PORA.

“Pra PORA akhir tahun lalu kita hentikan karena kondisi bencana. Anggarannya kita alihkan untuk bantuan kemanusiaan,” kata Pon Yaya.

Ia juga menyampaikan rencana pergeseran pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA). Menurutnya, PORA tidak memungkinkan digelar tahun ini karena musim hujan dan kondisi daerah yang terdampak banjir cukup parah di sejumlah kabupaten/kota.

“PORA rencananya akan kita geser dari akhir tahun ini ke musim kering di tahun berikutnya. Selain faktor cuaca, banyak daerah saat ini sedang fokus memperbaiki kondisi wilayahnya pascabanjir, sehingga PORA tidak mungkin dilaksanakan tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pon Yaya menegaskan bahwa untuk mencapai target juara 10 besar pada PON 2028, KONI Aceh membutuhkan dukungan tambahan anggaran, khususnya untuk pembinaan atlet dan pelatih.

“Selain pembinaan, ada banyak kebutuhan lain yang sangat urgen. Total anggaran yang dibutuhkan KONI Aceh tahun ini mencapai Rp64 miliar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Aceh M Nasir menyatakan kesepahaman dengan KONI Aceh terkait pentingnya persiapan matang demi peningkatan prestasi olahraga Aceh.

“Kita sepakat, persiapan yang cukup adalah kunci untuk menjadi juara. Saya punya beban moral yang tinggi terhadap KONI Aceh dan merasa bertanggung jawab untuk mendorong penambahan anggaran guna meningkatkan prestasi olahraga Aceh ke depan,” tegas M Nasir.

Ia memastikan bahwa penambahan anggaran untuk KONI Aceh akan diupayakan melalui mekanisme perubahan APBA

Wagub Bersama Mendagri Aceh Tinjau Huntara Usai Apel Pemulangan Satgas

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia menghadiri Apel Pemulangan Personel Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Aktivasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Gelombang I, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Apel tersebut menandai berakhirnya masa tugas Satgas Kemendagri Gelombang I yang telah bertugas sejak 3 Januari hingga 3 Februari 2026 dalam mendukung percepatan pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Satgas yang terdiri dari praja Institut

Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri ini berperan aktif dalam memulihkan fungsi perkantoran pemerintahan serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan secara bertahap dan optimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Akhmad Wiyagus, Bupati Aceh Tamiang Drs. Armia Pahmi, MH, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, serta jajaran pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama Pemerintah Aceh kepada Menteri Dalam Negeri beserta jajaran dan Pemerintah Pusat atas perhatian, dukungan, serta langkah cepat yang diberikan dalam membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana banjir.

Menurut Fadhlullah, kehadiran Satgas Kemendagri memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam pemulihan fisik kompleks perkantoran pemerintahan, tetapi juga dalam menjaga keberlangsungan roda pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Usai pelaksanaan apel, Menteri Dalam Negeri bersama Wakil Gubernur Aceh dan rombongan meninjau langsung hunian sementara (huntara) modular yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum bagi masyarakat terdampak banjir. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan hunian, kesiapan fasilitas pendukung, serta kenyamanan bagi para penghuni.

Pemerintah Aceh berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut, khususnya dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Aceh Tamiang ke depan.

Rusak Akibat Banjir, Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Renovasi SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat TNI AD terhadap dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh. Kegiatan renovasi tersebut memasuki tahap awal pengerjaan.

Renovasi ini difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana, guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman. Adapun sasaran renovasi meliputi perbaikan halaman sekolah, pembenahan plafon ruangan kelas, serta pengecatan kusen dan jendela bangunan SDN 1 Tualang Cut yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan kondisi cuaca ekstrem.

Sebanyak 30 personel Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati dikerahkan secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, dan profesionalisme, para personel bekerja secara maksimal di lapangan. Hingga saat ini, progres pengerjaan renovasi telah mencapai sekitar 15 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf Satriyo Pinandito, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat pascabencana tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum, termasuk sekolah. Menurutnya, sekolah yang layak dan aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu.

Beliau menegaskan bahwa Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat setempat agar proses renovasi dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kondisi SDN 1 Tualang Cut dapat segera pulih dan kembali digunakan secara optimal, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dan para siswa dapat kembali bersekolah dengan rasa aman serta semangat yang tinggi.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 1 Tualang Cut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI, khususnya kepada Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan pascabencana.

Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, sehingga sangat membutuhkan perbaikan. Dengan adanya renovasi ini, pihak sekolah merasa terbantu dan optimistis proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan langsung personel TNI dalam renovasi sekolah memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga secara psikologis bagi para guru dan siswa yang terdampak bencana.

Beliau berharap, kegiatan renovasi ini dapat diselesaikan dengan aman dan lancar, serta menjadi awal dari pemulihan menyeluruh dunia pendidikan di wilayah tersebut. Selain itu, ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dan dunia pendidikan terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

Rusak Akibat Banjir, Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Renovasi SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat TNI AD terhadap dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh. Kegiatan renovasi tersebut memasuki tahap awal pengerjaan.

Renovasi ini difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana, guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman. Adapun sasaran renovasi meliputi perbaikan halaman sekolah, pembenahan plafon ruangan kelas, serta pengecatan kusen dan jendela bangunan SDN 1 Tualang Cut yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan kondisi cuaca ekstrem.

Sebanyak 30 personel Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati dikerahkan secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, dan profesionalisme, para personel bekerja secara maksimal di lapangan. Hingga saat ini, progres pengerjaan renovasi telah mencapai sekitar 15 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf Satriyo Pinandito, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat pascabencana tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum, termasuk sekolah. Menurutnya, sekolah yang layak dan aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu.

Beliau menegaskan bahwa Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat setempat agar proses renovasi dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kondisi SDN 1 Tualang Cut dapat segera pulih dan kembali digunakan secara optimal, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dan para siswa dapat kembali bersekolah dengan rasa aman serta semangat yang tinggi.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 1 Tualang Cut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI, khususnya kepada Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan pascabencana.

Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, sehingga sangat membutuhkan perbaikan. Dengan adanya renovasi ini, pihak sekolah merasa terbantu dan optimistis proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan langsung personel TNI dalam renovasi sekolah memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga secara psikologis bagi para guru dan siswa yang terdampak bencana.

Beliau berharap, kegiatan renovasi ini dapat diselesaikan dengan aman dan lancar, serta menjadi awal dari pemulihan menyeluruh dunia pendidikan di wilayah tersebut. Selain itu, ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dan dunia pendidikan terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

Satgas Gakkum Polda Aceh Laksanakan Patroli dan Penegakan Humanis dalam Ops Keselamatan Seulawah 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polda Aceh melaksanakan patroli dan penegakan hukum lalu lintas secara humanis dalam rangka Operasi Keselamatan Seulawah 2026, Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar selaku Kasatgasopsda Ops Keselamatan Seulawah 2026, dengan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh bertindak sebagai Kasatgas Gakkum. Patroli dilaksanakan sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan sasaran sejumlah ruas jalan utama di Kota Banda Aceh, antara lain Jalan Teuku Umar, Jalan Cut Nyak Dhien, Jalan Nyak Makam, dan Jalan Soekarno–Hatta.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Gakkum yang terdiri dari perwira, anggota satgas, hingga bintara remaja mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas memberikan imbauan serta edukasi langsung kepada pengguna jalan terkait pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Selain upaya preventif dan edukatif, Satgas Gakkum juga melaksanakan penegakan hukum dengan metode hunting system. Penindakan menyasar pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik oleh pengendara kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), roda enam (R6), maupun roda dua belas (R12).

Hasil kegiatan mencatat sebanyak 10 pelanggaran dilakukan penindakan tilang, terdiri dari 3 tilang melalui ETLE statis dan 7 tilang ETLE mobile. Pelanggaran didominasi pengendara roda dua dan roda empat, dengan jenis pelanggaran berupa tidak menggunakan helm serta melanggar rambu lalu lintas. Selain itu, petugas juga memberikan 55 teguran tertulis kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui Operasi Keselamatan Seulawah 2026, Polda Aceh berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berlalu lintas.

Sekda Aceh Bahas Penguatan Tata Kelola Sektor Hulu Minyak Dan Gas Bumi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh menghadiri kegiatan 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala.

‎Summit ini menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta akademisi untuk membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

‎Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda Aceh M. Nasir, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada BPMA dan seluruh pemangku kepentingan atas konsistensi penyelenggaraan forum tersebut sebagai wadah kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

‎Pemerintah Aceh menilai summit ini penting untuk mendorong pengelolaan migas yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

‎”Pemerintah Aceh berkomitmen dalam mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Sekda.


‎Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat peran sumber daya lokal, baik tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, maupun perguruan tinggi, dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.

‎7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat rantai pasok migas Aceh yang berdaya saing dan berkelanjutan

‎Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, antara lain perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhianto

‎Selain itu juga hadir unsur Forkopimda Aceh, perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang diwakili Direktur Hulu Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, Rektor UIN Ar-Raniry, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para tamu undangan lainnya.

Sekda Aceh Bahas Penguatan Tata Kelola Sektor Hulu Minyak Dan Gas Bumi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh menghadiri kegiatan 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala.

‎Summit ini menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta akademisi untuk membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

‎Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda Aceh M. Nasir, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada BPMA dan seluruh pemangku kepentingan atas konsistensi penyelenggaraan forum tersebut sebagai wadah kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

‎Pemerintah Aceh menilai summit ini penting untuk mendorong pengelolaan migas yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

‎”Pemerintah Aceh berkomitmen dalam mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Sekda.


‎Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat peran sumber daya lokal, baik tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, maupun perguruan tinggi, dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.

‎7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat rantai pasok migas Aceh yang berdaya saing dan berkelanjutan

‎Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, antara lain perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhianto

‎Selain itu juga hadir unsur Forkopimda Aceh, perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang diwakili Direktur Hulu Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, Rektor UIN Ar-Raniry, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para tamu undangan lainnya.

Sekda Aceh Bahas Penguatan Tata Kelola Sektor Hulu Minyak Dan Gas Bumi

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh menghadiri kegiatan 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala.

‎Summit ini menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta akademisi untuk membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

‎Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda Aceh M. Nasir, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada BPMA dan seluruh pemangku kepentingan atas konsistensi penyelenggaraan forum tersebut sebagai wadah kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

‎Pemerintah Aceh menilai summit ini penting untuk mendorong pengelolaan migas yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

‎”Pemerintah Aceh berkomitmen dalam mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Sekda.


‎Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat peran sumber daya lokal, baik tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, maupun perguruan tinggi, dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.

‎7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat rantai pasok migas Aceh yang berdaya saing dan berkelanjutan

‎Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, antara lain perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhianto

‎Selain itu juga hadir unsur Forkopimda Aceh, perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang diwakili Direktur Hulu Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, Rektor UIN Ar-Raniry, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para tamu undangan lainnya.

Rayakan HUT ke-5,KCP BSI Idi Sampaikan Pesan untuk Nasabah.

Aceh Timur  ( Aceh dalam berita ) Senin 22-2-2026 Bank Syariah Indonesia (BSI), merayakan Hari Jadinya atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 tahun Peringatan HUT juga dirayakan KCP BSI Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur.

“Alhamdullilah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) merayakan perjalanan lima tahun dengan tema bertajukMengusung tema “Langkah Emas Generasi Emas”, Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Kepala KCP BSI Idi Rayeuk Fakhrul Razi saat di konfirmasi media ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan nasabah yang telah mendukung BSI selama ini”, ucapnya.

Fakrul Razi juga mengapresiasi masyarakat Nasabah yang telah bertransaksi maupun menggunakan berbagai produk Perbankan Syariah yang ditawarkan BSI.

“Komitmen kami ke depan, dapat selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Aceh Timur.

Masih lanjutnya juga mengatakan Mengingat bulan suci Ramadhan 2026 akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji. BSI juga memperkenalkan fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI yang menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual dalam satu genggaman.pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang Nasabah BSI di Aceh Timur berkata, awal kehadiran BSI di Aceh, penuh dengan permasalahan.

“Banyak yang bertanya tentang sistemnya, bahkan banyak terjadi permasalahan”,ujar nasabah yang namanya tidak mau disebutkan menanggapi HUT BSI tahun 2026.

Tetapi seiring waktu berjalan, kini BSI menurutnya, telah memperbaiki kekurangan yang terjadi. Sehingga saat ini, Trust masyarakat kepada BSI mulai meningkat.

“Saya sendiri Nasabah BSI totalitas. Mulai dari Tabungan, Deposito, Investasi Anak, dan Tabungan Haji”, ungkapnya

Dia berharap, di hari ulang tahun yang ke 5 ini, BSI terus memperbaiki semua kekurangan dan mengupdate sistem-sistem perbankan lainnya. Sehingga praktik sistem Keuangan Syari’ah yang dijalankannya semakin menambah rasa percaya masyarakat, pungkasnya.

Penulis: Mahmuddin