Wagub Aceh Terima Bantuan Rp10,3 Miliar, Simbol Kebersamaan Antar Daerah

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Gelombang solidaritas lintas daerah mengalir deras untuk masyarakat Aceh yang tengah terdampak bencana banjir dan longsor. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bone, serta Pemerintah Kota Batam bersama masyarakatnya menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp10,3 miliar.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima langsung bantuan senilai Rp4,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat Sulsel. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam jamuan makan malam di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, turut menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

Sebelumnya pada hari yang sama, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Wagub Aceh juga menerima bantuan dari Pemerintah Kota Batam dan masyarakat Batam dengan total nilai lebih dari Rp4,8 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas Rp2,5 miliar dari APBD Pemko Batam dan Rp2,3 miliar dari donasi masyarakat Batam.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia yang menunjukkan solidaritas nyata bagi Aceh.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh yang sedang menghadapi musibah. Ini adalah bukti kuat kebersamaan dan kepedulian antar daerah dalam semangat gotong royong nasional,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan, seluruh bantuan yang diterima akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, serta diprioritaskan untuk penanganan darurat dan pemulihan korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Solidaritas lintas daerah ini menegaskan bahwa dalam situasi bencana, Aceh tidak sendiri. Dukungan dari berbagai penjuru Tanah Air menjadi energi kolektif untuk membantu masyarakat terdampak bangkit dan pulih kembali. []

Skandal Kuota Haji Terbongkar, KPK Seret Mantan Menag Yaqut ke Meja Tersangka

Jakarta | Jumat, 9 Januari 2026( Aceh dalam berita.com)— Tabir gelap pengelolaan kuota haji akhirnya tersibak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah pengelolaan haji Indonesia.

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9/1/2026). KPK menegaskan langkah hukum ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup kuat.

“Kami pastikan proses ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah,” ujar Fitroh.

Kasus ini menyentak publik lantaran menyangkut ibadah umat Islam yang selama ini selalu dibungkus dengan dalih pelayanan dan amanah. Namun di balik itu, KPK menduga terjadi permainan kuota yang berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penetapan tersangka, meski belum membuka secara gamblang konstruksi perkara maupun kemungkinan menyeret aktor lain. “Penyidikan masih berjalan,” katanya singkat.

Kuota Tambahan Diduga Disulap, Regulasi Dilanggar

Perkara ini bermula dari kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Alih-alih dikelola sesuai aturan, penyidik KPK menduga kuota tersebut dibagi tidak sesuai undang-undang.

Padahal, Pasal 64 UU Nomor 8 Tahun 2019 dengan tegas mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen, sementara 92 persen dialokasikan untuk haji reguler. Namun dalam praktiknya, kuota tambahan itu justru dibagi rata 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus—sebuah kebijakan yang kini disorot tajam penyidik.

KPK menduga pembagian menyimpang tersebut membuka ruang keuntungan bagi pihak tertentu, termasuk biro perjalanan haji, sekaligus memangkas hak jemaah reguler yang telah antre bertahun-tahun.

Lingkaran Dalam Ikut Terseret

Tak hanya Yaqut, KPK juga menetapkan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, sebagai tersangka. Keduanya diduga memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan kuota haji.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah tiga orang ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Gus Alex, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro haji Maktour—menandakan perkara ini tidak berdiri sendiri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana berat.

Ujian Moral Pengelolaan Ibadah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi negara, khususnya Kementerian Agama. Ibadah haji yang semestinya dijaga kesuciannya justru diduga dijadikan ladang transaksi kekuasaan dan kepentingan.

Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK:

apakah kasus ini akan berhenti pada dua nama, atau justru membuka borok sistemik pengelolaan haji yang selama ini tertutup rapat.

Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem, Kembali Salurkan Bantuan ke Kampung Terisolir di Kecamatan Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan memimpin langsung kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Tiga kampung yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule. Hingga saat ini, ketiganya masih terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang merusak akses jalan utama.

Untuk menjangkau lokasi, Kapolres bersama rombongan harus menembus medan ekstrem dan jalan rusak parah menggunakan sepeda motor trail. Rombongan berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Kampung Serule pada pukul 18.10 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana.

Layanan kesehatan didukung tim medis gabungan yang terdiri dari Dokter Polisi Pusdokkes Polri, Tim Medis Polres Aceh Tengah, serta personel Kesehatan Lapangan BKO Brimob Polda Aceh. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan vitamin diberikan sesuai kebutuhan warga.

Kehadiran Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak, di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pascabencana. Kapolres AKBP Muhammad Taufik bersama IPDA Monang Parlindungan Ambarita turut menyapa dan menghibur warga serta anak-anak sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolres Aceh Tengah menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.

“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolir tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah telah menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor. Polres Aceh Tengah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi masyarakat serta akses wilayah kembali normal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tengah, para Pejabat Utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang, personel Polres dan Polsek Bintang, serta BKO Brimob Polda Aceh.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.