Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Apresiasi Pemberantasan Narkoba di Aceh

JAKARTA ( Inforakyataceh ) Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) melakukan silaturahmi dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.di kediaman Kapolri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mualem didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, Irsyadi. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Aceh dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.

Sejumlah hal strategis turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya keberlanjutan perdamaian Aceh, perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta upaya bersama dalam menjaga kondisi Aceh agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Pada kesempatan itu, Mualem juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas langkah penindakan terhadap kasus narkoba di Aceh. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polri dalam melakukan penindakan terhadap peredaran narkoba di Aceh. Pemerintah Aceh mendukung penuh upaya Polri dalam memberantas narkoba. Ini merupakan persoalan serius yang harus kita tangani bersama demi menyelamatkan generasi muda dan masa depan Aceh,” ujar Mualem.

Mualem juga menegaskan pentingnya menjaga perdamaian Aceh yang telah terbangun selama ini. Ia berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana damai serta memperkuat kebersamaan agar stabilitas keamanan dan ketertiban di Aceh tetap terpelihara.

“Perdamaian Aceh harus terus kita jaga bersama. Kita ingin Aceh tetap aman, damai, dan kondusif. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Aceh, Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi ini,” tambahnya.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan dan koordinasi antara Pemerintah Aceh dan Polri semakin kuat dalam mendukung pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta menjaga keberlanjutan perdamaian dan stabilitas di Aceh.

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

JAKARTA ( Inforakyataceh ) Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah (Dek Fadh) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Pusat di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini fokus membahas evaluasi pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus), kepastian status tanah wakaf Lapangan Blang Padang, serta penyelesaian persoalan Bendera Aceh.

Dalam pertemuan di Ruang Rapat Nakula, Gedung A Lantai 6 Kemenko Polkam itu, Mualem dan Dek Fadh turut didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakor dipimpin langsung oleh Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, bersama Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Mendagri Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Di hadapan jajaran menteri, Mualem meminta Pemerintah Pusat segera mengambil langkah konkret atas ketiga agenda strategis yang menyangkut kekhususan Aceh tersebut. Menurutnya, komunikasi dan sinergi yang solid antara pusat dan daerah sangat krusial untuk menghadirkan kepastian bagi masyarakat Aceh.

“Kami memohon agar pembahasan terkait Dana Otsus Aceh, persoalan tanah wakaf Blang Padang, maupun Bendera Aceh segera dituntaskan. Harapan kami, semua persoalan ini tidak terus berlarut-larut ke depannya,” tegas Mualem.

Merespons hal itu, Menko Polkam Dudung Abdurachman memastikan Pemerintah Pusat berkomitmen penuh untuk mengawal penyelesaian berbagai tuntutan tersebut. Terkait Lapangan Blang Padang, Dudung menegaskan negara akan hadir memberikan kepastian hukum atas status tanah wakaf dengan tetap menghormati kekhususan Aceh.

Pemerintah Pusat juga menyepakati pentingnya menjaga keberlanjutan Dana Otsus sebagai instrumen vital penopang pembangunan Aceh di masa mendatang. “Komitmen menjaga kelanjutan Dana Otsus Aceh untuk pembangunan ke depan akan terus kita kawal,” kata Dudung.

Mengenai Bendera Aceh, Dudung menyebut pemerintah akan mengedepankan ruang dialog yang konstruktif bersama Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) guna merumuskan solusi terbaik. “Walaupun itu memerlukan waktu, kita akan mendorong supaya semua tuntas,” tambahnya.

Rakor ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Melalui koordinasi yang intensif, pelaksanaan kekhususan Aceh diharapkan berjalan selaras dengan ketentuan hukum dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir mendampingi Mualem dan Dek Fadh dalam rapat tersebut jajaran Forkopimda Aceh dan pejabat terkait, antara lain Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Ketua Komisi I DPRA Muharuddin, Pj. Sekda Aceh Taufik, S.T., M.Si., Panitera Mahkamah Syariah Aceh Saiful Alamsyah, S.Ag., S.H., M.H., M.M., Kepala BPN Aceh Dr. Ir. Arinaldi, S.SiT., S.H., M.M., QCRO serta sejumlah pejabat lainnya.[]

BSI Perluas Sinergi dengan Muhammadiyah, Sasar 164 Kampus dan 50.000 UMKM

Jakarta ( Inforakyataceh ) Rabu 28 Oktober 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas sinergi dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan layanan perbankan syariah bagi ekosistem 164 perguruan tinggi dan 50.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini juga membuka peluang penyediaan layanan kustodian bagi Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah dengan potensi penempatan dana mencapai Rp700 miliar.

Perluasan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga kerja sama dalam rangkaian BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10).

Ketiga mitra tersebut adalah Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PP Muhammadiyah, serta Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghubungkan kebutuhan layanan keuangan di sektor pendidikan, pengembangan usaha, dan pengelolaan dana institusi dalam ekosistem Muhammadiyah.

“BSI ingin hadir lebih dari sekadar sebagai penyedia layanan perbankan. Kami ingin menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi, mulai dari kampus, pengembangan talenta, pemberdayaan UMKM hingga pengelolaan dana institusi. Dengan kekuatan jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia, kami optimistis kolaborasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang semakin luas bagi umat,” ujar Erwan.

Pada sektor pendidikan, BSI menyasar pengembangan layanan di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan digital untuk kebutuhan kampus serta solusi perbankan syariah terintegrasi bagi sivitas akademika.

Pengembangan layanan diarahkan untuk mengoptimalkan transaksi dalam ekosistem kampus melalui pemanfaatan layanan digital BSI. Sinergi tersebut juga diharapkan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pada sektor UMKM, kerja sama menyasar 50.000 pelaku usaha binaan LP UMKM PP Muhammadiyah di seluruh Indonesia. BSI melihat potensi bisnis dalam ekosistem tersebut mencapai Rp2,5 triliun.

Ruang lingkup kolaborasi meliputi literasi keuangan, pengembangan transaksi terintegrasi, pembiayaan modal kerja, serta pemanfaatan layanan transaksi dan investasi BSI. Dukungan ini diharapkan memperluas akses UMKM terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha.

Sementara itu, kerja sama dengan Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah membuka peluang pemanfaatan layanan kustodian syariah BSI untuk mendukung administrasi dan pengelolaan aset investasi. Potensi dana yang akan ditempatkan melalui layanan tersebut mencapai Rp700 miliar.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat layanan perbankan syariah BSI bagi nasabah institusi. Dengan mengintegrasikan layanan keuangan dalam ekosistem Muhammadiyah, BSI berupaya membangun kemitraan yang tidak hanya berfokus pada transaksi perbankan, tetapi juga mendukung pertumbuhan usaha, penguatan kelembagaan, dan perluasan literasi keuangan syariah.

BSI Luncurkan BEWIZE Gold, Cash Management Pertama dari Bank Bullion dengan Layanan Emas Institusi

Jakarta ( Inforakyataceh ) Selasa 27 Oktober 2026. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menghadirkan inovasi layanan digital melalui peluncuran BEWIZE Gold, layanan emas bagi perusahaan dan institusi yang terintegrasi dalam platform cash management BEWIZE by BSI. Inovasi ini menegaskan posisi BSI sebagai pelopor layanan cash management di Indonesia yang menghadirkan fasilitas transaksi dan pengelolaan emas institusi dalam satu ekosistem digital.

Kehadiran BEWIZE Gold menjadi langkah strategis BSI dalam memperluas ekosistem bullion sekaligus memberikan alternatif bagi perusahaan untuk melakukan diversifikasi aset dan lindung nilai jangka panjang melalui emas. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas semakin relevan sebagai salah satu pilihan investasi untuk mendukung pengelolaan keuangan perusahaan secara berkelanjutan.

Melalui BEWIZE Gold, nasabah korporasi dapat melakukan pembukaan rekening emas secara online, pembelian dan penjualan emas, transfer emas, hingga transfer emas massal (bulk transfer) yang didukung pemantauan portofolio secara real-time dan sistem otorisasi berjenjang. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dengan ekosistem cash management BSI, sehingga memudahkan perusahaan mengelola transaksi keuangan dan aset emas melalui satu platform.

Tidak hanya untuk kebutuhan investasi dan treasury perusahaan, BEWIZE Gold juga membuka peluang pemanfaatan emas sebagai bagian dari program kesejahteraan karyawan. Melalui fitur transfer emas massal, perusahaan dapat mendistribusikan emas sebagai bonus, penghargaan, maupun apresiasi kinerja karyawan secara lebih praktis dan terpusat.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan bahwa peluncuran BEWIZE Gold merupakan bentuk komitmen BSI dalam menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha. “BEWIZE Gold menjadi terobosan baru dalam layanan cash management dengan mengintegrasikan transaksi emas bagi nasabah institusi. Kami ingin memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mengelola aset sekaligus memanfaatkan emas sebagai alternatif investasi dan program kesejahteraan karyawan. Melalui inovasi ini, BSI berkomitmen memperluas akses layanan emas serta mendorong budaya investasi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan, BSI turut menghadirkan program khusus berupa harga spesial untuk pembelian emas minimum 2 kilogram serta cashback biaya administrasi rekening emas selama tiga bulan pertama bagi 100 nasabah pertama, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku hingga 31 Desember 2026. info lebih lanjut www.bankbsi.co.id

Melalui BEWIZE Gold, BSI optimistis dapat memperkuat ekosistem bullion nasional, memperluas penetrasi layanan emas di segmen korporasi, sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan keuangan dan emas yang semakin terintegrasi bagi dunia usaha.

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

Jakarta ( Inforakyataceh ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi umat.

Komitmen tersebut ditegaskan BSI dalam The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Forum internasional yang mempertemukan regulator, nazhir, akademisi, serta pelaku industri keuangan syariah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas pemanfaatan wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Pengembangan wakaf Indonesia masih menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang mencapai Rp180 triliun per tahun. Sementara itu, penghimpunan wakaf uang nasional pada 2025 tercatat Rp4,72 triliun dan ditargetkan mencapai Rp4,79 triliun pada 2026.

Besarnya kesenjangan antara potensi dan realisasi tersebut menjadi peluang untuk memperluas literasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan wakaf yang produktif, transparan, dan berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan penguatan wakaf produktif membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dana sosial syariah mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkesinambungan.

“Wakaf adalah warisan kebaikan yang tidak pernah berhenti mengalir. Melalui kolaborasi, setiap wakaf dapat tumbuh produktif dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak orang,” ujar Bob saat menjadi pembicara pada sesi International Seminar GLOW 2026.

Perluas Akses Masyarakat terhadap Wakaf Produktif

Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), BSI mengambil peran dalam menghubungkan masyarakat dengan berbagai instrumen wakaf uang.

Salah satunya melalui Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), instrumen yang memungkinkan pokok wakaf tetap terjaga, sementara hasil pengelolaannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BSI juga menjalankan peran sebagai mitra distribusi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR007, sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk berpartisipasi dalam pengembangan wakaf melalui instrumen keuangan syariah.

Selain memperluas pilihan instrumen, BSI mendorong kemudahan berwakaf melalui kanal digital BYOND by BSI. Digitalisasi menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap wakaf sekaligus mendorong partisipasi generasi yang semakin lekat dengan layanan keuangan digital.

Melalui penguatan akses, inovasi produk, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, BSI ingin mendorong transformasi wakaf dari aktivitas filantropi menjadi aset produktif yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

BSI memandang pengembangan wakaf produktif membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari peningkatan literasi masyarakat, penguatan kapasitas nazhir, tata kelola yang amanah, hingga dukungan industri keuangan syariah.

GLOW 2026 diharapkan menjadi salah satu katalis untuk memperkuat sinergi tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mengoptimalkan aset dan dana wakaf bagi pembangunan sosial dan ekonomi.

“Ketika kita bergerak bersama, wakaf dapat menjadi cahaya bagi kesejahteraan umat dan kekuatan bagi ketahanan ekonomi bangsa,” kata Bob.

Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang, BSI optimistis Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu rujukan pengembangan wakaf produktif di tingkat global.

BSI berkomitmen untuk terus menghadirkan akses dan instrumen wakaf yang semakin mudah dijangkau masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan regulator, nazhir, dan seluruh pemangku kepentingan agar wakaf dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan serta lintas generasi.

Kepercayaan 24 Juta Nasabah Antarkan BSI Raih Top 5 Layanan Terbaik CX 100 Award

BSI – Jakarta, Kepercayaan 24,3 juta nasabah mengantarkan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026, sekaligus peringkat keempat pada kategori Financial. Pencapaian ini menegaskan komitmen BSI dalam meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan pengalaman perbankan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat.

Di usianya yang baru lima tahun, BSI mampu bersaing dengan berbagai BUMN lintas sektor melalui transformasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perseroan dalam memperkuat kualitas interaksi dengan pelanggan, baik melalui kanal digital maupun layanan langsung.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan apresiasi kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan kepercayaan kepada perseroan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil transformasi berkelanjutan yang dilakukan BSI sepanjang 2025–2026 untuk meningkatkan keandalan operasional dan kualitas pengalaman nasabah.

“Bagi BSI, kepercayaan nasabah adalah amanah sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Kami melakukan transformasi secara menyeluruh, mulai dari penguatan teknologi informasi sebagai fondasi layanan digital, peningkatan kualitas pelayanan di kantor cabang, hingga pengembangan fitur BYOND by BSI dan BEWIZE. Kami juga terus menghadirkan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan berbagai segmen, termasuk generasi muda yang semakin terbuka terhadap layanan perbankan syariah,” ujar Anggoro.

Saat ini, BSI melayani 24,3 juta nasabah dengan jumlah pengguna aplikasi BYOND by BSI mendekati 10 juta. Untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam, perseroan mengintegrasikan layanan melalui jaringan kantor cabang, lebih dari 130 ribu BSI Agen, EDC, QRIS, BYOND by BSI, BEWIZE, serta BSI Call 14040. Penguatan kanal tersebut diiringi penerapan standar pelayanan yang konsisten, baik secara langsung maupun digital.

Bagi BSI, semangat “Melayani Sepenuh Hati” bukan sekadar slogan, melainkan landasan dalam memahami kebutuhan nasabah, memberikan solusi yang tepat, serta menghadirkan layanan yang mudah, aman, nyaman, dan responsif. Danantara CX100 Award merupakan bagian dari upaya penguatan budaya pelayanan di lingkungan BUMN. Penilaian CX100 mengacu pada tiga indikator utama pengalaman pelanggan, yaitu Effectiveness atau ketepatan layanan, Ease atau kemudahan layanan, dan Emotion atau kenyamanan pelanggan. Ajang ini mencakup penghargaan Grand Champion, delapan Sector Champions, serta pemeringkatan 100 BUMN dengan layanan terbaik.

Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi BSI untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus mempercepat perbaikan layanan secara berkelanjutan. “Pencapaian ini bukan garis akhir, melainkan dorongan bagi kami untuk terus berbenah. Setiap masukan nasabah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing BSI. Kami ingin memastikan perbankan syariah semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mampu berkontribusi lebih besar dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai kekuatan nasional,” tutup Anggoro.

Dalam kesempatan yang sama Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria, “Hari ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah. Yang terpenting adalah membangun pola pikir bahwa pelayanan membuat perusahaan kita berkelanjutan.” Karena itu, CX100 bukanlah akhir dari proses, melainkan momentum untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat.

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Jakarta ( Inforakyataceh ) Bank Aceh menerima apresiasi dari International Labour Organization (ILO) atas kemitraan dan kontribusinya dalam Proyek Promise II Impact periode 2023–2026. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Project Manager of PROMISE II IMPACT International Labour Organization, Djauhari Sitorus dan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, dalam kegiatan Penutupan Promise II Impact Fase II dan Peluncuran Promise Impact Fase III di Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kontribusi Bank Aceh dalam mendukung penguatan inklusi keuangan, pengembangan kapasitas usaha, serta pertumbuhan UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat Aceh, khususnya pelaku UMKM, program Promise II Impact menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan literasi keuangan, perbaikan pengelolaan bisnis, digitalisasi, dan akses terhadap layanan keuangan formal.

Melalui kolaborasi dengan ILO yang didukung oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Bank Aceh turut mendukung pengembangan ekosistem usaha nilam di Aceh. Komoditas ini memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai usahanya.

Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui pelatihan keuangan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Bank Aceh. Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan dan pelaporan sederhana, pemasaran, pengembangan strategi produk, serta penguatan jejaring bisnis. Pendampingan juga dilakukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Bagi Bank Aceh, mendukung UMKM bukan hanya tentang membuka akses pembiayaan, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperkuat pengelolaan bisnis, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Kami berharap upaya ini dapat membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh,” ujar Fadhil Ilyas.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, dan mengembangkan peluang kerja bagi masyarakat.

Bank Aceh memandang pengembangan UMKM tidak hanya sebatas penyediaan layanan keuangan, tetapi juga upaya membangun kemandirian dan daya saing pelaku usaha. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.

Apresiasi dari ILO ini semakin memperkuat komitmen Bank Aceh untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, Bank Aceh berharap sinergi dalam pengembangan UMKM dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.

Sekda Aceh Terima Lencana Melati, Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka

Jakarta ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima Lencana Melati, salah satu penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut dianugerahkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, pada Upacara Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8).

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diperoleh. Ia menyampaikan, Lencana Melati bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan juga dorongan untuk terus berbuat bagi kemajuan Pramuka di Aceh.

Menurutnya, penghargaan itu turut mencerminkan apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh unsur Gerakan Pramuka di Aceh dalam membina generasi muda.“Alhamdulillah, ini menjadi semangat bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi Gerakan Pramuka, khususnya di Aceh.

Pramuka harus terus hadir membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.Penganugerahan Lencana Melati tersebut tidak terlepas dari kiprah M. Nasir dalam mendukung kegiatan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Aceh. Saat ini, M. Nasir diketahui mengemban amanah sebagai Sekretaris Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Aceh, setelah sebelumnya ia juga dipercaya sebagai Wakil Bendahara Kwartir Daerah (Kwarda) Aceh selama dua periode.

Dalam prosesi penerimaan penghargaan, M. Nasir turut didampingi Ketua Harian Kwarda Aceh dan Sekretaris Kwarda Aceh, Darmawan. Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka di Aceh, terutama dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian. []

Kapolda Aceh Kunjungi Stan Bhayangkari Daerah Aceh di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Jakarta ( Inforakyataceh ) Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., mengunjungi Stan Bhayangkari Daerah Aceh yang berpartisipasi dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Kunjungan Kapolda Aceh disambut langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Sari Ruddi Setiawan yang didampingi sejumlah pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan, kehadiran Kapolda Aceh merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada Bhayangkari Daerah Aceh yang turut mempromosikan produk-produk unggulan UMKM serta kekayaan budaya Tanah Rencong di ajang berskala nasional tersebut.”Bapak Kapolda hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada Bhayangkari Daerah Aceh yang ikut ambil bagian dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, bazar tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta dimeriahkan dengan beragam agenda, seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra Nusantara, demo memasak, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, pada Rabu (22/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Stan Bhayangkari Daerah Aceh menampilkan beragam produk unggulan dan kekayaan budaya Aceh, di antaranya busana adat Aceh, kopi khas Aceh, emping, aneka kuliner tradisional, serta berbagai produk UMKM lainnya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Melalui keikutsertaan dalam ajang ini, Bhayangkari Daerah Aceh diharapkan dapat semakin memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendukung pengembangan UMKM Aceh agar semakin dikenal di tingkat nasional.

𝗕𝗪𝗜 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗙𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗪𝗮𝗸𝗮𝗳 𝗕𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴

JAKARTA ( Inforakyataceh ) Badan Wakaf Indonesia (BWI) menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, jajaran Pemerintah Aceh, dan para ulama Aceh di Kantor BWI Pusat, Jakarta, Kamis (23/7/2026).Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang sebelumnya diinisiasi oleh BWI kepada Wakil Gubernur Aceh.

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai langkah penyelesaian status Lapangan Blang Padang sebagai tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman.

Rombongan Aceh dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, didampingi Asisten I Sekretaris Daerah Aceh, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Abu Paya Pasi, serta sejumlah ulama Aceh. Kehadiran rombongan disambut oleh Wakil Ketua BWI Pusat, Dr. Tatang Astarudin, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua BWI Pusat, Dr. Tatang Astarudin, menyampaikan bahwa BWI memiliki perhatian serius terhadap penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang. Menurutnya, secara yuridis, filosofis, maupun teologis, kedudukan tanah wakaf tersebut memiliki dasar yang kuat.

Karena itu, BWI siap menjembatani komunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proses administrasi dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.”Secara yuridis, filosofis, maupun teologis, kita semua sepaham bahwa ini adalah tanah wakaf. Posisinya sangat kuat.

Tugas kita bersama saat ini adalah menyelaraskan proses administrasi antarinstansi dengan baik, menghormati prosedur yang ada, serta menjaga marwah semua pihak agar solusi terbaik dapat dicapai tanpa ada yang merasa dirugikan,” ujar Tatang.Sebagai tindak lanjut, BWI menyatakan akan membawa seluruh dokumen yang disampaikan dalam pertemuan tersebut ke rapat pleno lembaga.

Selain itu, BWI juga berkomitmen menyampaikan surat resmi kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum dan HAM sebagai bagian dari upaya memfasilitasi penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang.Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen BWI.

Ia menegaskan Pemerintah Aceh menghormati seluruh mekanisme yang sedang berjalan dan siap mendukung setiap langkah penyelesaian yang dilakukan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengedepankan nilai sejarah, kemaslahatan umat, serta menjaga marwah semua pihak.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat sinergi antara BWI, Pemerintah Aceh, para ulama, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang secara bermartabat, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.