Sekda Aceh Harap Kunjungan BAM DPR RI Buka Jalan Penyelesaian Konflik Puluhan Tahun

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Ruang Potensi Daerah I Sekretariat Daerah Aceh, Senin (8/6). Pertemuan tersebut membahas upaya penyelesaian persoalan warga eks Blang Lancang-Rancong di Kota Lhokseumawe yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pada kesempatan itu, Sekda Nasir menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah berlangsung selama 52 tahun sejak tahun 1974 dan hingga kini belum menemukan penyelesaian yang tuntas. Tercatat sebanyak 542 KK terdampak dan masih menantikan kepastian atas hak-hak mereka.Menurut Nasir, permasalahan tersebut perlu dibahas secara komprehensif untuk menentukan langkah terbaik yang dapat ditempuh, baik melalui skema pemukiman kembali (resettlement) maupun pemberian kompensasi.

Sekda menyebutkan, Pemerintah Aceh mendorong opsi pemberian kompensasi berupa nilai setara satu kavling tanah kepada masing-masing kepala keluarga terdampak sebagai salah satu alternatif penyelesaian.“Persoalan ini perlu kita bahas bersama agar dapat dipastikan langkah yang paling tepat untuk dilakukan. Mudah-mudahan dengan hadirnya Bapak dan Ibu dari BAM DPR RI, ada jalan keluar bagi masyarakat,” ujar Nasir.

Sementara itu, Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat yang hingga kini belum terpenuhi. Ia berharap kehadiran BAM DPR RI dapat menjadi momentum untuk mendorong penyelesaian persoalan yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun.

“Ini mudah-mudahan kedatangan kami bisa menyelesaikan persoalan yang macet selama 50 tahun ini. Kami hadir untuk membela hak-hak rakyat, dan negara wajib menyelesaikan kewajibannya terhadap rakyat. Persoalan ini harus bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Aceh, Nurchalis, S.P., M.Si, Staf Ahli Gubernur Aceh, perwakilan Pertamina Wilayah Aceh, para Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh, serta jajaran SKPA terkait. [*]

Sekda Aceh Bertemu Delegasi Rusia, Buka Peluang Investasi di Sektor Energi hingga Pariwisata

JAKARTA ( Inforakyataceh ) Pemerintah Provinsi Aceh terus bergerak aktif dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi asing ke Tanah Rencong.Langkah strategis ini terlihat dari pertemuan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, bersama perwakilan Business Council Federasi Rusia, Mikhail Kuritsyn.Pertemuan penting tersebut berlangsung di Keraton At The Plaza, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/6/2026).

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak secara mendalam membahas sejumlah rencana kerja sama strategis. Fokus utama dari agenda ini adalah merumuskan program-program konkret yang dapat mendongkrak roda perekonomian serta memperluas peluang investasi demi kesejahteraan masyarakat Aceh.Sekda Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa Aceh memiliki komitmen penuh untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif bagi para investor global, termasuk dari Rusia.

“Pertemuan ini merupakan langkah maju untuk membuka pintu sinergi yang lebih luas. Kami membahas beberapa rencana kerja konkret. Fokus utama Pemerintah Aceh adalah memastikan setiap investasi yang masuk nantinya bisa langsung berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat bawah,” ujar M. Nasir seusai pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi yang sangat melimpah, mulai dari sektor energi, infrastruktur, hingga pariwisata yang sangat terbuka untuk dikerjasamakan dengan pihak Rusia.Di sisi lain, perwakilan Business Council Federasi Rusia, Mikhail Kuritsyn, menyambut baik keterbukaan dan rencana kerja yang dipaparkan oleh Pemerintah Aceh.

Pihaknya menyatakan berkomitmen untuk menjajaki sinergi ini lebih jauh agar implementasinya bisa segera terwujud.Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti poin-poin kerja sama tersebut ke dalam langkah yang lebih teknis, sehingga realisasi investasi di Aceh dapat dipercepat.(*)