Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Segera Cairkan Jadup Korban Bencana

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 6-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), mendesak pemerintah pusat agar segera menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Wagub Aceh dalam rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Dalam forum itu, Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per jiwa per bulan merupakan kebutuhan mendesak bagi korban yang masih bertahan di pengungsian.

“Yang paling mendesak saat ini adalah jaminan hidup bagi masyarakat. Banyak warga masih berada di tenda pengungsian dan sangat bergantung pada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Dek Fad.

Selain jaminan hidup, Wagub Aceh juga menyampaikan usulan bantuan pemulihan bagi kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Pemerintah Aceh mengusulkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta, terdiri dari Rp3 juta untuk pengisian perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal awal pemulihan ekonomi keluarga.
Tak hanya itu, Dek Fad turut mengusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana, yang diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Menurut Wagub, bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari atau Rp450 ribu per bulan perlu diberikan selama tiga bulan dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, dengan penyesuaian jumlah anggota keluarga.

“Ini bukan sekadar angka, tapi soal memastikan masyarakat bisa bertahan hidup dengan layak di masa pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya akan melakukan kajian dengan menekankan ketepatan data penerima bantuan. “Kami akan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara by name by address agar tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Sekda Aceh M. Nasir serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (**)

Ratusan Prajurit Yonif 115/ML Bersihkan Sekolah terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Ratusan prajurit Kodam Iskandar Muda dari Satuan Yonif 115/Macan Leuser yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan kepedulian dan pengabdian nyata kepada masyarakat. para prajurit tersebut melaksanakan kegiatan pembersihan fasilitas umum, khususnya sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan terendam lumpur, sampah, dan material sisa banjir. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar dan menimbulkan kekhawatiran bagi para guru, siswa, serta orang tua murid. Menyikapi hal tersebut, Satgas Gulbencal Kodam IM bergerak cepat untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan sekolah.

Adapun fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran pembersihan meliputi TK ABA Kecamatan Kuala Simpang, SD Negeri 04 Kecamatan Kuala Simpang, SMA Al-Washiliyah Kecamatan Kuala Simpang, SD Inpres Kecamatan Kuala Simpang, TK Al-Aziziyyah Kecamatan Kuala Simpang, MTs Darul Ulum Kecamatan Kuala Simpang, serta TK Al-Ikhsan Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi-lokasi tersebut, prajurit TNI membersihkan sisa lumpur yang menutupi ruang kelas, halaman sekolah, selokan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Tanpa mengenal lelah, para prajurit bahu-membahu mengerjakan pembersihan sejak pagi hari dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Terlihat kekompakan dan kepedulian yang tinggi saat para prajurit bekerja bersama, memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Walaupun hanya menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, arco, serta alat bantu manual lainnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit. Dengan kerja keras dan kebersamaan, lumpur dan material sisa banjir secara bertahap berhasil disingkirkan, sehingga kondisi sekolah mulai kembali normal.

Salah seorang warga setempat, Bapak Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada prajurit Kodam Iskandar Muda yang telah membantu membersihkan sekolah-sekolah di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran TNI sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan membersihkan fasilitas umum akibat keterbatasan tenaga dan peralatan.

Beliau menambahkan bahwa aksi cepat dan kepedulian prajurit TNI memberikan semangat serta harapan baru bagi warga, khususnya bagi anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah dalam lingkungan yang bersih dan aman. Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat seperti ini sangat dibutuhkan, terutama pada masa pascabencana.

Bapak Abdullah berharap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Kodam Iskandar Muda dapat terus berlanjut dan menjadi contoh nyata kepedulian TNI terhadap rakyat. Ia juga berharap proses pemulihan di wilayah Aceh Tamiang dapat segera selesai sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat dalam penanggulangan dan pemulihan dampak bencana alam, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

TNI – AD Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak-anak Korban Banjir Bireuen

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen. Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., Sos., M.Han., M.Sc., bersama jajaran TNI, unsur Muspika, serta relawan kemanusiaan, menyalurkan bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak yang terdampak bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung .

Penyaluran bantuan dilaksanakan di salah satu lokasi pengungsian dan permukiman warga yang terdampak banjir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh prajurit TNI, perwakilan Polri, aparat pemerintahan desa, serta para relawan yang selama ini aktif membantu proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah Kabupaten Bireuen.

Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Panglima TNI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban bencana. Meski dihadapkan pada kondisi sulit akibat banjir, anak-anak diharapkan tetap memiliki semangat dan motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka. Hal tersebut tampak dari raut wajah ceria dan antusiasme anak-anak saat menerima tas dan perlengkapan sekolah yang diserahkan secara langsung.

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para orang tua yang terdampak secara ekonomi akibat bencana banjir. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak agar tidak kehilangan semangat untuk tetap bersekolah meskipun berada dalam situasi pasca bencana.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memberikan dorongan moril kepada anak-anak agar tetap fokus belajar dan tidak patah semangat. Pendidikan merupakan investasi masa depan, sehingga harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya sebatas pada penanganan darurat bencana, tetapi juga terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan. Kepedulian terhadap aspek sosial dan pendidikan anak-anak menjadi salah satu prioritas TNI dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam.

Lebih lanjut, kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, unsur Muspika, relawan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasca banjir sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Melalui pesan yang terpampang pada spanduk bertuliskan “Tetap Semangat Kita Indonesia”, Komandan Kodim 0111/Bireuen menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan optimisme, khususnya di tengah situasi bencana alam yang menguji ketahanan masyarakat.

Dengan adanya bantuan dari Panglima TNI ini, diharapkan anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat, menatap masa depan yang lebih baik, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

TNI – AD Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak-anak Korban Banjir Bireuen

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen. Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., Sos., M.Han., M.Sc., bersama jajaran TNI, unsur Muspika, serta relawan kemanusiaan, menyalurkan bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak yang terdampak bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung .

Penyaluran bantuan dilaksanakan di salah satu lokasi pengungsian dan permukiman warga yang terdampak banjir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh prajurit TNI, perwakilan Polri, aparat pemerintahan desa, serta para relawan yang selama ini aktif membantu proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah Kabupaten Bireuen.

Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Panglima TNI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban bencana. Meski dihadapkan pada kondisi sulit akibat banjir, anak-anak diharapkan tetap memiliki semangat dan motivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka. Hal tersebut tampak dari raut wajah ceria dan antusiasme anak-anak saat menerima tas dan perlengkapan sekolah yang diserahkan secara langsung.

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para orang tua yang terdampak secara ekonomi akibat bencana banjir. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak agar tidak kehilangan semangat untuk tetap bersekolah meskipun berada dalam situasi pasca bencana.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memberikan dorongan moril kepada anak-anak agar tetap fokus belajar dan tidak patah semangat. Pendidikan merupakan investasi masa depan, sehingga harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya sebatas pada penanganan darurat bencana, tetapi juga terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan. Kepedulian terhadap aspek sosial dan pendidikan anak-anak menjadi salah satu prioritas TNI dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam.

Lebih lanjut, kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, unsur Muspika, relawan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasca banjir sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Melalui pesan yang terpampang pada spanduk bertuliskan “Tetap Semangat Kita Indonesia”, Komandan Kodim 0111/Bireuen menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan optimisme, khususnya di tengah situasi bencana alam yang menguji ketahanan masyarakat.

Dengan adanya bantuan dari Panglima TNI ini, diharapkan anak-anak korban banjir di Kabupaten Bireuen dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat, menatap masa depan yang lebih baik, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

Satgas Yonif 112/DJ Hadir Sebagai Keluarga Bagi Warga Puncak Jaya

Papua Tengah ( Aceh dalam berita ) Senin 5-1-2026 Hubungan harmonis antara Personel Pos KP 55 Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat terus tercipta dan diperkuat melalui pendekatan humanis di Kampung Kalian Banak, Ditrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan ini bermula dari permohonan keluarga Bapak Leo Wonda yang meminta Danpos Kampung 55 Pruleme untuk memberikan nama bagi putra mereka yang baru lahir, Hal ini menunjukkan tingkat kedekatan, kepercayaan dan rasa kekeluargaan yang tinggi dari masyarakat terhadap kehadiran TNI khususnya Satgas Yonif 112/DJ yang bertugas di pedalaman Papua.

Danpos Kampung 55 menyampaikan bahwa momen ini bukan sekedar pemberian nama, melainkan simbol ikatan batin yang kuat antara prajurit dengan warga setempat, “Kami merasa terhormat diminta oleh keluarga untuk memberikan nama anak ke 7 dari bapak Leo Wonda, adalah bentuk kepercayaan yang luar biasa, kami memberikan nama ‘ Christmas Emery Mulia Wonda ‘ pemberian nama ini kami ambil karena bertepatan dengan hari Natal dengan harapan anak ini kelak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua, bangsa dan menjadi berkat bagi tanah kelahirannya di Puncak Jaya,” ujar Letda Inf Emerikus Lase.

Sementara itu, Bapak Leo Wonda orang tua dari bayi tersebut, mengungkapkan rasa harunya, Ia mengaku sangat senang dan bangga karena Danpos Kampung 55 Satgas Yonif 112/DJ telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar mereka,
“ Terimakasih Danpos KP 55 dengan rombongan datang membawa nama anak terkasih kami yang ke 7, saya Leo Wonda mengucapkan terimakasih, Danpos dengan rombongan memberi nama: ’Chrismast Emery Mulia Wonda’ kami keluarga besar Leo Wonda menyampaikan Terimakasih sebesar-besarnya ..wa..wa..wa..,” ungkapnya dengan tulus.

Melalui kegiatan seperti ini, Satgas Yonif 112/DJ membuktikan bahwa kehadirannya di daerah penugasan, khususnya di wilayah Puncak Jaya, tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyentuh hati rakyat, Semangat “TNI Hadir Sebagai Keluarga” diharapkan terus membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Papua dan TNI di Cintai Rakyat dimanapun melaksanakan Tugas.

Peka Bencana, Wagub Aceh Kawal Langsung Pemulihan Layanan Publik di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Selasa 5-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, memimpin Apel Pembukaan Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri dalam rangka percepatan pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Apel tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan dan layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat segera kembali berjalan. Sebanyak 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan guna membantu pemulihan kantor-kantor pemerintahan, mulai dari pembersihan fasilitas, penataan arsip, hingga pengaktifan kembali pelayanan publik yang sempat terhenti akibat bencana.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa percepatan pemulihan layanan publik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, pascabencana, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah.

“Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan. Pascabencana, kehadiran negara harus nyata, pemerintahan harus aktif, dan pelayanan publik wajib segera berjalan,” tegas Fadhlullah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung agar pemulihan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran. Pemerintah Aceh siap mendukung penuh langkah-langkah strategis yang dilakukan melalui Satgas Kemendagri, tutup Fadhlullah.

Apel Satgas tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Koperasi dan UKM. Kehadiran lintas kementerian ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan Aceh, khususnya di Aceh Tamiang.

SPS Salurkan Bantuan Dewan Pers untuk Wartawan di Dataran Tinggi Aceh

Takengon (MA ( Aceh dalam berita ) Minggu 4-1-2026 Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menyalurkan bantuan sembako dari Dewan Pers kepada wartawan yang bekerja di media anggota SPS di wilayah Dataran Tinggi Aceh. Penyerahan bantuan dilakukan pada Minggu 4 Januari 2026 di Komplek TK Swasta Simehate Jalan Qurata Aini Takengon.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dua daerah ini dalam beberapa waktu terakhir terdampak bencana alam yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas wartawan yang tetap menjalankan tugas peliputan di lapangan dengan keterbatasan sarana dan kondisi ekonomi pascabencana.

Paket bantuan yang disalurkan berjumlah 10 paket. Setiap paket berisi satu zak beras seberat 15 kilogram satu kardus mi instan satu papan telur minyak goreng mi lidi gula kurma kacang dan teh. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar wartawan dan keluarganya di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Ketua SPS Aceh Muktarrudin Usman mengatakan bantuan tersebut berasal dari Dewan Pers yang dititipkan melalui Serikat Perusahaan Pers Pusat. SPS Aceh kata dia hanya menjalankan amanah untuk menyalurkan bantuan kepada wartawan di daerah.

“Bantuan ini berasal dari Dewan Pers melalui SPS Pusat. Kami di SPS Aceh hanya meneruskan kepada rekan-rekan wartawan yang bertugas di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujar Muktarrudin.

Ia menyampaikan bahwa keterbatasan jumlah bantuan membuat penyaluran belum dapat menjangkau seluruh wartawan di wilayah tersebut. Namun bantuan tetap disalurkan berdasarkan skala prioritas dan kondisi di lapangan.

“Apabila ke depan terdapat tambahan bantuan maka jumlah penerima akan kami perbanyak agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh wartawan di daerah,” tegasnya.

Menurut Muktarrudin peran wartawan di daerah bencana sangat penting. Selain menyampaikan informasi yang faktual dan berimbang kepada publik wartawan juga berperan mengawal penyaluran bantuan serta memastikan hak-hak masyarakat korban bencana tidak terabaikan.

“Terus berkarya dan mengabdi. Di tengah daerah yang ditimpa bencana wartawan harus tetap hadir mengawal kepentingan publik dan membantu masyarakat korban memperoleh hak-hak mereka,” pesannya.

Salah satu penerima bantuan Salhadi wartawan MEDIA ACEH menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan bantuan itu sangat membantu meringankan beban wartawan yang bertugas di daerah terdampak bencana.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Bukan hanya soal kebutuhan sembako tetapi juga bentuk kepedulian dan solidaritas,” kata Salhadi.

Ia menilai perhatian Dewan Pers melalui SPS memiliki makna penting bagi wartawan daerah. Bentuk solidaritas tersebut menurutnya mampu meningkatkan semangat dan moral wartawan untuk terus bekerja di tengah kondisi sulit.

“Ini menunjukkan ada solidaritas dan kepedulian dari organisasi pers dan Dewan Pers. Terima kasih. Dukungan seperti ini membuat kami merasa tidak bekerja sendirian di lapangan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi simbol solidaritas antar insan pers sekaligus bentuk pengakuan atas dedikasi wartawan daerah yang tetap menjalankan tugas jurnalistik di tengah keterbatasan dan risiko di lapangan. (*)

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gegana Brimob Aceh Perkuat Green Policing Lewat Perawatan Mangrove

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) ) Jum’at 3-1-2026 Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan kurve dan perawatan pohon mangrove yang baru ditanam beberapa hari sebelumnya di kawasan Taman Mangrove Satbrimob Polda Acehm

Kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove secara gotong royong yang dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, M.M.

Kegiatan kurve dan perawatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang direspons cepat oleh Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Akmal, S.E., M.M., bersama personel Gegana.

Dalam keterangannya, Kompol Akmal menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampahmu urusanmu, sampahku urusanku. Jika setiap orang menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi, maka tidak akan ada sampah yang berserakan. Kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan salah satu program unggulan Kapolda Aceh yang baru diluncurkan, yakni Green Policing, yang menekankan peran aktif Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan instruksi Presiden untuk menghidupkan kembali budaya kurve di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan kurve dan perawatan mangrove ini, Satbrimob Polda Aceh diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendukung mitigasi bencana, serta berkontribusi pada upaya rehabilitasi kawasan pesisir secara berkelanjutan

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gegana Brimob Aceh Perkuat Green Policing Lewat Perawatan Mangrove

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) ) Jum’at 3-1-2026 Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan kurve dan perawatan pohon mangrove yang baru ditanam beberapa hari sebelumnya di kawasan Taman Mangrove Satbrimob Polda Acehm

Kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove secara gotong royong yang dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, M.M.

Kegiatan kurve dan perawatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang direspons cepat oleh Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Akmal, S.E., M.M., bersama personel Gegana.

Dalam keterangannya, Kompol Akmal menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampahmu urusanmu, sampahku urusanku. Jika setiap orang menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi, maka tidak akan ada sampah yang berserakan. Kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan salah satu program unggulan Kapolda Aceh yang baru diluncurkan, yakni Green Policing, yang menekankan peran aktif Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan instruksi Presiden untuk menghidupkan kembali budaya kurve di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan kurve dan perawatan mangrove ini, Satbrimob Polda Aceh diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendukung mitigasi bencana, serta berkontribusi pada upaya rehabilitasi kawasan pesisir secara berkelanjutan

Satgas Yonif 112/DJ Menyapa Warga Kampung Kalome Lewat Kegiatan Komunikasi Sosial

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 3-1-2026 Kehangatan dan kepedulian terpancar dari langkah Prajurit Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ saat melaksanakan Kegiatan Pembinaan Teritorial berupa Komunikasi Sosial di Kampung Kalome Distrik Tinggi Nambut Kab. Puncak Jaya Prov. Papua Tengah.

Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Kalome Kapten Inf Sastra Watirman dan dilakukan secara santai, penuh keakraban dalam rangka mempererat hubungan silahturahmi antara warga dan Personel Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ yang bertugas di wilayah Papua Tengah.

Dalam kesempatan itu, Danpos dan Personel Pos Kalome berbincang langsung dengan warga setempat sambil menyampaikan imbauan untuk mengajak masyarakat untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar situasi kampung tetap aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan Komsos ini merupakan wujud nyata Pembinaan Teritorial Satgas Yonif 112/DJ dan menjadi Komitmen Pos Kalome selama masih bertugas di Wilayah Puncak Jaya untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.