BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 2-2-2026. Pada tanggal 23 Januari 2026 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero. Perubahan status ini merupakan konsekwensi dari putusan pemegang saham pada RUPSLB tgl 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan yg kemudian memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan juga telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada situs IDX. Untuk itu maka selanjutnya penulisan nama BSI disesuaikan menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam rangka peresmian status sebagai Persero tersebut, pada tanggal 2 Februari 2026 dilakukan Tasyakuran Milad BSI ke-5 di BSI Tower Jakarta. Pada acara tersebut, BSI juga me-launching campaign ‘Langkah Emas Generasi Emas’ sebuah milestone baru yang diimplementasikan dalam wujud kampanye gerakan menyosialisasikan produk dan layanan BSI yang sejalan dengan status BSI sebagai satu-satunya bank emas di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo mengungkap manajemen BSI siap mendukung langkah strategis yang ditetapkan Pemerintah RI yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam rangka penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

Amanah pemegang saham yang telah diputuskan di dalam RUPSLB, kata dia, akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sehingga akan semakin lincah, solid dan mampu mendorong ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional selain mendorong pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

Selanjutnya, BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.

Manajemen BSI, tutur Anggoro, optimistis penyesuaian status sebagai Persero dapat mendukung penguatan ekosistem Danantara, khususnya sektor keuangan, serta selaras dengan implementasi ketentuan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN.

BSI juga akan terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia, IT dan infrastruktur, serta terus memperbaiki layanan dalam rangka Melayani Sepenuh Hati untuk dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Terutama, dalam kedudukan Bank sebagai motor penggerak pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

‘’BSI telah menapaki lima tahun sebagai milestone pertama dengan sangat baik, dan sekarang siap untuk milestone selanjutnya.’’ Sebagai bank yang baru lahir sebagai hasil merger dari tiga bank syariah pada 2021, BSI terus mengokohkan dirinya sebagai bank dengan kinerja yang solid dan kuat dan mengantarkan ke posisi pemimpin di level middle Top 10 Bank.

*Pembiayaan untuk Masyarakat Luas*

Sejak awal merger BSI fokus menjalankan fungsi intermediasi dengan fokus penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Mayoritas pembiayaan BSI disalurkan pada pada bisnis ritel dan konsumer terutama di ekosistem halal. Kondisi tersebut membawa dampak terhadap kinerja Perseroan yang cukup solid hingga tutup buku tahun 2025. Tercatat sembilan puluh persen penyaluran pembiayaan BSI didistribusikan kepada segmen Ritel, Konsumer UMKM dan Komersial skala kecil dengan lingkup ekosistem Pendidikan dan Lembaga Kesehatan. Pembiayaan tersebut diberikan pegawai, pengusaha mikro, kecil dan menengah dan ekosistem BUMN.

‘’Kami bersyukur BSI hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati melalui penyaluran pembiayaan yang berfokus pada segmen Konsumer & Retail untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,’’ tegas Anggoro lagi.

Hal ini masih menjadi fokus pengembangan Perseroan ke depan ditambah dengan amanah yang baru tahun lalu disematkan kepada BSI sebagai bank pertama dan satu-satunya yang memiliki izin sebagai bank bulion.

Izin sebagai bank bulion telah mengantarkan kinerja BSI juga makin kuat dengan total pembelian emas melalui aplikasi BYOND mencapai di atas 2,1 ton sejak awal peluncuran hingga akhir Desember 2025. Layanan bulion juga memperluas customer base menjadi lebih inklusif dengan total jumlah nasabah lebih dari 23 juta.

Layanan bulion hadir sebagai bentuk demokratisasi investasi emas kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang mudah karena cukup lewat aplikasi BYOND yang dapat diakses 24 jam dan harga yang sangat murah karena bisa dimulai dengan harga sekitar Rp50.000. Selain itu, sejalan Amanah pemerintah bulion ditujukan sebagai optimalisasi ekonomi nasional melalui penguasaan ekonomi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Anggoro mengungkap selain layanan bulion, BSI juga aktif mensupport program pemerintah melalui program rumah bersubsidi FLPP, pembiayaan mikro KUR, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konteks corporate social responsibility BSI juga aktif berkontribusi dalam recovery musibah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera khususnya Aceh, dengan total bantuan di atas 210 ton.

*Corporate Secretary and Communication Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk*

Milad ke-5, BSI Aceh Gelar “Langkah Emas” Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) hari ini merayakan perjalanan lima tahun dengan menggelar acara besar bertajuk “Langkah Emas CFD Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Pusat perayaan berlangsung meriah di halaman Gedung Lanmark BSI Aceh yang menjadi titik kumpul (meeting point) ratusan pelari dan masyarakat yang menikmati Car Free Day (CFD).

Mengusung tema besar di tahun 2026, yakni “Langkah Emas Generasi Emas”, BSI tidak hanya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik melalui olahraga lari, tetapi juga membangun kesehatan finansial jangka panjang melalui investasi emas.

Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan di lokasi acara menyampaikan bahwa usia ke-5 ini menjadi momentum bagi BSI untuk mempertegas peranannya lebih dari sekadar tempat menabung.

“Hari ini di tahun 2026, semangat ‘Langkah Emas Generasi Emas’ menjadi nafas baru BSI. Kami melihat adanya kebutuhan mendesak akan ekosistem finansial yang mampu menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Karena itu, melalui event ini kami mengajak masyarakat memulai langkah kecil yang berdampak besar: Langkah sehat dengan berolahraga, dan langkah mapan dengan berinvestasi emas,” ujar Imsak.

*Ekosistem Emas Pertama di Indonesia*

Sebagai Bank Emas (Bullion Bank) Syariah pertama di Indonesia, BSI menjadikan momen Milad ke-5 ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang berkelanjutan.

“Kami membangun ekosistem di mana emas bukan sekadar komoditas, tapi narasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi umat. Ini adalah solusi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan masa depan, mulai dari dana pendidikan hingga porsi Haji,” tambah Imsak.

*Integrasi Spiritual, Sosial, dan Digital*

Selain fokus pada kesehatan fisik dan finansial, acara ini juga menonjolkan sisi spiritual dan sosial. Mengingat bulan suci Ramadan 2026 yang akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji.

BSI juga memperkenalkan fitur-fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI, yang menjadi “sahabat finansial, sosial, dan spiritual” dalam satu genggaman.

Acara Langkah Emas BSI di Banda Aceh ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Aceh untuk memiliki gaya hidup yang seimbang: sehat jasmani, kuat secara finansial dengan investasi emas, serta kaya hati dengan berbagi dan beribadah.

Milad ke-5, BSI Aceh Gelar “Langkah Emas” Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) hari ini merayakan perjalanan lima tahun dengan menggelar acara besar bertajuk “Langkah Emas CFD Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Pusat perayaan berlangsung meriah di halaman Gedung Lanmark BSI Aceh yang menjadi titik kumpul (meeting point) ratusan pelari dan masyarakat yang menikmati Car Free Day (CFD).

Mengusung tema besar di tahun 2026, yakni “Langkah Emas Generasi Emas”, BSI tidak hanya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik melalui olahraga lari, tetapi juga membangun kesehatan finansial jangka panjang melalui investasi emas.

Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan di lokasi acara menyampaikan bahwa usia ke-5 ini menjadi momentum bagi BSI untuk mempertegas peranannya lebih dari sekadar tempat menabung.

“Hari ini di tahun 2026, semangat ‘Langkah Emas Generasi Emas’ menjadi nafas baru BSI. Kami melihat adanya kebutuhan mendesak akan ekosistem finansial yang mampu menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Karena itu, melalui event ini kami mengajak masyarakat memulai langkah kecil yang berdampak besar: Langkah sehat dengan berolahraga, dan langkah mapan dengan berinvestasi emas,” ujar Imsak.

*Ekosistem Emas Pertama di Indonesia*

Sebagai Bank Emas (Bullion Bank) Syariah pertama di Indonesia, BSI menjadikan momen Milad ke-5 ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang berkelanjutan.

“Kami membangun ekosistem di mana emas bukan sekadar komoditas, tapi narasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi umat. Ini adalah solusi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan masa depan, mulai dari dana pendidikan hingga porsi Haji,” tambah Imsak.

*Integrasi Spiritual, Sosial, dan Digital*

Selain fokus pada kesehatan fisik dan finansial, acara ini juga menonjolkan sisi spiritual dan sosial. Mengingat bulan suci Ramadan 2026 yang akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji.

BSI juga memperkenalkan fitur-fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI, yang menjadi “sahabat finansial, sosial, dan spiritual” dalam satu genggaman.

Acara Langkah Emas BSI di Banda Aceh ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Aceh untuk memiliki gaya hidup yang seimbang: sehat jasmani, kuat secara finansial dengan investasi emas, serta kaya hati dengan berbagi dan beribadah.

Milad ke-5, BSI Aceh Gelar “Langkah Emas” Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) hari ini merayakan perjalanan lima tahun dengan menggelar acara besar bertajuk “Langkah Emas CFD Spesial Milad 5 Tahun BSI”.

Pusat perayaan berlangsung meriah di halaman Gedung Lanmark BSI Aceh yang menjadi titik kumpul (meeting point) ratusan pelari dan masyarakat yang menikmati Car Free Day (CFD).

Mengusung tema besar di tahun 2026, yakni “Langkah Emas Generasi Emas”, BSI tidak hanya mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik melalui olahraga lari, tetapi juga membangun kesehatan finansial jangka panjang melalui investasi emas.

Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan di lokasi acara menyampaikan bahwa usia ke-5 ini menjadi momentum bagi BSI untuk mempertegas peranannya lebih dari sekadar tempat menabung.

“Hari ini di tahun 2026, semangat ‘Langkah Emas Generasi Emas’ menjadi nafas baru BSI. Kami melihat adanya kebutuhan mendesak akan ekosistem finansial yang mampu menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi. Karena itu, melalui event ini kami mengajak masyarakat memulai langkah kecil yang berdampak besar: Langkah sehat dengan berolahraga, dan langkah mapan dengan berinvestasi emas,” ujar Imsak.

*Ekosistem Emas Pertama di Indonesia*

Sebagai Bank Emas (Bullion Bank) Syariah pertama di Indonesia, BSI menjadikan momen Milad ke-5 ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang berkelanjutan.

“Kami membangun ekosistem di mana emas bukan sekadar komoditas, tapi narasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi umat. Ini adalah solusi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan masa depan, mulai dari dana pendidikan hingga porsi Haji,” tambah Imsak.

*Integrasi Spiritual, Sosial, dan Digital*

Selain fokus pada kesehatan fisik dan finansial, acara ini juga menonjolkan sisi spiritual dan sosial. Mengingat bulan suci Ramadan 2026 yang akan segera tiba, BSI mengajak masyarakat mempersiapkan diri, termasuk perencanaan ibadah haji sejak dini melalui Tabungan Haji.

BSI juga memperkenalkan fitur-fitur komprehensif dalam aplikasi BYOND by BSI, yang menjadi “sahabat finansial, sosial, dan spiritual” dalam satu genggaman.

Acara Langkah Emas BSI di Banda Aceh ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Aceh untuk memiliki gaya hidup yang seimbang: sehat jasmani, kuat secara finansial dengan investasi emas, serta kaya hati dengan berbagi dan beribadah.

Melalui Layanan Digital Byond, 16 Juta Anggota Muhammadyah Bisa Membayar Iurannya

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026. Bank Syariah Indonesia mempermudah layanan pembayaran iuran 16 juta anggota Muhammadiyah yang saat ini bisa diakses melalui superapps BYOND by BSI. Fitur anyar ini cukup mudah diakses, yakni pada menu bayar – iuran Muhammadiyah yang dilengkapi berbagai layanan digital kolaborasi Bank Syariah Indonesia dengan Muhammadiyah. Yakni, aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisiyah SuperApp), SatuMu (platform digital terpadu satu data Muhammadiyah) dan lainnya.

Saat ini SuperApps tersebut sedang dalam pengembangan dan nantinya akan memayungi selulruh platform digital termasuk SatuMu, platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan (KTAM), organisasi (DOM), iuran (IuranMU), Tatakelola AUM, Kesehatan dan layanan lainnya.

SatuMu memiliki total enam fitur dan saat ini telah live dua fitur, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang merekam 3 juta anggota dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi tingkat PP hingga Ranting. Sementara masih ada 4 fitur yang masih dalam rencana development, yakni: IuranMU, JDIH (Jaringan Informasi dan Dok Hukum), Sistem Manajemen AUM, Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan “Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital. Melalui integrasi Aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah”, ujarnya.

“Penguatan kapasitas digital menjadi komitmen kami untuk bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses sehingga akan menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital”pungkasnya.

Melalui Layanan Digital Byond, 16 Juta Anggota Muhammadyah Bisa Membayar Iurannya

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026. Bank Syariah Indonesia mempermudah layanan pembayaran iuran 16 juta anggota Muhammadiyah yang saat ini bisa diakses melalui superapps BYOND by BSI. Fitur anyar ini cukup mudah diakses, yakni pada menu bayar – iuran Muhammadiyah yang dilengkapi berbagai layanan digital kolaborasi Bank Syariah Indonesia dengan Muhammadiyah. Yakni, aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisiyah SuperApp), SatuMu (platform digital terpadu satu data Muhammadiyah) dan lainnya.

Saat ini SuperApps tersebut sedang dalam pengembangan dan nantinya akan memayungi selulruh platform digital termasuk SatuMu, platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan (KTAM), organisasi (DOM), iuran (IuranMU), Tatakelola AUM, Kesehatan dan layanan lainnya.

SatuMu memiliki total enam fitur dan saat ini telah live dua fitur, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang merekam 3 juta anggota dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi tingkat PP hingga Ranting. Sementara masih ada 4 fitur yang masih dalam rencana development, yakni: IuranMU, JDIH (Jaringan Informasi dan Dok Hukum), Sistem Manajemen AUM, Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan “Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital. Melalui integrasi Aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah”, ujarnya.

“Penguatan kapasitas digital menjadi komitmen kami untuk bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses sehingga akan menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital”pungkasnya.

Melalui Layanan Digital Byond, 16 Juta Anggota Muhammadyah Bisa Membayar Iurannya

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026. Bank Syariah Indonesia mempermudah layanan pembayaran iuran 16 juta anggota Muhammadiyah yang saat ini bisa diakses melalui superapps BYOND by BSI. Fitur anyar ini cukup mudah diakses, yakni pada menu bayar – iuran Muhammadiyah yang dilengkapi berbagai layanan digital kolaborasi Bank Syariah Indonesia dengan Muhammadiyah. Yakni, aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisiyah SuperApp), SatuMu (platform digital terpadu satu data Muhammadiyah) dan lainnya.

Saat ini SuperApps tersebut sedang dalam pengembangan dan nantinya akan memayungi selulruh platform digital termasuk SatuMu, platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan (KTAM), organisasi (DOM), iuran (IuranMU), Tatakelola AUM, Kesehatan dan layanan lainnya.

SatuMu memiliki total enam fitur dan saat ini telah live dua fitur, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang merekam 3 juta anggota dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi tingkat PP hingga Ranting. Sementara masih ada 4 fitur yang masih dalam rencana development, yakni: IuranMU, JDIH (Jaringan Informasi dan Dok Hukum), Sistem Manajemen AUM, Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan “Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital. Melalui integrasi Aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah”, ujarnya.

“Penguatan kapasitas digital menjadi komitmen kami untuk bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses sehingga akan menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital”pungkasnya.

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Jakarta. ( Aceh dalam berita ) KAMIS 15-1-2026 Lonjakan harga emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi. Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah. Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas. Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.

Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22% Year to Date. Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI. Nasabah dapat bertransaksi realtime 24 jam dengan investasi awal cukup murah di kisaran Rp50 ribuan. Melalui BYOND, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.

Selain nilai investasi dapat dilihat secara langsung pada BYOND, kepemilikan emas melalui aplikasi adalah jaminan keamanan karena nasabah tak perlu kuatir emas fisiknya hilang karena emas fisik disimpan di _smart vault bank_.

Selain melakukan investasi emas melalui BYOND, melalui mobile banking tersebut nasabah juga dapat mengajukan cicil emas dan gadai emas. Fasilitas cicil emas dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton emas. “Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial”.ujarnya

Tak hanya meningkatkan secara jumlah, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.

Superapps BYOND dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang komprehensif. Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.

Saat ini ajakan beli emas cukup dengan Rp50 ribuan terus disosialisasikan agar generasi muda mulai aware akan invetasi emas melalui BSI. Anton menambahkan “Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, Pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat”, ujarnya.

Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat. Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.

BSI Secara Resmi Berikan 90 Kunci Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang

Hidrometeorologi  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9 1-2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak. BSI turut membangun 90 unit Huntara atau sekitar 15% dari total keseluruhan sebanyak 600 unit.

BSI bersama Danantara Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN turut hadir saat penyerahan kunci rumah Huntara di lokasi Aceh Tamiang. Di antaranya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T Ananta dan beberapa perwakilan BUMN lainnya serta turut hadir Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara ini merupakan wujud komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan infrastruktur dasar yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Hunian Danantara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, dengan struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengunjungi langsung masyarakat Aceh yang akan mulai menempati Huntara tersebut dan berkesempatan menyapa beberapa penerima manfaat. Bob mengatakan “Program ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi dan nilai kebermanfaatan BSI untuk masyarakat. Melalui penyerahan huntara ini, kami berharap para penyintas dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan aman. BSI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit maupun dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Serah terima ini menjadi penanda bahwa Rumah Hunian Danantara yang telah dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 203 Ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, pengiriman 100 relawan, menyediakan layanan trauma healing di zona anak, pembersihan outlet dan masjid, pengaktifan jaringan telekomunikasi, pembukaan cabang secara bertahap dan juga optimalisasi layanan nasabah hingga memfasilitasi layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE).

BSI Hadir Serah Terima Huntara di Aceh.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya (tengah), didampingi Managing Director, Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas (dua dari kiri) bersama Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob T. Ananta (kanan) meninjau langsung masyarakat yang akan menempati Huntara (Hunian Danantara) sekaligus menyerahkan kunci sebagai komitmen kehadiran negara untuk masyarakat Aceh.

Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi membangun 90 unit Huntara dari total keseluruhan 600 unit.