Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh Rampung, Akses Warga Pulih

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Pepayungan Angkup, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Roteh, resmi rampung 100 persen Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Yon Zipur 16/DA bersama Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah Kodam Iskandar Muda, sebagai wujud nyata peran TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah pedesaan.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki spesifikasi tipe 2-1, dengan panjang 24 meter yang terdiri dari 8 petak, serta dikerjakan sepenuhnya oleh personel Yon Zipur 16/DA dan Kodim 0106/Aceh Tengah. Konstruksi jembatan rangka baja ini dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus transportasi masyarakat, khususnya sebagai penghubung utama antar dua desa yang sebelumnya sempat terisolasi akibat kerusakan jembatan lama.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Pepayungan Angkup dan Desa Roteh. Sebelumnya, kerusakan jembatan lama menyebabkan terputusnya akses utama antarwilayah, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur pascakeadaan darurat. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran aktivitas perekonomian sehari-hari.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Walaupun bersifat sementara, Jembatan Bailey ini dirancang dengan konstruksi rangka baja yang kuat dan memenuhi standar keselamatan, sehingga aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pembangunan, aspek keselamatan personel dan kekuatan struktur menjadi perhatian utama,” ujar Dandim.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TNI juga menjalin koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Masyarakat Desa Pepayungan Angkup menyambut positif rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukur karena kini akses antar desa kembali normal. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan selesai dibangun, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, menjalankan aktivitas perdagangan, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh ini, diharapkan aktivitas masyarakat antar desa dapat kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak. Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh Rampung, Akses Warga Pulih

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Pepayungan Angkup, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Roteh, resmi rampung 100 persen Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Yon Zipur 16/DA bersama Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah Kodam Iskandar Muda, sebagai wujud nyata peran TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah pedesaan.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki spesifikasi tipe 2-1, dengan panjang 24 meter yang terdiri dari 8 petak, serta dikerjakan sepenuhnya oleh personel Yon Zipur 16/DA dan Kodim 0106/Aceh Tengah. Konstruksi jembatan rangka baja ini dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus transportasi masyarakat, khususnya sebagai penghubung utama antar dua desa yang sebelumnya sempat terisolasi akibat kerusakan jembatan lama.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Pepayungan Angkup dan Desa Roteh. Sebelumnya, kerusakan jembatan lama menyebabkan terputusnya akses utama antarwilayah, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur pascakeadaan darurat. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran aktivitas perekonomian sehari-hari.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Walaupun bersifat sementara, Jembatan Bailey ini dirancang dengan konstruksi rangka baja yang kuat dan memenuhi standar keselamatan, sehingga aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pembangunan, aspek keselamatan personel dan kekuatan struktur menjadi perhatian utama,” ujar Dandim.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TNI juga menjalin koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Masyarakat Desa Pepayungan Angkup menyambut positif rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukur karena kini akses antar desa kembali normal. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan selesai dibangun, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, menjalankan aktivitas perdagangan, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh ini, diharapkan aktivitas masyarakat antar desa dapat kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak. Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Kodim 0102/Pidie, Polres , Pemda & DLHK Aceh Tanam 1.000 Pohon di DAS Krueng Seunong Pidie Jaya

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan secara berkelanjutan melalui aksi nyata penghijauan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak banjir.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan secara simbolis di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aksi ini menjadi langkah strategis jangka panjang dalam rangka pemulihan ekosistem, peningkatan daya dukung lingkungan, serta upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Penanaman 1.000 pohon ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan secara terencana pascabencana banjir di wilayah Pidie Jaya. Program ini diinisiasi langsung oleh Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus keselamatan masyarakat di wilayah binaan.

Kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi lintas sektor antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta dukungan penuh dari DLHK Provinsi Aceh. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie, personel Yonif 836/BY, Yonif TP 857/GG, Yonarmed 17/Rencong Cakti, perwakilan dinas terkait, relawan, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang secara bersama-sama terlibat dalam proses penanaman.

Aksi penghijauan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting tingkat provinsi dan kabupaten, di antaranya Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala BP DAS Krueng Aceh Darmawan Aji Wibowo, S.Hut., M.Sc., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir Jailani, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., Danyonif TP 836/BY Letkol Inf Faishal Rizal, S.H., para Danramil jajaran Kodim 0102/Pidie, kepala dinas lintas sektor, camat, serta para keuchik dari desa-desa setempat.

Dalam sambutannya, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa penanaman pohon keras di kawasan DAS merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam rangka mempercepat pemulihan lingkungan serta mencegah potensi abrasi dan bencana susulan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan penanaman 1.000 pohon keras, di antaranya mangga, durian, mahoni, sentang, serta beberapa jenis lainnya di sepanjang daerah aliran sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan kembali wilayah terdampak banjir, memperkuat bantaran sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta sebagai langkah mitigasi abrasi dan pencegahan banjir ke depan,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa program penghijauan tersebut tidak hanya berhenti di Desa Seunong, namun akan berlanjut ke desa-desa lain yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Ke depan, akan dilakukan penanaman ribuan bibit durian lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Kami berharap manfaat dari program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, tidak hanya untuk kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas oleh Kodim 0102/Pidie. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program rehabilitasi DAS serta pemulihan lingkungan pascabencana yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

“Kami dari DLHK Provinsi Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan gagasan yang sangat positif dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas, khususnya dalam pemulihan lingkungan dan upaya penghijauan pascabencana. Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat dan menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi. Ia menilai langkah yang diambil Kodim 0102/Pidie merupakan kontribusi nyata dalam penanganan dampak banjir serta pemulihan lingkungan di wilayah Pidie Jaya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0102/Pidie dan seluruh pihak yang terlibat. Namun setelah penanaman ini, peran masyarakat sangat penting untuk menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegas Bupati.

Melalui aksi penanaman 1.000 pohon ini, diharapkan pemulihan ekosistem DAS di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan secara optimal, menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang, serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang.

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat desa kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Anggota TNI yang terdiri dari personel Koramil 03/Timang Gajah dan Yonif 114/Satria Musara (SM) bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan jembatan darurat di Desa Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya terkait keterbatasan akses penghubung yang sangat dibutuhkan warga dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Jembatan darurat ini dibangun sebagai solusi sementara untuk menggantikan jembatan lama yang mengalami kerusakan, sehingga menghambat mobilitas warga. Kondisi tersebut sebelumnya menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun akses layanan dasar lainnya.

Di sela-sela kegiatan, Kapten Inf Takdir Anur menjelaskan bahwa pembuatan jembatan darurat dilakukan dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat desa.

“Pembuatan jembatan darurat ini menggunakan material yang ada di sekitar lokasi sebagai solusi sementara agar akses warga dapat kembali terhubung. Jembatan ini diharapkan bisa digunakan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pihak terkait,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam menjalin dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas tugas pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi di wilayah.

Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan ini terlihat dari antusiasme warga yang turut serta membantu proses pembangunan jembatan darurat. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan, meskipun dilakukan dengan sarana dan peralatan yang terbatas.

Masyarakat Desa Setie menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Warga berharap jembatan darurat tersebut dapat segera difungsikan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari serta berharap sinergi dan kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin di masa mendatang.

Dengan dibangunnya jembatan darurat ini, diharapkan akses transportasi warga Desa Setie kembali terbuka, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan normal, serta menjadi langkah awal dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Timang Gajah.

Komandan Korem 173/PVB Kunjungi Jajaran Satgas Yonif 112/DJ

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Kamis 29-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ menerima kunjungan kerja dari Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda beserta rombongan ke Pos Kotis dan jajaran wilayah penugasan Sektor Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Danrem 173/PVB selaku Dankolakops didampingi Kasiintel Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Yudi Suradi melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memeberi semangat ke jajaran Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Yonif 112/DJ wilayah Puncak Jaya yang akan melaksanakan Purna Tugas.

Kunjungan kerja ini dalam rangka melaksanakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan tugas Satgas Yonif 112/DJ yang bertugas kurang lebih selama 1 Tahun mengamankan wilayah sektor kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 173/PVB selaku Dankolakops memberikan apresiasi kepada Satgas Yonif 112/DJ atas kinerja dan dedikasinya dalam menjaga keamanan di Papua Tengah, Danrem 173/PVB juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara TNI dan Masyarakat setempat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.

Yonzipur 16/DA Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Jangka Mesjid, Bireun

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Luthfi Arh Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., meresmikan sekaligus menyerahkan Jembatan Bailey yang dibangun oleh Zeni Kodam Iskandar Muda di Desa Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menandai kembali terbukanya akses vital masyarakat yang selama ini sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas kehidupan warga.

Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0111/Bireuen dan Zeni Kodam Iskandar Muda dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa, khususnya di wilayah yang membutuhkan solusi cepat dan tepat guna. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperpendek jarak tempuh, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun kendaraan.

Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen menyampaikan bahwa pembangunan dan pemasangan Jembatan Bailey ini bukan sekadar kegiatan fisik semata, melainkan bentuk pengabdian TNI kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan dan menjawab kebutuhan dasar warga, terutama yang berkaitan dengan akses dan kesejahteraan.

“Jembatan ini adalah milik masyarakat Desa Jangka Mesjid. Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya dan mari kita jaga bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar fasilitas umum seperti ini tetap terawat dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim 0111/Bireuen juga menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga hasil pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sarana fisik, tetapi juga dari kesadaran bersama untuk merawat dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Kegiatan peresmian dan penyerahan Jembatan Bailey tersebut turut dihadiri oleh Danramil 07/Jangka Letda Inf Vari Yanto, Keuchik Desa Jangka Mesjid Muslimun, perangkat desa, Babinsa Desa Jangka Mesjid Serka Irwanto, serta warga setempat yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya jembatan untuk umum, dilanjutkan dengan sambutan, doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, serta penutup.

Yonzipur 16/DA Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Jangka Mesjid, Bireun

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Luthfi Arh Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., meresmikan sekaligus menyerahkan Jembatan Bailey yang dibangun oleh Zeni Kodam Iskandar Muda di Desa Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menandai kembali terbukanya akses vital masyarakat yang selama ini sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas kehidupan warga.

Peresmian Jembatan Bailey ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0111/Bireuen dan Zeni Kodam Iskandar Muda dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa, khususnya di wilayah yang membutuhkan solusi cepat dan tepat guna. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperpendek jarak tempuh, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun kendaraan.

Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen menyampaikan bahwa pembangunan dan pemasangan Jembatan Bailey ini bukan sekadar kegiatan fisik semata, melainkan bentuk pengabdian TNI kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan dan menjawab kebutuhan dasar warga, terutama yang berkaitan dengan akses dan kesejahteraan.

“Jembatan ini adalah milik masyarakat Desa Jangka Mesjid. Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya dan mari kita jaga bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar fasilitas umum seperti ini tetap terawat dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim 0111/Bireuen juga menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga hasil pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sarana fisik, tetapi juga dari kesadaran bersama untuk merawat dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Kegiatan peresmian dan penyerahan Jembatan Bailey tersebut turut dihadiri oleh Danramil 07/Jangka Letda Inf Vari Yanto, Keuchik Desa Jangka Mesjid Muslimun, perangkat desa, Babinsa Desa Jangka Mesjid Serka Irwanto, serta warga setempat yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya jembatan untuk umum, dilanjutkan dengan sambutan, doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, serta penutup.

TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.