TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Aceh Selatan  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Tanpa mengenal lelah, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan hektare lahan milik masyarakat di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga maupun area hutan yang lebih luas.

Penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Komandan Yonif Raider 115/Macan Lauser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata. Puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi, terdiri dari personel Kodim 0107/Aceh Selatan, Batalyon Raider 115/Macan Lauser, Polsek Trumon Timur, personel pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Selatan, BKSDA wilayah Aceh Selatan, serta unsur lintas sektor lainnya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan bahwa fokus utama penanganan pada hari ini adalah melakukan penyekatan di sejumlah titik api agar kebakaran tidak merambat ke area lain yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Fokus kami hari ini adalah melakukan penyekatan terhadap titik-titik api agar tidak merambat ke area lain. Seluruh personel bergerak cepat dengan kemampuan yang ada untuk menekan penyebaran kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan cukup berat, mulai dari medan yang sulit, akses menuju lokasi kebakaran yang terbatas, hingga keterbatasan peralatan dan sumber air. Meski demikian, semangat tim gabungan tetap tinggi demi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Walaupun dihadapkan pada medan yang sulit, akses terbatas, dan peralatan yang minim, semangat tim gabungan tidak surut. Keselamatan masyarakat dan lingkungan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat penanganan karhutla, selain mengerahkan mesin pompa air, personel TNI juga melaksanakan pemadaman secara manual menggunakan ember. Langkah ini ditempuh untuk menjangkau titik-titik api di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan maupun peralatan berat.

Personel gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan dan Batalyon Raider 115/Macan Lauser yang diterjunkan ke lokasi kebakaran diwajibkan membawa ember sebagai perlengkapan pemadaman manual. Cara ini menjadi bentuk adaptasi di lapangan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Pemadaman dengan ember ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau mesin,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa mengingat sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan bergambut, upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api tertentu agar tidak kembali menyala dan meluas. Kombinasi penggunaan mesin pompa air dan pemadaman manual dinilai sebagai langkah maksimal dalam menekan laju kebakaran serta meminimalisir dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Saat ini beberapa titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akibat cuaca panas serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali, asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Oleh karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan pemadaman lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dandim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan karhutla agar upaya pemadaman dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Penanganan karhutla ini melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, dan BKSDA. Dengan kebersamaan serta kerja keras di lapangan, kami optimistis api dapat segera dikendalikan,” tambahnya.

TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi wujud komitmen untuk selalu hadir saat rakyat membutuhkan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Kapolda Aceh Terima 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Pembelajaran Mandiri Siswa Korban Bencana

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menerima program bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri untuk mendukung pembelajaran mandiri siswa korban bencana di Aceh.

Program e-learning ini merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Serah terima tersebut berlangsung di Jakarta.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, Ph.D.

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan bahwa program bantuan ini dirancang untuk menjangkau siswa korban bencana mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Sebanyak 1,2 juta PIN e-learning tersebut memungkinkan siswa mengakses pembelajaran elektronik secara mandiri dengan dukungan jaringan internet. Melalui sistem ini, siswa dapat belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di mana saja sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Program e-learning ini menjadi solusi strategis untuk memastikan anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan sistem pembelajaran mandiri berbasis digital, siswa dapat terus belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” ujar Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah.

Abituren Akabri 1991 itu berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan metode pembelajaran mandiri yang adaptif, terutama bagi siswa di daerah terdampak bencana yang mengalami keterbatasan sarana pendidikan konvensional.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan STIK Polri dan para mitra yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami mengapresiasi dukungan STIK Polri dan seluruh mitra, termasuk ILMCI Group, yang telah berkolaborasi dalam program ini. Sinergi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, jenderal bintang dua asal Tangse tersebut turut memaparkan berbagai capaian penanganan hingga pemulihan bencana yang telah dilakukan Polda Aceh di wilayah terdampak. Upaya tersebut meliputi penyediaan air bersih melalui treatment water, pembersihan fasilitas sekolah, hingga pembangunan sumur bor bagi masyarakat.

“Selain penanganan darurat, Polda Aceh juga fokus pada pemulihan jangka menengah dan panjang, mulai dari penyediaan air bersih, pembersihan sekolah, hingga pembangunan sumur bor. Semua kami lakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkas Marzuki.

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Diamankan

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkotika. Personel Opsnal Sat Intelkam berhasil mengamankan dua pria yang membawa narkotika jenis ganja dengan total berat 50,7 kilogram di wilayah Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di Jembatan Desa Kati Maju saat kedua pelaku mengendarai mobil L300 berwarna putih.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Aceh Tenggara, Iptu Zakaria. Kedua pelaku masing-masing berinisial PP (37), warga Desa Lawe Desky, dan SS (23), warga Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara.

Petugas menyita dua goni besar berisi ganja, yakni satu goni berisi 12 bal dengan berat 26,7 kilogram dan satu goni lainnya berisi 11 bal seberat 24 kilogram. Selain itu, turut diamankan dua unit telepon genggam, masing-masing merek Redmi dan Nokia senter, serta satu unit mobil L300 bernomor polisi BK 1744 TI.

Penangkapan berawal sekitar pukul 11.30 WIB, saat Tim Opsnal menerima informasi dari masyarakat terkait mobil L300 yang diduga membawa ganja dari Desa Lak-lak, Kecamatan Ketambe, menuju Kota Medan, Sumatra Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyamaran (undercover) dan pengintaian hingga akhirnya berhasil menghentikan kendaraan dan menemukan barang bukti.

Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa pengemudi berinisial PP mengaku diperintah oleh seseorang berinisial AP, warga Desa Muara Situlen, dengan imbalan sebesar Rp150.000 per kilogram ganja.

Kedua pelaku beserta seluruh barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Aceh Tenggara guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, melalui Kasi Humas AKP J. Silalahi menyampaikan bahwa Sat Intelkam bersama Satresnarkoba akan terus mengembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain itu, Polsubsektor Lawe Pakam akan secara rutin melaksanakan razia terhadap kendaraan yang melintas dari Aceh Tenggara menuju Sumatra Utara maupun sebaliknya sebagai langkah pencegahan peredaran narkotika lintas wilayah.

Pengungkapan kasus ini, menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Tinjau Latsitardanus di Aceh Tamiang, Gubernur Akpol Pastikan Taruna Hadir Membantu Masyarakat

​Aceh tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi sasaran fisik Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang, Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembersihan material pascabanjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Polindes dan Masjid Al Ikhlas Aceh Tamiang. Di lokasi ini, para Taruna Akpol bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan puing-puing agar fasilitas publik dapat segera digunakan kembali.

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Akpol di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan langsung terhadap pengabdian para Taruna di lapangan.

​”Gubernur Akademi Kepolisian melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir bersama Taruna Akpol dan masyarakat setempat. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Selain meninjau pengerjaan fisik, Gubernur Akpol juga menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. Kombes Pol. Erdi menekankan bahwa interaksi langsung dengan warga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

​”Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Akpol meninjau langsung progres pembersihan, memberikan bantuan, serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana,” tambah Kabag Penum.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan proses normalisasi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pusat kesehatan desa dapat selesai lebih cepat. Selain itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial ini diharapkan dapat membentuk karakter perwira yang memiliki jiwa penolong dan kedekatan emosional dengan masyarakat di masa depan.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Pemerintah Aceh meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, sebagai pemerintah daerah dengan kategori utama dalam pencapaian UHC, dan dinilai berhasil memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi penduduk di wilayahnya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penghargaan yang diterima Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menko PM Muhaimin Iskandar, menyampaikan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan UHC Awards tersebut. Sehingga kedepan menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mengharapkan tidak ada pemerintah daerah yang peringkat UHC mengalamo penurunan. Sebaliknya, kategori atau peringkat UHC di tahun mendatang harus meningkat.

“Tahun depan, yang madya harus menjadi utama. Bila sekarang sudah Utama, maka tidak ada jalan lain kecuali fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” sebutnya.

UHC Awards merupakan bentuk apresiasi kepada Pemda yang memiliki komitmen tinggi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). UHC adalah kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Dengan tercapainya UHC, masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap risiko finansial saat membutuhkan pelayanan kesehatan.