TNI AD Manunggal Air, Kodam IM Bangun sumur Bor di Lokasi Huntara Tunyang Induk Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 4-2-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, yang terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah, menghadirkan satu unit mesin bor air tipe portabel (Rig Bor Mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Kehadiran mesin bor air portabel tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian pascabencana. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital bagi warga, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas fisik, melainkan merupakan misi kemanusiaan yang bertujuan untuk memberikan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI Angkatan Darat tersebut, pihaknya memastikan warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya mesin bor portabel ini, kita pastikan warga yang terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ahmad Fauzi berharap kehadiran fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengeboran sumur di area Huntara, sehingga dalam waktu dekat warga dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur dapat segera selesai dan warga di lokasi pengungsian bisa menggunakan air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara. Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen dan pengabdian dalam membantu pemulihan kondisi sosial dan kemanusiaan pascabencana.

“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Rusak Akibat Banjir, Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Renovasi SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat TNI AD terhadap dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh. Kegiatan renovasi tersebut memasuki tahap awal pengerjaan.

Renovasi ini difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana, guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman. Adapun sasaran renovasi meliputi perbaikan halaman sekolah, pembenahan plafon ruangan kelas, serta pengecatan kusen dan jendela bangunan SDN 1 Tualang Cut yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan kondisi cuaca ekstrem.

Sebanyak 30 personel Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati dikerahkan secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, dan profesionalisme, para personel bekerja secara maksimal di lapangan. Hingga saat ini, progres pengerjaan renovasi telah mencapai sekitar 15 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf Satriyo Pinandito, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat pascabencana tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum, termasuk sekolah. Menurutnya, sekolah yang layak dan aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu.

Beliau menegaskan bahwa Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat setempat agar proses renovasi dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kondisi SDN 1 Tualang Cut dapat segera pulih dan kembali digunakan secara optimal, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dan para siswa dapat kembali bersekolah dengan rasa aman serta semangat yang tinggi.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 1 Tualang Cut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI, khususnya kepada Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan pascabencana.

Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, sehingga sangat membutuhkan perbaikan. Dengan adanya renovasi ini, pihak sekolah merasa terbantu dan optimistis proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan langsung personel TNI dalam renovasi sekolah memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga secara psikologis bagi para guru dan siswa yang terdampak bencana.

Beliau berharap, kegiatan renovasi ini dapat diselesaikan dengan aman dan lancar, serta menjadi awal dari pemulihan menyeluruh dunia pendidikan di wilayah tersebut. Selain itu, ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dan dunia pendidikan terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

Rusak Akibat Banjir, Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Renovasi SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 3-2-2026 Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati melaksanakan kegiatan renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat TNI AD terhadap dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh. Kegiatan renovasi tersebut memasuki tahap awal pengerjaan.

Renovasi ini difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana, guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal, aman, dan nyaman. Adapun sasaran renovasi meliputi perbaikan halaman sekolah, pembenahan plafon ruangan kelas, serta pengecatan kusen dan jendela bangunan SDN 1 Tualang Cut yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan kondisi cuaca ekstrem.

Sebanyak 30 personel Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati dikerahkan secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, dan profesionalisme, para personel bekerja secara maksimal di lapangan. Hingga saat ini, progres pengerjaan renovasi telah mencapai sekitar 15 persen dan akan terus ditingkatkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf Satriyo Pinandito, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan renovasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat pascabencana tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum, termasuk sekolah. Menurutnya, sekolah yang layak dan aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu.

Beliau menegaskan bahwa Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat setempat agar proses renovasi dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kondisi SDN 1 Tualang Cut dapat segera pulih dan kembali digunakan secara optimal, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dan para siswa dapat kembali bersekolah dengan rasa aman serta semangat yang tinggi.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 1 Tualang Cut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI, khususnya kepada Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan pascabencana.

Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, sehingga sangat membutuhkan perbaikan. Dengan adanya renovasi ini, pihak sekolah merasa terbantu dan optimistis proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan langsung personel TNI dalam renovasi sekolah memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga secara psikologis bagi para guru dan siswa yang terdampak bencana.

Beliau berharap, kegiatan renovasi ini dapat diselesaikan dengan aman dan lancar, serta menjadi awal dari pemulihan menyeluruh dunia pendidikan di wilayah tersebut. Selain itu, ia berharap sinergi dan kepedulian TNI terhadap masyarakat dan dunia pendidikan terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Bener Pepanyi Rampung, Akses Lintas KKA – Bener Meriah Normal

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 Pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah, pada ruas lintas KKA yang menghubungkan Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, telah rampung dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal). Jembatan tersebut kini telah dapat digunakan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Jembatan Bailey Bener Pepanyi dibangun dengan tipe 1-1 SSR dengan panjang 30 meter atau 10 petak SSR. Pembangunan jembatan ini melibatkan personel gabungan dari Satuan Yonzipur 9/Lang Lang Bhuwana dan Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, yang bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan akses transportasi pascabencana.

Rampungnya pembangunan jembatan Bailey ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat. Pasalnya, sebelum jembatan tersebut dibangun, akses transportasi di jalur vital ini sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh bencana alam. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sosial, pendidikan, serta perekonomian masyarakat.

Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey, mobilitas warga kini kembali berjalan normal. Jalur penghubung antardaerah yang sebelumnya terhambat, kini dapat dilalui kembali, sehingga arus transportasi orang dan barang menjadi lebih lancar.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini merupakan langkah cepat dan strategis sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey ini, akses transportasi yang sebelumnya terputus kini telah kembali normal. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara lancar,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa jembatan Bailey dibangun sebagai solusi sementara yang efektif, khususnya untuk menggantikan fungsi jembatan permanen yang rusak, sekaligus memastikan jalur utama tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
“Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga, distribusi logistik, serta mendukung roda perekonomian masyarakat di wilayah Bener Pepanyi dan sekitarnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat Desa Bener Pepanyi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas Gulbencal serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan Bailey tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan pulihnya kembali akses di ruas lintas KKA yang selama ini menjadi jalur penting penghubung antarwilayah.

Menurut warga, berfungsinya kembali jembatan ini memberikan harapan baru bagi percepatan pemulihan ekonomi pascabencana. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum kini dapat kembali berjalan dengan normal.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Bailey Bener Pepanyi, diharapkan stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.

Jembatan Bailey Bener Pepanyi Rampung, Akses Lintas KKA – Bener Meriah Normal

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 Pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah, pada ruas lintas KKA yang menghubungkan Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, telah rampung dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal). Jembatan tersebut kini telah dapat digunakan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Jembatan Bailey Bener Pepanyi dibangun dengan tipe 1-1 SSR dengan panjang 30 meter atau 10 petak SSR. Pembangunan jembatan ini melibatkan personel gabungan dari Satuan Yonzipur 9/Lang Lang Bhuwana dan Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, yang bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan akses transportasi pascabencana.

Rampungnya pembangunan jembatan Bailey ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat. Pasalnya, sebelum jembatan tersebut dibangun, akses transportasi di jalur vital ini sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh bencana alam. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sosial, pendidikan, serta perekonomian masyarakat.

Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey, mobilitas warga kini kembali berjalan normal. Jalur penghubung antardaerah yang sebelumnya terhambat, kini dapat dilalui kembali, sehingga arus transportasi orang dan barang menjadi lebih lancar.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini merupakan langkah cepat dan strategis sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey ini, akses transportasi yang sebelumnya terputus kini telah kembali normal. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara lancar,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa jembatan Bailey dibangun sebagai solusi sementara yang efektif, khususnya untuk menggantikan fungsi jembatan permanen yang rusak, sekaligus memastikan jalur utama tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
“Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga, distribusi logistik, serta mendukung roda perekonomian masyarakat di wilayah Bener Pepanyi dan sekitarnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat Desa Bener Pepanyi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas Gulbencal serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan Bailey tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan pulihnya kembali akses di ruas lintas KKA yang selama ini menjadi jalur penting penghubung antarwilayah.

Menurut warga, berfungsinya kembali jembatan ini memberikan harapan baru bagi percepatan pemulihan ekonomi pascabencana. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum kini dapat kembali berjalan dengan normal.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Bailey Bener Pepanyi, diharapkan stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.

TNI dan Warga Gotong Royong bangun Jembatan Darurat di Desa Termiara, Aceh Tamiang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 Dalam rangka memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan infrastruktur desa, anggota Koramil 08/Silih Nara, Kodim 0106/Aceh Tengah, bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka, serta masyarakat Desa Termiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan jembatan darurat, beberapa waktu lalu.

Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan sebagai solusi sementara untuk membuka kembali akses penghubung antara Dusun IV menuju Dusun III Desa Termiara. Selama ini, jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti keperluan bekerja, pendidikan, pertanian, hingga mobilitas sosial lainnya. Kondisi jembatan yang sebelumnya rusak menyulitkan warga dan berpotensi menghambat roda perekonomian desa.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Sertu Novri Ifindi bersama Lettu Hayat Nasution, serta didukung penuh oleh Reje Desa Termiara. Sejak awal pengerjaan, seluruh unsur yang terlibat terlihat bahu-membahu, mulai dari pengangkutan dan persiapan material, pembersihan lokasi, hingga pemasangan konstruksi jembatan darurat secara bertahap.

Sertu Novri Ifindi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai mitra rakyat dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap akses masyarakat dapat kembali lancar. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Sertu Novri.

Hal senada disampaikan Lettu Hayat Nasution yang menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia menilai bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan modal utama dalam membangun desa, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Sementara itu, Reje Desa Termiara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan darurat tersebut. Ia berharap jembatan ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga dan menjadi solusi sementara sebelum adanya pembangunan jembatan permanen dari pemerintah terkait.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dan kepedulian TNI. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus bergotong royong membangun desa,” ungkapnya.

Salah seorang warga Dusun IV, Hasan (45), turut menyampaikan pendapatnya terkait pembangunan jembatan darurat ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya akses penghubung tersebut.
“Kalau jembatan ini sudah bisa dilewati, kami tidak perlu memutar jauh lagi. Anak-anak juga lebih aman berangkat ke sekolah. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tidak hanya kebutuhan infrastruktur desa yang terbantu, tetapi juga terbangun semangat kebersamaan, kekompakan, dan sinergi antara TNI dan masyarakat. Gotong royong menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan solusi bagi kepentingan bersama serta memperkuat persatuan dalam membangun desa.

Danrem 173/PVB Bersama Dansatgas Yonif 112/DJ Tebar Kepedulian dan Berbagi Kasih di Pedalaman Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Kepedulian dan sentuhan kemanusiaan kembali ditunjukkan TNI di Tanah Papua. Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda bersama Komandan Satgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto menebar kasih dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat Kampung Kalome, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Kegiatan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja Danrem 173/PVB selaku Dankolakops ke wilayah pedalaman Papua Tengah. Didampingi Kasiintel Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Yudi Suradi, rombongan meninjau langsung progres pembangunan jembatan di Kampung Kalome yang menjadi sarana penting bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Danrem 173/PVB juga mengunjungi Pos Kalome dan Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ. Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan serta membantu masyarakat di wilayah Papua Tengah.

“Prajurit TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, memahami kesulitan mereka, serta menjadi bagian dari solusi. Kehadiran TNI di Papua adalah untuk membawa rasa aman, harapan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Danrem.

Sebagai wujud kepedulian, Danrem 173/PVB bersama Dansatgas Yonif 112/DJ menyerahkan tali asih berupa bingkisan sembako kepada warga serta makanan kepada anak-anak di sekitar Pos Kalome. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak jelas saat prajurit berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak yang menyambut dengan senyum dan tawa ceria.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Kalome, Bapak Yonas Weya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh TNI.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah datang melihat kami langsung di kampung ini. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran TNI membuat kami merasa aman dan tidak sendiri,” tuturnya.

Kegiatan berbagi kasih ini menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir di Papua tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan humanis dan aksi nyata di lapangan, TNI terus berkomitmen mendukung pembangunan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih.