Karya Bakti TNI Pulihkan Lingkungan SMPN 1 Samudera

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Dalam rangka membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir, jajaran TNI bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan di SMP Negeri 1 Samudera, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh personel Koramil 06/Samudera, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD), yang bersinergi dengan para dewan guru SMPN 1 Samudera. Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama para guru bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa banjir. Fokus pembersihan diarahkan pada sejumlah titik penting yang belum terjangkau oleh alat berat, sehingga masih memerlukan tenaga manual.

Adapun sasaran utama dalam kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan halaman sekolah yang tidak dapat dijangkau alat berat, pembersihan area mushala, serta halaman di seputaran mushala SMP Negeri 1 Samudera. Area-area tersebut diprioritaskan karena merupakan fasilitas vital yang sering digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk proses belajar mengajar maupun kegiatan ibadah.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, progres pengerjaan pembersihan telah mencapai sekitar ±70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh area sekolah dapat kembali bersih dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Komandan Koramil 06/Samudera Kapten Inf Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan instansi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu proses pembersihan. Salah seorang guru SMPN 1 Samudera mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan lingkungan yang kembali bersih, kami berharap para siswa dapat segera kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” tuturnya.

Melalui kegiatan karya bakti ini, diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.

Brigjen TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., Menjabat Kasdam Iskandar Muda

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara ramah tamah serah terima jabatan (sertijab) dan tradisi satuan pejabat Kodam Iskandar Muda yang berlangsung di Banda Aceh.

Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat utama Kodam Iskandar Muda, di antaranya Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, Danrindam IM, Danrem 012/Teuku Umar, para Asisten Kasdam IM, para Pamen Ahli Pangdam IM, para Dan/Kabalakdam, para Dansat jajaran Kodam IM, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda beserta pengurus dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam IM mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, seluruh rangkaian kegiatan serah terima jabatan dan tradisi satuan dapat dilaksanakan dalam keadaan aman, lancar, dan penuh khidmat.

Pangdam IM menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja satuan, sekaligus sebagai sarana pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan. Pergantian pejabat diharapkan dapat menghadirkan semangat baru serta ide-ide segar guna mendorong kemajuan organisasi, khususnya Kodam Iskandar Muda.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Brigadir Jenderal TNI Yudha Fitri atas pengabdian, loyalitas, serta dedikasi selama menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Iskandar Muda. Pangdam berharap pengalaman dan pengabdian yang telah diberikan dapat menjadi bekal berharga dalam melaksanakan tugas baru sebagai Staf Khusus Kasad dalam rangka penugasan di kementerian/lembaga. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Yudha Fitri yang telah setia mendampingi suami selama bertugas.

Apresiasi yang sama disampaikan kepada Brigadir Jenderal TNI Yudi Yulistyanto, M.A., yang akan melanjutkan pengabdian sebagai Pati Mabes TNI AD dalam rangka memasuki masa pensiun. Pangdam IM menilai, selama menjabat sebagai Irdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto telah menunjukkan dedikasi, keteladanan, serta komitmen tinggi dalam menjaga fungsi pengawasan dan akuntabilitas di lingkungan Kodam IM. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Yudi Yulistyanto atas pendampingan dan pengabdian selama ini.

Selanjutnya, Pangdam IM mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., sebagai Kepala Staf Kodam Iskandar Muda yang baru. Dengan bekal pengalaman penugasan sebelumnya, Pangdam optimistis Brigjen TNI Dwi Sasongko mampu menjalankan tugas dengan baik serta menjadi motor penggerak dalam mendukung berbagai program Kodam IM guna mewujudkan prajurit yang profesional, adaptif, dan dicintai rakyat. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Ibu Dwi Sasongko dengan harapan dapat segera menyesuaikan diri sebagai Wakil Ketua Persit KCK Daerah Iskandar Muda.

Pangdam IM juga menyampaikan selamat datang kepada Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., sebagai Inspektur Kodam Iskandar Muda yang baru. Ia berharap Irdam IM yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan peran pengawasan internal secara objektif, profesional, dan berintegritas guna mendukung terwujudnya tata kelola organisasi Kodam Iskandar Muda yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ucapan selamat turut disampaikan kepada Ibu Heri Purwanto.

Lebih lanjut, Pangdam IM menekankan bahwa pergantian pejabat merupakan momentum untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, penyegaran organisasi, serta peningkatan kualitas kinerja satuan. Ia mengajak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda untuk memberikan dukungan penuh kepada pejabat yang baru, menjaga loyalitas, soliditas, dan disiplin, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui momentum ramah tamah dan tradisi satuan ini, Pangdam IM berharap dapat semakin mempererat ikatan emosional, kebersamaan, serta rasa kekeluargaan di lingkungan Kodam Iskandar Muda. Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap satuan dinilai sebagai kekuatan utama dalam mengemban setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara ramah tamah dan tradisi satuan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan, mencerminkan soliditas serta keharmonisan keluarga besar Kodam Iskandar Muda dalam mendukung kelanjutan kepemimpinan dan pengabdian TNI AD di wilayah Aceh.

Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama warga Puncak Jaya sebelum purna tugas

‎Punca Jaya ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat setempat, Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama dengan warga Puncak Jaya sebelum purna tugas. Acara ibadah bersama tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran tugas yang telah dilaksanakan selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Dalam ibadah bersama ini, seluruh anggota Satgas Yonif 112/DJ yang beragama Kristen dan warga setempat berkumpul bersama untuk melaksanakan ibadah. Mereka bersama-sama melantunkan doa dan puji-pujian, mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih atas keselamatan dan kelancaran selama bertugas bersama.

‎Acara ibadah bersama ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat setempat. Para anggota Satgas mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Setelah selesai melaksanakan ibadah bersama, suasana kebersamaan antara Satgas Yonif 112/DJ dan warga Puncak Jaya terasa semakin erat. Mereka saling menguatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap bersatu dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah tersebut.

‎Acara ini juga menjadi pengingat bagi Satgas Yonif 112/DJ tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta memberikan motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di wilayah konflik tersebut. Semoga kebaikan dan kepedulian yang telah ditanamkan selama ini dapat terus berbuah manis, baik bagi Satgas Yonif 112/DJ maupun masyarakat Puncak Jaya.

Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama warga Puncak Jaya sebelum purna tugas

‎Punca Jaya ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat setempat, Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama dengan warga Puncak Jaya sebelum purna tugas. Acara ibadah bersama tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran tugas yang telah dilaksanakan selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Dalam ibadah bersama ini, seluruh anggota Satgas Yonif 112/DJ yang beragama Kristen dan warga setempat berkumpul bersama untuk melaksanakan ibadah. Mereka bersama-sama melantunkan doa dan puji-pujian, mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih atas keselamatan dan kelancaran selama bertugas bersama.

‎Acara ibadah bersama ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat setempat. Para anggota Satgas mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Setelah selesai melaksanakan ibadah bersama, suasana kebersamaan antara Satgas Yonif 112/DJ dan warga Puncak Jaya terasa semakin erat. Mereka saling menguatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap bersatu dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah tersebut.

‎Acara ini juga menjadi pengingat bagi Satgas Yonif 112/DJ tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta memberikan motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di wilayah konflik tersebut. Semoga kebaikan dan kepedulian yang telah ditanamkan selama ini dapat terus berbuah manis, baik bagi Satgas Yonif 112/DJ maupun masyarakat Puncak Jaya.

Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama warga Puncak Jaya sebelum purna tugas

‎Punca Jaya ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat setempat, Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama dengan warga Puncak Jaya sebelum purna tugas. Acara ibadah bersama tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran tugas yang telah dilaksanakan selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Dalam ibadah bersama ini, seluruh anggota Satgas Yonif 112/DJ yang beragama Kristen dan warga setempat berkumpul bersama untuk melaksanakan ibadah. Mereka bersama-sama melantunkan doa dan puji-pujian, mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih atas keselamatan dan kelancaran selama bertugas bersama.

‎Acara ibadah bersama ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat setempat. Para anggota Satgas mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Setelah selesai melaksanakan ibadah bersama, suasana kebersamaan antara Satgas Yonif 112/DJ dan warga Puncak Jaya terasa semakin erat. Mereka saling menguatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap bersatu dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah tersebut.

‎Acara ini juga menjadi pengingat bagi Satgas Yonif 112/DJ tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta memberikan motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di wilayah konflik tersebut. Semoga kebaikan dan kepedulian yang telah ditanamkan selama ini dapat terus berbuah manis, baik bagi Satgas Yonif 112/DJ maupun masyarakat Puncak Jaya.

TNI Rampungkan pembangunan Jembatan ARMCO Juli Tambo Tanjong

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Derasnya banjir bandang yang menerjang Provinsi Aceh pada 26 November 2025 lalu meninggalkan duka dan dampak besar bagi masyarakat. Di Kabupaten Bireuen, bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga dan lahan pertanian, tetapi juga memutus urat nadi kehidupan masyarakat berupa jembatan penghubung antar desa. Salah satu jembatan yang terdampak berada di Desa Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, sehingga aktivitas warga lumpuh total.

Selama berhari-hari pasca bencana, masyarakat setempat hidup dalam keterbatasan. Aktivitas ekonomi tersendat karena sulitnya akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan. Anak-anak harus menempuh jalur memutar untuk pergi ke sekolah, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus menghadapi perjalanan yang lebih jauh dan berisiko. Jarak yang sebelumnya dekat terasa begitu jauh, dan roda kehidupan seolah berhenti berputar.

Di tengah kondisi tersebut, harapan kembali menyala ketika Tentara Nasional Indonesia hadir membawa solusi nyata. Kodim 0111/Bireuen bersama pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo bergerak cepat membangun jembatan ARMCO sebagai jembatan penghubung sementara yang sangat vital bagi warga.

Dengan semangat pengabdian dan gotong royong, pembangunan jembatan dilakukan secara intensif, melibatkan personel TNI dari Kodim 0111/Bireuen, khususnya Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta dukungan penuh masyarakat setempat. Warga bahu-membahu bersama prajurit, mulai dari pengangkutan material, pemasangan rangka jembatan, hingga perapihan akses jalan di kedua sisi jembatan.

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., menjelaskan bahwa proses pengerjaan jembatan berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 9 hingga 19 Januari 2026.

“Kita patut bersyukur. Berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh unsur, baik dari Kodim 0111/Bireuen khususnya Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta peran aktif keuchik dan perangkat desa, jembatan ARMCO ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ungkap Dandim.

Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat pasca bencana. Menurutnya, jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan solusi cepat dan tepat di tengah situasi darurat.

“Saya berharap jembatan ini dapat dirawat dengan baik oleh warga, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dan benar-benar menjadi penopang utama aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Juli Tambo Tanjong mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI atas kepedulian dan kerja keras dalam membangun kembali akses desa mereka. “Kami sangat terbantu. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga kembali normal, anak-anak bisa sekolah dengan lancar, dan perekonomian desa mulai bangkit,” ujarnya.

Kini, roda kehidupan warga Juli Tambo Tanjong kembali berputar. Langkah kaki, kendaraan, dan harapan yang sempat terhenti, kembali menemukan jalannya—berkat hadirnya TNI yang selalu setia bersama rakyat dalam setiap keadaan.