Cegah Luapan Air, Kodim 0119/Bener Meriah bersihkan Parit di Puskesmas Lampahan Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926  Guna mencegah terjadinya luapan air pascabanjir serta menjaga kebersihan fasilitas umum, personel Koramil 03/TG, Kodim 0119/Bener Meriah melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur dan pasir yang menyumbat parit di sekitar Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah,

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya setelah banjir yang melanda wilayah tersebut dan meninggalkan endapan lumpur serta pasir di sejumlah titik, termasuk di area puskesmas yang merupakan fasilitas vital bagi warga.

Danramil 03/TG, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan personel Koramil untuk membantu membersihkan lumpur dan pasir yang menumpuk di saluran air sekitar Puskesmas Lampahan agar fungsi drainase kembali normal.
“Sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat, khususnya pascabanjir yang meninggalkan endapan lumpur dan pasir di sekitar Puskesmas Lampahan, para personel Koramil kami kerahkan untuk membersihkan lumpur tersebut,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan parit ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, sehingga tidak terjadi luapan yang dapat menggenangi badan jalan maupun permukiman masyarakat di sekitarnya.
“Pembersihan parit ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, sehingga tidak meluap ke badan jalan serta permukiman masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Danramil, Puskesmas Lampahan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Timang Gajah dan sekitarnya. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air di sekitar puskesmas harus menjadi perhatian bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
“Puskesmas merupakan fasilitas vital bagi masyarakat, sehingga kebersihan dan kelancaran saluran air harus kita perhatikan bersama. Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat yang datang berobat pun akan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan seluruh personel Koramil 03/TG dengan menggunakan peralatan seadanya. Lumpur dan pasir yang menumpuk di dalam parit diangkat secara manual dan dibersihkan agar saluran air dapat kembali berfungsi secara normal serta mampu menampung aliran air saat hujan turun.

Kapten Inf Takdir Anur berharap, melalui kegiatan ini risiko terjadinya luapan air dapat diminimalisir, sekaligus kebersihan lingkungan pascabencana tetap terjaga sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit menular.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, risiko luapan air dapat ditekan dan kebersihan lingkungan pascabencana selalu terjaga untuk menghindari segala penyakit yang menular,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan ini juga menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Karya Bakti TNI Pulihkan Lingkungan SMPN 1 Samudera

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Dalam rangka membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir, jajaran TNI bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan di SMP Negeri 1 Samudera, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh personel Koramil 06/Samudera, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD), yang bersinergi dengan para dewan guru SMPN 1 Samudera. Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama para guru bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa banjir. Fokus pembersihan diarahkan pada sejumlah titik penting yang belum terjangkau oleh alat berat, sehingga masih memerlukan tenaga manual.

Adapun sasaran utama dalam kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan halaman sekolah yang tidak dapat dijangkau alat berat, pembersihan area mushala, serta halaman di seputaran mushala SMP Negeri 1 Samudera. Area-area tersebut diprioritaskan karena merupakan fasilitas vital yang sering digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk proses belajar mengajar maupun kegiatan ibadah.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, progres pengerjaan pembersihan telah mencapai sekitar ±70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh area sekolah dapat kembali bersih dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Komandan Koramil 06/Samudera Kapten Inf Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan instansi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu proses pembersihan. Salah seorang guru SMPN 1 Samudera mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan lingkungan yang kembali bersih, kami berharap para siswa dapat segera kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” tuturnya.

Melalui kegiatan karya bakti ini, diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Karya Bakti TNI Pulihkan Lingkungan SMPN 1 Samudera

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Dalam rangka membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir, jajaran TNI bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan di SMP Negeri 1 Samudera, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh personel Koramil 06/Samudera, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD), yang bersinergi dengan para dewan guru SMPN 1 Samudera. Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama para guru bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa banjir. Fokus pembersihan diarahkan pada sejumlah titik penting yang belum terjangkau oleh alat berat, sehingga masih memerlukan tenaga manual.

Adapun sasaran utama dalam kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan halaman sekolah yang tidak dapat dijangkau alat berat, pembersihan area mushala, serta halaman di seputaran mushala SMP Negeri 1 Samudera. Area-area tersebut diprioritaskan karena merupakan fasilitas vital yang sering digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk proses belajar mengajar maupun kegiatan ibadah.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, progres pengerjaan pembersihan telah mencapai sekitar ±70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh area sekolah dapat kembali bersih dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Komandan Koramil 06/Samudera Kapten Inf Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan instansi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu proses pembersihan. Salah seorang guru SMPN 1 Samudera mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan lingkungan yang kembali bersih, kami berharap para siswa dapat segera kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” tuturnya.

Melalui kegiatan karya bakti ini, diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.