Kodim 0102/Pidie Rehab Rumah Lansia di Tangse, Progres Capai 95 Persen

Pidie ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di wilayah teritorialnya. Prajurit Kodim 0102/Pidie melaksanakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik seorang lansia bernama Nek Syamsiah (70), warga Desa Blang Teungoh, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Saat ini, progres pembangunan rumah tersebut telah mencapai sekitar 95 persen dan telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Program rehabilitasi rumah tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu warga kurang mampu agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.

Sebelumnya, kondisi rumah milik Nek Syamsiah diketahui cukup memprihatinkan. Bangunan rumah yang telah lama berdiri itu mengalami banyak kerusakan, mulai dari atap yang sudah lapuk hingga sering bocor saat hujan turun, serta dinding rumah yang mulai rapuh dan tidak lagi memberikan perlindungan yang memadai bagi penghuninya. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan bagi Nek Syamsiah yang hidup seorang diri dengan keterbatasan ekonomi.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa setempat kemudian melakukan pendataan terhadap kondisi rumah warga di wilayah binaannya. Setelah memastikan bahwa rumah tersebut memang sudah tidak layak untuk dihuni, laporan kemudian disampaikan kepada komando atas sehingga rumah tersebut dapat dimasukkan dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Kodim 0102/Pidie.

Proses pengerjaan rehabilitasi rumah tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh prajurit TNI bersama masyarakat setempat. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat jelas dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari pembongkaran bagian rumah yang rusak hingga pembangunan kembali struktur rumah agar menjadi lebih kokoh dan layak ditempati.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaannya.

Menurutnya, TNI tidak hanya memiliki tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di lingkungan masyarakat.

“Alhamdulillah, progres pengerjaan rumah Nek Syamsiah saat ini telah mencapai sekitar 95 persen dan sudah memasuki tahap finishing. Insya Allah dalam waktu dekat rumah ini sudah dapat ditempati sehingga beliau dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih nyaman di rumah yang baru dan layak,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa agar seluruh satuan jajaran TNI di wilayah mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui berbagai program pembinaan teritorial, termasuk kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni, TNI berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Program ini merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat. Kami berharap keberadaan TNI di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembangunan rumah tersebut juga menjadi bukti kuat bahwa hubungan antara TNI dan rakyat tetap terjalin erat dalam semangat kebersamaan dan saling membantu.

Sementara itu, Nek Syamsiah tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan kebahagiaannya ketika melihat rumahnya yang kini hampir selesai diperbaiki. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dandim 0102/Pidie, Babinsa, serta seluruh prajurit TNI yang telah membantu memperbaiki rumahnya.

“Dulu rumah saya sangat memprihatinkan. Kalau hujan turun, atapnya bocor dan dindingnya sudah lapuk. Saya tidak pernah menyangka rumah ini bisa diperbaiki seperti sekarang,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut bermula ketika Babinsa datang melakukan pendataan kondisi rumah warga di desa tersebut. Setelah melihat kondisi rumahnya yang sudah tidak layak, Babinsa kemudian melaporkan sehingga rumah tersebut akhirnya mendapatkan bantuan rehabilitasi.

“Alhamdulillah setelah didata oleh Babinsa, rumah saya langsung diperbaiki. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu,” tuturnya.

Bagi Nek Syamsiah, bantuan tersebut merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai. Apalagi proses pembangunan rumahnya hampir rampung tepat pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Ini seperti mimpi bagi saya. Sudah lama saya berharap punya rumah yang layak dihuni. Kalau bukan karena bantuan TNI, mungkin sampai kapan pun rumah saya tidak akan bisa diperbaiki,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Kodim 0102/Pidie ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, TNI terus menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kodim 0102/Pidie Rehab Rumah Lansia di Tangse, Progres Capai 95 Persen

Pidie ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di wilayah teritorialnya. Prajurit Kodim 0102/Pidie melaksanakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik seorang lansia bernama Nek Syamsiah (70), warga Desa Blang Teungoh, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Saat ini, progres pembangunan rumah tersebut telah mencapai sekitar 95 persen dan telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Program rehabilitasi rumah tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu warga kurang mampu agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.

Sebelumnya, kondisi rumah milik Nek Syamsiah diketahui cukup memprihatinkan. Bangunan rumah yang telah lama berdiri itu mengalami banyak kerusakan, mulai dari atap yang sudah lapuk hingga sering bocor saat hujan turun, serta dinding rumah yang mulai rapuh dan tidak lagi memberikan perlindungan yang memadai bagi penghuninya. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan bagi Nek Syamsiah yang hidup seorang diri dengan keterbatasan ekonomi.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa setempat kemudian melakukan pendataan terhadap kondisi rumah warga di wilayah binaannya. Setelah memastikan bahwa rumah tersebut memang sudah tidak layak untuk dihuni, laporan kemudian disampaikan kepada komando atas sehingga rumah tersebut dapat dimasukkan dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Kodim 0102/Pidie.

Proses pengerjaan rehabilitasi rumah tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh prajurit TNI bersama masyarakat setempat. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat jelas dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari pembongkaran bagian rumah yang rusak hingga pembangunan kembali struktur rumah agar menjadi lebih kokoh dan layak ditempati.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaannya.

Menurutnya, TNI tidak hanya memiliki tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di lingkungan masyarakat.

“Alhamdulillah, progres pengerjaan rumah Nek Syamsiah saat ini telah mencapai sekitar 95 persen dan sudah memasuki tahap finishing. Insya Allah dalam waktu dekat rumah ini sudah dapat ditempati sehingga beliau dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih nyaman di rumah yang baru dan layak,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa agar seluruh satuan jajaran TNI di wilayah mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui berbagai program pembinaan teritorial, termasuk kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni, TNI berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Program ini merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat. Kami berharap keberadaan TNI di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pembangunan rumah tersebut juga menjadi bukti kuat bahwa hubungan antara TNI dan rakyat tetap terjalin erat dalam semangat kebersamaan dan saling membantu.

Sementara itu, Nek Syamsiah tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan kebahagiaannya ketika melihat rumahnya yang kini hampir selesai diperbaiki. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dandim 0102/Pidie, Babinsa, serta seluruh prajurit TNI yang telah membantu memperbaiki rumahnya.

“Dulu rumah saya sangat memprihatinkan. Kalau hujan turun, atapnya bocor dan dindingnya sudah lapuk. Saya tidak pernah menyangka rumah ini bisa diperbaiki seperti sekarang,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut bermula ketika Babinsa datang melakukan pendataan kondisi rumah warga di desa tersebut. Setelah melihat kondisi rumahnya yang sudah tidak layak, Babinsa kemudian melaporkan sehingga rumah tersebut akhirnya mendapatkan bantuan rehabilitasi.

“Alhamdulillah setelah didata oleh Babinsa, rumah saya langsung diperbaiki. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu,” tuturnya.

Bagi Nek Syamsiah, bantuan tersebut merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai. Apalagi proses pembangunan rumahnya hampir rampung tepat pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Ini seperti mimpi bagi saya. Sudah lama saya berharap punya rumah yang layak dihuni. Kalau bukan karena bantuan TNI, mungkin sampai kapan pun rumah saya tidak akan bisa diperbaiki,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Kodim 0102/Pidie ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, TNI terus menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

TNI dan Warga Bersihkan Parit di Desa Jati Sara Aceh Tenggara

Kutacane ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Danposramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Peltu Jumadin Selian bersama masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran parit di Desa Jati Sara, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus untuk memastikan saluran air dan irigasi di wilayah desa tetap berfungsi dengan baik, khususnya dalam menghadapi datangnya musim penghujan yang mulai melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Sejak pagi hari, Danposramil Ketambe bersama warga terlihat bahu-membahu membersihkan saluran parit yang sebelumnya dipenuhi material lumpur, pasir, serta sampah yang menghambat aliran air. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop dan parang, warga bersama aparat TNI membersihkan saluran air agar kembali lancar.

Danposramil Ketambe Peltu Jumadin Selian mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan lingkungan di wilayah binaan.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan parit ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya genangan air maupun banjir kecil yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.

“Hari ini kami bersama masyarakat Desa Jati Sara melaksanakan gotong royong membersihkan parit yang sudah banyak tertimbun pasir, lumpur, serta sampah. Tujuannya agar saluran air dapat kembali mengalir dengan lancar sehingga dapat mencegah terjadinya genangan air saat hujan turun,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa sebelum kegiatan kerja bakti dilaksanakan, pihak Posramil Ketambe bersama perangkat desa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kondisi sejumlah saluran air dan irigasi yang berada di wilayah desa tersebut.
Dari hasil pengecekan tersebut diketahui bahwa beberapa saluran air mengalami pendangkalan dan penyumbatan akibat endapan lumpur serta material yang terbawa aliran air saat hujan. Kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani dikhawatirkan dapat menghambat aliran air serta berdampak pada lahan pertanian milik warga.

“Setelah kami lakukan pengecekan bersama perangkat desa, memang terdapat beberapa titik saluran irigasi yang perlu segera dibersihkan. Oleh karena itu kami berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong agar saluran air kembali normal,” jelasnya.

Menurutnya, selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memiliki manfaat besar bagi sektor pertanian masyarakat. Kelancaran aliran air irigasi sangat dibutuhkan oleh para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka, sehingga hasil pertanian dapat tetap terjaga dengan baik.

Dengan dilaksanakannya kegiatan kerja bakti tersebut, saluran parit dan irigasi yang sebelumnya tersumbat kini telah kembali bersih dan aliran air mulai mengalir dengan lancar. Hal ini diharapkan dapat membantu kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat serta meminimalisir potensi genangan air di lingkungan permukiman warga.

Peltu Jumadin Selian juga berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga. Melalui kegiatan gotong royong, selain menjaga kebersihan lingkungan, juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Jati Sara, Efendi Tarigan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Posramil Ketambe yang telah menginisiasi serta turut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga turut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Posramil Ketambe, khususnya kepada Danposramil yang telah menggerakkan kegiatan gotong royong ini. Kehadiran TNI sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperlancar saluran air yang sangat penting bagi kehidupan kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kerja bakti ini diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Pangdam IM Hadiri Peresmian Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menghadiri acara peresmian Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Hunian tetap tersebut diperuntukkan bagi warga yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh pada bulan November 2025 lalu.

Peresmian hunian tetap tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, serta turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi hunian tetap Gampong Kuala Cangkoy.

Pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat yang sempat mengalami kesulitan akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah permukiman warga serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan hunian tetap ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi warga terdampak agar dapat kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik.

Dalam sambutannya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan serta solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik melalui berbagai program bantuan, salah satunya dengan menyediakan hunian tetap yang layak bagi masyarakat yang terdampak.

“Pembangunan hunian tetap ini merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Negara hadir untuk memastikan bahwa masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujar Menko Polkam.

Beliau menambahkan bahwa pembangunan hunian tetap ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan memanfaatkan hunian tersebut dengan baik sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga serta lingkungan yang harmonis bagi seluruh warga.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana, khususnya melalui pembangunan hunian tetap di Gampong Kuala Cangkoy ini.

Menurutnya, pembangunan hunian tetap ini merupakan langkah penting dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, sekaligus mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.

Pangdam IM menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam Iskandar Muda, akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Beliau juga berharap hunian tetap yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima manfaat serta dijaga dan dirawat bersama agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

“Hunian tetap ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat penerima manfaat. Selain itu, ini juga menjadi bentuk kepedulian negara dalam memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Pangdam IM.

Dengan diresmikannya hunian tetap di Gampong Kuala Cangkoy ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, sekaligus semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kembali lingkungan tempat tinggal mereka menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan harmonis di masa mendatang.

TNI dan Warga Rampungkan Pembangunan Jembatan Perintis Meunasah Krueng, Bireun

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat kembali membuahkan hasil. Personel gabungan dari Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, Yonif 113/Jaya Sakti, Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA), serta personel Kodim 0111/Bireuen bersama warga setempat berhasil merampungkan pembangunan jembatan perintis di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Bencana tersebut mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung utama yang selama ini digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Putusnya jembatan lama sempat menghambat mobilitas warga Desa Meunasah Krueng dan sekitarnya. Masyarakat mengalami kesulitan untuk melintas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun menuju fasilitas umum lainnya. Kondisi tersebut membuat warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Melihat kondisi tersebut, personel TNI bergerak cepat mengambil langkah dengan membantu pembangunan jembatan perintis yang dapat difungsikan sebagai jalur penghubung sementara bagi masyarakat.

Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 170 meter dengan lebar 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Proses pembangunan dilakukan oleh personel TNI dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan gotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.

Berkat kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan progres mencapai 100 persen. Kehadiran jembatan perintis ini diharapkan dapat memulihkan kembali akses transportasi warga yang sebelumnya sempat terhambat akibat rusaknya jembatan lama.

Selain berfungsi sebagai akses penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga sangat penting bagi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun. Dengan tersedianya akses tersebut, warga kini dapat kembali membawa hasil pertanian dan perkebunan mereka dengan lebih mudah untuk dipasarkan.

Salah seorang warga Desa Meunasah Krueng, Sukardi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada TNI yang telah membantu masyarakat dalam membangun kembali jembatan yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Menurutnya, kehadiran jembatan perintis tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan untuk menyeberangi sungai setelah jembatan lama rusak diterjang banjir.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Dengan adanya jembatan perintis ini, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa harus memutar jalan yang jauh,” ujar Sukardi.

Ia juga menambahkan bahwa proses pembangunan jembatan yang dilakukan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian serta kebersamaan dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.

Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat turut membantu para prajurit TNI dalam berbagai pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga pemasangan rangka jembatan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Selain membangun jembatan, mereka juga bekerja bersama masyarakat dengan penuh semangat sehingga pekerjaan dapat selesai dengan cepat,” tuturnya.

Sukardi berharap jembatan yang telah dibangun tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh masyarakat agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama serta tetap aman digunakan oleh warga yang melintas setiap hari.

Pembangunan jembatan perintis ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Kodam Iskandar Muda Gelar Bazar Ramadhan di Blang Padang.

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-3-2026 Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Di wilayah Provinsi Aceh, kegiatan bazar tersebut diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda dan dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias memadati lokasi kegiatan untuk berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berbagai stand bazar disediakan oleh panitia yang menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta berbagai produk makanan dan minuman lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan bazar ini juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memasarkan berbagai produk lokal seperti aneka makanan olahan, kue kering, minuman tradisional, serta berbagai produk kreatif lainnya. Keterlibatan UMKM ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas.

Kegiatan bazar tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI, hingga masyarakat umum yang turut berpartisipasi baik sebagai peserta maupun pengunjung. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari ramainya warga yang datang sejak pagi untuk berbelanja kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

Melalui kegiatan ini, Kodam Iskandar Muda berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya mengalami peningkatan harga di pasaran.

Selain itu, kegiatan bazar ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat di wilayah Provinsi Aceh. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari komponen bangsa yang senantiasa hadir membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bazar Ramadhan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., yang didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah Iskandar Muda Ny. Tri Joko Hadi Susilo, turut meninjau langsung pelaksanaan bazar sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan itu pula, Pangdam IM berkesempatan berdialog secara langsung melalui video conference dengan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto, yang memantau pelaksanaan bazar Ramadhan TNI di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Evi Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bazar Ramadhan yang dilaksanakan secara serentak oleh TNI di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Beliau menuturkan bahwa kegiatan bazar Ramadhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara TNI, keluarga besar TNI, serta masyarakat di berbagai daerah.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian sosial serta kontribusi nyata TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan bazar Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus semakin mempererat hubungan kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Provinsi Aceh.

Kodam Iskandar Muda Gelar Bazar Ramadhan di Blang Padang.

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-3-2026 Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Di wilayah Provinsi Aceh, kegiatan bazar tersebut diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda dan dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias memadati lokasi kegiatan untuk berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berbagai stand bazar disediakan oleh panitia yang menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta berbagai produk makanan dan minuman lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan bazar ini juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memasarkan berbagai produk lokal seperti aneka makanan olahan, kue kering, minuman tradisional, serta berbagai produk kreatif lainnya. Keterlibatan UMKM ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas.

Kegiatan bazar tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI, hingga masyarakat umum yang turut berpartisipasi baik sebagai peserta maupun pengunjung. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari ramainya warga yang datang sejak pagi untuk berbelanja kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

Melalui kegiatan ini, Kodam Iskandar Muda berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya mengalami peningkatan harga di pasaran.

Selain itu, kegiatan bazar ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat di wilayah Provinsi Aceh. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari komponen bangsa yang senantiasa hadir membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bazar Ramadhan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., yang didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah Iskandar Muda Ny. Tri Joko Hadi Susilo, turut meninjau langsung pelaksanaan bazar sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan itu pula, Pangdam IM berkesempatan berdialog secara langsung melalui video conference dengan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto, yang memantau pelaksanaan bazar Ramadhan TNI di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Evi Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bazar Ramadhan yang dilaksanakan secara serentak oleh TNI di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Beliau menuturkan bahwa kegiatan bazar Ramadhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara TNI, keluarga besar TNI, serta masyarakat di berbagai daerah.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian sosial serta kontribusi nyata TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan bazar Ramadhan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus semakin mempererat hubungan kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Provinsi Aceh.

Pangdam IM Pimpin Sidang Penentuan Akhir Calon Tamtama TNI AD Gelombang I 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 13-3-2026  Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. memimpin Sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Tingkat Pusat atau Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) dalam rangka penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di jajaran Kodam Iskandar Muda. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Malahayati Makodam Iskandar Muda,

Sidang Pantukhir tingkat pusat ini merupakan tahapan akhir dalam rangkaian proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI Angkatan Darat yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan seleksi secara ketat dan berlapis. Para peserta telah menjalani sejumlah tahapan seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, hingga berbagai aspek penilaian lainnya yang menjadi standar dalam proses rekrutmen prajurit TNI AD.

Seluruh tahapan seleksi tersebut dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas guna menjaring calon-calon prajurit terbaik yang memiliki kualitas fisik, mental, dan intelektual yang memadai untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.

Dalam sambutannya, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa sidang Pantukhir Sub Panpus merupakan momentum yang sangat penting dalam menentukan para calon prajurit yang benar-benar memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat. Oleh karena itu, ia menekankan kepada seluruh panitia seleksi agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta berpegang teguh pada aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Seleksi ini dilaksanakan secara terbuka dan tidak dipungut biaya. Tidak ada praktik percaloan maupun titipan. Penentuan kelulusan sepenuhnya didasarkan pada hasil yang diperoleh oleh masing-masing peserta selama mengikuti seluruh tahapan seleksi,” tegas Pangdam.

Ia juga mengingatkan bahwa TNI Angkatan Darat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik yang prima, tetapi juga memiliki mental yang kuat, disiplin tinggi, berintegritas, serta memiliki semangat juang dan loyalitas yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peserta yang mengikuti sidang Pantukhir Sub Panpus tersebut merupakan putra-putra terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh yang sebelumnya telah menunjukkan kemampuan serta potensi terbaiknya selama mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi.

Pelaksanaan sidang dilakukan secara terbuka dengan menampilkan hasil nilai seleksi di hadapan para peserta serta pengawas internal sebagai bentuk komitmen Kodam Iskandar Muda dalam mewujudkan proses penerimaan prajurit yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat.

Pangdam IM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia seleksi yang telah bekerja secara maksimal dan penuh dedikasi dalam menyelenggarakan seluruh tahapan seleksi. Ia menilai bahwa kerja keras dan integritas panitia menjadi faktor penting dalam memastikan proses seleksi berjalan secara adil dan profesional.

Selain itu, Pangdam turut memberikan motivasi kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan penuh semangat dan disiplin. Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil agar tidak berkecil hati dan tetap mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mengikuti seleksi pada kesempatan berikutnya.

“Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri. Masih banyak kesempatan di masa yang akan datang bagi generasi muda yang memiliki tekad kuat untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI,” pesannya.

Kegiatan sidang Pantukhir Sub Panpus tersebut berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh rasa tanggung jawab. Momentum ini menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam Iskandar Muda, dalam mencetak prajurit-prajurit masa depan yang profesional, tangguh, dan berintegritas serta siap menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Aceh.

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.