TNI dan Warga Bersihkan Parit di Desa Jati Sara Aceh Tenggara

Kutacane ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Danposramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Peltu Jumadin Selian bersama masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran parit di Desa Jati Sara, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus untuk memastikan saluran air dan irigasi di wilayah desa tetap berfungsi dengan baik, khususnya dalam menghadapi datangnya musim penghujan yang mulai melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Sejak pagi hari, Danposramil Ketambe bersama warga terlihat bahu-membahu membersihkan saluran parit yang sebelumnya dipenuhi material lumpur, pasir, serta sampah yang menghambat aliran air. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop dan parang, warga bersama aparat TNI membersihkan saluran air agar kembali lancar.

Danposramil Ketambe Peltu Jumadin Selian mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan lingkungan di wilayah binaan.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan parit ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya genangan air maupun banjir kecil yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.

“Hari ini kami bersama masyarakat Desa Jati Sara melaksanakan gotong royong membersihkan parit yang sudah banyak tertimbun pasir, lumpur, serta sampah. Tujuannya agar saluran air dapat kembali mengalir dengan lancar sehingga dapat mencegah terjadinya genangan air saat hujan turun,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa sebelum kegiatan kerja bakti dilaksanakan, pihak Posramil Ketambe bersama perangkat desa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kondisi sejumlah saluran air dan irigasi yang berada di wilayah desa tersebut.
Dari hasil pengecekan tersebut diketahui bahwa beberapa saluran air mengalami pendangkalan dan penyumbatan akibat endapan lumpur serta material yang terbawa aliran air saat hujan. Kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani dikhawatirkan dapat menghambat aliran air serta berdampak pada lahan pertanian milik warga.

“Setelah kami lakukan pengecekan bersama perangkat desa, memang terdapat beberapa titik saluran irigasi yang perlu segera dibersihkan. Oleh karena itu kami berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong agar saluran air kembali normal,” jelasnya.

Menurutnya, selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memiliki manfaat besar bagi sektor pertanian masyarakat. Kelancaran aliran air irigasi sangat dibutuhkan oleh para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka, sehingga hasil pertanian dapat tetap terjaga dengan baik.

Dengan dilaksanakannya kegiatan kerja bakti tersebut, saluran parit dan irigasi yang sebelumnya tersumbat kini telah kembali bersih dan aliran air mulai mengalir dengan lancar. Hal ini diharapkan dapat membantu kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat serta meminimalisir potensi genangan air di lingkungan permukiman warga.

Peltu Jumadin Selian juga berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga. Melalui kegiatan gotong royong, selain menjaga kebersihan lingkungan, juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Jati Sara, Efendi Tarigan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Posramil Ketambe yang telah menginisiasi serta turut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga turut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Posramil Ketambe, khususnya kepada Danposramil yang telah menggerakkan kegiatan gotong royong ini. Kehadiran TNI sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperlancar saluran air yang sangat penting bagi kehidupan kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kerja bakti ini diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tinjau Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Pidie Jaya, Kapolda Aceh Ingatkan Pemudik Hati-hati dan Tidak Terburu-buru Demi Keselamatan Bersama

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, meninjau langsung Pos Pelayanan (Posyan) Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Jalan Banda Aceh–Medan, Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara beserta rombongan dan disambut langsung oleh Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Intelkam AKP Rusdiono, Kasat Lantas AKP Endang Sulastri, Kasat Reskrim IPTU Fauzi Atmaja, Pawas Polres Pidie Jaya AKP Faisal, serta sejumlah personel yang melaksanakan pengamanan di Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026.

Kunjungan Kapolda Aceh tersebut bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam arahannya kepada personel yang bertugas, Kapolda Aceh menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengingatkan agar petugas meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, baik rawan kriminalitas seperti curas, curat, dan curanmor, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya seperti balap liar dan kawasan wisata yang diperkirakan ramai pengunjung.

Selain itu, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas di jalur Banda Aceh–Medan, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, terpantau cukup baik. Ia berharap keberadaan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Kapolda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam dan tidak dipungut biaya apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian di jalan.

“Jika masyarakat membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, silakan menghubungi Call Center Polri 110. Layanan ini aktif 24 jam dan bebas pulsa sehingga kami dapat memberikan pelayanan secara cepat,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan, tidak terburu-buru di jalan, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru di jalan dan patuhi arahan petugas. Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.

Tinjau Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Pidie Jaya, Kapolda Aceh Ingatkan Pemudik Hati-hati dan Tidak Terburu-buru Demi Keselamatan Bersama

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, meninjau langsung Pos Pelayanan (Posyan) Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Jalan Banda Aceh–Medan, Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara beserta rombongan dan disambut langsung oleh Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Intelkam AKP Rusdiono, Kasat Lantas AKP Endang Sulastri, Kasat Reskrim IPTU Fauzi Atmaja, Pawas Polres Pidie Jaya AKP Faisal, serta sejumlah personel yang melaksanakan pengamanan di Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026.

Kunjungan Kapolda Aceh tersebut bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam arahannya kepada personel yang bertugas, Kapolda Aceh menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengingatkan agar petugas meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, baik rawan kriminalitas seperti curas, curat, dan curanmor, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya seperti balap liar dan kawasan wisata yang diperkirakan ramai pengunjung.

Selain itu, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas di jalur Banda Aceh–Medan, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, terpantau cukup baik. Ia berharap keberadaan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Kapolda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam dan tidak dipungut biaya apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian di jalan.

“Jika masyarakat membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, silakan menghubungi Call Center Polri 110. Layanan ini aktif 24 jam dan bebas pulsa sehingga kami dapat memberikan pelayanan secara cepat,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan, tidak terburu-buru di jalan, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru di jalan dan patuhi arahan petugas. Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.

Tinjau Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Pidie Jaya, Kapolda Aceh Ingatkan Pemudik Hati-hati dan Tidak Terburu-buru Demi Keselamatan Bersama

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, meninjau langsung Pos Pelayanan (Posyan) Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Jalan Banda Aceh–Medan, Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara beserta rombongan dan disambut langsung oleh Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Intelkam AKP Rusdiono, Kasat Lantas AKP Endang Sulastri, Kasat Reskrim IPTU Fauzi Atmaja, Pawas Polres Pidie Jaya AKP Faisal, serta sejumlah personel yang melaksanakan pengamanan di Posyan Ops Ketupat Seulawah 2026.

Kunjungan Kapolda Aceh tersebut bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam arahannya kepada personel yang bertugas, Kapolda Aceh menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengingatkan agar petugas meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, baik rawan kriminalitas seperti curas, curat, dan curanmor, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya seperti balap liar dan kawasan wisata yang diperkirakan ramai pengunjung.

Selain itu, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas di jalur Banda Aceh–Medan, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, terpantau cukup baik. Ia berharap keberadaan Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Kapolda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam dan tidak dipungut biaya apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian di jalan.

“Jika masyarakat membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, silakan menghubungi Call Center Polri 110. Layanan ini aktif 24 jam dan bebas pulsa sehingga kami dapat memberikan pelayanan secara cepat,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan, tidak terburu-buru di jalan, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru di jalan dan patuhi arahan petugas. Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.

Pangdam IM Hadiri Peresmian Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menghadiri acara peresmian Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Hunian tetap tersebut diperuntukkan bagi warga yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh pada bulan November 2025 lalu.

Peresmian hunian tetap tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, serta turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi hunian tetap Gampong Kuala Cangkoy.

Pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat yang sempat mengalami kesulitan akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah permukiman warga serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan hunian tetap ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi warga terdampak agar dapat kembali menata kehidupan mereka dengan lebih baik.

Dalam sambutannya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan serta solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik melalui berbagai program bantuan, salah satunya dengan menyediakan hunian tetap yang layak bagi masyarakat yang terdampak.

“Pembangunan hunian tetap ini merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Negara hadir untuk memastikan bahwa masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujar Menko Polkam.

Beliau menambahkan bahwa pembangunan hunian tetap ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan memanfaatkan hunian tersebut dengan baik sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga serta lingkungan yang harmonis bagi seluruh warga.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana, khususnya melalui pembangunan hunian tetap di Gampong Kuala Cangkoy ini.

Menurutnya, pembangunan hunian tetap ini merupakan langkah penting dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, sekaligus mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.

Pangdam IM menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam Iskandar Muda, akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Beliau juga berharap hunian tetap yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima manfaat serta dijaga dan dirawat bersama agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

“Hunian tetap ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat penerima manfaat. Selain itu, ini juga menjadi bentuk kepedulian negara dalam memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Pangdam IM.

Dengan diresmikannya hunian tetap di Gampong Kuala Cangkoy ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, sekaligus semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kembali lingkungan tempat tinggal mereka menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan harmonis di masa mendatang.

TNI dan Warga Rampungkan Pembangunan Jembatan Perintis Meunasah Krueng, Bireun

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026 Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat kembali membuahkan hasil. Personel gabungan dari Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, Yonif 113/Jaya Sakti, Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA), serta personel Kodim 0111/Bireuen bersama warga setempat berhasil merampungkan pembangunan jembatan perintis di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Bencana tersebut mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung utama yang selama ini digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Putusnya jembatan lama sempat menghambat mobilitas warga Desa Meunasah Krueng dan sekitarnya. Masyarakat mengalami kesulitan untuk melintas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun menuju fasilitas umum lainnya. Kondisi tersebut membuat warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Melihat kondisi tersebut, personel TNI bergerak cepat mengambil langkah dengan membantu pembangunan jembatan perintis yang dapat difungsikan sebagai jalur penghubung sementara bagi masyarakat.

Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 170 meter dengan lebar 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Proses pembangunan dilakukan oleh personel TNI dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan gotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.

Berkat kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan progres mencapai 100 persen. Kehadiran jembatan perintis ini diharapkan dapat memulihkan kembali akses transportasi warga yang sebelumnya sempat terhambat akibat rusaknya jembatan lama.

Selain berfungsi sebagai akses penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga sangat penting bagi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun. Dengan tersedianya akses tersebut, warga kini dapat kembali membawa hasil pertanian dan perkebunan mereka dengan lebih mudah untuk dipasarkan.

Salah seorang warga Desa Meunasah Krueng, Sukardi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada TNI yang telah membantu masyarakat dalam membangun kembali jembatan yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Menurutnya, kehadiran jembatan perintis tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan untuk menyeberangi sungai setelah jembatan lama rusak diterjang banjir.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Dengan adanya jembatan perintis ini, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa harus memutar jalan yang jauh,” ujar Sukardi.

Ia juga menambahkan bahwa proses pembangunan jembatan yang dilakukan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian serta kebersamaan dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.

Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat turut membantu para prajurit TNI dalam berbagai pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga pemasangan rangka jembatan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Selain membangun jembatan, mereka juga bekerja bersama masyarakat dengan penuh semangat sehingga pekerjaan dapat selesai dengan cepat,” tuturnya.

Sukardi berharap jembatan yang telah dibangun tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh masyarakat agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama serta tetap aman digunakan oleh warga yang melintas setiap hari.

Pembangunan jembatan perintis ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Kapolda Aceh Cek Kesiapan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Sigli

Mapolres  Sigli  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026  Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melakukan pengecekan kesiapan Pos Pelayanan dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah hukum Polres Pidie.

Turut hadir dalam kujungan tersebut, Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, SIK, dan kegiatan tersebut berlangsung di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Sigli sekitar pukul 22.30 WIB.

Kedatangan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M disambut oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bersama jajaran pejabat utama Polres Pidie serta personel yang bertugas di pos pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana pos pelayanan serta memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M menegaskan bahwa keberadaan pos pelayanan merupakan bagian penting dari upaya Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan aktivitas menjelang Lebaran.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, silahkan hubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 terbuka 24 jam. Jika terjadi adanya gangguan, ancaman ataupun kemalangan selama perjalanan, masyarakat dapat segera menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan bantuan dari kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh juga mengingatkan para pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru dalam perjalanan, ikuti seluruh peraturan lalu lintas serta patuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan para pengendara maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel serta sarana pendukung di seluruh Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

“Polres Pidie bersama instansi terkait telah menempatkan personel di sejumlah titik seperti di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Kota Sigli dan Pos Pengamanan di Beureunun Kecamatan Mutiara dan Pos Pantau di gerbang pintu Tol Padang Tiji, untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kami juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Kapolres Pidie.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring serta melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Pidie guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Kapolda Aceh Cek Kesiapan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Sigli

Mapolres  Sigli  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026  Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melakukan pengecekan kesiapan Pos Pelayanan dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah hukum Polres Pidie.

Turut hadir dalam kujungan tersebut, Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, SIK, dan kegiatan tersebut berlangsung di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Sigli sekitar pukul 22.30 WIB.

Kedatangan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M disambut oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bersama jajaran pejabat utama Polres Pidie serta personel yang bertugas di pos pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana pos pelayanan serta memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M menegaskan bahwa keberadaan pos pelayanan merupakan bagian penting dari upaya Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan aktivitas menjelang Lebaran.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, silahkan hubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 terbuka 24 jam. Jika terjadi adanya gangguan, ancaman ataupun kemalangan selama perjalanan, masyarakat dapat segera menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan bantuan dari kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh juga mengingatkan para pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru dalam perjalanan, ikuti seluruh peraturan lalu lintas serta patuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan para pengendara maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel serta sarana pendukung di seluruh Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

“Polres Pidie bersama instansi terkait telah menempatkan personel di sejumlah titik seperti di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Kota Sigli dan Pos Pengamanan di Beureunun Kecamatan Mutiara dan Pos Pantau di gerbang pintu Tol Padang Tiji, untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kami juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Kapolres Pidie.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring serta melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Pidie guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Kapolda Aceh Cek Kesiapan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Sigli

Mapolres  Sigli  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026  Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melakukan pengecekan kesiapan Pos Pelayanan dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah hukum Polres Pidie.

Turut hadir dalam kujungan tersebut, Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, SIK, dan kegiatan tersebut berlangsung di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Sigli sekitar pukul 22.30 WIB.

Kedatangan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M disambut oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK bersama jajaran pejabat utama Polres Pidie serta personel yang bertugas di pos pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana pos pelayanan serta memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M menegaskan bahwa keberadaan pos pelayanan merupakan bagian penting dari upaya Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan aktivitas menjelang Lebaran.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, silahkan hubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 terbuka 24 jam. Jika terjadi adanya gangguan, ancaman ataupun kemalangan selama perjalanan, masyarakat dapat segera menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan bantuan dari kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh juga mengingatkan para pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Jangan terburu-buru dalam perjalanan, ikuti seluruh peraturan lalu lintas serta patuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan para pengendara maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel serta sarana pendukung di seluruh Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.

“Polres Pidie bersama instansi terkait telah menempatkan personel di sejumlah titik seperti di Pos Pelayanan Terminal Tipe B Kota Sigli dan Pos Pengamanan di Beureunun Kecamatan Mutiara dan Pos Pantau di gerbang pintu Tol Padang Tiji, untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kami juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Kapolres Pidie.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring serta melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Pidie guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

SPS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 14-3-2026  Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim sebagai agenda rutin setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Dek Gam, Lampineng, Banda Aceh,

Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, dalam sambutannya di sela-sela menunggu waktu berbuka puasa menyampaikan perkembangan organisasi SPS di Aceh yang terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir jumlah anggota SPS Aceh mengalami peningkatan pesat. Dari sebelumnya hanya lima perusahaan pers, kini telah berkembang menjadi 34 anggota.

“Dulu anggota kita hanya lima perusahaan pers, sekarang sudah berkembang menjadi 34 anggota. Target kita ke depan tentu semakin banyak perusahaan pers yang bergabung dengan SPS,” ujar Muktarrudin.

Ia juga mengajak pimpinan perusahaan pers di Aceh yang belum bergabung agar dapat menjadi bagian dari SPS sebagai wadah berhimpun dan memperkuat industri pers di daerah.

Selain pertumbuhan jumlah anggota, Muktarrudin juga mengungkapkan sejumlah capaian yang berhasil diraih SPS Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, SPS Aceh telah memperoleh pengakuan dari pengurus pusat sebagai SPS terbaik tingkat nasional pada tahun 2024 dan 2025.

“Kita juga berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-79. Sejak SPS berdiri, baru sekali Aceh dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, SPS Aceh juga aktif mengikuti berbagai agenda organisasi yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam empat tahun terakhir, SPS Aceh tidak pernah absen menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Selain itu, berbagai kegiatan lain juga dilaksanakan oleh SPS Aceh, seperti studi banding serta kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah di Aceh, salah satunya ke Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah yang memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa.

Di sisi lain, pembinaan keanggotaan juga terus dilakukan dengan mendorong anggota untuk memperbaiki legalitas perusahaan pers, meningkatkan kualitas media, serta memperkuat manajemen keredaksian.
Langkah tersebut, menurut Muktarrudin, merupakan bagian dari upaya SPS Aceh dalam mewujudkan praktik jurnalisme yang profesional dan berkualitas di Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bertujuan mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar sesama pengelola industri pers di Aceh, sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai mitra.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi wujud kepedulian sosial SPS Aceh melalui pemberian santunan kepada anak yatim di bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan buka puasa bersama itu turut hadir sejumlah pengurus SPS Aceh, pimpinan dan perwakilan media anggota SPS, serta tamu undangan lainnya. Di antara tamu yang hadir terlihat pula Humas PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Faraby Azwany, yang ikut berbaur dalam suasana kebersamaan tersebut. (R)