Puluhan Personel Yonif 115/ML Bersihkan Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2025 Dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Yonif 115/Macan Leuser kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian di lapangan. Kali ini, Satgas Yonif 115/ML mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan pembersihan salah satu fasilitas umum strategis, yakni Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembersihan tersebut dilakukan menyusul kondisi kantor yang masih dipenuhi lumpur tebal, endapan pasir, serta sampah material sisa banjir yang sebelumnya merendam wilayah tersebut. Kantor Kesbangpol sebagai salah satu pusat administrasi pemerintahan daerah dinilai perlu segera dipulihkan agar roda pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan secara optimal.

Dengan memanfaatkan semprotan air bertekanan tinggi dari armada damkar, prajurit Yonif 115/Macan Leuser bahu-membahu membersihkan area luar dan dalam kantor. Sasaran pembersihan meliputi halaman depan, saluran air dan selokan yang tersumbat, hingga ruang-ruang kerja yang sebelumnya terendam air dan lumpur akibat banjir.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

“Pembersihan Kantor Kesbangpol ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai prajurit TNI. Kami ingin memastikan fasilitas pemerintahan dapat segera digunakan kembali sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Danyonif 115/ML.

Beliau menambahkan, keterlibatan prajurit Yonif 115/ML dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas umum yang memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, termasuk dukungan armada damkar, agar proses pembersihan dapat berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh. Lingkungan kantor harus benar-benar bersih dan aman untuk digunakan kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk saling bahu-membahu. TNI akan terus hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Aksi pembersihan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat serta staf Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang. Mereka menilai kehadiran prajurit TNI yang sigap, tanggap, dan penuh semangat telah memberikan dampak positif serta mempercepat proses normalisasi aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 115/Macan Leuser tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI, masyarakat, dan instansi pemerintahan daerah dalam membangun kembali Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.

Puluhan Personel Yonif 115/ML Bersihkan Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2025 Dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Yonif 115/Macan Leuser kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian di lapangan. Kali ini, Satgas Yonif 115/ML mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan pembersihan salah satu fasilitas umum strategis, yakni Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembersihan tersebut dilakukan menyusul kondisi kantor yang masih dipenuhi lumpur tebal, endapan pasir, serta sampah material sisa banjir yang sebelumnya merendam wilayah tersebut. Kantor Kesbangpol sebagai salah satu pusat administrasi pemerintahan daerah dinilai perlu segera dipulihkan agar roda pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan secara optimal.

Dengan memanfaatkan semprotan air bertekanan tinggi dari armada damkar, prajurit Yonif 115/Macan Leuser bahu-membahu membersihkan area luar dan dalam kantor. Sasaran pembersihan meliputi halaman depan, saluran air dan selokan yang tersumbat, hingga ruang-ruang kerja yang sebelumnya terendam air dan lumpur akibat banjir.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

“Pembersihan Kantor Kesbangpol ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai prajurit TNI. Kami ingin memastikan fasilitas pemerintahan dapat segera digunakan kembali sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Danyonif 115/ML.

Beliau menambahkan, keterlibatan prajurit Yonif 115/ML dalam penanganan pascabencana tidak hanya terbatas pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas umum yang memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, termasuk dukungan armada damkar, agar proses pembersihan dapat berjalan cepat, efektif, dan menyeluruh. Lingkungan kantor harus benar-benar bersih dan aman untuk digunakan kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan wilayah pascabencana.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mempercepat pemulihan Aceh Tamiang serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk saling bahu-membahu. TNI akan terus hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Aksi pembersihan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat serta staf Kantor Kesbangpol Aceh Tamiang. Mereka menilai kehadiran prajurit TNI yang sigap, tanggap, dan penuh semangat telah memberikan dampak positif serta mempercepat proses normalisasi aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 115/Macan Leuser tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI, masyarakat, dan instansi pemerintahan daerah dalam membangun kembali Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Kasad Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Kec. Timang Gajah Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau secara langsung Jembatan Umah Besi di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang kini telah rampung 100 persen dan kembali dapat difungsikan secara normal oleh masyarakat. Jembatan tersebut dibangun melalui sinergi personel Zeni Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

Dalam peninjauan tersebut, Kasad memastikan kondisi fisik dan konstruksi jembatan telah memenuhi standar keamanan dan kelayakan, sehingga aman digunakan oleh masyarakat. Pulihnya Jembatan Umah Besi menjadi kabar menggembirakan bagi warga, mengingat jembatan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama antarwilayah, yang mengoneksikan Kabupaten Bireuen melalui jalur Teupin Mane menuju Kabupaten Bener Meriah, serta menjadi akses lanjutan ke Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat terjangan banjir bandang menyebabkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terisolasinya sejumlah desa, serta terganggunya distribusi logistik dan kebutuhan pokok warga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah sekitar.

Sebagai langkah tanggap darurat, pada Desember 2025 lalu telah dibangun jembatan sementara jenis Bailey guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan personel Zeni Angkatan Darat yang memiliki kemampuan teknis di bidang konstruksi jembatan lapangan, bekerja sama dengan Kementerian PU, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bener Meriah.

Pada tahap awal pengoperasiannya, jembatan Bailey difungsikan secara terbatas, khususnya bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase tertentu. Kendati bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok, mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan, serta menjaga stabilitas perekonomian warga di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.

Keterlibatan Zeni Angkatan Darat dalam pembangunan dan pemulihan jembatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas TNI AD dalam mendukung pemerintah melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Jembatan Umah Besi.
“Pembangunan dan pemulihan jembatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. TNI Angkatan Darat melalui Zeni AD selalu siap membantu pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Kasad.

Beliau menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian PU, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi warga.

“Kerja sama yang solid dan semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat kita atasi dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Kasad juga menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan harapan, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan pulihnya akses ini, kami berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” tuturnya.

Kasad menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan pemulihan wilayah, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir dan siap membantu rakyat. Ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap, dengan dibukanya kembali Jembatan Umah Besi, konektivitas antarwilayah Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dapat pulih sepenuhnya, sehingga mampu mendorong kembali aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pemulihan Jembatan Umah Besi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong pascabencana, di mana TNI Angkatan Darat, pemerintah, dan masyarakat bahu-membahu memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan warga tetap terjaga.

Prajurit TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan darurat di Ketol Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang terjal, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tak sedikit pun surut. ratusan warga bersama personel TNI bahu-membahu mengangkat kayu balok melintasi sungai demi satu tujuan mulia, yakni menghadirkan kembali akses penghubung kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Pemandangan tersebut bukan sekadar aktivitas pembangunan fisik semata, melainkan potret nyata ketulusan, pengorbanan, dan harapan yang menyatu di tengah keterbatasan. Dengan penuh kehati-hatian, kayu-kayu balok dipanggul bersama melewati arus sungai yang deras, mencerminkan kuatnya tekad bersama untuk memulihkan akses vital yang selama ini terputus.

Pembangunan jembatan darurat gantung di Desa Burlah hingga kini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung ruas jalan antar desa, mulai dari Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, hingga Desa Bintang Pepara. Sebelumnya, terputusnya akses ini sangat menyulitkan aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun mobilitas sehari-hari.

Pada tahap pekerjaan terbaru, fokus kegiatan diarahkan pada pengambilan kayu balok (glogor) yang akan digunakan sebagai bagian utama struktur jembatan. Proses pengambilan dilakukan secara manual karena kondisi medan di lokasi pengambilan kayu yang curam dan terjal, sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Situasi ini menuntut tenaga ekstra, kekompakan, serta tingkat kehati-hatian yang tinggi demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.

Pengerjaan jembatan darurat tersebut melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol, 20 personel Yon TP 854/DK serta 31 Personel Yon Zipur 6/DS. Selain itu, sekitar 150 warga masyarakat setempat turut ambil bagian secara sukarela, menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat TNI dan rakyat.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, berbagai material telah berhasil dimobilisasi ke lokasi pembangunan jembatan. Seluruh material diangkut secara bertahap menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Meski dihadapkan pada tantangan alam yang tidak ringan serta keterbatasan sarana dan prasarana, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Setiap kayu yang dipanggul, setiap langkah yang diayunkan di dalam arus sungai, menjadi bukti bahwa jembatan ini dibangun bukan hanya dari besi dan semen, melainkan juga dari harapan, kepedulian, dan rasa saling memiliki.

Apabila jembatan darurat gantung ini rampung, masyarakat Desa Burlah dan desa-desa sekitarnya akan kembali merasakan kemudahan akses antarwilayah. Lebih dari itu, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, memperlancar aktivitas pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jembatan tersebut juga menjadi simbol bahwa dalam situasi sulit sekalipun, negara hadir dan berdiri bersama rakyatnya.

Kasad Kunjungi Sekolah Terdampak Banjir di Bener Meriah dan Bagikan Perlengkapan bagi Murid

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kembali menunjukkan kepedulian dan perhatian nyata terhadap masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana alam, dengan membagikan perlengkapan sekolah kepada para murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Timang Gajah, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah,

Para murid penerima bantuan tersebut merupakan anak-anak yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Timang Gajah beberapa waktu lalu. Bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan, termasuk hilangnya perlengkapan belajar milik para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, Kasad menyerahkan secara langsung kepada anak-anak berbagai perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, serta kebutuhan penunjang belajar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat belajar para murid serta meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka pascabencana.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam keterangannya menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberlangsungan pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun masyarakat tengah menghadapi situasi sulit akibat musibah alam.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana. Melalui bantuan perlengkapan sekolah ini, kami berharap mereka dapat kembali bersekolah dengan semangat dan optimisme yang baru,” ungkap Kasad.

Pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Melalui sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan proses pemulihan di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan dengan baik, serta generasi muda tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kasad Kunjungi Sekolah Terdampak Banjir di Bener Meriah dan Bagikan Perlengkapan bagi Murid

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kembali menunjukkan kepedulian dan perhatian nyata terhadap masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana alam, dengan membagikan perlengkapan sekolah kepada para murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Timang Gajah, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah,

Para murid penerima bantuan tersebut merupakan anak-anak yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Timang Gajah beberapa waktu lalu. Bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan, termasuk hilangnya perlengkapan belajar milik para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, Kasad menyerahkan secara langsung kepada anak-anak berbagai perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, serta kebutuhan penunjang belajar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat belajar para murid serta meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka pascabencana.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam keterangannya menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberlangsungan pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun masyarakat tengah menghadapi situasi sulit akibat musibah alam.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana. Melalui bantuan perlengkapan sekolah ini, kami berharap mereka dapat kembali bersekolah dengan semangat dan optimisme yang baru,” ungkap Kasad.

Pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Melalui sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan proses pemulihan di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan dengan baik, serta generasi muda tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kasad Kunjungi Sekolah Terdampak Banjir di Bener Meriah dan Bagikan Perlengkapan bagi Murid

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kembali menunjukkan kepedulian dan perhatian nyata terhadap masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana alam, dengan membagikan perlengkapan sekolah kepada para murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Timang Gajah, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah,

Para murid penerima bantuan tersebut merupakan anak-anak yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Timang Gajah beberapa waktu lalu. Bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas pendidikan, termasuk hilangnya perlengkapan belajar milik para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, Kasad menyerahkan secara langsung kepada anak-anak berbagai perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, serta kebutuhan penunjang belajar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memulihkan semangat belajar para murid serta meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka pascabencana.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam keterangannya menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberlangsungan pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun masyarakat tengah menghadapi situasi sulit akibat musibah alam.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana. Melalui bantuan perlengkapan sekolah ini, kami berharap mereka dapat kembali bersekolah dengan semangat dan optimisme yang baru,” ungkap Kasad.

Pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana alam.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pemulihan sosial dan pendidikan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Melalui sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan proses pemulihan di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan dengan baik, serta generasi muda tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Satgas Yonif 112/DJ Jalin Kebersamaan Di Awal Tahun Lewat Makan Bersama Warga Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pos Nume Satgas Yonif 112/DJ menghadiri acara makan bersama diawal tahun untuk menjalin kebersamaan antara TNI dan Warga di Distrik Nume Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah,

Tradisi ini merupakan adat dan budaya masyarakat Papua pegunungan untuk menjalin keakraban dan persaudaraan sesama warga, kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan, gembira dan sukacita, dalam kesempatan tersebut selain melaksanakan masak dan makan bersama, Personel Pos Nume juga berbaur dengan masyarakat untuk menghimbau warga agar tetap menjaga keamanan lingkungan kampung.

Masyarakat setempat dan Bapak Murib (50 Tahun) sebagai tokoh agama mengapresiasi kehadiran Pos Nume Satgas Yonif 112/DJ yang turut memeriahkan acara ini dan berbaur dengan masyarakat dalam menjaga harmoni serta mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi dan kebersamaan antara Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat di wilayah Puncak Jaya.

Danpos Nume Lettu Inf Kasyif Nur Andriyana, S.Tr (Han) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif 112/DJ untuk terus mendukung masyarakat, tidak hanya dalam keamanan tetapi juga dalam membangun kebersamaan, Kami berharap dengan momentum ini dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat kampung Nume.