Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

12 Lokasi Terdampak Bencana Alam di Aceh Tamiang Dibersihkan Polri

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 8-1-2026 Polri terus melakukan upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang. Polri membersihkan sebanyak 12 lokasi yang terdampak bencana banjir.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Jumat, 9 Januari 2026, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 12 lokasi terdampak bencana alam di Aceh Tamiang yang telah dibersihkan oleh personel Polri.

“Lokasi tersebut meliputi enam sekolah, satu klinik Polres, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), satu masjid, satu ruas jalan, satu kantor BNNK, dan satu Puskesmas Pembantu,” ujar Kabid Humas

Ia menambahkan, hingga Kamis, 8 Januari 2026, total lokasi yang telah dibersihkan Polri di wilayah Aceh Tamiang mencapai 33 lokasi.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan material sisa banjir dilakukan secara intensif sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta untuk mempercepat proses pemulihan dan normalisasi aktivitas di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Ini merupakan komitmen Polri untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Masyarakat Desa Ujung Krueng Nagan Raya Ucapkan Terima Kasih kepada Polri atas Bantuan Sumur Bor

Nagan Raya ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Masyarakat Desa Ujung Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Aceh dan Polres Nagan Raya, atas bantuan pembuatan sumur bor di desa mereka.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan akses air bersih. Bantuan sumur bor ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga Desa Ujung Krueng yang selama ini mengalami keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan pembuatan sumur bor tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“Bantuan pembuatan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat Desa Ujung Krueng untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Kabid Humas.

Dengan adanya sumur bor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, lanjutnya.

Polri juga terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang bermanfaat secara langsung, tutup Kabid Humas.

Gerak Cepat Polres Bener Meriah, Jalan Lintas Bireuen–Takengon Kembali Aman Pascabencana

LBener Meriah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Pascabencana banjir dan tanah longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas, Polres Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh bergerak cepat melaksanakan bakti sosial pembersihan Jalan Lintas Bireuen–Takengon. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Kegiatan pembersihan berlangsung di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Bener Meriah IPTU Zulkarnel, personel gabungan bahu-membahu membersihkan material sisa bencana berupa lumpur, bebatuan, dan kayu yang menutupi badan jalan.

Dengan menggunakan peralatan manual, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar jalur penghubung vital antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui dengan aman dan lancar. Jalan lintas Bireuen–Takengon merupakan akses strategis bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tengah Aceh.

IPTU Zulkarnel mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat pascabencana sekaligus mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Oleh karena itu, kami bergerak cepat membersihkan material longsor agar aktivitas warga kembali normal dan pengguna jalan merasa aman,” ujar IPTU Zulkarnel.

Selain pembersihan, personel kepolisian juga memberikan imbauan humanis kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan. Di sejumlah titik rawan, petugas turut memasang police line sebagai langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

Ia menambahkan, Polres Bener Meriah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap melakukan langkah lanjutan apabila terjadi gangguan kembali akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu pemulihan dan menjaga keselamatan pascabencana alam.

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gegana Brimob Aceh Perkuat Green Policing Lewat Perawatan Mangrove

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) ) Jum’at 3-1-2026 Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan kurve dan perawatan pohon mangrove yang baru ditanam beberapa hari sebelumnya di kawasan Taman Mangrove Satbrimob Polda Acehm

Kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove secara gotong royong yang dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, M.M.

Kegiatan kurve dan perawatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang direspons cepat oleh Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Akmal, S.E., M.M., bersama personel Gegana.

Dalam keterangannya, Kompol Akmal menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampahmu urusanmu, sampahku urusanku. Jika setiap orang menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi, maka tidak akan ada sampah yang berserakan. Kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan salah satu program unggulan Kapolda Aceh yang baru diluncurkan, yakni Green Policing, yang menekankan peran aktif Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan instruksi Presiden untuk menghidupkan kembali budaya kurve di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan kurve dan perawatan mangrove ini, Satbrimob Polda Aceh diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendukung mitigasi bencana, serta berkontribusi pada upaya rehabilitasi kawasan pesisir secara berkelanjutan

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Gegana Brimob Aceh Perkuat Green Policing Lewat Perawatan Mangrove

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) ) Jum’at 3-1-2026 Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan kurve dan perawatan pohon mangrove yang baru ditanam beberapa hari sebelumnya di kawasan Taman Mangrove Satbrimob Polda Acehm

Kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove secara gotong royong yang dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, M.M.

Kegiatan kurve dan perawatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang direspons cepat oleh Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han.

Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Akmal, S.E., M.M., bersama personel Gegana.

Dalam keterangannya, Kompol Akmal menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampahmu urusanmu, sampahku urusanku. Jika setiap orang menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi, maka tidak akan ada sampah yang berserakan. Kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan salah satu program unggulan Kapolda Aceh yang baru diluncurkan, yakni Green Policing, yang menekankan peran aktif Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan instruksi Presiden untuk menghidupkan kembali budaya kurve di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan kurve dan perawatan mangrove ini, Satbrimob Polda Aceh diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, mendukung mitigasi bencana, serta berkontribusi pada upaya rehabilitasi kawasan pesisir secara berkelanjutan