Heroik : Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Aksi cepat tanggap dan Keberanian ditunjukkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga saat menyelamatkan seorang anak yang hanyut di sungai kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, tepat di lokasi yang berdekatan dengan area rencana kegiatan bakti sosial dan trauma healing Taruna Akpol. Korban diketahui bernama Haikal, seorang anak yang terseret arus sungai saat bermain di pinggiran bantaran.

Taruna Akpol yang berada di lokasi bersama masyarakat sekitar dengan cepat merespons kejadian tersebut. Begitu korban terlihat hanyut dan mengalami kesulitan bernapas, Taruna langsung melakukan penyelamatan darurat.

Taruna Akpol Muhammad menjelaskan, kejadian bermula ketika korban berusaha mengambil barang miliknya yang jatuh ke sungai.

“Saat mencoba mengambil handphone dan sendalnya yang hanyut, Haikal ikut terseret arus sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri,” ujar Taruna Muhammad.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, Taruna Akpol segera memberikan pertolongan pertama berupa tindakan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa korban.

Taruna Davin menuturkan kondisi korban saat berhasil dievakuasi.

“Korban dalam kondisi napas terengah dan hampir tidak sadar. Kami langsung melakukan RJP hingga korban mengeluarkan lumpur dari mulutnya dan mulai merespons,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haikal segera dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Taruna Jasen mengapresiasi respons cepat tenaga medis di lokasi.

“Penanganan dari Biddokkes sangat cepat, korban langsung diberi bantuan oksigen dan perawatan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Di rumah sakit, korban mendapatkan perawatan lanjutan dan penanganan medis secara intensif. Taruna Akpol juga turut memberikan keterangan kepada tenaga medis serta membantu menenangkan orang tua korban.

Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa warga.

Heroik : Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Aksi cepat tanggap dan Keberanian ditunjukkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga saat menyelamatkan seorang anak yang hanyut di sungai kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, tepat di lokasi yang berdekatan dengan area rencana kegiatan bakti sosial dan trauma healing Taruna Akpol. Korban diketahui bernama Haikal, seorang anak yang terseret arus sungai saat bermain di pinggiran bantaran.

Taruna Akpol yang berada di lokasi bersama masyarakat sekitar dengan cepat merespons kejadian tersebut. Begitu korban terlihat hanyut dan mengalami kesulitan bernapas, Taruna langsung melakukan penyelamatan darurat.

Taruna Akpol Muhammad menjelaskan, kejadian bermula ketika korban berusaha mengambil barang miliknya yang jatuh ke sungai.

“Saat mencoba mengambil handphone dan sendalnya yang hanyut, Haikal ikut terseret arus sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri,” ujar Taruna Muhammad.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, Taruna Akpol segera memberikan pertolongan pertama berupa tindakan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa korban.

Taruna Davin menuturkan kondisi korban saat berhasil dievakuasi.

“Korban dalam kondisi napas terengah dan hampir tidak sadar. Kami langsung melakukan RJP hingga korban mengeluarkan lumpur dari mulutnya dan mulai merespons,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haikal segera dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Taruna Jasen mengapresiasi respons cepat tenaga medis di lokasi.

“Penanganan dari Biddokkes sangat cepat, korban langsung diberi bantuan oksigen dan perawatan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Di rumah sakit, korban mendapatkan perawatan lanjutan dan penanganan medis secara intensif. Taruna Akpol juga turut memberikan keterangan kepada tenaga medis serta membantu menenangkan orang tua korban.

Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa warga.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Satlantas Polres Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Pelajar Terdampak Banjir

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Satlantas Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Islam Terpadu Ainul Marimiah, Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis untuk para murid. Bantuan ini merupakan sumbangan dari Universitas Jambi yang dipercayakan penyalurannya kepada Satlantas Polres Aceh Tamiang sebagai bentuk sinergi kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana.

Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan kondisi sosial pascabanjir. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak menjadi hal penting agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski di tengah keterbatasan.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua serta menjaga semangat belajar anak-anak yang terdampak banjir. Pendidikan harus tetap berjalan meskipun masyarakat sedang dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya membantu dari sisi keamanan dan lalu lintas, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Aceh Tamiang menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana dan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

Satlantas Polres Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Pelajar Terdampak Banjir

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Satlantas Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar yang terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut berlangsung di SD Islam Terpadu Ainul Marimiah, Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis untuk para murid. Bantuan ini merupakan sumbangan dari Universitas Jambi yang dipercayakan penyalurannya kepada Satlantas Polres Aceh Tamiang sebagai bentuk sinergi kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana.

Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan kondisi sosial pascabanjir. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak menjadi hal penting agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski di tengah keterbatasan.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua serta menjaga semangat belajar anak-anak yang terdampak banjir. Pendidikan harus tetap berjalan meskipun masyarakat sedang dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya membantu dari sisi keamanan dan lalu lintas, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Aceh Tamiang menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana dan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

Kapolda Aceh Terima 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Pembelajaran Mandiri Siswa Korban Bencana

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menerima program bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri untuk mendukung pembelajaran mandiri siswa korban bencana di Aceh.

Program e-learning ini merupakan sumbangsih ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Serah terima tersebut berlangsung di Jakarta.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, Ph.D.

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan bahwa program bantuan ini dirancang untuk menjangkau siswa korban bencana mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Sebanyak 1,2 juta PIN e-learning tersebut memungkinkan siswa mengakses pembelajaran elektronik secara mandiri dengan dukungan jaringan internet. Melalui sistem ini, siswa dapat belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di mana saja sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Program e-learning ini menjadi solusi strategis untuk memastikan anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan sistem pembelajaran mandiri berbasis digital, siswa dapat terus belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” ujar Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah.

Abituren Akabri 1991 itu berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan metode pembelajaran mandiri yang adaptif, terutama bagi siswa di daerah terdampak bencana yang mengalami keterbatasan sarana pendidikan konvensional.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan STIK Polri dan para mitra yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami mengapresiasi dukungan STIK Polri dan seluruh mitra, termasuk ILMCI Group, yang telah berkolaborasi dalam program ini. Sinergi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, jenderal bintang dua asal Tangse tersebut turut memaparkan berbagai capaian penanganan hingga pemulihan bencana yang telah dilakukan Polda Aceh di wilayah terdampak. Upaya tersebut meliputi penyediaan air bersih melalui treatment water, pembersihan fasilitas sekolah, hingga pembangunan sumur bor bagi masyarakat.

“Selain penanganan darurat, Polda Aceh juga fokus pada pemulihan jangka menengah dan panjang, mulai dari penyediaan air bersih, pembersihan sekolah, hingga pembangunan sumur bor. Semua kami lakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkas Marzuki.