Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Aceh,

Apel dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

Apel gelar pasukan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan pimpinan instansi terkait, serta para pejabat dan PersonelTNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut diperberat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh juga mengungkapkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Selama pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian atau naik 11 kejadian (24 persen). Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sementara korban luka berat meningkat dari 5 orang pada 2024 menjadi 11 orang pada 2025 atau naik 120 persen. Selain itu, korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari 59 orang menjadi 66 orang atau naik 12 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.

Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.

Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.

“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Selama 14 Hari

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Polda Aceh,

Apel dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Seulawah 2026.

Apel gelar pasukan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan pimpinan instansi terkait, serta para pejabat dan PersonelTNI-Polri, Dishub, Satpol PP, dan undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, terdapat kerusakan jalan, jembatan terputus, serta keterbatasan akses yang berdampak pada mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut diperberat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan distribusi logistik.

Wakapolda Aceh juga mengungkapkan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Aceh dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Selama pelaksanaan operasi keselamatan tahun 2024 tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 57 kejadian atau naik 11 kejadian (24 persen). Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sementara korban luka berat meningkat dari 5 orang pada 2024 menjadi 11 orang pada 2025 atau naik 120 persen. Selain itu, korban luka ringan juga mengalami peningkatan dari 59 orang menjadi 66 orang atau naik 12 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.

Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”

Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.

Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.

Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.

“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.

Bersihkan Rumah Allah Pascabanjir, Polri dan Warga Bener Meriah Gotong Royong Siapkan Meunasah Sambut Ramadan

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, kepedulian Polri terhadap pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Polri bersama masyarakat bergotong royong membersihkan rumah ibadah agar kembali layak digunakan untuk beribadah.

Polres Bener Meriah bersama personel Brimob Polda Aceh yang tergabung dalam BKO, berkolaborasi dengan masyarakat melaksanakan bakti sosial pascabanjir di Meunasah Al Taqwa, Kampung Lampahan Timur, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan lumpur, sampah, serta normalisasi area meunasah yang terdampak banjir sekaligus memastikan sarana ibadah dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman, khususnya untuk menyambut Bulan suci Ramadhan.

Kabag SDM Polres Bener Meriah, AKP Yulizan, mengatakan bahwa bakti sosial tersebut untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga.
“Hari ini Polres Bener Meriah bersama personel Brimob Polda Aceh dan masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan Meunasah Al Taqwa, Harapannya meunasah ini dapat kembali digunakan untuk beribadah, terutama menyambut ibadah tarawih di bulan suci Ramadan nanti,” ujar AKP Yulizan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Meunasah Al Taqwa Lampahan Timur, Tengku Rizal Pahlevi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan Polri. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Aceh, Bapak Kapolres Bener Meriah, serta Satuan Brimob Polda Aceh yang telah membantu membersihkan dan menormalisasikan kembali meunasah kami. Insyaallah, menjelang Ramadan, meunasah ini sudah bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ungkapan syukur juga disampaikan oleh warga setempat yang merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut. Salah seorang warga dan jamaah Meunasah Al Taqwa, Abdul Rahman (47), mengaku terharu atas kepedulian Polri.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Meunasah ini sempat penuh lumpur akibat banjir. Dengan bantuan Bapak-bapak Polisi, sekarang sudah bersih dan bisa kami persiapkan untuk ibadah Ramadan. Semoga menjadi amal ibadah bagi semuanya,” tuturnya.

Melalui kegiatan bakti sosial Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan mengabdi kepada masyarakat, menjaga sinergi, serta membantu memulihkan kehidupan sosial dan keagamaan warga, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Heroik : Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Aksi cepat tanggap dan Keberanian ditunjukkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga saat menyelamatkan seorang anak yang hanyut di sungai kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, tepat di lokasi yang berdekatan dengan area rencana kegiatan bakti sosial dan trauma healing Taruna Akpol. Korban diketahui bernama Haikal, seorang anak yang terseret arus sungai saat bermain di pinggiran bantaran.

Taruna Akpol yang berada di lokasi bersama masyarakat sekitar dengan cepat merespons kejadian tersebut. Begitu korban terlihat hanyut dan mengalami kesulitan bernapas, Taruna langsung melakukan penyelamatan darurat.

Taruna Akpol Muhammad menjelaskan, kejadian bermula ketika korban berusaha mengambil barang miliknya yang jatuh ke sungai.

“Saat mencoba mengambil handphone dan sendalnya yang hanyut, Haikal ikut terseret arus sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri,” ujar Taruna Muhammad.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, Taruna Akpol segera memberikan pertolongan pertama berupa tindakan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa korban.

Taruna Davin menuturkan kondisi korban saat berhasil dievakuasi.

“Korban dalam kondisi napas terengah dan hampir tidak sadar. Kami langsung melakukan RJP hingga korban mengeluarkan lumpur dari mulutnya dan mulai merespons,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haikal segera dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Taruna Jasen mengapresiasi respons cepat tenaga medis di lokasi.

“Penanganan dari Biddokkes sangat cepat, korban langsung diberi bantuan oksigen dan perawatan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Di rumah sakit, korban mendapatkan perawatan lanjutan dan penanganan medis secara intensif. Taruna Akpol juga turut memberikan keterangan kepada tenaga medis serta membantu menenangkan orang tua korban.

Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa warga.

Heroik : Taruna Akpol Selamatkan Bocah Hanyut di Sungai Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Aksi cepat tanggap dan Keberanian ditunjukkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama warga saat menyelamatkan seorang anak yang hanyut di sungai kawasan bawah Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, tepat di lokasi yang berdekatan dengan area rencana kegiatan bakti sosial dan trauma healing Taruna Akpol. Korban diketahui bernama Haikal, seorang anak yang terseret arus sungai saat bermain di pinggiran bantaran.

Taruna Akpol yang berada di lokasi bersama masyarakat sekitar dengan cepat merespons kejadian tersebut. Begitu korban terlihat hanyut dan mengalami kesulitan bernapas, Taruna langsung melakukan penyelamatan darurat.

Taruna Akpol Muhammad menjelaskan, kejadian bermula ketika korban berusaha mengambil barang miliknya yang jatuh ke sungai.

“Saat mencoba mengambil handphone dan sendalnya yang hanyut, Haikal ikut terseret arus sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri,” ujar Taruna Muhammad.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, Taruna Akpol segera memberikan pertolongan pertama berupa tindakan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa korban.

Taruna Davin menuturkan kondisi korban saat berhasil dievakuasi.

“Korban dalam kondisi napas terengah dan hampir tidak sadar. Kami langsung melakukan RJP hingga korban mengeluarkan lumpur dari mulutnya dan mulai merespons,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haikal segera dibawa ke Posko Polri untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tim Biddokkes Polda Aceh, sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Taruna Jasen mengapresiasi respons cepat tenaga medis di lokasi.

“Penanganan dari Biddokkes sangat cepat, korban langsung diberi bantuan oksigen dan perawatan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Di rumah sakit, korban mendapatkan perawatan lanjutan dan penanganan medis secara intensif. Taruna Akpol juga turut memberikan keterangan kepada tenaga medis serta membantu menenangkan orang tua korban.

Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan nyawa warga.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove untuk Wujudkan Program Green Policing

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Polda Aceh melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah usai penanaman mangrove tersebut.

Ke depan, Kapolda Aceh akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apabila setiap satuan mampu menanam minimal 5.000 bibit mangrove, ditambah dengan 10.000 bibit dari Polda Aceh, maka total penanaman dapat mencapai sekitar 125.000 pohon mangrove.

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa program penghijauan Polda Aceh ini tidak hanya difokuskan pada kawasan pesisir, tetapi juga akan dikembangkan melalui program “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Sejalan dengan program tersebut, Polda Aceh juga terus mendorong berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Aceh. Salah satu terobosan yang telah digagas adalah pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir untuk direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam yang produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terakhir, ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatbrimob, panitia, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 28-1-2026 Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.