Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Diamankan

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkotika. Personel Opsnal Sat Intelkam berhasil mengamankan dua pria yang membawa narkotika jenis ganja dengan total berat 50,7 kilogram di wilayah Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di Jembatan Desa Kati Maju saat kedua pelaku mengendarai mobil L300 berwarna putih.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Aceh Tenggara, Iptu Zakaria. Kedua pelaku masing-masing berinisial PP (37), warga Desa Lawe Desky, dan SS (23), warga Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara.

Petugas menyita dua goni besar berisi ganja, yakni satu goni berisi 12 bal dengan berat 26,7 kilogram dan satu goni lainnya berisi 11 bal seberat 24 kilogram. Selain itu, turut diamankan dua unit telepon genggam, masing-masing merek Redmi dan Nokia senter, serta satu unit mobil L300 bernomor polisi BK 1744 TI.

Penangkapan berawal sekitar pukul 11.30 WIB, saat Tim Opsnal menerima informasi dari masyarakat terkait mobil L300 yang diduga membawa ganja dari Desa Lak-lak, Kecamatan Ketambe, menuju Kota Medan, Sumatra Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyamaran (undercover) dan pengintaian hingga akhirnya berhasil menghentikan kendaraan dan menemukan barang bukti.

Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa pengemudi berinisial PP mengaku diperintah oleh seseorang berinisial AP, warga Desa Muara Situlen, dengan imbalan sebesar Rp150.000 per kilogram ganja.

Kedua pelaku beserta seluruh barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Aceh Tenggara guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, melalui Kasi Humas AKP J. Silalahi menyampaikan bahwa Sat Intelkam bersama Satresnarkoba akan terus mengembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain itu, Polsubsektor Lawe Pakam akan secara rutin melaksanakan razia terhadap kendaraan yang melintas dari Aceh Tenggara menuju Sumatra Utara maupun sebaliknya sebagai langkah pencegahan peredaran narkotika lintas wilayah.

Pengungkapan kasus ini, menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Tinjau Latsitardanus di Aceh Tamiang, Gubernur Akpol Pastikan Taruna Hadir Membantu Masyarakat

​Aceh tamiang  ( Aceh dalam berita ) Selasa 27-1-2026 Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi sasaran fisik Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang, Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembersihan material pascabanjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Polindes dan Masjid Al Ikhlas Aceh Tamiang. Di lokasi ini, para Taruna Akpol bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan puing-puing agar fasilitas publik dapat segera digunakan kembali.

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Akpol di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan langsung terhadap pengabdian para Taruna di lapangan.

​”Gubernur Akademi Kepolisian melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir bersama Taruna Akpol dan masyarakat setempat. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Selain meninjau pengerjaan fisik, Gubernur Akpol juga menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. Kombes Pol. Erdi menekankan bahwa interaksi langsung dengan warga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

​”Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Akpol meninjau langsung progres pembersihan, memberikan bantuan, serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana,” tambah Kabag Penum.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan proses normalisasi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pusat kesehatan desa dapat selesai lebih cepat. Selain itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial ini diharapkan dapat membentuk karakter perwira yang memiliki jiwa penolong dan kedekatan emosional dengan masyarakat di masa depan.

Polri Salurkan Bantuan Al-Qur’an kepada Pesantren Terdampak Banjir

Meureudu ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa Al-Qur’an dari Polri kepada sejumlah pesantren yang terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di empat pesantren, yaitu Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah Gampong Jurong Binjee Kecamatan Jangka Buya, Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua, serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 Al-Qur’an.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.

Selanjutnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli bersama Kapolsek Jangka Buya Iptu Mustafa dan personel melaksanakan penyerahan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah. Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Sat Samapta Polres Pidie Jaya IPDA Mustafa, Kanit Samapta Polsek Jangka Buya Aipda Rusdy, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Jangka Buya.

Di lokasi lainnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli juga menyerahkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua yang diterima langsung oleh pimpinan pesantren, Tgk. Busyairi. Kegiatan tersebut dihadiri KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya, serta personel Polsek Bandar Dua.

Selain itu, Polres Pidie Jaya turut menyalurkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana banjir.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Polri Salurkan Bantuan Al-Qur’an kepada Pesantren Terdampak Banjir

Meureudu ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa Al-Qur’an dari Polri kepada sejumlah pesantren yang terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di empat pesantren, yaitu Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah Gampong Jurong Binjee Kecamatan Jangka Buya, Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua, serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 Al-Qur’an.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.

Selanjutnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli bersama Kapolsek Jangka Buya Iptu Mustafa dan personel melaksanakan penyerahan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah. Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Sat Samapta Polres Pidie Jaya IPDA Mustafa, Kanit Samapta Polsek Jangka Buya Aipda Rusdy, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Jangka Buya.

Di lokasi lainnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli juga menyerahkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua yang diterima langsung oleh pimpinan pesantren, Tgk. Busyairi. Kegiatan tersebut dihadiri KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya, serta personel Polsek Bandar Dua.

Selain itu, Polres Pidie Jaya turut menyalurkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana banjir.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Gagasan Kapolda Aceh Tunjukkan Hasil, Lumpur Banjir Ternyata Bisa Jadi Media Tanam Produktif

Kuala Simpang  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Gagasan inovatif Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah dalam memanfaatkan lumpur sisa banjir bandang sebagai media tanam produktif mulai menunjukkan hasil nyata. Memasuki usia dua pekan, tanaman yang ditanam di atas tanah lumpur banjir tersebut terpantau tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Perkembangan tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Kiri, Bripka Sukma Hadi, melaksanakan kegiatan monitoring terhadap tanaman yang ditanam di lahan sisa lumpur banjir di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Monitoring itu dilakukan untuk memastikan kondisi dan pertumbuhan tanaman pascabencana, sekaligus mengevaluasi efektivitas pemanfaatan lumpur banjir sebagai media tanam alternatif.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bibit tanaman tumbuh sehat dan subur. Kondisi ini memperkuat bahwa lumpur sisa banjir, yang sebelumnya dianggap sebagai material sisa bencana, dapat diolah dan dimanfaatkan kembali secara produktif untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang dikembangkan Kapolda Aceh dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis lingkungan, guna mendorong pemanfaatan potensi lokal agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan kembali produktif.

Untuk mendukung gagasan tersebut, Kapolda Aceh juga menyalurkan bantuan benih tanaman dan polibag kepada warga saat berkunjung ke Aceh Tamiang beberapa hari lalu. Bantuan itu diharapkan dapat mendorong masyarakat mengelola lahan pertanian dan perkebunan skala rumah tangga sebagai upaya pemulihan ekonomi pascabencana.

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi harus mendorong masyarakat bangkit dengan memanfaatkan sekecil apa pun sumber daya yang ada, termasuk tanah lumpur sisa banjir sebagai media tanam.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan kembali mandiri. Salah satunya dengan menanam tanaman di tanah lumpur sisa banjir, sehingga dapat menjadi model pemulihan ekonomi berbasis lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi wilayah terdampak bencana di Aceh,” ujarnya.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Pasca Bencana dan Baksos di Subulussalam

Subulussalam ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Subulussalam dalam rangka penyaluran bantuan pasca bencana banjir, kegiatan bakti sosial, serta trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolda Aceh yang didampingi Dansat Brimob Polda Aceh KBP Zuhdi Batubara, Dirresnarkoba Polda Aceh KBP Shobarmen, serta Dirlantas Polda Aceh KBP Deden Supriyatna Imhar, tiba di helipad Lapangan Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Kapolda Aceh semoat memimpin apel siang dan memberikan arahan serta bimbingan kepada seluruh personel Polres Subulussalam, sebelum menuju Desa Binanga, Kecamatan Rundeng untuk melaksanakan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan berupa tali asih kepada warga terdampak banjir, menyantuni anak yatim, serta ikut membersihkan Masjid Desa Binanga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendengar kendala, hambatan, dan kebutuhan mendesak yang dirasakan warga pasca banjir.

“Kami dari Polda Aceh akan terus hadir memberikan pelayanan yang profesional dan membantu masyarakat dalam masa pemulihan pasca bencana, demi terciptanya rasa aman dan nyaman. Sampaikan kepada kami setiap kendala dan kebutuhan yang ada, agar kepolisian dan pemerintah dapat bersama-sama mencari solusi. Kami tidak akan pernah diam ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Kapolda Aceh juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan memperkuat keteguhan iman dalam menghadapi musibah.

“Mari kita tetap berprasangka baik. Setiap cobaan pasti ada hikmahnya. Musibah tidak akan pernah melebihi kemampuan hamba-Nya. Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan dan melaksanakan bakti sosial, Kapolda Aceh beserta rombongan dan unsur Forkopimda juga turut berziarah ke Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berada di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng.

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Pasca Bencana dan Baksos di Subulussalam

Subulussalam ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Subulussalam dalam rangka penyaluran bantuan pasca bencana banjir, kegiatan bakti sosial, serta trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolda Aceh yang didampingi Dansat Brimob Polda Aceh KBP Zuhdi Batubara, Dirresnarkoba Polda Aceh KBP Shobarmen, serta Dirlantas Polda Aceh KBP Deden Supriyatna Imhar, tiba di helipad Lapangan Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Kapolda Aceh semoat memimpin apel siang dan memberikan arahan serta bimbingan kepada seluruh personel Polres Subulussalam, sebelum menuju Desa Binanga, Kecamatan Rundeng untuk melaksanakan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan berupa tali asih kepada warga terdampak banjir, menyantuni anak yatim, serta ikut membersihkan Masjid Desa Binanga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendengar kendala, hambatan, dan kebutuhan mendesak yang dirasakan warga pasca banjir.

“Kami dari Polda Aceh akan terus hadir memberikan pelayanan yang profesional dan membantu masyarakat dalam masa pemulihan pasca bencana, demi terciptanya rasa aman dan nyaman. Sampaikan kepada kami setiap kendala dan kebutuhan yang ada, agar kepolisian dan pemerintah dapat bersama-sama mencari solusi. Kami tidak akan pernah diam ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Kapolda Aceh juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan memperkuat keteguhan iman dalam menghadapi musibah.

“Mari kita tetap berprasangka baik. Setiap cobaan pasti ada hikmahnya. Musibah tidak akan pernah melebihi kemampuan hamba-Nya. Kita serahkan semuanya kepada Allah SWT,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan dan melaksanakan bakti sosial, Kapolda Aceh beserta rombongan dan unsur Forkopimda juga turut berziarah ke Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berada di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng.