Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Kapolda Aceh : Polisi Teruji Layani Masyarakat Di Masa Bencana

Banda Aceh -( Aceh dalam berita ) Seni 19-1-2026 Polisi hadir dalam tugas penangangan Bencana Alam di beberapa daerah di wilayah Provinsi Aceh, Polisi memiliki kelas dalam melayani dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M. M, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipusatkan di Lapangan Apel Mapolda Aceh.

” Polisi sudah teruji, tulus dan sabar dalam melaksanakan tugas penanganan bencana alam selama ini, di wilayah Provinsi Aceh, ” sebut Kapolda Aceh.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menginstruksikan jajarannya untuk taat dan setia kepada tugasnya sebagai personel Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat serta dalam memelihara Kamtibmas dan penegakan hukum.

Terkait saat ini masih dalam penanganan bencana alam, Polda Aceh tetap melaksanakan tugas kemanusiaan untuk terus melayani dan membantu masyarakat yang terdampak.

Terakhir, Kapolda Aceh meminta jajarannya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan senantiasa menjaga kesehatan, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Aceh, Irwasda, Para PJU, Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan ASN Polda Aceh.

Kapolda Aceh : Polisi Teruji Layani Masyarakat Di Masa Bencana

Banda Aceh -( Aceh dalam berita ) Seni 19-1-2026 Polisi hadir dalam tugas penangangan Bencana Alam di beberapa daerah di wilayah Provinsi Aceh, Polisi memiliki kelas dalam melayani dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M. M, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipusatkan di Lapangan Apel Mapolda Aceh.

” Polisi sudah teruji, tulus dan sabar dalam melaksanakan tugas penanganan bencana alam selama ini, di wilayah Provinsi Aceh, ” sebut Kapolda Aceh.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menginstruksikan jajarannya untuk taat dan setia kepada tugasnya sebagai personel Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat serta dalam memelihara Kamtibmas dan penegakan hukum.

Terkait saat ini masih dalam penanganan bencana alam, Polda Aceh tetap melaksanakan tugas kemanusiaan untuk terus melayani dan membantu masyarakat yang terdampak.

Terakhir, Kapolda Aceh meminta jajarannya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan senantiasa menjaga kesehatan, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Aceh, Irwasda, Para PJU, Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan ASN Polda Aceh.

Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Ungkap 119 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2025

LKutacane ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Kinerja Polres Aceh Tenggara, khususnya dalam pengungkapan dan penanganan kasus tindak pidana narkotika, menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa, selama tahun 2025 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 119 kasus narkotika dengan total 206 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 113 kasus dengan 192 tersangka.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata AKBP Yulhendri.

Seluruh pengungkapan tersebut dilakukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang berlapis, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pengembangan kasus.

Mantan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh itu juga menjelaskan bahwa dari total perkara narkoba yang ditangani pihaknya, sebanyak 81 kasus telah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara 38 kasus masih dalam tahap penyidikan.

“Dari data yang kami rangkum, sebagian besar kasus yang ditangani Satresnarkoba telah P21. Tentunya juga saya tegaskan bahwa, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yulhendri.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi jawaban dan bukti bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah berkompromi dengan pelaku kejahatan narkotika. Selain itu, hal ini juga wujud komitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan narkotika secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

“Tidak ada toleransi bagi narkoba. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum. Kami bekerja berdasarkan data, bukti, dan proses hukum, bukan opini ataupun intervensi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Yulhendri juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian. Sebab, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Ungkap 119 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2025

LKutacane ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Kinerja Polres Aceh Tenggara, khususnya dalam pengungkapan dan penanganan kasus tindak pidana narkotika, menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa, selama tahun 2025 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 119 kasus narkotika dengan total 206 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 113 kasus dengan 192 tersangka.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata AKBP Yulhendri.

Seluruh pengungkapan tersebut dilakukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang berlapis, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pengembangan kasus.

Mantan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh itu juga menjelaskan bahwa dari total perkara narkoba yang ditangani pihaknya, sebanyak 81 kasus telah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara 38 kasus masih dalam tahap penyidikan.

“Dari data yang kami rangkum, sebagian besar kasus yang ditangani Satresnarkoba telah P21. Tentunya juga saya tegaskan bahwa, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yulhendri.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi jawaban dan bukti bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah berkompromi dengan pelaku kejahatan narkotika. Selain itu, hal ini juga wujud komitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan narkotika secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

“Tidak ada toleransi bagi narkoba. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum. Kami bekerja berdasarkan data, bukti, dan proses hukum, bukan opini ataupun intervensi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Yulhendri juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian. Sebab, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

Puluhan Personel Polres Bireuen Bersihkan Sampah dan Lumpur di SD Negeri 2 Kuta Blang Pasca Banjir

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Puluhan personel Polres Bireuen dikerahkan ke SD Negeri 2 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir yang masih menutupi lingkungan sekolah tersebut.

Kegiatan pembersihan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, sekaligus membantu mempercepat pemulihan fasilitas sekolah agar dapat kembali digunakan untuk proses belajar mengajar.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut.

Dikatakannya, puluhan personel Polres Bireuen turun langsung ke lokasi dengan bergotong royong mengangkat sampah, membersihkan lumpur, serta merapikan area sekolah yang terdampak banjir.

“Puluhan personel Polres Bireuen bergotong royong mengangkat sampah dan membersihkan lumpur di SD Negeri 2 Kuta Blang, Bireuen, untuk membantu percepatan agar sekolah tersebut kembali berfungsi sebagai tempat belajar mengajar,” ujar Kabid Humas

Menurutnya, banjir yang melanda kawasan tersebut sebelumnya menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu akibat kondisi lingkungan sekolah yang tidak layak digunakan.

Dengan adanya kegiatan pembersihan ini, diharapkan para siswa dan tenaga pendidik dapat segera kembali melaksanakan kegiatan pendidikan dalam lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Ia menambahkan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri dalam melayani serta melindungi masyarakat.

“Polri berkomitmen mendukung proses pendidikan di daerah, guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.