Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Ungkap 119 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2025

LKutacane ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Kinerja Polres Aceh Tenggara, khususnya dalam pengungkapan dan penanganan kasus tindak pidana narkotika, menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa, selama tahun 2025 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 119 kasus narkotika dengan total 206 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 113 kasus dengan 192 tersangka.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata AKBP Yulhendri.

Seluruh pengungkapan tersebut dilakukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang berlapis, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pengembangan kasus.

Mantan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh itu juga menjelaskan bahwa dari total perkara narkoba yang ditangani pihaknya, sebanyak 81 kasus telah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara 38 kasus masih dalam tahap penyidikan.

“Dari data yang kami rangkum, sebagian besar kasus yang ditangani Satresnarkoba telah P21. Tentunya juga saya tegaskan bahwa, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yulhendri.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi jawaban dan bukti bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah berkompromi dengan pelaku kejahatan narkotika. Selain itu, hal ini juga wujud komitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan narkotika secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

“Tidak ada toleransi bagi narkoba. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum. Kami bekerja berdasarkan data, bukti, dan proses hukum, bukan opini ataupun intervensi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Yulhendri juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian. Sebab, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Ungkap 119 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2025

LKutacane ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Kinerja Polres Aceh Tenggara, khususnya dalam pengungkapan dan penanganan kasus tindak pidana narkotika, menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa, selama tahun 2025 pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 119 kasus narkotika dengan total 206 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 113 kasus dengan 192 tersangka.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata AKBP Yulhendri.

Seluruh pengungkapan tersebut dilakukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang berlapis, baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pengembangan kasus.

Mantan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh itu juga menjelaskan bahwa dari total perkara narkoba yang ditangani pihaknya, sebanyak 81 kasus telah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara 38 kasus masih dalam tahap penyidikan.

“Dari data yang kami rangkum, sebagian besar kasus yang ditangani Satresnarkoba telah P21. Tentunya juga saya tegaskan bahwa, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yulhendri.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi jawaban dan bukti bahwa Polres Aceh Tenggara tidak pernah berkompromi dengan pelaku kejahatan narkotika. Selain itu, hal ini juga wujud komitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan narkotika secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

“Tidak ada toleransi bagi narkoba. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum. Kami bekerja berdasarkan data, bukti, dan proses hukum, bukan opini ataupun intervensi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Yulhendri juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian. Sebab, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

Puluhan Personel Polres Bireuen Bersihkan Sampah dan Lumpur di SD Negeri 2 Kuta Blang Pasca Banjir

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Puluhan personel Polres Bireuen dikerahkan ke SD Negeri 2 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir yang masih menutupi lingkungan sekolah tersebut.

Kegiatan pembersihan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, sekaligus membantu mempercepat pemulihan fasilitas sekolah agar dapat kembali digunakan untuk proses belajar mengajar.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut.

Dikatakannya, puluhan personel Polres Bireuen turun langsung ke lokasi dengan bergotong royong mengangkat sampah, membersihkan lumpur, serta merapikan area sekolah yang terdampak banjir.

“Puluhan personel Polres Bireuen bergotong royong mengangkat sampah dan membersihkan lumpur di SD Negeri 2 Kuta Blang, Bireuen, untuk membantu percepatan agar sekolah tersebut kembali berfungsi sebagai tempat belajar mengajar,” ujar Kabid Humas

Menurutnya, banjir yang melanda kawasan tersebut sebelumnya menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu akibat kondisi lingkungan sekolah yang tidak layak digunakan.

Dengan adanya kegiatan pembersihan ini, diharapkan para siswa dan tenaga pendidik dapat segera kembali melaksanakan kegiatan pendidikan dalam lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Ia menambahkan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri dalam melayani serta melindungi masyarakat.

“Polri berkomitmen mendukung proses pendidikan di daerah, guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tutup Kabid Humas Polda Aceh.

Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Minggu Minggu 18-1-2026 Kepolisian Resor Bireuen bersama jajaran Polsek melaksanakan gotong royong pemulihan pascabencana banjir bandang di SD Negeri 11 Kutablang, Desa Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak banjir bandang. Personel Polres Bireuen dan Polsek jajaran bahu-membahu membersihkan lumpur di halaman sekolah, ruang kelas, serta area pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.

Gotong royong ini dipimpin oleh Kasat Pol Airud Polres Bireuen AKP Slamet Rizki selaku ketua tim, dengan melibatkan sejumlah pejabat dan personel Polres Bireuen, personel Polsek Peusangan, serta didukung pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 11 Kutablang.

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas pendidikan.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan generasi muda. Karena itu, Polri hadir untuk memastikan lingkungan pendidikan segera pulih dan siap digunakan kembali. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman meskipun baru saja terdampak bencana,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, Polres Bireuen akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bireuen.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong. Dengan kebersamaan, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian jajaran kepolisian. Kehadiran Polri dinilai sangat membantu mempercepat pemulihan lingkungan sekolah yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir bandang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Gotong royong ini menjadi wujud komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan pascabencana.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar.

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar.

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir