UPTD SMP Negeri 1 Samalanga Dibersihkan Polri Pasca Banjir

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Polres Bireuen melakukan pembersihan di UPTD SMP Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan untuk membersihkan lingkungan sekolah dari sisa lumpur dan material yang terbawa banjir.

“Pembersihan lembaga pendidikan ini bertujuan agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk proses belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman, kenyamanan, serta membantu mempercepat pemulihan kondisi normal, sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan baik.

Menurutnya, Polri terus berkomitmen melayani dan melindungi masyarakat melalui berbagai tugas kemanusiaan pascabencana alam, termasuk memastikan lingkungan pendidikan aman dan layak digunakan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kepedulian Polri demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta terselenggaranya kembali proses belajar mengajar di sekolah,” tutup Kabid Humas.

UPTD SMP Negeri 1 Samalanga Dibersihkan Polri Pasca Banjir

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Polres Bireuen melakukan pembersihan di UPTD SMP Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan untuk membersihkan lingkungan sekolah dari sisa lumpur dan material yang terbawa banjir.

“Pembersihan lembaga pendidikan ini bertujuan agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk proses belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman, kenyamanan, serta membantu mempercepat pemulihan kondisi normal, sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan baik.

Menurutnya, Polri terus berkomitmen melayani dan melindungi masyarakat melalui berbagai tugas kemanusiaan pascabencana alam, termasuk memastikan lingkungan pendidikan aman dan layak digunakan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kepedulian Polri demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta terselenggaranya kembali proses belajar mengajar di sekolah,” tutup Kabid Humas.

Polri Bantu Proses Penurunan Sembako dari Helikopter BNPB di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Personel Polri dari Satbrimob Polda Aceh yang tergabung dalam Penugasan Aman Nusa II BKO Polres Bener Meriah membantu proses penurunan bantuan sembako dari helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan penurunan sembako berupa bahan makanan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai. Proses penurunan bantuan dilakukan oleh personel Satbrimob Polda Aceh yang sedang melaksanakan tugas BKO di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

“Helikopter BNPB menurunkan bantuan sembako di kawasan Seladang Kafe, Kabupaten Bener Meriah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel Satbrimob yang dipimpin oleh Aipda Ramadhan turut berperan aktif membantu proses penurunan dan pengamanan bantuan, serta dibantu masyarakat dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam mempercepat pendistribusian bahan makanan bagi warga yang membutuhkan pascabencana alam.

“Perbantuan ini adalah wujud komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana,” tutup Kabid

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Sentuhan Kemanusiaan Polri, Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana

Pusdokkes ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.

Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun permukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.

Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.

Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.

Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.

“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya.

Cegah Risiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir

Aceh Selatan ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.

Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.

Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.

“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.

Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:

– Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.

– Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.

Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca-bencana.

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Sabtu 10-1-2026 Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu. Bagi warga setempat, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang sempat sulit diperoleh setelah bencana merusak sarana dan prasarana desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi kampung mereka.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih layak dan sehat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ungkap Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.
“Airnya sudah mengalir dengan lancar dan jernih. Ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang membuat banyak fasilitas rusak,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Kapolres Aceh Tengah Terobos Medan Ekstrem, Kembali Salurkan Bantuan ke Kampung Terisolir di Kecamatan Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., kembali menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan memimpin langsung kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Tiga kampung yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Kampung Jamur Konyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule. Hingga saat ini, ketiganya masih terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang merusak akses jalan utama.

Untuk menjangkau lokasi, Kapolres bersama rombongan harus menembus medan ekstrem dan jalan rusak parah menggunakan sepeda motor trail. Rombongan berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Kampung Serule pada pukul 18.10 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Aceh Tengah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana.

Layanan kesehatan didukung tim medis gabungan yang terdiri dari Dokter Polisi Pusdokkes Polri, Tim Medis Polres Aceh Tengah, serta personel Kesehatan Lapangan BKO Brimob Polda Aceh. Pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan vitamin diberikan sesuai kebutuhan warga.

Kehadiran Kapolres Aceh Tengah bersama rombongan disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak, di tengah keterbatasan yang masih dirasakan pascabencana. Kapolres AKBP Muhammad Taufik bersama IPDA Monang Parlindungan Ambarita turut menyapa dan menghibur warga serta anak-anak sebagai bentuk trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Kapolres Aceh Tengah menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.

“Meskipun akses menuju lokasi sangat sulit, kami memastikan masyarakat di daerah terisolir tetap mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah telah menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor. Polres Aceh Tengah akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi masyarakat serta akses wilayah kembali normal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tengah, para Pejabat Utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang, personel Polres dan Polsek Bintang, serta BKO Brimob Polda Aceh.

Kapolres Pidie Jaya Kerahkan Satu Unit Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Meureudu  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 9-1-2026 Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat terdampak.

Pengerahan alat berat tersebut berlangsung di depan Mapolres Pidie Jaya dan turut disaksikan Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, para Pejabat Utama (PJU), Kabag, Kasat, Kasi/Kasat SPKT Polres Pidie Jaya, serta operator alat berat.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pengerahan ekskavator tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, khususnya dalam mempercepat pembersihan lumpur di fasilitas umum.

“Polri berkomitmen untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketika warga terdampak bencana, Polri tidak boleh hanya melihat, tetapi harus turun langsung membantu agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Ia menjelaskan, ekskavator yang dikerahkan ini merupakan unit kedua untuk memperkuat satu unit ekskavator mini yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kedua alat berat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lumpur yang selama ini menghambat aktivitas sosial masyarakat dan pendidikan anak-anak.

Pada tahap awal, jelasnya, ekskavator dikerahkan ke Yayasan Pendidikan Islam Ummul Ayman III di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Di lokasi tersebut, alat berat akan bekerja bersama ekskavator mini untuk membersihkan lumpur pasca banjir agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menambahkan, setelah pembersihan di lokasi pendidikan tersebut rampung, ekskavator akan dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.

“Langkah cepat yang dilakukan Polres Pidie Jaya ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang senantiasa berdiri bersama warga dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana,” pungkasnya.