Pukul Bedug, Kadis PMG Aceh Besar Resmikan Bazar Ramadhan dan Launching Meunasah Gampong Leu Ue

KOTA JANTHO ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pukul bedug menjadi penanda dimulainya Bazar Ramadhan serba seribu sekaligus launching pemakaian meunasah Gampong Leu Ue yang telah direhabilitasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan pita, serta kunjungan ke lapak pedagang takjil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Darul Imarah Hasrul Fuadi, SE, D
Kepala cabang PDAM Tirta Mountala Darul Imarah, Imuem Mukim Daroy Burhanuddin, perangkat gampong, masyarakat Gampong Leu Ue, serta mahasiswa KKN Abulyatama.

Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan bazar Ramadhan tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat Gampong Leu Ue. Bazar serba seribu ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menilai, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh atau pilot project bagi gampong lain di Aceh Besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

“Dengan adanya bazar ini, tentu dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Kita harapkan ini bisa ditiru oleh daerah lain,” tambahnya.

Penggagas kegiatan tersebut, Irwan Efendi Lubis, turut menyampaikan bahwa inisiatif Bazar Ramadhan dan program takjil murah lahir dari keinginannya untuk membantu masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di gampong selama bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum berbagi. Saya berharap melalui bazar ini masyarakat bisa saling membantu, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan takjil dengan harga terjangkau,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, melalui inisiatifnya disediakan 200 paket takjil setiap hari selama Ramadhan. Paket takjil yang biasanya dijual Rp 5.000 dapat dibeli masyarakat hanya Rp 1.000. Program ini berlangsung selama 30 hari dengan total donasi sekitar Rp 30 juta.

Tidak hanya itu, Irwan yang merupakan purnabakti Bank Indonesia juga turut mendonasikan dana sebesar Rp 50 juta untuk rehabilitasi Meunasah Gampong Leu Ue.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, mengungkapkan bahwa bazar tersebut berawal dari gagasan salah satu tokoh masyarakat yang ingin menghadirkan takjil serba seribu bagi warga. Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Awalnya hanya ide sederhana menyediakan takjil murah, namun berkat dukungan semua pihak, termasuk BUMG, kini bisa terlaksana dengan lebih baik,” jelas Yusri.

Selain peresmian bazar dan meunasah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan 100 sak semen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada Gampong Leu Ue. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kadis PMG Aceh Besar.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE, memberi sambutan pada peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, menyerahkan 100 sak semen secara simbolis kepada Imuem Meunasah Gampong Leu Ue di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, berbelanja secara simbolis saat peresmian Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kadis PMG Aceh Besar, Jakfar SP, M.Si, memukul bedug tanda dimulainya Bazar Ramadhan di Pasar Mini BUMG Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/2/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Hari Pertama Ramadhan, Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Jeunieb

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pada hari pertama Puasa Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M. M, meninjau langsung lokasi jembatan putus yang menghubungkan Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan sekaligus percepatan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey yang akan dikerjakan oleh Satuan Brimob Polda Aceh. Dalam peninjauan itu, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, Karo Log dan Dansat Brimob Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, menyampaikan bahwa kedatangan Kapolda bersama rombongan menggunakan Helikopter Jenis AW berangkat dari Banda Aceh.

Setiba di lokasi, rombongan Kapolda Aceh disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kapolsek Jeunieb, Camat Jeunieb, personel Polsek Jeunieb, Keuchik Meunasah Keutapang dan Meunasah Tambo, lanjut Kabid Humas

Menurut Kabid Humas, percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi harapan besar masyarakat terutama untuk memperlancar akses di kedua desa itu dan juga bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen pada umumnya.

Pasalnya, putusnya jembatan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu telah menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut, tambah Kabid Humas

Saat ini, di lokasi telah tersedia pondasi beton sebagai dasar pembangunan. Selanjutnya, proses pemasangan konstruksi jembatan Bailey akan segera dilakukan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan, sehingga arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Polda Aceh memastikan pembangunan jembatan darurat ini akan dilaksanakan secara maksimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, pungkas Kabid Humas

Hari Pertama Ramadhan, Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Jeunieb

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Pada hari pertama Puasa Ramadhan 1447 H, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M. M, meninjau langsung lokasi jembatan putus yang menghubungkan Desa Meunasah Tambo dan Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan sekaligus percepatan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey yang akan dikerjakan oleh Satuan Brimob Polda Aceh. Dalam peninjauan itu, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, Karo Log dan Dansat Brimob Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, S. I. K, menyampaikan bahwa kedatangan Kapolda bersama rombongan menggunakan Helikopter Jenis AW berangkat dari Banda Aceh.

Setiba di lokasi, rombongan Kapolda Aceh disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kapolsek Jeunieb, Camat Jeunieb, personel Polsek Jeunieb, Keuchik Meunasah Keutapang dan Meunasah Tambo, lanjut Kabid Humas

Menurut Kabid Humas, percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi harapan besar masyarakat terutama untuk memperlancar akses di kedua desa itu dan juga bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen pada umumnya.

Pasalnya, putusnya jembatan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu telah menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga yang bergantung pada akses jembatan tersebut, tambah Kabid Humas

Saat ini, di lokasi telah tersedia pondasi beton sebagai dasar pembangunan. Selanjutnya, proses pemasangan konstruksi jembatan Bailey akan segera dilakukan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan, sehingga arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Polda Aceh memastikan pembangunan jembatan darurat ini akan dilaksanakan secara maksimal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, pungkas Kabid Humas

Polda Aceh Patroli Udara dan Koordinasi Titik Koordinat dengan Polisi Darat Cegah Penananam Hingga Panen Ganja

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Polda Aceh bersama jajaran Polres meningkatkan upaya pencegahan penanaman hingga panen ganja di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh melalui patroli udara yang dipadukan dengan koordinasi cepat bersama personel di darat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pihaknya mengoptimalkan patroli melalui jalur udara untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang diduga menjadi area penanaman ganja.

“Apabila dalam patroli udara ditemukan area tanam hingga panen ganja, maka personel Polisi di darat akan segera menerima titik koordinat dari tim udara. Selanjutnya, Polisi di lapangan langsung bergerak mengamankan lokasi dan melakukan pemusnahan tanaman ganja tersebut,” ujar Kapolda Aceh.

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi fokus pencegahan meliputi Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan sehingga memerlukan pengawasan intensif dan berkelanjutan.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa sinergi antara patroli udara dan pergerakan cepat personel di darat merupakan langkah strategis untuk menekan peredaran dan produksi ganja sejak dari sumbernya.

“Dengan langkah ini, kami berkomitmen mewujudkan Aceh yang bebas dari tanaman ganja melalui upaya pencegahan, penindakan, dan pemusnahan secara konsisten,” pungkas Kapolda Aceh.

Polda Aceh Patroli Udara dan Koordinasi Titik Koordinat dengan Polisi Darat Cegah Penananam Hingga Panen Ganja

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 19-2-2026 Polda Aceh bersama jajaran Polres meningkatkan upaya pencegahan penanaman hingga panen ganja di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh melalui patroli udara yang dipadukan dengan koordinasi cepat bersama personel di darat.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pihaknya mengoptimalkan patroli melalui jalur udara untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang diduga menjadi area penanaman ganja.

“Apabila dalam patroli udara ditemukan area tanam hingga panen ganja, maka personel Polisi di darat akan segera menerima titik koordinat dari tim udara. Selanjutnya, Polisi di lapangan langsung bergerak mengamankan lokasi dan melakukan pemusnahan tanaman ganja tersebut,” ujar Kapolda Aceh.

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi fokus pencegahan meliputi Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan sehingga memerlukan pengawasan intensif dan berkelanjutan.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa sinergi antara patroli udara dan pergerakan cepat personel di darat merupakan langkah strategis untuk menekan peredaran dan produksi ganja sejak dari sumbernya.

“Dengan langkah ini, kami berkomitmen mewujudkan Aceh yang bebas dari tanaman ganja melalui upaya pencegahan, penindakan, dan pemusnahan secara konsisten,” pungkas Kapolda Aceh.

Irdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Lapangan Blang Padang, Bacakan Amanat Kasad

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 18–2-2026 Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., mewakili Pangdam Iskandar Muda, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan Upacara Bulanan yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Upacara tersebut diikuti oleh prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodam Iskandar Muda dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Pelaksanaan upacara bulanan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi serta penguatan komitmen seluruh personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Suasana upacara berlangsung tertib, mencerminkan semangat profesionalisme dan loyalitas seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Heri Purwanto membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Dalam amanatnya, Kasad mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, seluruh personel dapat mengikuti Upacara Bendera 17-an bulan Februari 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Kasad menegaskan bahwa upacara rutin yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap capaian kinerja sekaligus memperkuat disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab sebagai prajurit dan ASN TNI AD. Dua bulan perjalanan tahun 2026 disebut sebagai periode krusial karena menjadi awal realisasi berbagai program kerja di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari komando atas hingga prajurit di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas selama Tahun Anggaran 2025 disertai berbagai evaluasi dan catatan penyempurnaan menjadi bekal berharga bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk meningkatkan kualitas pengabdian di masa mendatang. Berbagai paparan bidang staf terkait rencana sasaran program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam forum Taklimat Awal, Rapim TNI AD, serta Rakernis diharapkan menjadi landasan kuat dalam menyelaraskan langkah dengan kebijakan komando atas.

Kasad juga menyampaikan bahwa citra positif TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat saat ini tetap terjaga dengan baik, terlebih dengan adanya kepercayaan pemerintah kepada TNI AD dalam membantu penanggulangan bencana di berbagai wilayah. Hal tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja keras kolektif seluruh prajurit dan ASN yang terus menunjukkan dedikasi serta komitmen dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Atas capaian kinerja kolektif yang telah ditorehkan sepanjang tahun 2025, Kasad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat. Ia berharap, perjalanan tugas ke depan senantiasa mendapat keberkahan, bimbingan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menutup amanatnya, Kasad memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh personel. Penekanan tersebut meliputi pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap langkah pengabdian, memperkuat soliditas internal maupun eksternal, terus menebarkan kebaikan serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial, meningkatkan kemampuan melalui belajar dan berlatih secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan penugasan, termasuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Melalui pelaksanaan upacara bulanan ini, diharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodam Iskandar Muda semakin memperkuat semangat pengabdian, menjaga profesionalisme, serta terus meningkatkan kualitas kinerja demi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan negara dan membantu masyarakat. Upacara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas tinggi.

Irdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Lapangan Blang Padang, Bacakan Amanat Kasad

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 18–2-2026 Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto, S.E., mewakili Pangdam Iskandar Muda, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan Upacara Bulanan yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Upacara tersebut diikuti oleh prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodam Iskandar Muda dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Pelaksanaan upacara bulanan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi serta penguatan komitmen seluruh personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Suasana upacara berlangsung tertib, mencerminkan semangat profesionalisme dan loyalitas seluruh peserta yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Heri Purwanto membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Dalam amanatnya, Kasad mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, seluruh personel dapat mengikuti Upacara Bendera 17-an bulan Februari 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Kasad menegaskan bahwa upacara rutin yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap capaian kinerja sekaligus memperkuat disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab sebagai prajurit dan ASN TNI AD. Dua bulan perjalanan tahun 2026 disebut sebagai periode krusial karena menjadi awal realisasi berbagai program kerja di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari komando atas hingga prajurit di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas selama Tahun Anggaran 2025 disertai berbagai evaluasi dan catatan penyempurnaan menjadi bekal berharga bagi seluruh jajaran TNI Angkatan Darat untuk meningkatkan kualitas pengabdian di masa mendatang. Berbagai paparan bidang staf terkait rencana sasaran program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam forum Taklimat Awal, Rapim TNI AD, serta Rakernis diharapkan menjadi landasan kuat dalam menyelaraskan langkah dengan kebijakan komando atas.

Kasad juga menyampaikan bahwa citra positif TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat saat ini tetap terjaga dengan baik, terlebih dengan adanya kepercayaan pemerintah kepada TNI AD dalam membantu penanggulangan bencana di berbagai wilayah. Hal tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja keras kolektif seluruh prajurit dan ASN yang terus menunjukkan dedikasi serta komitmen dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Atas capaian kinerja kolektif yang telah ditorehkan sepanjang tahun 2025, Kasad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat. Ia berharap, perjalanan tugas ke depan senantiasa mendapat keberkahan, bimbingan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menutup amanatnya, Kasad memberikan sejumlah penekanan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh personel. Penekanan tersebut meliputi pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap langkah pengabdian, memperkuat soliditas internal maupun eksternal, terus menebarkan kebaikan serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial, meningkatkan kemampuan melalui belajar dan berlatih secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan penugasan, termasuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.

Melalui pelaksanaan upacara bulanan ini, diharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodam Iskandar Muda semakin memperkuat semangat pengabdian, menjaga profesionalisme, serta terus meningkatkan kualitas kinerja demi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan negara dan membantu masyarakat. Upacara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas tinggi.

Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-2-2026 Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-2-2026 Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Serda Hazami Sampaikan Materi Rukun Puasa pada Malam Pertama Tarawih

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu malam 18-2-2026 Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui tugas pembinaan teritorial dan menjaga stabilitas keamanan, namun juga melalui kontribusi aktif dalam kegiatan keagamaan. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan ibadah Tarawih malam pertama bulan suci Ramadhan di Meunasah Al-Ikhlas, Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru.

Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Hazami yang sehari-hari menjabat sebagai Babinsa Koramil 03/Lhoknga, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam sekaligus menyampaikan taushiah kepada jamaah yang hadir. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh masyarakat setempat yang antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Usai melaksanakan shalat Isya dan sebelum pelaksanaan shalat Tarawih, Serda Hazami menyampaikan taushiah yang mengangkat tema tentang rukun puasa. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa rukun puasa merupakan unsur pokok dan pilar utama dalam menjalankan ibadah puasa, yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim agar ibadah yang dijalankan sah menurut syariat Islam.

Ia menegaskan bahwa apabila salah satu rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasa yang dilakukan dapat dianggap batal atau tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman tentang rukun puasa perlu dipahami dengan baik sejak awal Ramadhan agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan sempurna.

Dalam taushiahnya, Serda Hazami menjelaskan bahwa terdapat dua rukun utama puasa. Rukun pertama adalah membaca niat berpuasa, yaitu bentuk penegasan hati untuk menjalankan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak sah puasa seseorang apabila tidak berniat pada malam hari.

Ia juga menjelaskan bahwa niat puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha Ramadhan, nazar, maupun kafarat, dapat dilafalkan sejak masuk waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar. Sementara itu, untuk puasa sunnah, niat masih dapat dilakukan setelah terbit fajar sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Hazami turut membacakan lafaz niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Yang artinya: “Saya niat menjalankan ibadah puasa esok hari demi menunaikan fardu di bulan Ramadhan pada tahun ini hanya karena Allah SWT semata.”

Selanjutnya, rukun kedua yang dijelaskan adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal tersebut di antaranya makan dan minum dengan sengaja, melakukan hubungan suami istri di siang hari, muntah disengaja, haid, nifas, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa. Penjelasan ini diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batasan waktu dan aturan dalam menjalankan ibadah puasa.

Keuchiek Gampong Bitai, Zulfahmi, usai pelaksanaan shalat Tarawih menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Ia menuturkan bahwa sosok Serda Hazami dikenal aktif dan dekat dengan masyarakat, serta kerap diminta menjadi imam maupun memberikan taushiah di berbagai kesempatan keagamaan. Hal tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga serta meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan gampong.

Beliau juga mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya dalam memakmurkan meunasah selama bulan suci Ramadhan.

Bapak Zulfahmi berharap momentum Ramadhan tahun ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

Kegiatan ibadah pada malam tersebut berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, serta menjadi awal yang baik bagi masyarakat Gampong Bitai dalam menyambut dan menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat dan keikhlasan.