Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 25 Februari 2026 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Aceh melalui jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga ke pelosok Aceh.

BSI Agen merupakan perpanjangan tangan perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Melalui kanal ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat, khususnya bagi yang berada jauh dari kantor cabang BSI.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai Rp69 triliun, meningkat 27,20% secara tahunan (YoY). Sementara itu, jumlah agen juga tumbuh rata-rata sekitar 5% setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung menjadi agen sebagai sumber pendapatan tambahan.

BSI Agen melayani berbagai transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, setor tunai, dan transfer antar rekening BSI maupun bank lain. Selain itu, tersedia pula layanan pembelian dan pembayaran, top up e-wallet, referensi gadai dan cicil emas, hingga pembukaan serta pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menjelaskan bahwa penguatan jaringan agen merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperdalam literasi dan inklusi perbankan syariah. “BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas agen yang telah beroperasi merupakan pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Hal ini menunjukkan bahwa BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Proses pendaftarannya pun relatif mudah bagi masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, cukup melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Program Apresiasi Agen
Untuk mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan semangat para agen, BSI juga menyelenggarakan Festival Akhir Tahun BSI Agen pada periode November–Desember 2025. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada periode tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para agen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan program apresiasi berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Babinsa Koramil 03/Lhoknga Beri Materi Pengurusan Jenazah di SMA Fajar Hidayah Aceh Besar

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kewajiban umat Islam dalam pengurusan jenazah, Babinsa Ramil 03/Lhoknga Kodim 0101/KBA, Serda Hazami memberikan materi sekaligus praktik Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) kepada para siswa SMA Fajar Hidayah yang berlokasi di Jalan Bandara SIM Km 14,5, Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Fajar Hidayah, Bapak Afwadi, M.Pd., beserta para dewan guru dan siswa. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Babinsa dalam memberikan pembinaan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.

Serda Hazami menjelaskan bahwa Tajhizul Jenazah merupakan serangkaian proses pengurusan jenazah dalam Islam yang hukumnya fardhu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Namun demikian, pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah tetap penting untuk dimiliki setiap muslim agar dapat melaksanakannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Serda Hazami menguraikan empat tahapan utama dalam Tajhizul Jenazah. Tahap pertama adalah memandikan jenazah, yaitu membersihkan seluruh tubuh jenazah dari hadas dan najis dengan tetap menjaga aurat serta dilakukan oleh keluarga terdekat atau orang yang amanah dan memahami tata caranya. Tahap kedua adalah mengkafani jenazah dengan kain kafan berwarna putih yang menutup seluruh tubuh, sekurang-kurangnya menutup aurat.

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menshalatkan jenazah melalui shalat jenazah yang dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud, serta dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Tahap terakhir adalah menguburkan jenazah dengan meletakkannya di dalam liang lahat dan menghadapkannya ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah.

Tidak hanya menyampaikan teori, Serda Hazami juga memandu praktik langsung tata cara pengurusan jenazah menggunakan alat peraga. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari simulasi memandikan hingga mengkafani jenazah. Melalui praktik ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan Kodim 0101/KBA dalam rangka membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Dengan adanya pembekalan materi dan praktik Tajhizul Jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Fajar Hidayah memiliki pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam, sehingga mampu mengimplementasikannya secara baik dan benar di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.

Rapim Polda Aceh 2026 Ditutup Wakapolda Aceh, Tegaskan Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Soliditas

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Rabu 25-2-2026 Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026 resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaannya di Hotel The Pade.

Penutupan kegiatan dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S. I. K, mewakili Kapolda Aceh, didampingi para Pejabat Utama (PJU), serta diikuti para Kapolres dan pejabat satuan kerja jajaran sebagai peserta Rapim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri dan Rapim Polri Tahun 2026 di tingkat pusat. Melalui forum strategis ini, jajaran Polda Aceh menegaskan komitmen dan kesiapan penuh dalam mengamankan serta menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Wakapolda Aceh dalam arahannya menegaskan bahwa Rapim menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah operasional di wilayah hukum Polda Aceh dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah dan pimpinan Polri.

“Seluruh Kapolres dan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan pembinaan anggota secara melekat, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Wakapolda Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai krusial dalam memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program prioritas nasional di Aceh, sambung Wakapolda.

Selain itu, peningkatan profesionalisme, responsivitas, dan kualitas pelayanan publik menjadi atensi khusus dalam Rapim kali ini. Hal tersebut diyakini sebagai kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Rapim diisi dengan pemaparan program kerja, evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk tahun 2026. Untuk memperkaya perspektif kebijakan, kegiatan juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi hukum dan pakar penanganan bencana, lanjutnya.

Melalui Rapim Polda Aceh Tahun 2026 ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas ke depan, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Aceh, jelasnya lagi.

Kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan tugas jajaran Polda Aceh ke depan, pungkas Wakapolda Aceh.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Tradisi Peusejuek tandai selesainya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh, Kab. Aceh Utara

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Selasa 24-2-2026 Suasana khidmat dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan pesejuk sekaligus peresmian Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,Jembatan tersebut menjadi sarana penghubung vital antara Desa Gampong Tengoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan Desa Blang Gurun, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma sebagai wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.

Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu, Danramil 19/Sawang beserta delapan anggota, Danki Yonzipur 5/ABW bersama sepuluh personel, Sekcam Sawang Muslim, S.Sos, Keuchik Gampong Tengoh M. Jakfar, para tokoh masyarakat, serta sekitar 25 warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ritual pesejuk yang dipimpin oleh imam desa setempat. Tradisi adat Aceh ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan agar jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang menggunakannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan doa bersama, memohon agar jembatan tersebut senantiasa kokoh, aman, dan membawa kebaikan bagi generasi mendatang.

Sebagai simbol resmi difungsikannya jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba melintas menggunakan kendaraan roda dua serta berjalan kaki oleh para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka untuk pertama kalinya melintasi jembatan secara bersama-sama dengan penuh rasa bangga dan haru.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Gampong Tengoh menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada TNI AD, khususnya kepada prajurit Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 17/AD, yang telah mencurahkan tenaga, waktu, serta pikiran demi terwujudnya jembatan gantung ini. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya akses penyeberangan cukup sulit dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman.

Keuchik Gampong Tengoh dalam sambutannya berharap agar jembatan yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh seluruh masyarakat sehingga tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Kegiatan pesejuk dan peresmian Jembatan Gantung Garuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempertegas komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah.