Jembatan Bailey Bener Pepanyi Rampung, Akses Lintas KKA – Bener Meriah Normal

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 Pembangunan Jembatan Bailey yang berlokasi di Desa Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah, pada ruas lintas KKA yang menghubungkan Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, telah rampung dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal). Jembatan tersebut kini telah dapat digunakan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Jembatan Bailey Bener Pepanyi dibangun dengan tipe 1-1 SSR dengan panjang 30 meter atau 10 petak SSR. Pembangunan jembatan ini melibatkan personel gabungan dari Satuan Yonzipur 9/Lang Lang Bhuwana dan Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, yang bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan akses transportasi pascabencana.

Rampungnya pembangunan jembatan Bailey ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat. Pasalnya, sebelum jembatan tersebut dibangun, akses transportasi di jalur vital ini sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh bencana alam. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sosial, pendidikan, serta perekonomian masyarakat.

Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey, mobilitas warga kini kembali berjalan normal. Jalur penghubung antardaerah yang sebelumnya terhambat, kini dapat dilalui kembali, sehingga arus transportasi orang dan barang menjadi lebih lancar.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Bailey ini merupakan langkah cepat dan strategis sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey ini, akses transportasi yang sebelumnya terputus kini telah kembali normal. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara lancar,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa jembatan Bailey dibangun sebagai solusi sementara yang efektif, khususnya untuk menggantikan fungsi jembatan permanen yang rusak, sekaligus memastikan jalur utama tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
“Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga, distribusi logistik, serta mendukung roda perekonomian masyarakat di wilayah Bener Pepanyi dan sekitarnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat Desa Bener Pepanyi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas Gulbencal serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan Bailey tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan pulihnya kembali akses di ruas lintas KKA yang selama ini menjadi jalur penting penghubung antarwilayah.

Menurut warga, berfungsinya kembali jembatan ini memberikan harapan baru bagi percepatan pemulihan ekonomi pascabencana. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umum kini dapat kembali berjalan dengan normal.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Bailey Bener Pepanyi, diharapkan stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.

TNI dan Warga Gotong Royong bangun Jembatan Darurat di Desa Termiara, Aceh Tamiang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-2-2026 Dalam rangka memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan infrastruktur desa, anggota Koramil 08/Silih Nara, Kodim 0106/Aceh Tengah, bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka, serta masyarakat Desa Termiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan jembatan darurat, beberapa waktu lalu.

Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan sebagai solusi sementara untuk membuka kembali akses penghubung antara Dusun IV menuju Dusun III Desa Termiara. Selama ini, jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti keperluan bekerja, pendidikan, pertanian, hingga mobilitas sosial lainnya. Kondisi jembatan yang sebelumnya rusak menyulitkan warga dan berpotensi menghambat roda perekonomian desa.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Sertu Novri Ifindi bersama Lettu Hayat Nasution, serta didukung penuh oleh Reje Desa Termiara. Sejak awal pengerjaan, seluruh unsur yang terlibat terlihat bahu-membahu, mulai dari pengangkutan dan persiapan material, pembersihan lokasi, hingga pemasangan konstruksi jembatan darurat secara bertahap.

Sertu Novri Ifindi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai mitra rakyat dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap akses masyarakat dapat kembali lancar. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Sertu Novri.

Hal senada disampaikan Lettu Hayat Nasution yang menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia menilai bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan modal utama dalam membangun desa, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Sementara itu, Reje Desa Termiara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan darurat tersebut. Ia berharap jembatan ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga dan menjadi solusi sementara sebelum adanya pembangunan jembatan permanen dari pemerintah terkait.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dan kepedulian TNI. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus bergotong royong membangun desa,” ungkapnya.

Salah seorang warga Dusun IV, Hasan (45), turut menyampaikan pendapatnya terkait pembangunan jembatan darurat ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya akses penghubung tersebut.
“Kalau jembatan ini sudah bisa dilewati, kami tidak perlu memutar jauh lagi. Anak-anak juga lebih aman berangkat ke sekolah. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tidak hanya kebutuhan infrastruktur desa yang terbantu, tetapi juga terbangun semangat kebersamaan, kekompakan, dan sinergi antara TNI dan masyarakat. Gotong royong menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan solusi bagi kepentingan bersama serta memperkuat persatuan dalam membangun desa.

Wagub Lakukan Peninjauan Wahana Manasik Pesawat Pertama di Indonesia

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meninjau langsung progres pembangunan pesawat Boeing 737 non-operasional yang ditempatkan di kawasan Asrama Haji Aceh,  Pesawat tersebut dipersiapkan sebagai wahana simulasi perjalanan udara bagi calon jamaah haji dan umrah, sekaligus digadang menjadi wahana manasik berbasis pesawat pertama di Indonesia.

Dalam peninjauan itu, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa pembangunan wahana ini memiliki nilai historis dan simbolik bagi Aceh, mengingat peran daerah ini dalam sejarah penerbangan nasional yang tidak terlepas dari pengorbanan para pendahulu demi kepentingan bangsa.

Selain itu, kehadiran wahana pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kenyamanan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia serta mereka yang belum memiliki pengalaman naik pesawat, sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Seluruh jamaah umrah dari Aceh nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji. Manasik dilakukan di sini, pemeriksaan x-ray di sini, cap paspor di sini, lalu jamaah langsung naik bus menuju pesawat. Dengan sistem ini, jamaah umrah dari Aceh bisa merasakan pengalaman seperti berhaji,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efisien, hemat waktu, dan ramah lansia, sekaligus menciptakan alur layanan terpadu yang modern dan profesional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Aceh.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Wilayah Aceh, Nano Setiawan, menyampaikan bahwa wahana pesawat Boeing 737 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana manasik, tetapi juga sebagai media edukasi penerbangan bagi jamaah umrah. Ia berharap calon jamaah dapat memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Aceh yang kini semakin representatif agar lebih siap dan nyaman sebelum keberangkatan.

Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan ibadah, wahana pesawat ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang mampu mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Asrama Haji Aceh.

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh General Manager Garuda Indonesia Aceh Nano Setiawan, Kepala UPT Asrama Haji Aceh Irsyadi, S.E., Ak., M.Si., serta perwakilan vendor pembangunan dari PT Naka Avia Sakti, Sukandar.

Wagub Lakukan Peninjauan Wahana Manasik Pesawat Pertama di Indonesia

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meninjau langsung progres pembangunan pesawat Boeing 737 non-operasional yang ditempatkan di kawasan Asrama Haji Aceh,  Pesawat tersebut dipersiapkan sebagai wahana simulasi perjalanan udara bagi calon jamaah haji dan umrah, sekaligus digadang menjadi wahana manasik berbasis pesawat pertama di Indonesia.

Dalam peninjauan itu, Wakil Gubernur Aceh menegaskan bahwa pembangunan wahana ini memiliki nilai historis dan simbolik bagi Aceh, mengingat peran daerah ini dalam sejarah penerbangan nasional yang tidak terlepas dari pengorbanan para pendahulu demi kepentingan bangsa.

Selain itu, kehadiran wahana pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kenyamanan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia serta mereka yang belum memiliki pengalaman naik pesawat, sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Seluruh jamaah umrah dari Aceh nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji. Manasik dilakukan di sini, pemeriksaan x-ray di sini, cap paspor di sini, lalu jamaah langsung naik bus menuju pesawat. Dengan sistem ini, jamaah umrah dari Aceh bisa merasakan pengalaman seperti berhaji,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efisien, hemat waktu, dan ramah lansia, sekaligus menciptakan alur layanan terpadu yang modern dan profesional.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Aceh.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Wilayah Aceh, Nano Setiawan, menyampaikan bahwa wahana pesawat Boeing 737 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana manasik, tetapi juga sebagai media edukasi penerbangan bagi jamaah umrah. Ia berharap calon jamaah dapat memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Aceh yang kini semakin representatif agar lebih siap dan nyaman sebelum keberangkatan.

Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan ibadah, wahana pesawat ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang mampu mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Asrama Haji Aceh.

Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh General Manager Garuda Indonesia Aceh Nano Setiawan, Kepala UPT Asrama Haji Aceh Irsyadi, S.E., Ak., M.Si., serta perwakilan vendor pembangunan dari PT Naka Avia Sakti, Sukandar.

Danrem 173/PVB Bersama Dansatgas Yonif 112/DJ Tebar Kepedulian dan Berbagi Kasih di Pedalaman Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Sabtu 31-1-2026 Kepedulian dan sentuhan kemanusiaan kembali ditunjukkan TNI di Tanah Papua. Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda bersama Komandan Satgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto menebar kasih dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat Kampung Kalome, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Kegiatan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja Danrem 173/PVB selaku Dankolakops ke wilayah pedalaman Papua Tengah. Didampingi Kasiintel Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Yudi Suradi, rombongan meninjau langsung progres pembangunan jembatan di Kampung Kalome yang menjadi sarana penting bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Danrem 173/PVB juga mengunjungi Pos Kalome dan Pos Tinggi Nambut Satgas Yonif 112/DJ. Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan serta membantu masyarakat di wilayah Papua Tengah.

“Prajurit TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, memahami kesulitan mereka, serta menjadi bagian dari solusi. Kehadiran TNI di Papua adalah untuk membawa rasa aman, harapan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Danrem.

Sebagai wujud kepedulian, Danrem 173/PVB bersama Dansatgas Yonif 112/DJ menyerahkan tali asih berupa bingkisan sembako kepada warga serta makanan kepada anak-anak di sekitar Pos Kalome. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak jelas saat prajurit berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak yang menyambut dengan senyum dan tawa ceria.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Kalome, Bapak Yonas Weya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh TNI.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah datang melihat kami langsung di kampung ini. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran TNI membuat kami merasa aman dan tidak sendiri,” tuturnya.

Kegiatan berbagi kasih ini menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir di Papua tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan humanis dan aksi nyata di lapangan, TNI terus berkomitmen mendukung pembangunan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Perkuat Kompetensi Personel, Polres Pidie Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Reserse Narkoba

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika, Polres Pidie menggelar Pelatihan Kepolisian Fungsi Teknis Reserse Narkoba yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK, MH., yang mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Dalam sambutannya, Wakapolres Pidie menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan bagi personel Reserse Narkoba merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar, seiring dengan semakin dinamis dan kompleksnya tantangan penegakan hukum di bidang narkotika.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap, responsif, dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, serta mampu menangani perkara secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Wakapolres.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan institusi Polri dalam mewujudkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pidie Iptu Syahrul Akhyar, SE. menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel Satresnarkoba Polres Pidie sebagai bagian dari upaya penyamaan persepsi dan peningkatan kualitas kinerja penyidik.

Adapun materi pelatihan meliputi peran penyidik dalam transformasi Polri, isu-isu strategis dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru, proses penyelidikan dan penyidikan pidana berdasarkan ketentuan terbaru, serta penyamaan persepsi dalam pemidanaan tindak pidana narkotika. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif guna memudahkan pemahaman serta implementasi di lapangan, ujar Kasat Resnarkoba

Perkuat Kompetensi Personel, Polres Pidie Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Reserse Narkoba

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika, Polres Pidie menggelar Pelatihan Kepolisian Fungsi Teknis Reserse Narkoba yang berlangsung di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK, MH., yang mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK.

Dalam sambutannya, Wakapolres Pidie menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan pembaruan pengetahuan bagi personel Reserse Narkoba merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar, seiring dengan semakin dinamis dan kompleksnya tantangan penegakan hukum di bidang narkotika.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap, responsif, dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, serta mampu menangani perkara secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Wakapolres.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan institusi Polri dalam mewujudkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan, demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pidie Iptu Syahrul Akhyar, SE. menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh seluruh personel Satresnarkoba Polres Pidie sebagai bagian dari upaya penyamaan persepsi dan peningkatan kualitas kinerja penyidik.

Adapun materi pelatihan meliputi peran penyidik dalam transformasi Polri, isu-isu strategis dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru, proses penyelidikan dan penyidikan pidana berdasarkan ketentuan terbaru, serta penyamaan persepsi dalam pemidanaan tindak pidana narkotika. Seluruh materi disampaikan secara aplikatif guna memudahkan pemahaman serta implementasi di lapangan, ujar Kasat Resnarkoba

Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh Rampung, Akses Warga Pulih

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Pepayungan Angkup, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Roteh, resmi rampung 100 persen Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Yon Zipur 16/DA bersama Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah Kodam Iskandar Muda, sebagai wujud nyata peran TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah pedesaan.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki spesifikasi tipe 2-1, dengan panjang 24 meter yang terdiri dari 8 petak, serta dikerjakan sepenuhnya oleh personel Yon Zipur 16/DA dan Kodim 0106/Aceh Tengah. Konstruksi jembatan rangka baja ini dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus transportasi masyarakat, khususnya sebagai penghubung utama antar dua desa yang sebelumnya sempat terisolasi akibat kerusakan jembatan lama.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Pepayungan Angkup dan Desa Roteh. Sebelumnya, kerusakan jembatan lama menyebabkan terputusnya akses utama antarwilayah, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur pascakeadaan darurat. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran aktivitas perekonomian sehari-hari.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Walaupun bersifat sementara, Jembatan Bailey ini dirancang dengan konstruksi rangka baja yang kuat dan memenuhi standar keselamatan, sehingga aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pembangunan, aspek keselamatan personel dan kekuatan struktur menjadi perhatian utama,” ujar Dandim.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TNI juga menjalin koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Masyarakat Desa Pepayungan Angkup menyambut positif rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukur karena kini akses antar desa kembali normal. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan selesai dibangun, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, menjalankan aktivitas perdagangan, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh ini, diharapkan aktivitas masyarakat antar desa dapat kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak. Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh Rampung, Akses Warga Pulih

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Pepayungan Angkup, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Roteh, resmi rampung 100 persen Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Yon Zipur 16/DA bersama Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah Kodam Iskandar Muda, sebagai wujud nyata peran TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah pedesaan.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki spesifikasi tipe 2-1, dengan panjang 24 meter yang terdiri dari 8 petak, serta dikerjakan sepenuhnya oleh personel Yon Zipur 16/DA dan Kodim 0106/Aceh Tengah. Konstruksi jembatan rangka baja ini dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus transportasi masyarakat, khususnya sebagai penghubung utama antar dua desa yang sebelumnya sempat terisolasi akibat kerusakan jembatan lama.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Pepayungan Angkup dan Desa Roteh. Sebelumnya, kerusakan jembatan lama menyebabkan terputusnya akses utama antarwilayah, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur pascakeadaan darurat. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran aktivitas perekonomian sehari-hari.

Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Walaupun bersifat sementara, Jembatan Bailey ini dirancang dengan konstruksi rangka baja yang kuat dan memenuhi standar keselamatan, sehingga aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pembangunan, aspek keselamatan personel dan kekuatan struktur menjadi perhatian utama,” ujar Dandim.

Dalam pelaksanaannya, Satgas TNI juga menjalin koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Masyarakat Desa Pepayungan Angkup menyambut positif rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukur karena kini akses antar desa kembali normal. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan selesai dibangun, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun, menjalankan aktivitas perdagangan, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Pepayungan Angkup–Roteh ini, diharapkan aktivitas masyarakat antar desa dapat kembali berjalan normal dan roda perekonomian masyarakat semakin bergerak. Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yon Zipur 16/DA Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Kodim 0102/Pidie, Polres , Pemda & DLHK Aceh Tanam 1.000 Pohon di DAS Krueng Seunong Pidie Jaya

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 30-1-2026 Upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan secara berkelanjutan melalui aksi nyata penghijauan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak banjir.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan secara simbolis di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aksi ini menjadi langkah strategis jangka panjang dalam rangka pemulihan ekosistem, peningkatan daya dukung lingkungan, serta upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Penanaman 1.000 pohon ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan secara terencana pascabencana banjir di wilayah Pidie Jaya. Program ini diinisiasi langsung oleh Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus keselamatan masyarakat di wilayah binaan.

Kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi lintas sektor antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta dukungan penuh dari DLHK Provinsi Aceh. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie, personel Yonif 836/BY, Yonif TP 857/GG, Yonarmed 17/Rencong Cakti, perwakilan dinas terkait, relawan, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang secara bersama-sama terlibat dalam proses penanaman.

Aksi penghijauan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting tingkat provinsi dan kabupaten, di antaranya Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala BP DAS Krueng Aceh Darmawan Aji Wibowo, S.Hut., M.Sc., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir Jailani, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., Danyonif TP 836/BY Letkol Inf Faishal Rizal, S.H., para Danramil jajaran Kodim 0102/Pidie, kepala dinas lintas sektor, camat, serta para keuchik dari desa-desa setempat.

Dalam sambutannya, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa penanaman pohon keras di kawasan DAS merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam rangka mempercepat pemulihan lingkungan serta mencegah potensi abrasi dan bencana susulan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan penanaman 1.000 pohon keras, di antaranya mangga, durian, mahoni, sentang, serta beberapa jenis lainnya di sepanjang daerah aliran sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan kembali wilayah terdampak banjir, memperkuat bantaran sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta sebagai langkah mitigasi abrasi dan pencegahan banjir ke depan,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa program penghijauan tersebut tidak hanya berhenti di Desa Seunong, namun akan berlanjut ke desa-desa lain yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Ke depan, akan dilakukan penanaman ribuan bibit durian lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

“Kami berharap manfaat dari program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, tidak hanya untuk kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas oleh Kodim 0102/Pidie. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program rehabilitasi DAS serta pemulihan lingkungan pascabencana yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

“Kami dari DLHK Provinsi Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan gagasan yang sangat positif dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas, khususnya dalam pemulihan lingkungan dan upaya penghijauan pascabencana. Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat dan menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi. Ia menilai langkah yang diambil Kodim 0102/Pidie merupakan kontribusi nyata dalam penanganan dampak banjir serta pemulihan lingkungan di wilayah Pidie Jaya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0102/Pidie dan seluruh pihak yang terlibat. Namun setelah penanaman ini, peran masyarakat sangat penting untuk menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegas Bupati.

Melalui aksi penanaman 1.000 pohon ini, diharapkan pemulihan ekosistem DAS di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan secara optimal, menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang, serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang.