Prajurit TNI Bersihkan dan Renovasi SDN 19 Tanah Jambo Aye Aceh Utara Pascabanjir

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana banjir. Personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye Kodim 0103/Aceh Utara, bersama personel BKO dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya, turun langsung membersihkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye yang lumpuh total akibat timbunan lumpur sisa material banjir yang terjadi sekitar dua bulan lalu.

Sekolah tersebut sebelumnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena halaman hingga ruang-ruang kelas tertutup lumpur tebal. Kondisi ini membuat proses pendidikan para siswa terhenti, sehingga diperlukan langkah cepat dan terpadu untuk memulihkan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Dengan penuh semangat pengabdian, para prajurit TNI AD berjibaku di tengah lumpur yang menutupi area sekolah. Mereka bekerja bahu-membahu mengangkat material banjir, membersihkan ruang kelas, serta menata kembali lingkungan sekolah. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yang terdampak langsung bencana alam.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel TNI mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator mini untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dan material banjir. Selain itu, satu unit tangki air juga digunakan untuk menyemprot dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di lantai, dinding, dan fasilitas sekolah lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terencana agar hasil pembersihan maksimal serta aman bagi bangunan sekolah.

Tidak hanya fokus pada pembersihan, personel TNI juga melaksanakan renovasi sarana dan prasarana sekolah guna mempercepat pemulihan fungsi bangunan. Renovasi yang dilakukan meliputi pengecatan enam ruang kelas, perbaikan plafon yang rusak akibat terendam air, pembenahan bangunan toilet, serta penataan kembali halaman sekolah agar lebih rapi dan layak digunakan. Seluruh pekerjaan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah.

Hingga hari ketujuh pelaksanaan kegiatan, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen dan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Personel gabungan dari Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan satuan Zeni TNI AD bekerja secara bergiliran dan terkoordinasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Kegiatan renovasi dan pembersihan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan, sehingga Sekolah Dasar Negeri 19 Tanah Jambo Aye dapat kembali digunakan dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal seperti sedia kala. Diharapkan, setelah proses ini selesai, para siswa dapat kembali menimba ilmu dengan nyaman dan aman tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.

Di sela-sela kegiatan, Danramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa pengerjaan renovasi dan pembersihan telah berlangsung sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap ditanamkan semangat untuk bekerja maksimal dalam membantu masyarakat, khususnya demi kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

“Pengerjaan ini sudah berjalan sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Kami tetap menanamkan semangat kepada seluruh personel untuk bekerja maksimal membantu masyarakat, khususnya anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah. Kami berharap fasilitas pendidikan ini bisa segera digunakan kembali,” ujar Danramil 14/Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD, khususnya Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan personel Zeni TNI AD, atas bantuan yang telah diberikan. Menurut pihak sekolah, tanpa dukungan dan kerja keras dari TNI, proses pembersihan dan renovasi sekolah tentu akan memakan waktu lebih lama dan menghambat kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membersihkan dan merenovasi sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, para guru, dan terutama bagi para siswa yang sudah lama tidak dapat belajar di sekolah. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap salah satu perwakilan pihak sekolah.

Diharapkan, melalui sinergi antara TNI, pihak sekolah, dan masyarakat setempat, proses pemulihan pascabanjir di wilayah Tanah Jambo Aye dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Aceh Utara yang lebih tangguh dan sejahtera pascabanjir.

Prajurit TNI Bersihkan dan Renovasi SDN 19 Tanah Jambo Aye Aceh Utara Pascabanjir

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 26-1-2026 Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana banjir. Personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye Kodim 0103/Aceh Utara, bersama personel BKO dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya, turun langsung membersihkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanah Jambo Aye yang lumpuh total akibat timbunan lumpur sisa material banjir yang terjadi sekitar dua bulan lalu.

Sekolah tersebut sebelumnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena halaman hingga ruang-ruang kelas tertutup lumpur tebal. Kondisi ini membuat proses pendidikan para siswa terhenti, sehingga diperlukan langkah cepat dan terpadu untuk memulihkan fungsi sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Dengan penuh semangat pengabdian, para prajurit TNI AD berjibaku di tengah lumpur yang menutupi area sekolah. Mereka bekerja bahu-membahu mengangkat material banjir, membersihkan ruang kelas, serta menata kembali lingkungan sekolah. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yang terdampak langsung bencana alam.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel TNI mengerahkan alat berat berupa satu unit ekskavator mini untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dan material banjir. Selain itu, satu unit tangki air juga digunakan untuk menyemprot dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di lantai, dinding, dan fasilitas sekolah lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terencana agar hasil pembersihan maksimal serta aman bagi bangunan sekolah.

Tidak hanya fokus pada pembersihan, personel TNI juga melaksanakan renovasi sarana dan prasarana sekolah guna mempercepat pemulihan fungsi bangunan. Renovasi yang dilakukan meliputi pengecatan enam ruang kelas, perbaikan plafon yang rusak akibat terendam air, pembenahan bangunan toilet, serta penataan kembali halaman sekolah agar lebih rapi dan layak digunakan. Seluruh pekerjaan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah.

Hingga hari ketujuh pelaksanaan kegiatan, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 40 persen dan terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Personel gabungan dari Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan satuan Zeni TNI AD bekerja secara bergiliran dan terkoordinasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Kegiatan renovasi dan pembersihan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan, sehingga Sekolah Dasar Negeri 19 Tanah Jambo Aye dapat kembali digunakan dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal seperti sedia kala. Diharapkan, setelah proses ini selesai, para siswa dapat kembali menimba ilmu dengan nyaman dan aman tanpa harus khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah.

Di sela-sela kegiatan, Danramil 14/Tanah Jambo Aye menyampaikan bahwa pengerjaan renovasi dan pembersihan telah berlangsung sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap ditanamkan semangat untuk bekerja maksimal dalam membantu masyarakat, khususnya demi kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

“Pengerjaan ini sudah berjalan sekitar satu minggu dengan progres mencapai 40 persen. Kami tetap menanamkan semangat kepada seluruh personel untuk bekerja maksimal membantu masyarakat, khususnya anak-anak agar dapat segera kembali bersekolah. Kami berharap fasilitas pendidikan ini bisa segera digunakan kembali,” ujar Danramil 14/Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD, khususnya Koramil 14/Tanah Jambo Aye dan personel Zeni TNI AD, atas bantuan yang telah diberikan. Menurut pihak sekolah, tanpa dukungan dan kerja keras dari TNI, proses pembersihan dan renovasi sekolah tentu akan memakan waktu lebih lama dan menghambat kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membersihkan dan merenovasi sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, para guru, dan terutama bagi para siswa yang sudah lama tidak dapat belajar di sekolah. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap salah satu perwakilan pihak sekolah.

Diharapkan, melalui sinergi antara TNI, pihak sekolah, dan masyarakat setempat, proses pemulihan pascabanjir di wilayah Tanah Jambo Aye dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga demi mewujudkan Aceh Utara yang lebih tangguh dan sejahtera pascabanjir.

UKT Wadokai Aceh 2026 Berlangsung Sukses di Stadion Harapan Bangsa

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Perguruan Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tahun 2026 yang berlangsung di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai dojo yang tersebar di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ujian Kenaikan Tingkat tersebut merupakan agenda rutin organisasi sebagai bagian dari proses pembinaan, evaluasi kemampuan, serta peningkatan kualitas teknik para karateka. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta mampu menunjukkan perkembangan keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai dasar karate-do yang menjunjung tinggi sportivitas, etika, dan semangat pantang menyerah.

Para peserta mengikuti ujian sesuai dengan jenjang sabuk masing-masing, mulai dari kenaikan tingkat sabuk putih menuju sabuk kuning, sabuk kuning menuju sabuk hijau, sabuk hijau menuju sabuk biru, sabuk biru menuju sabuk coklat, hingga sabuk coklat menuju sabuk hitam. Seluruh tahapan ujian dilaksanakan dengan standar penilaian yang ketat dan objektif, meliputi penguasaan teknik dasar, kata, kumite, serta sikap mental dan disiplin.

Ketua Umum Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh, Hasballah, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UKT bukan sekadar ajang untuk naik tingkat sabuk, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan mental para atlet. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dalam setiap proses pembinaan.

“Melalui ujian kenaikan tingkat ini, kami ingin memastikan bahwa setiap karateka tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga memiliki sikap mental yang tangguh, beretika, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Hasballah.

Sementara itu, Ketua Majelis Sabuk Hitam Wadokai Aceh, Sihan Fauzi, menjelaskan bahwa seluruh penguji yang ditugaskan merupakan instruktur berpengalaman dan bersertifikat, sehingga proses penilaian dapat berjalan secara profesional dan transparan. Ia juga mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan sportivitas.

“Kami berharap para karateka yang lulus ujian ini dapat terus meningkatkan prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, serta membawa nama baik Wadokai Aceh,” ungkap Fauzi.

Kegiatan UKT Wadokai Karate-Do Indonesia Banda Aceh dan Aceh Besar Tahun 2026 ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Selain sebagai ajang evaluasi kemampuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar-dojo serta memperkuat soliditas organisasi dalam membina generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berprestasi melalui olahraga bela diri karate.

Kodim 0106/Aceh Tengah Bersihkan SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Personel Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing yang berlokasi di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemulihan pascabencana alam tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dipenuhi lumpur, sementara beberapa bangunan sekolah lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa, sehingga diperlukan penanganan cepat agar kegiatan sekolah dapat segera kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan yang dilakukan oleh personel Satgas Kodim bersama masyarakat setempat. Kehadiran Dandim bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perbantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas umum di wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana, seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa pembersihan lanjutan di SD Negeri 11 Pegasing dilakukan untuk memastikan ruang-ruang kelas dapat segera difungsikan kembali. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa tidak terus tertunda dan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami membantu pembersihan lanjutan agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali. Harapannya, proses belajar mengajar bisa berjalan normal. Melalui aksi ini, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam,” lanjutnya.

Kegiatan pembersihan tersebut meliputi pengangkutan lumpur dari dalam dan sekitar ruang kelas, pembersihan halaman sekolah, serta penataan kembali area yang terdampak. Personel Satgas Kodim bekerja secara bergotong royong bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Pihak sekolah dan masyarakat Desa Tebuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka berharap kegiatan pemulihan ini dapat segera rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas pendidikan di wilayah Pegasing dapat segera pulih, serta menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana alam.

Kodim 0106/Aceh Tengah Bersihkan SD Negeri 11 Pegasing, Aceh Tengah

Takengon ( Aceh dalam berita ) Minggu 25-1-2026 Personel Kodim 0106/Aceh Tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lanjutan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 11 Pegasing yang berlokasi di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemulihan pascabencana alam tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Bencana longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dipenuhi lumpur, sementara beberapa bangunan sekolah lainnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas pendidikan para siswa, sehingga diperlukan penanganan cepat agar kegiatan sekolah dapat segera kembali normal.
Dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan yang dilakukan oleh personel Satgas Kodim bersama masyarakat setempat. Kehadiran Dandim bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perbantuan TNI kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan pemulihan fasilitas umum.

“Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada fasilitas umum di wilayah Aceh Tengah yang terdampak bencana, seperti sekolah dan jembatan. Target kami jelas, yakni agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Dandim.

Ia menambahkan bahwa pembersihan lanjutan di SD Negeri 11 Pegasing dilakukan untuk memastikan ruang-ruang kelas dapat segera difungsikan kembali. Dengan demikian, proses belajar mengajar para siswa tidak terus tertunda dan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami membantu pembersihan lanjutan agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali. Harapannya, proses belajar mengajar bisa berjalan normal. Melalui aksi ini, TNI terus menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana alam,” lanjutnya.

Kegiatan pembersihan tersebut meliputi pengangkutan lumpur dari dalam dan sekitar ruang kelas, pembersihan halaman sekolah, serta penataan kembali area yang terdampak. Personel Satgas Kodim bekerja secara bergotong royong bersama warga, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Pihak sekolah dan masyarakat Desa Tebuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh TNI. Mereka berharap kegiatan pemulihan ini dapat segera rampung sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas pendidikan di wilayah Pegasing dapat segera pulih, serta menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana alam.

Personel Koramil 08/SN, Yonif TP 854/DK dan warga gotong royong bangun jembatan gantung Silih Nara Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita) Minggu 25-1-2026 Pembangunan jembatan “Gantung Langit” di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang positif. progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 39 persen. Fokus pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah pengecoran pondasi pada titik A2, yang merupakan salah satu bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan gantung.

Pembangunan jembatan gantung ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 08/Silih Nara, personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka serta masyarakat Desa Burni Bius yang secara sukarela turut ambil bagian dalam proses pembangunan. Keterlibatan berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Prajurit di tengah masyarakat tidak hanya sebatas pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa. Antusiasme dan semangat warga yang dengan penuh kesadaran ikut membantu proses pengerjaan jembatan, meskipun harus bekerja di medan yang cukup menantang.

Pembangunan jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat Desa Burni Bius. Koramil 08/Silih Nara akan terus membantu, mendampingi dan memantau agar pekerjaan berjalan lancar, aman, serta sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Danramil 08/Silih Nara, Kapten Inf Subekti, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan hingga proyek pembangunan jembatan selesai sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang efektif bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses sosial dan pendidikan.

“Dengan adanya jembatan gantung ini, kami berharap masyarakat Desa Burni Bius dapat merasakan manfaat langsung berupa kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan. Kami juga mengajak seluruh pihak, baik instansi terkait maupun masyarakat, untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong sampai pembangunan jembatan ini rampung,” kata Kapten Inf Subekti.

Pembangunan jembatan gantung “Gantung Langit” ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah bersama TNI dalam meningkatkan infrastruktur pedesaan, khususnya di wilayah terpencil. Diharapkan, setelah selesai dibangun, jembatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Burni Bius serta wilayah sekitarnya.

Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis dengan metode keliling bagi warga Kampung Kalome Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan konsistensi dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh dan medan sulit untuk mendapatkan layanan medis tentang kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan dan hubungan harmonis antara Prajurit TNI dan masyarakat Papua.

Kehadiran Personel Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ disambut hangat dan antusias oleh warga Kampung Kalome, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut, karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh menuju Distrik Mulia untuk mencari fasilitas kesehatan.

Melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan ini, Satgas Yonif 112/DJ terus berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan wilayah sektor penugasannya, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat demi terwujudnya masyarakat Papua yang lebih sehat dan sejahtera.

Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis dengan metode keliling bagi warga Kampung Kalome Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan konsistensi dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh dan medan sulit untuk mendapatkan layanan medis tentang kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan dan hubungan harmonis antara Prajurit TNI dan masyarakat Papua.

Kehadiran Personel Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ disambut hangat dan antusias oleh warga Kampung Kalome, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut, karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh menuju Distrik Mulia untuk mencari fasilitas kesehatan.

Melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan ini, Satgas Yonif 112/DJ terus berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan wilayah sektor penugasannya, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat demi terwujudnya masyarakat Papua yang lebih sehat dan sejahtera.

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.

TNI Kerahkan Puluhan Alat berat bersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Sabtu 24-1-2026 Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu.

Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga. Proses ini berlangsung secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.

Di lapangan, anggota Koramil 29/Langkahan, termasuk para Babinsa Desa Geudumbak turut melakukan pendampingan dan pengamanan kegiatan. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.

Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Selain membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat perekonomian desa.

Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, Mabes TNI, dan seluruh pihak terkait. Menurut mereka, keberadaan tumpukan kayu selama ini sangat menghambat mobilitas dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir ulang. Dengan adanya pembersihan ini, warga berharap kondisi lingkungan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman.