Polres Pidie Kerahkan Mobil AWC untuk Padamkan Kebakaran di SPBU Kuala Beukah

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Polres Pidie mengerahkan mobil Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta untuk membantu proses pemadaman titik api kebakaran yang terjadi di SPBU Kuala Beukah, Kecamatan Kota Sigli.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Sat Samapta Polres Pidie bersama personel Damkar Pemkab Pidie serta didukung oleh personel Polsek Kota Sigli dan gabungan personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasat Samapta AKP Syafrizal, SH mengatakan penggunaan mobil AWC Satuan Samapta Polres Pidie dilakukan sebagai langkah cepat dan efektif untuk mengendalikan api di area SPBU yang memiliki potensi risiko tinggi.

“Selain melakukan pemadaman, personel juga melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

“Personel langsung bergerak melakukan pengamanan area SPBU, membantu proses pemadaman menggunakan mobil AWC, serta mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar AKP Syafrizal.

Personel Polres Pidie bersinergi dengan Damkar, petugas SPBU, serta masyarakat sekitar untuk memastikan api dapat dipadamkan secara cepat dan tidak meluas ke area lain.
Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, proses pemadaman dapat dilakukan dengan optimal, ungkapnya

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang,

Kunjungan diawali dengan pemberian arahan Menteri Dalam Negeri kepada taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Mendagri juga mengingatkan peran strategis taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan maupun dinamika sosial di daerah.

Usai agenda tersebut, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan yang diserahkan berupa sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Tamiang,

Kunjungan diawali dengan pemberian arahan Menteri Dalam Negeri kepada taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berlangsung di Markas Batalion Raider 111/Tualang Cut. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya disiplin, kesiapsiagaan, serta penguatan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama di wilayah yang terdampak bencana.

Mendagri juga mengingatkan peran strategis taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemampuan bekerja lintas sektor dalam menghadapi tantangan kebencanaan maupun dinamika sosial di daerah.

Usai agenda tersebut, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Bantuan Presiden kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang. Bantuan yang diserahkan berupa sembilan unit skid loader mini, 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong, serta masing-masing 1.000 unit sekop dan cangkul. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan sisa lumpur dan pemulihan lingkungan pascabencana.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta memastikan pelayanan publik kembali berjalan normal.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Progres Jembatan Perintis Aceh Tamiang Capai 49,55 Persen

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Semangat gotong royong kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara prajurit Kodam Iskandar Muda dari satuan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah, Tim Vertical Rescue Indonesia, serta masyarakat setempat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 49,55 persen.

Pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh beberapa waktu lalu. Terputusnya akses penghubung antar desa tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam hal transportasi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas anak-anak menuju sekolah dan warga menuju fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran jembatan gantung ini menjadi solusi vital bagi masyarakat dua desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses, khususnya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan jalur penyeberangan tradisional tidak dapat digunakan.

Jembatan perintis yang dibangun memiliki panjang sekitar 250 meter, menjadikannya salah satu jembatan gantung penghubung antar desa yang cukup panjang di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Konstruksi jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga sangat membantu aktivitas harian masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh melalui jalur alternatif atau menyeberang sungai dengan risiko keselamatan yang tinggi. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini diharapkan mampu menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan sosial bagi warga Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan.

Pada kegiatan perbantuan progres pembangunan yang dilaksanakan hari ini, prajurit Kodam Iskandar Muda bersama masyarakat dan Tim Vertical Rescue Indonesia melanjutkan sejumlah pekerjaan penting di lapangan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi melanjutkan pemasangan tembokan gapura di titik B sebagai penopang utama jembatan, melanjutkan pemasangan sling wire rawean yang berfungsi sebagai penyangga dan pengikat konstruksi jembatan, serta melaksanakan pengecoran tanjakan landaian di titik A dan titik B guna memperkuat akses naik dan turun menuju jembatan.

Selain itu, tim gabungan juga melaksanakan pengelasan besi tulangan papan pijakan yang akan menjadi dasar lantai jembatan gantung. Proses pengelasan ini membutuhkan ketelitian, kehati-hatian, dan koordinasi yang baik antarpersonel, mengingat konstruksi jembatan gantung sangat bergantung pada kekuatan rangka, sling wire, serta kualitas sambungan antar komponen agar jembatan nantinya aman digunakan oleh masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah tahapan pekerjaan juga telah dilaksanakan secara bertahap, di antaranya penimbunan gapura di titik A dan titik B, pemasangan tembokan gapura di kedua titik tersebut, pengeboran besi palangan sebagai rangka utama, pengecatan besi palangan untuk mencegah korosi dan memperpanjang usia pakai konstruksi, serta pembentangan sling pijakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terencana untuk memastikan jembatan dibangun secara kokoh, aman, dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada kondisi medan yang cukup menantang.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos, M.M. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan negara, tetapi juga berperan aktif dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur akibat dampak bencana alam.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan. Dengan adanya akses penghubung yang lebih layak, diharapkan roda perekonomian warga dapat bergerak lebih cepat, anak-anak lebih mudah menuju sekolah, dan masyarakat tidak lagi kesulitan saat membutuhkan akses ke layanan kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat setempat pun menyambut baik pembangunan jembatan tersebut dan turut berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pekerjaan. Mereka bergotong royong bersama prajurit TNI, mulai dari pengangkutan material, pengerjaan konstruksi ringan, hingga membantu penyediaan konsumsi bagi para pekerja di lapangan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya semangat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi dampak bencana.

Dengan progres yang telah mencapai hampir setengah dari total pekerjaan, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Lubuk Sidup–Aras Sembilan dapat segera rampung dalam waktu dekat. Ke depan, TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus bersinergi untuk menyelesaikan pembangunan ini hingga tuntas, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara penuh oleh masyarakat di kedua desa tersebut dan menjadi simbol kebangkitan pascabencana di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

TNI gelar Bhakti Kesehatan korban banjir Bandang di Pameu Aceh Tengah

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Jum’at 23-1-2026 Upaya pemulihan pascabencana alam terus dilakukan di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, melalui kegiatan bakti kesehatan berupa sunat massal, pengobatan gratis, cek kesehatan, serta imunisasi polio dan campak. Kegiatan ini berlangsung di halaman Puskesmas Pameu, Kampung Merandeh Paya, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan relawan.

Bakti kesehatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Relawan Muhammadiyah Ponorogo, Yonif TP 854, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang mengakibatkan terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara.

Dalam pelaksanaannya, sunat massal diikuti oleh puluhan anak dari lima kampung, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Tercatat sebanyak dua puluh tujuh anak mengikuti program sunat massal tersebut. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan umum, serta imunisasi polio dan campak bagi anak-anak, sebagai langkah pencegahan penyakit menular pascabencana.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka tanpa dipungut biaya. Kehadiran tenaga medis dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah, tenaga kesehatan Yonif TP 854, serta relawan kesehatan Muhammadiyah Ponorogo memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar, tertib, dan aman.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tengah turut menyerahkan bantuan bencana kepada lima kampung terdampak, yakni Kampung Lut Jaya, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya, dan Paya Tampu. Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB Aceh Tengah dan Bener Meriah Brigjen TNI Ismed, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan Danbrigif 90/Yudha Gatra Dirgantara, Danyon TP 854 Dharma Kersaka, Camat Rusip Antara, Kapolsubsektor Rusip Antara, Mukim Pameu, para kepala puskesmas se-Kabupaten Aceh Tengah, para reje dari kampung-kampung terdampak, serta masyarakat Kemukiman Pameu.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana alam. Sinergi antara Kementerian Kesehatan, TNI, relawan, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun kondisi sosial masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Diharapkan, dengan terselenggaranya sunat massal, pengobatan gratis, serta imunisasi ini, derajat kesehatan masyarakat Rusip Antara semakin meningkat dan risiko penyakit pascabencana dapat diminimalisir.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarinstansi dan elemen masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.

Polda Aceh Tandatangani Pakta Integritas dan Ambil Sumpah Panitia Penerimaan SIPSS T.A. 2026

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Kanis 22-1-2026;Polda Aceh melaksanakan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua/wali dalam rangka Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Machdum Sakti Polda Aceh,

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali calon peserta SIPSS.

Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi anggota Polri harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berintegritas guna menghasilkan calon perwira Polri yang unggul, berkualitas, dan berkarakter.

“Seleksi yang bersih dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional dan berdaya saing, seiring dengan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks ke depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para orang tua atau wali yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam mendukung proses penerimaan SIPSS di Polda Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, Polri dituntut untuk terus berinovasi, bertransformasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, cepat, serta terintegrasi. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Polri menjadi faktor krusial dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh panitia seleksi, termasuk panitia daerah Polda Aceh dan Banda Aceh serta pengawas internal dan eksternal, dapat melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan pada setiap tahapan seleksi SIPSS Tahun Anggaran 2026.