Kapolres Pidie Salurkan Bantuan Sembako pada Kegiatan Serah Terima Kunci Huntara dan Penyerahan DTH di Desa Blang Pandak

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Polres Pidie turut hadir dan mendukung kegiatan serah terima kunci rumah Hunian Sementara (Huntara) serta penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I kepada warga terdampak bencana banjir di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi Huntara Gampong Blang Pandak tersebut diawali dengan acara tepung tawar sebagai bentuk doa dan syukur, sekaligus penyerahan kunci Huntara kepada warga yang terdampak bencana banjir pada 26 Desember 2025 yang lalu.

Penyerahan kunci Huntara dilakukan langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH, MH. kepada perwakilan warga terdampak.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan serta dukungan pemerintah kepada masyarakat yang saat ini masih menjalani masa pemulihan pascabencana.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tokoh agama yang mewakili masyarakat Gampong Blang Pandak menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang telah diberikan, serta berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan melakukan kunjungan secara berkala guna memastikan pemulihan berjalan baik.

Sementara itu, Bupati Pidie dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam penanganan pascabencana, sehingga warga terdampak dapat menempati Huntara.

Dalam kesempatan itu Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana SIK, MIK, yang diwakili oleh Kabaglog Kompol Pitriadi, SH. turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang menempati Huntara sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi kemanusiaan antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pidie, Sekda Pidie, unsur TNI-Polri, Ketua DPRK Pidie, BNPB, BPBD, Kasat Samapta Polres Pidie, Kapolsek Tangse, unsur Muspika Kecamatan Tangse, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Gampong Blang Pandak.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Lumpuh pasca Banjir, Proses Belajar – Mengajar SDN 9 Takengon kembali pulih

Takengon ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Meski sejumlah fasilitas sekolah masih dalam proses pemulihan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbancal) Kodim 0106/Aceh Tengah bersama YTP 854/DK dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan bahwa proses pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diwujudkan dengan kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 9 Takengon yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir lumpur dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.

Sekolah yang berlokasi di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat timbunan material lumpur dan tanah yang menutupi hampir seluruh area sekolah. Kondisi ini mengakibatkan lingkungan sekolah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar, sehingga aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, TNI Angkatan Darat melalui Satgas Gulbancal Kodim 0106/Aceh Tengah melakukan upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar dapat kembali dimanfaatkan secara aman oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan pembersihan dilaksanakan secara intensif, meliputi pengangkatan lumpur di dalam ruangan sekolah yang mencapai ketinggian kurang lebih satu meter, pembersihan tanah di halaman serta area luar sekolah, hingga pengecatan dinding luar dan dalam ruangan kelas.

Proses pembersihan material lumpur dan tanah dilakukan dengan dua metode, yakni secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat sekitar, serta menggunakan alat berat berupa excavator untuk mempercepat pengerjaan di area yang tertimbun cukup tebal. Berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, kondisi sekolah mulai berangsur pulih dan dapat kembali digunakan meski belum sepenuhnya normal.

Saat ditemui awak media, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun, karena sekolah memiliki peran penting dalam membangun semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

“Keterlibatan TNI dalam pemulihan sekolah ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan. Kami ingin proses belajar mengajar dapat segera aktif kembali, meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih,” ujar Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

Ia menambahkan, meskipun fasilitas belajar seperti bangku, kursi, dan buku pelajaran belum sepenuhnya normal, kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung. Yang terpenting, menurutnya, anak-anak kembali berada di sekolah dan berkumpul bersama guru di ruang kelas agar rutinitas mereka perlahan pulih.

“Yang utama adalah anak-anak bisa kembali ke sekolah dan berkumpul bersama guru. Proses pembelajaran tidak harus selalu dilakukan secara formal. Guru dapat memfasilitasi kegiatan sederhana seperti diskusi, berbagi pengalaman, bercerita, hingga berhitung secara sederhana tanpa buku. Aktivitas ini sangat penting sebagai bagian dari trauma healing bagi peserta didik yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas, pulih secara psikologis, serta perlahan kembali ke rutinitas belajar pascabencana. Dengan adanya interaksi sosial bersama teman-teman dan guru, diharapkan anak-anak dapat melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta menumbuhkan kembali semangat belajar mereka.

“Jadi yang utama adalah anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan yang mereka alami saat bencana, serta kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka untuk pulih secara psikologis dan kembali menjalani rutinitas belajar pascabencana,” tutupnya.

Melalui upaya ini, TNI AD bersama seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen kuat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan pendidikan, demi memastikan masa depan generasi muda Aceh Tengah tetap terjaga meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Tertimbun lumpur pasca banjir Bandang, TNI Pulihkan MIN 2 Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 22-1-2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pidie Jaya yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir dan longsor, kini kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Pemulihan sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda melalui kerja terpadu pembersihan timbunan lumpur dan material banjir.

Sekolah yang berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya tersebut sebelumnya tertutup lumpur tebal mulai dari akses masuk hingga seluruh ruang kelas di tingkat bawah tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan terhenti dan lumpuh selama beberapa waktu pasca bencana.

Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda yang terlibat dalam pemulihan ini terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif 836/BY, Yonarmed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA. Dengan dukungan berbagai alat berat TNI Angkatan Darat, puluhan personel dikerahkan secara berkelanjutan untuk membersihkan area sekolah yang terdampak yang dinilai cukup parah.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa MIN 2 Pidie Jaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan terberat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan konsisten selama kurang lebih satu bulan hingga seluruh area sekolah dinyatakan aman dan layak digunakan.

“Awalnya sekolah ini sama sekali tidak bisa difungsikan karena tertimbun lumpur cukup tebal. Melalui kerja keras dan kebersamaan personel Satgas Gulbencal, serta dukungan alat berat TNI AD, kini sekolah ini sudah kembali dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Letkol Abdul Hadi.

Lebih lanjut Dandim 0102/Pidie mengatakan, selama kegitan tersebut tidak hanya fokus pada pembersihan lumpur, Satgas Gulbencal Kodam IM tersebut juga melakukan perbaikan ringan berupa pengecatan ulang gedung sekolah, penataan lingkungan, serta merapikan meja dan kursi belajar di dalam kelas.

Selain itu tambahnya, Kodim 0102/Pidie juga turut memberikan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,nyaman dan lancar.

“Selain pemberihan,kami juga melakukan pengecatan ulang sekolah, dan membagikan alat tulis untuk siswa, sebagai wujud kepedulian TNI terhadap pendidikan”tambahnya

Kepala MIN 2 Pidie Jaya, Rusli, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI atas upaya pemulihan yang telah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa sejak bencana terjadi, sekolah tidak dapat digunakan dan aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Sekolah kami sempat lumpuh total akibat lumpur dan banjir, namun sekarang sudah bersih dan kembali difungsikan. Alhamdulillah, proses belajar mengajar sudah berjalan normal,” tutur Rusli.

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Ulfa, siswi kelas V MIN 2 Pidie Jaya, mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang bersih dan nyaman. Ia bersama teman-temannya juga merasa bahagia menerima bantuan alat tulis dari Dandim 0102/Pidie dan personel TNI.

“Kami senang sekali bisa sekolah lagi. Terima kasih bapak-bapak TNI yang sudah membersihkan sekolah kami,” ucap Ulfa polos.

Kehadiran TNI melalui Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda dalam penanganan pascabencana ini tidak hanya mempercepat pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memastikan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski di tengah kondisi bencana.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.