Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Satgas Yonif 112/DJ Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional Di Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut terus menggalakkan dan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah penugasan dengan menanam segala jenis tanaman kebutuhan pokok di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan ketahanan pangan ini dilaksanakan bersama kelompok warga setempat disekitar Pos diatas lahan masyarakat dan menjadi tonggak penting bagi ekonomi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Personel Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut dari sejak awal turut serta dalam memproses pengolahan lahan, mulai dari pembibitan, penanaman perawatan tanaman, pemberian pupuk, sampai menjelang panen raya.

Dengan memanfaatkan lahan tanah milik masyarakat sehingga menjadi berguna untuk upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama.

Satgas Yonif 112/DJ Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional Di Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut terus menggalakkan dan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah penugasan dengan menanam segala jenis tanaman kebutuhan pokok di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan ketahanan pangan ini dilaksanakan bersama kelompok warga setempat disekitar Pos diatas lahan masyarakat dan menjadi tonggak penting bagi ekonomi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Personel Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut dari sejak awal turut serta dalam memproses pengolahan lahan, mulai dari pembibitan, penanaman perawatan tanaman, pemberian pupuk, sampai menjelang panen raya.

Dengan memanfaatkan lahan tanah milik masyarakat sehingga menjadi berguna untuk upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang, TNI AD Bangun Sumur Bor di Aceh 

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten di Provinsi Aceh, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat yang terdampak. Melalui program TNI AD Manunggal Air yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., TNI AD berupaya menghadirkan solusi nyata atas persoalan krisis air bersih yang muncul pascabanjir bandang dan tanah longsor

Program Manunggal Air ini menjadi salah satu wujud kepedulian TNI AD dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan. Kehadiran air bersih dinilai sangat vital bagi warga yang sumber airnya rusak, tercemar, atau terputus akibat terjangan bencana alam beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya, Satuan Paldam Iskandar Muda dipercaya untuk membangun sebanyak 105 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga saat ini, dari total tersebut, 76 titik sumur bor telah selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, memasak, serta keperluan sanitasi lainnya.

Para prajurit TNI terus mempercepat proses pembangunan sumur bor tersebut guna memastikan seluruh titik yang direncanakan dapat segera difungsikan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial TNI AD agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di daerah-daerah yang terdampak paling parah oleh banjir bandang dan longsor.

Dalam pembangunan sumur bor ini, TNI AD menerapkan spesifikasi teknis yang matang dan terukur. Setiap titik sumur dilengkapi dengan tempat mencuci serta fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang dibangun sesuai standar sanitasi yang aman dan ramah lingkungan. Jenis sumur yang diprioritaskan adalah sumur bor dalam dengan kedalaman ideal berkisar antara 30 hingga 40 meter, guna memperoleh kualitas air yang lebih jernih serta meminimalkan risiko kontaminasi dari air permukaan.

Untuk mendukung pengaliran air ke permukaan, digunakan pompa submersible (pompa celup) yang memiliki efisiensi tinggi dan daya tahan kuat. Pompa jenis ini bekerja dengan prinsip tekanan dari dalam air yang mendorong cairan ke atas, sehingga tidak memerlukan daya hisap seperti pada pompa permukaan. Penggunaan pompa submersible dinilai sangat tepat untuk aplikasi pemompaan air dari kedalaman tertentu, termasuk untuk sistem drainase bawah tanah dan distribusi air bersih di wilayah rawan bencana.

Sebagian besar sumur yang dibangun merupakan sumur bor dalam, karena dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis Aceh serta mampu menghasilkan debit air yang stabil, bahkan pada musim kemarau. Di beberapa titik, metode pengerjaan dan kedalaman sumur juga disesuaikan dengan karakteristik tanah setempat, sehingga setiap sumur dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dengan dibangunnya sumur-sumur bor ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak dan sehat. Akses terhadap air bersih yang memadai juga diyakini mampu menekan potensi munculnya penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana.

Pembangunan sumur bor melalui program TNI AD Manunggal Air ini menjadi bukti nyata bakti TNI kepada rakyat. Tidak hanya hadir dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, TNI AD juga terus berperan aktif dalam misi kemanusiaan dan pembangunan, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. TNI AD berkomitmen untuk terus mendampingi rakyat dan menjadi bagian dari solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi bangsa, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Biddokkes Polda Aceh Gelar Vaksinasi Tetanus Difteri bagi Personel Polres Pidie di Posko Tanggap Darurat Banjir

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Dalam rangka menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan personel Polri yang bertugas di wilayah terdampak bencana, Polres Pidie melaksanakan kegiatan vaksinasi Tetanus Difteri (TD) kepada personel Polres Pidie.

Kegiatan vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Biddokkes Polda Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Polres Pidie yang berlokasi di Terminal Tipe B Kota Sigli.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK. yang diwakili Wakapolres Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MH.

Kegiatan ini menyasar personel Polres Pidie yang terlibat langsung dalam penanganan bencana banjir dan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasi Humas Polres Pidie AKP Anwar, S.Ag, Kasi Dokkes Polres Pidie Aiptu T. Saifuddin, S. Kep serta para personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK., dalam keterangannya menyampaikan bahwa vaksinasi Tetanus Difteri merupakan langkah preventif untuk melindungi personel dari risiko penyakit, mengingat tugas di lokasi bencana memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

“Personel Polres Pidie dituntut untuk selalu siap dan hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. Oleh karena itu, kesehatan personel menjadi prioritas utama agar pelaksanaan tugas kemanusiaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Kapolres Pidie

Kapolres Pidie juga mengapresiasi Tim Biddokkes Polda Aceh atas dukungan pelayanan kesehatan yang diberikan, serta berharap seluruh personel tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan profesionalisme selama menjalankan tugas di masa tanggap darurat bencana banjir.

Biddokkes Polda Aceh Gelar Vaksinasi Tetanus Difteri bagi Personel Polres Pidie di Posko Tanggap Darurat Banjir

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Dalam rangka menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan personel Polri yang bertugas di wilayah terdampak bencana, Polres Pidie melaksanakan kegiatan vaksinasi Tetanus Difteri (TD) kepada personel Polres Pidie.

Kegiatan vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Biddokkes Polda Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Polres Pidie yang berlokasi di Terminal Tipe B Kota Sigli.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK. yang diwakili Wakapolres Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MH.

Kegiatan ini menyasar personel Polres Pidie yang terlibat langsung dalam penanganan bencana banjir dan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasi Humas Polres Pidie AKP Anwar, S.Ag, Kasi Dokkes Polres Pidie Aiptu T. Saifuddin, S. Kep serta para personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK., dalam keterangannya menyampaikan bahwa vaksinasi Tetanus Difteri merupakan langkah preventif untuk melindungi personel dari risiko penyakit, mengingat tugas di lokasi bencana memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

“Personel Polres Pidie dituntut untuk selalu siap dan hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. Oleh karena itu, kesehatan personel menjadi prioritas utama agar pelaksanaan tugas kemanusiaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Kapolres Pidie

Kapolres Pidie juga mengapresiasi Tim Biddokkes Polda Aceh atas dukungan pelayanan kesehatan yang diberikan, serta berharap seluruh personel tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan profesionalisme selama menjalankan tugas di masa tanggap darurat bencana banjir.

Biddokkes Polda Aceh Gelar Vaksinasi Tetanus Difteri bagi Personel Polres Pidie di Posko Tanggap Darurat Banjir

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 21-1-2026 Dalam rangka menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan personel Polri yang bertugas di wilayah terdampak bencana, Polres Pidie melaksanakan kegiatan vaksinasi Tetanus Difteri (TD) kepada personel Polres Pidie.

Kegiatan vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Biddokkes Polda Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir Polres Pidie yang berlokasi di Terminal Tipe B Kota Sigli.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK. yang diwakili Wakapolres Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MH.

Kegiatan ini menyasar personel Polres Pidie yang terlibat langsung dalam penanganan bencana banjir dan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Pidie Kompol Immarsal, SE, Kasi Humas Polres Pidie AKP Anwar, S.Ag, Kasi Dokkes Polres Pidie Aiptu T. Saifuddin, S. Kep serta para personel Polres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK., MIK., dalam keterangannya menyampaikan bahwa vaksinasi Tetanus Difteri merupakan langkah preventif untuk melindungi personel dari risiko penyakit, mengingat tugas di lokasi bencana memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

“Personel Polres Pidie dituntut untuk selalu siap dan hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana. Oleh karena itu, kesehatan personel menjadi prioritas utama agar pelaksanaan tugas kemanusiaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Kapolres Pidie

Kapolres Pidie juga mengapresiasi Tim Biddokkes Polda Aceh atas dukungan pelayanan kesehatan yang diberikan, serta berharap seluruh personel tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan profesionalisme selama menjalankan tugas di masa tanggap darurat bencana banjir.