Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp1,43 Miliar Melalui Baitul Mal

Banda Aceh ( Aceh dalam berita )  kamis 12-3-2026 Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai syariah dan tanggung jawab sosial, PT Bank Aceh Syariah (BAS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara resmi menyerahkan zakat karyawan tahun 2026 M/1447 H. Acara penyerahan ini berlangsung khidmat di Kantor Pusat Bank Aceh, Banda Aceh, pada

Total zakat yang dihimpun dari seluruh unit kerja Bank Aceh di berbagai wilayah mencapai angka Rp1.437.212.825 (Satu Miliar Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Dua Belas Ribu Delapan Ratus Dua Puluh Lima Rupiah). Dana tersebut disalurkan secara strategis melalui lembaga Baitul Mal guna memastikan pendistribusian yang tepat sasaran bagi para mustahik (penerima zakat). Alokasi dana zakat tersebut didistribusikan ke Baitul Mal Provinsi Aceh sebesar Rp450.000.000, Baitul Mal Kota Banda Aceh sebesar Rp200.000.000 dan sisanya sebesar Rp787.212.825 diserahakan kepada Baitul Mal Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh melalui Kantor Cabang Bank Aceh di masing-masing Kabupaten/Kota untuk menyentuh langsung masyarakat di daerah-daerah operasional bank.

Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh dalam sambutannya menekankan bahwa penyaluran zakat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi dari semangat ketaatan seluruh karyawan Bank Aceh terhadap rukun Islam.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menunaikan amanah dari seluruh karyawan Bank Aceh. Kami berharap sinergi dengan Baitul Mal ini dapat menjadi katalisator dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Aceh maupun luar Aceh,” ujar Fadhil.

Zakat yang terkumpul mencakup kontribusi dari Kantor Pusat, Kantor Cabang, hingga kantor cabang di luar wilayah Aceh seperti Medan dan Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Bank Aceh terus berekspansi secara nasional, akar nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap daerah asal tetap menjadi prioritas utama.

Melalui penyerahan zakat ini, PT Bank Aceh Syariah berharap dapat mempererat hubungan harmonis antara institusi perbankan dengan lembaga pengelola zakat resmi pemerintah. Ke depannya, Bank Aceh berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada aspek kebermanfaatan sosial (social impact) yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat transparansi dan kemudahan dalam beribadah, Bank Aceh juga terus mendorong masyarakat dan nasabah setia untuk menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah melalui fitur-fitur digital unggulan.

Fadhil menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi datang ke kantor bank atau lembaga terkait untuk menyetorkan zakatnya.
“Kami telah menyediakan fitur khusus di aplikasi Action Mobile Banking yang memungkinkan nasabah untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara langsung dari ponsel. Prosesnya sangat cepat, aman, dan langsung terhubung dengan rekening Baitul Mal yang telah bekerja sama dengan kami,” jelas Fadhil.

Melalui fitur ini, nasabah cukup masuk ke menu Layanan di aplikasi Action Mobile, memilih menu ZIS, dan memasukkan nominal yang ingin disetorkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bank Aceh untuk mendigitalisasi ekosistem syariah di Aceh.

Penyaluran zakat karyawan ini diharapkan dapat membantu Baitul Mal dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera. Bank Aceh memandang bahwa keberadaan zakat adalah instrumen vital dalam menciptakan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan, baik dari zakat karyawan maupun dari nasabah, dapat memberikan dampak nyata (impact) bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Fadhil.

Sementara itu Ketua Baitul Mal Aceh Tgk. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH mengucapkan alhamdulillah dan terimakasih kepada seluruh karyawan Bank Aceh yang telah menyalurkan zakatnya kepada Baitul Mal Provinsi Aceh dan Baitul Mal Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Baitu Mal Kota Banda Aceh M. Yusuf Al Qardhawy, MH mengucapkan terimakasih kepada Bank Aceh yang telah menyalurkan zakat karyawan kepada Baitul Mal Kota Band Aceh untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang. Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli,

Bantuan ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni *FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan*. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketua FKIJK Aceh, *Bapak Fadhil Ilyas*, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menyampaikan bahwa bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, tetapi merupakan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

_“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar *Fadhil Ilyas*._

Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Bapak Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

_“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap *Daddi Peryoga.*_

Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, S.H, Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis, M.A., Wakil Ketua I FKIJK Aceh Thasrif Murhadi, serta jajaran pengurus FKIJK Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKIJK Aceh dan seluruh donatur lintas provinsi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

_“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi dan memicu semangat kolaborasi yang lebih luas dalam membangun daerah serta memperkuat kebersamaan antara berbagai elemen masyarakat,”_ ujarnya.

Renovasi Masjid Syuhada ini menjadi bukti bahwa ketika kepedulian, kepercayaan, dan kebersamaan bersatu, maka sektor jasa keuangan tidak hanya berperan dalam menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru terbaru yang berlokasi di kawasan Taman Kota Banda Aceh. Peresmian yang berlangsung khidmat pada, dihadiri dan oleh Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dan jajaran direksi Bank Aceh.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menekankan bahwa dunia perbankan saat ini menuntut kecepatan dan adaptasi teknologi yang tinggi. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjawab kebutuhan nasabah.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi PT Bank Aceh Syariah. Peresmian ATM Drive Thru ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol konsistensi kami dalam bertransformasi. Kami ingin membuktikan bahwa prinsip syariah dapat berjalan beriringan dengan teknologi mutakhir untuk memberikan service excellence,” ujar Fadhil Ilyas.

Fasilitas di Banda Aceh ini merupakan unit Drive Thru kedua setelah kesuksesan unit pertama yang diresmikan di Taman Riyadhah, Lhokseumawe pada tahun 2025. Respon positif masyarakat Lhokseumawe menjadi pemicu bagi Bank Aceh untuk menghadirkan layanan serupa di jantung ibu kota provinsi.

Fadhil Ilyas menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kota yang berdampingan dengan Masjid Raya Baiturrahman didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat. Fasilitas ini menawarkan tiga keunggulan utama yaitu nasabah dapat bertransaksi tanpa perlu mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan, memberikan privasi lebih tinggi bagi nasabah saat melakukan penarikan atau transaksi lainnya dan hadir di titik temu aktivitas masyarakat sehingga lebih dekat dengan nadi kehidupan warga Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin Jamal, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inovasi yang terus dilakukan oleh Bank Aceh. Beliau menilai langkah ini sangat relevan dengan perkembangan kota Banda Aceh yang menuntut efisiensi waktu.
“Kami sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh Bank Aceh. Kehadiran ATM Drive Thru ini secara nyata mengakomodir kebutuhan masyarakat kota yang memerlukan layanan serba cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit,” ungkap Ibu Illiza.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki nilai tambah bagi estetika kota. “Dengan adanya Drive Thru ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, namun juga ikut memperindah wajah kota Banda Aceh. Desainnya yang modern menyatu dengan penataan Taman Kota kita yang semakin asri,” tambah Illiza.

Menutup acara tersebut, manajemen Bank Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama (KCU), Bapak Andri Wardani, serta seluruh tim yang berhasil merealisasikan pembangunan ini. Bank Aceh berkomitmen untuk terus menambah titik layanan baru dan memperkuat fitur digital demi kenyamanan seluruh nasabah.

“Semoga fasilitas ini dapat dijaga bersama dan memberikan berkah bagi seluruh umat serta menjadi bukti bahwa Bank Aceh terus tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkas Fadhil Ilyas

Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!