Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.

Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Masjid Raudlatul Huda di Langkahan

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/Arati Bhaya Wighina bersama personel Koramil 29/Langkahan, Kodim 0103/Aceh Utara, melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Raudlatul Huda di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Aceh Utara.  dan telah mencapai progres 100 persen.

Pembersihan masjid tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas ibadah yang terdampak bencana, sekaligus untuk membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Lumpur, sampah, serta sisa material yang terbawa arus banjir bandang sebelumnya menutupi sebagian besar area masjid, baik di dalam maupun di halaman sekitar.

Danramil 29/Langkahan, Kapten Kav Musriatman, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembersihan masjid ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembersihan Masjid Raudlatul Huda ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga, sehingga sudah sepatutnya kami membantu agar masjid ini dapat segera difungsikan kembali,” ujar Kapten Kav Musriatman.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi masjid pasca banjir bandang cukup memprihatinkan, dengan lumpur tebal yang menutupi lantai serta beberapa bagian bangunan yang kotor akibat genangan air dan material longsor.

“Sejak pagi, personel Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur, mengangkut sampah, serta merapikan kembali lingkungan sekitar masjid. Alhamdulillah, hari ini progres pembersihan telah mencapai 100 persen dan masjid sudah bisa kembali digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Beliau berharap, melalui kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah Kecamatan Langkahan.

“Kami berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit kembali setelah bencana. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin demi menjaga persatuan dan kepedulian sosial,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel TNI yang telah membantu membersihkan masjid.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonzipur 5 dan Koramil 29/Langkahan. Tanpa bantuan mereka, kami mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan masjid ini,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sejak terjadinya banjir bandang dan tanah longsor, Masjid Raudlatul Huda tidak dapat digunakan karena dipenuhi lumpur dan kotoran yang terbawa arus.

“Masjid ini sempat tidak bisa dipakai untuk salat berjamaah karena kondisinya sangat kotor. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih kembali berkat kerja keras TNI dan warga,” tuturnya.

Ia juga berharap agar ke depan wilayah Desa Bantayan dan sekitarnya terhindar dari bencana serupa, serta memohon perhatian semua pihak untuk membantu pemulihan sarana dan prasarana lainnya yang masih terdampak.

“Kami berharap semoga tidak ada lagi bencana seperti ini. Kami juga berharap bantuan dan perhatian terus diberikan untuk memulihkan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat banjir dan longsor,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Utara.

Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Bibit Sudah Tumbuh di Atas Lumpur Sisa Banjir, Kapolda Aceh Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Lumpur sisa banjir yang sebelumnya menjadi simbol bencana kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., lahan bekas genangan banjir dimanfaatkan sebagai media tanam palawija untuk mendorong pemulihan ekonomi warga terdampak.

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Bibit-bibit pertanian yang ditanam di atas tanah berlumpur tersebut kini telah tumbuh, menandai keberhasilan upaya pemanfaatan lahan pascabanjir secara produktif.

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupa karung dan bibit pertanian kepada masyarakat terdampak banjir. Bibit yang diberikan meliputi terong, gambas, tomat, cabai, timun, hingga semangka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pascabencana alam.

“Hasil penanaman sebelumnya sudah mulai terlihat. Sejumlah bibit palawija telah tumbuh dengan baik. Lumpur yang sebelumnya menjadi sisa bencana kini berubah menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, Polda Aceh tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir, tutup Kabid Humas.

Wujud Kepedulian, Polres Pidie Bantu Bersihkan Rumah Warga Kecamatan Mutiara

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, personel Polres Pidie kembali melaksanakan kegiatan pembersihan rumah warga di Lingkungan Sejahtera, Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara.

Kegiatan pembersihan tersebut dilaksanakan di rumah milik Rosnaini Binti M. Amin (54), seorang ibu rumah tangga. Personel Polres Pidie secara bergotong royong membersihkan bagian dalam maupun sekitar rumah guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat secara langsung serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Anwar, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kegiatan pembersihan rumah warga ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Pidie kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, khususnya bagi warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Pidie.

Sementara itu, pemilik rumah, Rosnaini Binti M. Amin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh personel Polres Pidie.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak Polisi dari Polres Pidie yang telah membantu membersihkan rumah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Wujud Kepedulian, Polres Pidie Bantu Bersihkan Rumah Warga Kecamatan Mutiara

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, personel Polres Pidie kembali melaksanakan kegiatan pembersihan rumah warga di Lingkungan Sejahtera, Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara.

Kegiatan pembersihan tersebut dilaksanakan di rumah milik Rosnaini Binti M. Amin (54), seorang ibu rumah tangga. Personel Polres Pidie secara bergotong royong membersihkan bagian dalam maupun sekitar rumah guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat secara langsung serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan warga.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Anwar, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kegiatan pembersihan rumah warga ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Pidie kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, khususnya bagi warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Pidie.

Sementara itu, pemilik rumah, Rosnaini Binti M. Amin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh personel Polres Pidie.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak Polisi dari Polres Pidie yang telah membantu membersihkan rumah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Kapolda Aceh : Polisi Teruji Layani Masyarakat Di Masa Bencana

Banda Aceh -( Aceh dalam berita ) Seni 19-1-2026 Polisi hadir dalam tugas penangangan Bencana Alam di beberapa daerah di wilayah Provinsi Aceh, Polisi memiliki kelas dalam melayani dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M. M, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dipusatkan di Lapangan Apel Mapolda Aceh.

” Polisi sudah teruji, tulus dan sabar dalam melaksanakan tugas penanganan bencana alam selama ini, di wilayah Provinsi Aceh, ” sebut Kapolda Aceh.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menginstruksikan jajarannya untuk taat dan setia kepada tugasnya sebagai personel Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat serta dalam memelihara Kamtibmas dan penegakan hukum.

Terkait saat ini masih dalam penanganan bencana alam, Polda Aceh tetap melaksanakan tugas kemanusiaan untuk terus melayani dan membantu masyarakat yang terdampak.

Terakhir, Kapolda Aceh meminta jajarannya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan senantiasa menjaga kesehatan, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Aceh, Irwasda, Para PJU, Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan ASN Polda Aceh.