Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 300 unit kasur tidur, sembako, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban bencana banjir bandang yang rumahnya hanyut di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara,

Ratusan kasur tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Aceh bersama Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, serta Yayasan HOPE. Selain kasur, Kapolda Aceh juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk jangka waktu tiga bulan kepada para korban.

Seluruh bantuan tersebut diantar langsung oleh Kapolda Aceh ke lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Ketambe. Hal itu merupakan wujud kepedulian serta kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga bertemu dan berinteraksi langsung dengan para korban banjir bandang. Abituren Akabri 1991 itu ingin melihat secara langsung kondisi warga sekaligus menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan pada Februari mendatang.

“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh, didampingi Kapolres Aceh Tenggara beserta unsur Forkopimda, mengantar langsung bantuan kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk korban banjir bandang di Ketambe. Sekaligus ingin menanyakan langsung apa saja kebutuhan mendesak para korban, khususnya menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di sela-sela kunjungannya.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan serta perhatian secara berkelanjutan terhadap kebutuhan para korban bencana banjir bandang, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Aceh turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, unsur Forkopimda, serta seluruh masyarakat atas berbagai upaya penanggulangan bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Berkat sinergi dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, kata Kapolda Aceh, Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah pertama yang berhasil menurunkan status dari tanggap darurat bencana ke tahap pemulihan pascabencana.

Marzuki juga menilai, kekompakan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi identitas dan karakter Kabupaten Aceh Tenggara.

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 300 unit kasur tidur, sembako, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban bencana banjir bandang yang rumahnya hanyut di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara,

Ratusan kasur tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Aceh bersama Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, serta Yayasan HOPE. Selain kasur, Kapolda Aceh juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk jangka waktu tiga bulan kepada para korban.

Seluruh bantuan tersebut diantar langsung oleh Kapolda Aceh ke lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Ketambe. Hal itu merupakan wujud kepedulian serta kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga bertemu dan berinteraksi langsung dengan para korban banjir bandang. Abituren Akabri 1991 itu ingin melihat secara langsung kondisi warga sekaligus menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan pada Februari mendatang.

“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh, didampingi Kapolres Aceh Tenggara beserta unsur Forkopimda, mengantar langsung bantuan kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk korban banjir bandang di Ketambe. Sekaligus ingin menanyakan langsung apa saja kebutuhan mendesak para korban, khususnya menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di sela-sela kunjungannya.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan serta perhatian secara berkelanjutan terhadap kebutuhan para korban bencana banjir bandang, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Aceh turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, unsur Forkopimda, serta seluruh masyarakat atas berbagai upaya penanggulangan bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Berkat sinergi dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, kata Kapolda Aceh, Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah pertama yang berhasil menurunkan status dari tanggap darurat bencana ke tahap pemulihan pascabencana.

Marzuki juga menilai, kekompakan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi identitas dan karakter Kabupaten Aceh Tenggara.

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Sehubungan dengan maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah baik berupa iming-iming hadiah Gebyar Bank ataupun Undian Berhadiah Bank Aceh, manajemen Bank Aceh secara resmi mengeluarkan menghimbau kepada seluruh nasabah untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus operandi hoax yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, maupun telepon seluler.

Belakangan ini, ditemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah yang mencatut nama Bank Aceh. Hal ini merupakan upaya phishing atau penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening nasabah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, keamanan tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku seringkali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham.

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia melalui saluran yang tidak resmi.
“Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi kami,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat modus utama yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan yaitu informasi mengenai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu serta akun-akun yang menggunakan logo Bank Aceh proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kerugian finansial diantaranya pastikan nasabah hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, jangan pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening nasabah.
Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store dan hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center: 1500845 dan Website Resmi: www.bankaceh.co.id

“Bank Aceh terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber kami secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk berkomitmen dalam menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 20-1-2026 Sehubungan dengan maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah baik berupa iming-iming hadiah Gebyar Bank ataupun Undian Berhadiah Bank Aceh, manajemen Bank Aceh secara resmi mengeluarkan menghimbau kepada seluruh nasabah untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus operandi hoax yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, maupun telepon seluler.

Belakangan ini, ditemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah yang mencatut nama Bank Aceh. Hal ini merupakan upaya phishing atau penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening nasabah.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, keamanan tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku seringkali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” ujar Ilham.

Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia melalui saluran yang tidak resmi.
“Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi kami,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat modus utama yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan yaitu informasi mengenai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu serta akun-akun yang menggunakan logo Bank Aceh proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kerugian finansial diantaranya pastikan nasabah hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, jangan pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening nasabah.
Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store dan hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center: 1500845 dan Website Resmi: www.bankaceh.co.id

“Bank Aceh terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber kami secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk berkomitmen dalam menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tutup Ilham.

Cegah Luapan Air, Kodim 0119/Bener Meriah bersihkan Parit di Puskesmas Lampahan Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926  Guna mencegah terjadinya luapan air pascabanjir serta menjaga kebersihan fasilitas umum, personel Koramil 03/TG, Kodim 0119/Bener Meriah melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur dan pasir yang menyumbat parit di sekitar Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah,

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya setelah banjir yang melanda wilayah tersebut dan meninggalkan endapan lumpur serta pasir di sejumlah titik, termasuk di area puskesmas yang merupakan fasilitas vital bagi warga.

Danramil 03/TG, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan personel Koramil untuk membantu membersihkan lumpur dan pasir yang menumpuk di saluran air sekitar Puskesmas Lampahan agar fungsi drainase kembali normal.
“Sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat, khususnya pascabanjir yang meninggalkan endapan lumpur dan pasir di sekitar Puskesmas Lampahan, para personel Koramil kami kerahkan untuk membersihkan lumpur tersebut,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan parit ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, sehingga tidak terjadi luapan yang dapat menggenangi badan jalan maupun permukiman masyarakat di sekitarnya.
“Pembersihan parit ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, sehingga tidak meluap ke badan jalan serta permukiman masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Danramil, Puskesmas Lampahan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Timang Gajah dan sekitarnya. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air di sekitar puskesmas harus menjadi perhatian bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
“Puskesmas merupakan fasilitas vital bagi masyarakat, sehingga kebersihan dan kelancaran saluran air harus kita perhatikan bersama. Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat yang datang berobat pun akan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan seluruh personel Koramil 03/TG dengan menggunakan peralatan seadanya. Lumpur dan pasir yang menumpuk di dalam parit diangkat secara manual dan dibersihkan agar saluran air dapat kembali berfungsi secara normal serta mampu menampung aliran air saat hujan turun.

Kapten Inf Takdir Anur berharap, melalui kegiatan ini risiko terjadinya luapan air dapat diminimalisir, sekaligus kebersihan lingkungan pascabencana tetap terjaga sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit menular.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, risiko luapan air dapat ditekan dan kebersihan lingkungan pascabencana selalu terjaga untuk menghindari segala penyakit yang menular,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan ini juga menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Karya Bakti TNI Pulihkan Lingkungan SMPN 1 Samudera

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Dalam rangka membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir, jajaran TNI bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan di SMP Negeri 1 Samudera, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh personel Koramil 06/Samudera, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD), yang bersinergi dengan para dewan guru SMPN 1 Samudera. Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama para guru bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa banjir. Fokus pembersihan diarahkan pada sejumlah titik penting yang belum terjangkau oleh alat berat, sehingga masih memerlukan tenaga manual.

Adapun sasaran utama dalam kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan halaman sekolah yang tidak dapat dijangkau alat berat, pembersihan area mushala, serta halaman di seputaran mushala SMP Negeri 1 Samudera. Area-area tersebut diprioritaskan karena merupakan fasilitas vital yang sering digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk proses belajar mengajar maupun kegiatan ibadah.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, progres pengerjaan pembersihan telah mencapai sekitar ±70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh area sekolah dapat kembali bersih dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Komandan Koramil 06/Samudera Kapten Inf Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan instansi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu proses pembersihan. Salah seorang guru SMPN 1 Samudera mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan lingkungan yang kembali bersih, kami berharap para siswa dapat segera kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” tuturnya.

Melalui kegiatan karya bakti ini, diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Karya Bakti TNI Pulihkan Lingkungan SMPN 1 Samudera

Aceh Utara  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Dalam rangka membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir, jajaran TNI bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan Karya Bakti pembersihan di SMP Negeri 1 Samudera, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh personel Koramil 06/Samudera, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Batalyon Zeni Tempur 17/Ananta Dharma (Yonzipur 17/AD), yang bersinergi dengan para dewan guru SMPN 1 Samudera. Karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Sejak pagi hari, para prajurit TNI bersama para guru bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa banjir. Fokus pembersihan diarahkan pada sejumlah titik penting yang belum terjangkau oleh alat berat, sehingga masih memerlukan tenaga manual.

Adapun sasaran utama dalam kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan halaman sekolah yang tidak dapat dijangkau alat berat, pembersihan area mushala, serta halaman di seputaran mushala SMP Negeri 1 Samudera. Area-area tersebut diprioritaskan karena merupakan fasilitas vital yang sering digunakan oleh siswa dan guru dalam kegiatan sehari-hari, baik untuk proses belajar mengajar maupun kegiatan ibadah.

Hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, progres pengerjaan pembersihan telah mencapai sekitar ±70 persen. Diharapkan, dalam waktu dekat seluruh area sekolah dapat kembali bersih dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Komandan Koramil 06/Samudera Kapten Inf Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan instansi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. “Kami ingin memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang telah membantu proses pembersihan. Salah seorang guru SMPN 1 Samudera mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Dengan lingkungan yang kembali bersih, kami berharap para siswa dapat segera kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” tuturnya.

Melalui kegiatan karya bakti ini, diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong membangun daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Prajurit Yonif 115/Macam Lauser Bersihkan SDN 04 Kuala Simpang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2926 Semangat juang dan pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser dalam aksi kemanusiaan lanjutan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Senin (15/01/2026), puluhan prajurit kembali terjun langsung membersihkan sisa-sisa lumpur tebal yang masih menggenangi lingkungan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang.

Sejak pagi hari, para prajurit sudah berada di lokasi dengan tekad kuat untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, bersih, dan layak bagi para siswa. Lumpur pekat yang menutupi ruang kelas, lorong sekolah, halaman, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya dikeruk satu per satu menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Selain itu, pembersihan juga dibantu dengan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur dalam jumlah besar.

Meski harus bergelut dengan lumpur yang lengket dan berat, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Lumpur yang menempel di tubuh dan pakaian tidak menyurutkan semangat mereka. Justru kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prajurit Macan Leuser selalu siap berada di garis terdepan membantu rakyat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Aksi pembersihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, dengan fokus utama pada ruang-ruang kelas yang masih tertutup lumpur tebal. Setiap sudut sekolah dibersihkan secara menyeluruh agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal dan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kehadiran prajurit di tengah lingkungan sekolah menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Dedikasi yang ditunjukkan tidak hanya sekadar membersihkan lumpur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari dampak bencana. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan terlihat jelas dalam setiap gerakan para prajurit di lapangan.

Danyonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen satuannya dalam membantu masyarakat pascabencana, khususnya dalam memulihkan fasilitas pendidikan.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak di Aceh Tamiang bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan mereka, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami,” ujar Danyonif.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari tugas TNI selain perang, yakni membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak hingga seluruh area sekolah benar-benar bersih dan siap digunakan kembali. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Danyonif berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Saya berharap fasilitas pendidikan di wilayah ini dapat segera pulih sepenuhnya, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi tertunda. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Prajurit Macan Leuser atas kepedulian dan kerja keras mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membersihkan sekolah anak-anak kami. Tanpa bantuan ini, mungkin butuh waktu lama untuk bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran TNI di tengah masyarakat dapat terus memberikan semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sampai semua fasilitas benar-benar pulih. Kehadiran TNI memberi kami harapan baru,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan jati dirinya sebagai prajurit pejuang yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga humanis dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus berupaya memastikan fasilitas pendidikan kembali pulih demi masa depan generasi penerus bangsa di Kabupaten Aceh Tamiang.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

– BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

– BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.