Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026  Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ laksanakan pelayanan keliling hadirkan harapan sehat dengan bagi warga Kampung Jigobak Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah,

Kegiatan ini disambut hangat dan antusias oleh warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, kehadiran Tim kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ bukan hanya sebagai penjaga keamanan wilayah saja, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang membawa harapan sehat bagi warga pedalaman Papua.

Danpos Kalome Satgas Yonif 112/DJ, Kapten Inf Sastra Watirman menegaskan bahwa misi kami TNI di daerah penugasan tidak semata-mata berfokus kepada pengamanan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan khususnya dibidang kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, Tim kesehatan Pos Kalome mendatangi langsung masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat-obatan secara gratis, serta menyampaikan edukasi sederhana mengenai tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan supaya terhindar dari segala penyakit.

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir

Beko Polri Diintensifkan untuk Percepatan Pemulihan Gampong Lubok Pusaka Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2027 Beko bantuan Polri terus diintensifkan untuk mempercepat pemulihan kondisi Gampong Lubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Pengerahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Sejumlah fasilitas umum, akses jalan, serta permukiman warga terdampak material lumpur dan sisa banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Beko bantuan Polri kembali dikerahkan untuk mendukung proses pembersihan dan normalisasi wilayah. Fokus pengerahan alat berat tersebut berada di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa intensifikasi pengerahan beko dilakukan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan dan memperlancar kembali aktivitas masyarakat setempat.

“Pengerahan beko Polri di wilayah Gampong Lubok Pusaka, Aceh Utara, dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir paling parah,” ujar Kabid Humas.

Ia menjelaskan, penggunaan alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material lumpur, memperbaiki akses jalan, serta menata kembali lingkungan yang rusak akibat terjangan banjir. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain pengerahan alat berat, Polri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan upaya pemulihan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kabid Humas berharap, dengan semakin intensifnya pengerahan beko Polri, kondisi Gampong Lubok Pusaka dapat segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala pascabanjir

Kapolda Aceh Serahkan Bantuan 500 Karung dan Bibit Tanaman kepada Warga Terdampak Banjir di Kota Langsa

Langsa ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Polda Aceh menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kota Langsa dengan menyalurkan bantuan bibit tanaman dan perlengkapan pendukung. Kegiatan penyerahan bantuan sekitar pukul 09.30 WIB, bertempat di Mapolres Langsa, Jalan Veteran No. 60, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dan turut dihadiri para pejabat utama Polda Aceh, jajaran Brimob, Kapolres Langsa, Wakapolres Langsa, para Kabag, Kasat, Kapolsek, perwira, serta personel Polres Langsa.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Aceh menyalurkan bantuan berupa 500 lembar karung serta bibit tanaman sayuran yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Aceh yang diterima Kapolres Langsa AKBP Mughi Preasetyo Habrianto, S.I.K., sebagai wujud kepedulian Kapolda Aceh dan seluruh jajaran Polri terhadap warga yang sedang berupaya bangkit pascabencana.

Kapolda Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa bantuan bibit tanaman ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal dalam mendukung pemulihan kehidupan warga dan peningkatan ketahanan pangan keluarga pascabanjir.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen memberikan dukungan kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Kapolda Aceh.

Melalui kegiatan ini, Polda Aceh berharap masyarakat terdampak banjir di Kota Langsa dapat segera bangkit, pulih, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, tutup Kapolda Aceh.

Metode penanaman bahwa, untuk 500 lembar karung tersebut diisikan tanah lumpur sisa banjir kemudian ditanami bibit tanaman seperti cabe dan jenis lainnya.

Nanti karung-karung itu berfungsi menjadi polibag dan setelah ditanami tanaman akan dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana yang diletakkan di pekarangan -pekarangan rumah mereka dan bisa menghasilkan panen untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolda Aceh Serahkan Bantuan 500 Karung dan Bibit Tanaman kepada Warga Terdampak Banjir di Kota Langsa

Langsa ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Polda Aceh menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kota Langsa dengan menyalurkan bantuan bibit tanaman dan perlengkapan pendukung. Kegiatan penyerahan bantuan sekitar pukul 09.30 WIB, bertempat di Mapolres Langsa, Jalan Veteran No. 60, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dan turut dihadiri para pejabat utama Polda Aceh, jajaran Brimob, Kapolres Langsa, Wakapolres Langsa, para Kabag, Kasat, Kapolsek, perwira, serta personel Polres Langsa.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Aceh menyalurkan bantuan berupa 500 lembar karung serta bibit tanaman sayuran yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Aceh yang diterima Kapolres Langsa AKBP Mughi Preasetyo Habrianto, S.I.K., sebagai wujud kepedulian Kapolda Aceh dan seluruh jajaran Polri terhadap warga yang sedang berupaya bangkit pascabencana.

Kapolda Aceh dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa bantuan bibit tanaman ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal dalam mendukung pemulihan kehidupan warga dan peningkatan ketahanan pangan keluarga pascabanjir.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen memberikan dukungan kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Kapolda Aceh.

Melalui kegiatan ini, Polda Aceh berharap masyarakat terdampak banjir di Kota Langsa dapat segera bangkit, pulih, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, tutup Kapolda Aceh.

Metode penanaman bahwa, untuk 500 lembar karung tersebut diisikan tanah lumpur sisa banjir kemudian ditanami bibit tanaman seperti cabe dan jenis lainnya.

Nanti karung-karung itu berfungsi menjadi polibag dan setelah ditanami tanaman akan dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana yang diletakkan di pekarangan -pekarangan rumah mereka dan bisa menghasilkan panen untuk kebutuhan sehari-hari.

TNI AD Manunggal Air, Pangdam IM Tinjau Sumur Bor di Dayah Zawiyah Babussalam Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih di Dayah Zawiyah Babussalam, Desa Geulanggang Meurak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan dan pemulihan pascabanjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung hasil pembangunan fasilitas berupa tiga unit kamar mandi, tiga unit toilet, serta satu unit sumur bor air bersih dengan kapasitas tampung mencapai 5.000 liter. Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi bagi para santri Dayah Zawiyah Babussalam serta masyarakat sekitar yang terdampak bencana banjir, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi kehidupan pascabanjir.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam Iskandar Muda didampingi oleh jajaran pejabat utama Kodam Iskandar Muda serta unsur kewilayahan. Turut hadir Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, Komandan Brigade Infanteri 025/Siwah Letkol Inf Dr. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P., Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., para Asisten Kasdam IM, Kabekang, Kasmin, Kapaldam, Kapendam IM, serta Danramil 06/Manyak Payed Kapten Inf Erwinsyah. Kehadiran rombongan juga disambut oleh Datok Penghulu Desa Geulanggang Meurak Sayed Hidayatullah, pimpinan Dayah Zawiyah Babussalam Ummi Syarifah Asma, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para santri Dayah Zawiyah Babussalam tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Kehadiran mereka mencerminkan rasa syukur dan harapan besar terhadap keberlanjutan bantuan yang diberikan, khususnya dalam mendukung aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah.

Datok Penghulu Desa Geulanggang Meurak, Tengku Sa’id Hidayatullah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran TNI atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, fasilitas air bersih dan sanitasi tersebut sangat membantu masyarakat dan para santri, terutama setelah wilayah mereka terdampak banjir.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya bagi santri dayah dan masyarakat sekitar. Pasca banjir, fasilitas air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan utama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda dan seluruh jajaran TNI atas kepedulian dan perhatiannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas MCK dan air bersih tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga senantiasa berupaya membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat. Saat masyarakat menghadapi kesulitan akibat bencana, TNI hadir untuk membantu pemulihan, baik dari sisi kemanusiaan maupun kebutuhan dasar. TNI Hadir untuk Rakyat,” tegas Pangdam.

Pangdam juga berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dayah dan masyarakat sekitar.

Kunjungan kerja Pangdam Iskandar Muda di Dayah Zawiyah Babussalam diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi sumur bor dan fasilitas sanitasi, serta dialog bersama pengurus dayah, para santri, dan warga setempat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi dan kepedulian TNI dalam mendukung pemulihan pascabencana dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

TNI AD Manunggal Air, Pangdam IM Tinjau Sumur Bor di Dayah Zawiyah Babussalam Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih di Dayah Zawiyah Babussalam, Desa Geulanggang Meurak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan dan pemulihan pascabanjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung hasil pembangunan fasilitas berupa tiga unit kamar mandi, tiga unit toilet, serta satu unit sumur bor air bersih dengan kapasitas tampung mencapai 5.000 liter. Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi bagi para santri Dayah Zawiyah Babussalam serta masyarakat sekitar yang terdampak bencana banjir, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi kehidupan pascabanjir.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam Iskandar Muda didampingi oleh jajaran pejabat utama Kodam Iskandar Muda serta unsur kewilayahan. Turut hadir Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, Komandan Brigade Infanteri 025/Siwah Letkol Inf Dr. Dimar Bahtera, S.Sos., M.A.P., Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., para Asisten Kasdam IM, Kabekang, Kasmin, Kapaldam, Kapendam IM, serta Danramil 06/Manyak Payed Kapten Inf Erwinsyah. Kehadiran rombongan juga disambut oleh Datok Penghulu Desa Geulanggang Meurak Sayed Hidayatullah, pimpinan Dayah Zawiyah Babussalam Ummi Syarifah Asma, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para santri Dayah Zawiyah Babussalam tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Kehadiran mereka mencerminkan rasa syukur dan harapan besar terhadap keberlanjutan bantuan yang diberikan, khususnya dalam mendukung aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah.

Datok Penghulu Desa Geulanggang Meurak, Tengku Sa’id Hidayatullah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran TNI atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, fasilitas air bersih dan sanitasi tersebut sangat membantu masyarakat dan para santri, terutama setelah wilayah mereka terdampak banjir.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya bagi santri dayah dan masyarakat sekitar. Pasca banjir, fasilitas air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan utama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda dan seluruh jajaran TNI atas kepedulian dan perhatiannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas MCK dan air bersih tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga senantiasa berupaya membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat. Saat masyarakat menghadapi kesulitan akibat bencana, TNI hadir untuk membantu pemulihan, baik dari sisi kemanusiaan maupun kebutuhan dasar. TNI Hadir untuk Rakyat,” tegas Pangdam.

Pangdam juga berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dayah dan masyarakat sekitar.

Kunjungan kerja Pangdam Iskandar Muda di Dayah Zawiyah Babussalam diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi sumur bor dan fasilitas sanitasi, serta dialog bersama pengurus dayah, para santri, dan warga setempat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi dan kepedulian TNI dalam mendukung pemulihan pascabencana dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Percepat Pemulihan Pascabencana, Wagub Aceh Ikuti Rakor Nasional Kemendagri

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Command Center, Gedung B Lantai 2, Kemendagri RI, Jakarta.

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, didampingi jajaran pimpinan Kementerian Dalam Negeri. Turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Suharyanto, serta para kepala dan wakil kepala daerah dari provinsi-provinsi di Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam forum strategis tersebut, pemerintah pusat dan daerah membahas langkah konkret percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana, khususnya akibat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir. Pembahasan mencakup sinkronisasi data kerusakan, percepatan penyaluran bantuan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk bergerak cepat dan adaptif dalam proses pemulihan pascabencana, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip cepat, tepat, dan akuntabel. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar masyarakat terdampak segera bangkit dan aktivitas sosial-ekonomi dapat pulih,” ujar Fadhlullah.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan pendampingan dari pemerintah pusat, terutama dalam hal pembiayaan dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Aceh membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang. Rakor ini menjadi momentum penting untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam proses pemulihan,” tambahnya.

Melalui rakor ini, pemerintah berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dapat berjalan lebih terkoordinasi, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.

Percepat Pemulihan Pascabencana, Wagub Aceh Ikuti Rakor Nasional Kemendagri

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di wilayah Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Command Center, Gedung B Lantai 2, Kemendagri RI, Jakarta.

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, didampingi jajaran pimpinan Kementerian Dalam Negeri. Turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Suharyanto, serta para kepala dan wakil kepala daerah dari provinsi-provinsi di Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam forum strategis tersebut, pemerintah pusat dan daerah membahas langkah konkret percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana, khususnya akibat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir. Pembahasan mencakup sinkronisasi data kerusakan, percepatan penyaluran bantuan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk bergerak cepat dan adaptif dalam proses pemulihan pascabencana, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip cepat, tepat, dan akuntabel. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar masyarakat terdampak segera bangkit dan aktivitas sosial-ekonomi dapat pulih,” ujar Fadhlullah.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan pendampingan dari pemerintah pusat, terutama dalam hal pembiayaan dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Aceh membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka menengah dan panjang. Rakor ini menjadi momentum penting untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam proses pemulihan,” tambahnya.

Melalui rakor ini, pemerintah berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera dapat berjalan lebih terkoordinasi, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.