Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Apresiasi Peran Lapas Kelas III Lhoknga Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Besar

Kota Jantho ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026  Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP MSi, mewakili Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga atas kontribusinya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar.

Menurut Jakfar, keterlibatan Lapas Kelas III Lhoknga dalam sektor pertanian merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami atas nama Pemkab Aceh Besar mengapresiasi peran aktif Lapas Kelas III Lhoknga yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Kolaborasi seperti ini sangat baik dan patut terus didukung,” ujar Jakfar saat menghadiri Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kegiatan tersebut, Jakfar SP MSi mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia melalui jaringan daring sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagian hasil panen tersebut disalurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Usai mengikuti kegiatan virtual, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga.

Pada kesempatan itu, Jakfar menegaskan, Pemkab Aceh Besar berkomitmen mendukung program pertanian yang dijalankan oleh Lapas, baik melalui pendampingan teknis maupun pembinaan berkelanjutan. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mencapai swasembada pangan.

“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni SH MM, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan saat ini difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Warga binaan mendapatkan pembinaan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, otomotif, hingga bidang kreatif. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan Pemkab Aceh Besar, terutama di sektor pangan,” ujar Husni.

Ia menyatakan, Lapas Kelas III Lhoknga memiliki lahan persawahan yang dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, termasuk bagi warga binaan yang telah bebas agar tetap produktif dan mandiri.(*)

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan secara virtual, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar meninjau langsung lokasi pertanian dan peternakan milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar memanen sayuran yang ditanam lokasi pertanian milik Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi bersama unsur Forkopimda Aceh Besar menyalurkan bantuan sosial panen raya hasil pertanian Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Foto bersama usai mengikuti Panen Raya Serentak, di Lapas Kelas III Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (15/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Korem 011/Lilawangsa Bantu Seragam Sekolah Murid SDN Rantau Panjang Aceh Tamiang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana, Babinsa Koramil 02/Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, Sertu Erik, menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,. Bantuan tersebut merupakan perhatian langsung dari Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang.

Penyaluran bantuan seragam sekolah ini dilaksanakan di lingkungan SD Negeri Rantau Panjang dan disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta pihak sekolah. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan belajar mengajar agar dapat kembali berjalan secara normal dan kondusif.

Sebanyak 50 stel seragam sekolah diserahkan langsung oleh Babinsa Koramil 02/Karang Baru kepada para siswa dan siswi SD Negeri Rantau Panjang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua serta membantu para siswa agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana alam.

Di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan, Sertu Erik menyampaikan bahwa seragam sekolah yang dibagikan merupakan bantuan dari Komandan Korem 011/Lilawangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh Tamiang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Komandan Korem 011/Lilawangsa kepada masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana. Kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layak, meskipun berada di tengah keterbatasan akibat musibah. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan harapan dan semangat agar masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Sertu Erik.

Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri Rantau Panjang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TNI, khususnya Korem 011/Lilawangsa dan Babinsa Koramil 02/Karang Baru. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan seragam sekolah ini. Anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk kembali belajar. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga proses pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Rantau Panjang diharapkan dapat kembali berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan ini, kehadiran TNI kembali dirasakan secara nyata oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam membantu meringankan beban warga serta mendukung pemulihan sosial dan pendidikan. Bantuan seragam sekolah ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, khususnya di masa-masa sulit akibat bencana alam.

Kodim 0119/BM Salurkan Bantuan Perlengkapan sekolah bagi Murid SDN Uning Mas Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak Sekolah Dasar Uning Mas, Kabupaten Bener Meriah, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Persit Kartika Chandra Kirana terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah pedalaman serta terdampak bencana alam.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk mendukung semangat belajar anak-anak agar tetap tumbuh dan terjaga meskipun mereka tengah berada dalam kondisi sulit pascabencana. Menurutnya, pendidikan tetap harus menjadi prioritas, karena merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan berbagi kepedulian kepada anak-anak, khususnya siswa SD Uning Mas. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah mereka serta menumbuhkan kembali semangat dan motivasi belajar di tengah keterbatasan yang ada akibat bencana,” ungkap Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM.

Bantuan yang disalurkan meliputi tas sekolah beserta buku dan alat tulis, Al-Qur’an, sarung, pakaian, boneka, serta berbagai mainan edukatif lainnya yang dibutuhkan oleh para siswa dan siswi. Seluruh bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan dorongan moral kepada anak-anak agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Persit KCK berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa SD Uning Mas. Dengan adanya perhatian dan dukungan ini, anak-anak diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka di masa depan. “Pendidikan adalah fondasi utama bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang orang tua siswa, Ibu Ana, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada dunia pendidikan di Desa Uning Mas. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak bencana.

“Bantuan ini sangat membantu kami sebagai orang tua. Anak-anak kami menjadi lebih semangat untuk kembali belajar meskipun kondisi masih serba terbatas. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Nurmi, salah satu masyarakat penerima manfaat, juga menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa perhatian dari Persit KCK memberikan harapan dan semangat baru bagi anak-anak di desanya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya berupa barang, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi para siswa dan orang tua.

Ibu Nurmi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah pedalaman yang membutuhkan. Ia juga berharap anak-anak di SD Uning Mas tetap dapat bersekolah dan belajar dengan baik, sehingga kelak mampu meraih cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan sosial ini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah kembali menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya dalam mendukung dunia pendidikan serta membantu masyarakat bangkit pascabencana, sejalan dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kodim 0119/BM Salurkan Bantuan Perlengkapan sekolah bagi Murid SDN Uning Mas Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026 Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah melaksanakan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak Sekolah Dasar Uning Mas, Kabupaten Bener Meriah, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Persit Kartika Chandra Kirana terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah pedalaman serta terdampak bencana alam.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk mendukung semangat belajar anak-anak agar tetap tumbuh dan terjaga meskipun mereka tengah berada dalam kondisi sulit pascabencana. Menurutnya, pendidikan tetap harus menjadi prioritas, karena merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir dan berbagi kepedulian kepada anak-anak, khususnya siswa SD Uning Mas. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah mereka serta menumbuhkan kembali semangat dan motivasi belajar di tengah keterbatasan yang ada akibat bencana,” ungkap Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM.

Bantuan yang disalurkan meliputi tas sekolah beserta buku dan alat tulis, Al-Qur’an, sarung, pakaian, boneka, serta berbagai mainan edukatif lainnya yang dibutuhkan oleh para siswa dan siswi. Seluruh bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban orang tua sekaligus memberikan dorongan moral kepada anak-anak agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Persit KCK berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa SD Uning Mas. Dengan adanya perhatian dan dukungan ini, anak-anak diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka di masa depan. “Pendidikan adalah fondasi utama bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang orang tua siswa, Ibu Ana, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Persit KCK Cabang XXV Dim 0119/BM atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada dunia pendidikan di Desa Uning Mas. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak bencana.

“Bantuan ini sangat membantu kami sebagai orang tua. Anak-anak kami menjadi lebih semangat untuk kembali belajar meskipun kondisi masih serba terbatas. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Nurmi, salah satu masyarakat penerima manfaat, juga menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa perhatian dari Persit KCK memberikan harapan dan semangat baru bagi anak-anak di desanya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya berupa barang, tetapi juga menjadi penyemangat moral bagi para siswa dan orang tua.

Ibu Nurmi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah pedalaman yang membutuhkan. Ia juga berharap anak-anak di SD Uning Mas tetap dapat bersekolah dan belajar dengan baik, sehingga kelak mampu meraih cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan sosial ini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 0119/Bener Meriah kembali menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya dalam mendukung dunia pendidikan serta membantu masyarakat bangkit pascabencana, sejalan dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

MBG: Program Gizi Rakyat atau Proyek Raksasa yang Mengenyangkan Segelintir Pihak?

Abdya 14 Januari 2026 (Aceh dalam berita)Di balik jargon “mencerdaskan generasi” dan “menyelamatkan masa depan bangsa”, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdiri sebagai salah satu kebijakan pemerintah paling mahal dalam sejarah anggaran negara. Triliunan rupiah uang rakyat digelontorkan, namun pertanyaan mendasarnya justru makin menggema di tengah publik: siapa sebenarnya yang paling kenyang oleh program ini?

Pemerintah menyebut MBG sebagai terobosan besar. Anak-anak sekolah diberi makanan gratis, angka stunting diklaim akan ditekan, dan ekonomi rakyat disebut akan bergerak. Namun di lapangan, narasi indah itu mulai retak. Yang terlihat bukan hanya piring makan anak sekolah, tapi juga meja-meja proyek yang dipenuhi kepentingan.

Di banyak daerah, pengadaan MBG tidak sepenuhnya melibatkan UMKM lokal. Alih-alih memberdayakan dapur rakyat dan petani kecil, proyek justru dikuasai vendor besar, perusahaan katering skala nasional, hingga jaringan logistik yang telah mapan. UMKM lokal hanya menjadi pelengkap—subkontraktor dengan margin tipis, atau sekadar pemasok bahan baku murah.

Sementara itu, rakyat miskin memang menerima makanan. Namun pertanyaannya, apakah mereka menjadi lebih sejahtera? Fakta di lapangan menunjukkan, MBG lebih bersifat konsumtif ketimbang produktif. Perut kenyang hari ini, tapi dapur rumah tetap berasap tipis esok hari. Pendapatan tidak naik, lapangan kerja baru tak signifikan, dan kemandirian ekonomi rakyat tetap jauh dari harapan.

Di sisi lain, elite kekuasaan menikmati keuntungan politik. MBG menjadi etalase pencitraan, program populis yang mudah dijual ke publik. Spanduk terpasang, seremoni digelar, kamera menyala. Namun transparansi anggaran, mekanisme pengadaan, dan siapa saja penerima keuntungan terbesar justru minim dibuka ke publik.

Tak sedikit pengamat mengingatkan, program dengan anggaran jumbo selalu menggoda praktik rente. Tanpa pengawasan ketat, MBG berpotensi berubah dari program gizi menjadi ladang basah proyek negara, tempat uang rakyat berputar di lingkaran yang sama: pejabat, rekanan, dan korporasi.

Ironisnya, kritik terhadap MBG kerap dianggap sebagai serangan politik atau sikap anti-pemerintah. Padahal, mempertanyakan ke mana uang negara mengalir adalah hak dan kewajiban warga negara. Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar menu makan siang anak sekolah, melainkan keadilan dalam pengelolaan anggaran publik.

Kini publik menunggu jawaban yang lebih jujur.

Apakah MBG benar-benar program untuk rakyat?

Ataukah sekadar proyek raksasa berkedok kepedulian sosial, yang lebih mengenyangkan korporasi dan elite dibanding dapur rakyat?

Satu hal pasti: niat baik tanpa tata kelola yang adil hanya akan melahirkan ketimpangan baru, dan sejarah mencatat, program populis yang tak diawasi sering berakhir sebagai beban negara—bukan solusi bangsa.

Satgas Yonif 112/DJ Hadirkan Layanan Kesehatan Keliling Bagi Warga Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 14-1-2026  Tim Kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ laksanakan pelayanan keliling hadirkan harapan sehat dengan bagi warga Kampung Jigobak Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah,

Kegiatan ini disambut hangat dan antusias oleh warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, kehadiran Tim kesehatan Pos Kalome Satgas Yonif 112/DJ bukan hanya sebagai penjaga keamanan wilayah saja, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang membawa harapan sehat bagi warga pedalaman Papua.

Danpos Kalome Satgas Yonif 112/DJ, Kapten Inf Sastra Watirman menegaskan bahwa misi kami TNI di daerah penugasan tidak semata-mata berfokus kepada pengamanan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan khususnya dibidang kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, Tim kesehatan Pos Kalome mendatangi langsung masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat-obatan secara gratis, serta menyampaikan edukasi sederhana mengenai tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan supaya terhindar dari segala penyakit.