Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Minggu Minggu 18-1-2026 Kepolisian Resor Bireuen bersama jajaran Polsek melaksanakan gotong royong pemulihan pascabencana banjir bandang di SD Negeri 11 Kutablang, Desa Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak banjir bandang. Personel Polres Bireuen dan Polsek jajaran bahu-membahu membersihkan lumpur di halaman sekolah, ruang kelas, serta area pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.

Gotong royong ini dipimpin oleh Kasat Pol Airud Polres Bireuen AKP Slamet Rizki selaku ketua tim, dengan melibatkan sejumlah pejabat dan personel Polres Bireuen, personel Polsek Peusangan, serta didukung pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 11 Kutablang.

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas pendidikan.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan generasi muda. Karena itu, Polri hadir untuk memastikan lingkungan pendidikan segera pulih dan siap digunakan kembali. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman meskipun baru saja terdampak bencana,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, Polres Bireuen akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bireuen.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong. Dengan kebersamaan, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian jajaran kepolisian. Kehadiran Polri dinilai sangat membantu mempercepat pemulihan lingkungan sekolah yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir bandang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Gotong royong ini menjadi wujud komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan pascabencana.

Tertutup lumpur, Prajurit Yonif 117/KY Bersihkan SDN 2 Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, prajurit Yonif 117/Ksatria Yudha melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan di SD Negeri 2 Kuala Simpang, Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan ruang-ruang kelas, halaman sekolah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Dengan penuh semangat kebersamaan, para prajurit membersihkan sampah, merapikan area sekitar sekolah, dan menata lingkungan agar terlihat lebih bersih dan rapi. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif bagi para siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, Yonif 117/Ksatria Yudha menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang layak dan berkualitas. Selain memberikan manfaat langsung bagi pihak sekolah, kegiatan pembersihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh warga sekolah, khususnya para siswa, terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Komandan Yonif 117/Ksatria Yudha, Letkol Inf Dikdik Sukayat, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian prajurit TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta semangat belajar para siswa.

Beliau menambahkan, melalui kegiatan gotong royong seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi antara prajurit TNI dengan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Ia juga menegaskan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga memiliki peran penting dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta mendukung program pembangunan di daerah, termasuk di bidang pendidikan.

Lebih lanjut, Letkol Inf Dikdik Sukayat berharap kegiatan positif ini dapat memberikan contoh kepada para siswa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya, sehingga tercipta generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter.

Sementara itu, Rosma, salah seorang warga setempat, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada prajurit Yonif 117/Ksatria Yudha atas kepedulian yang diberikan kepada sekolah di wilayahnya. Ia menuturkan bahwa kehadiran prajurit TNI sangat membantu pihak sekolah dan memberikan motivasi bagi masyarakat sekitar.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang bersih, aman, dan harmonis.

Kehadiran prajurit TNI di tengah-tengah lingkungan sekolah mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Diharapkan, sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Brigif TP 90/YGD Bagikan Tas Sekolah Bagi Murid SDN 10 Rusip Antara, Aceh Tengah

Aceh Tengah  ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, personel Brigade Infanteri Tempur (Brigif TP) 90/Yudha Gatra Dharma (YGD) melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan ransel sekolah kepada siswa-siswi SD Negeri 10 Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah,

Kegiatan tersebut merupakan wujud perhatian TNI terhadap anak-anak usia sekolah, khususnya yang berada di wilayah terdampak bencana banjir dan masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Bantuan ransel sekolah ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para siswa serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat menuntut ilmu meskipun berada dalam kondisi yang tidak mudah.

Raut wajah ceria dan senyum tulus tampak jelas dari para siswa saat menerima ransel baru yang diserahkan langsung oleh personel Brigif TP 90/YGD. Bagi anak-anak tersebut, bantuan ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan juga menjadi penyemangat dan bentuk perhatian yang memberikan harapan untuk terus belajar dan meraih cita-cita di masa depan.

Kehadiran personel TNI di lingkungan sekolah mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid. Mereka mengapresiasi kepedulian Brigif TP 90/YGD yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir langsung membantu anak-anak di wilayah Rusip Antara.

Melalui kegiatan ini, Brigif TP 90/YGD berharap dapat meringankan beban orang tua siswa sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak pascabanjir yang melanda daerah tersebut. Pendidikan dipandang sebagai pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak.

Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan kepedulian, empati, dan kasih sayang terhadap generasi penerus bangsa. Brigif TP 90/YGD menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif, tidak hanya dalam menjalankan tugas pokok pertahanan negara, tetapi juga dalam mendukung kemajuan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tugasnya.

Brigif TP 90/YGD Bagikan Tas Sekolah Bagi Murid SDN 10 Rusip Antara, Aceh Tengah

Aceh Tengah  ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, personel Brigade Infanteri Tempur (Brigif TP) 90/Yudha Gatra Dharma (YGD) melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan ransel sekolah kepada siswa-siswi SD Negeri 10 Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah,

Kegiatan tersebut merupakan wujud perhatian TNI terhadap anak-anak usia sekolah, khususnya yang berada di wilayah terdampak bencana banjir dan masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Bantuan ransel sekolah ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para siswa serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat menuntut ilmu meskipun berada dalam kondisi yang tidak mudah.

Raut wajah ceria dan senyum tulus tampak jelas dari para siswa saat menerima ransel baru yang diserahkan langsung oleh personel Brigif TP 90/YGD. Bagi anak-anak tersebut, bantuan ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan juga menjadi penyemangat dan bentuk perhatian yang memberikan harapan untuk terus belajar dan meraih cita-cita di masa depan.

Kehadiran personel TNI di lingkungan sekolah mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid. Mereka mengapresiasi kepedulian Brigif TP 90/YGD yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir langsung membantu anak-anak di wilayah Rusip Antara.

Melalui kegiatan ini, Brigif TP 90/YGD berharap dapat meringankan beban orang tua siswa sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak pascabanjir yang melanda daerah tersebut. Pendidikan dipandang sebagai pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak.

Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan kepedulian, empati, dan kasih sayang terhadap generasi penerus bangsa. Brigif TP 90/YGD menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif, tidak hanya dalam menjalankan tugas pokok pertahanan negara, tetapi juga dalam mendukung kemajuan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tugasnya.

Brigif TP 90/YGD Bagikan Tas Sekolah Bagi Murid SDN 10 Rusip Antara, Aceh Tengah

Aceh Tengah  ( Aceh dalam berita ) Minggu 18-1-2026 Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, personel Brigade Infanteri Tempur (Brigif TP) 90/Yudha Gatra Dharma (YGD) melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan ransel sekolah kepada siswa-siswi SD Negeri 10 Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah,

Kegiatan tersebut merupakan wujud perhatian TNI terhadap anak-anak usia sekolah, khususnya yang berada di wilayah terdampak bencana banjir dan masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Bantuan ransel sekolah ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para siswa serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat menuntut ilmu meskipun berada dalam kondisi yang tidak mudah.

Raut wajah ceria dan senyum tulus tampak jelas dari para siswa saat menerima ransel baru yang diserahkan langsung oleh personel Brigif TP 90/YGD. Bagi anak-anak tersebut, bantuan ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan juga menjadi penyemangat dan bentuk perhatian yang memberikan harapan untuk terus belajar dan meraih cita-cita di masa depan.

Kehadiran personel TNI di lingkungan sekolah mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, para guru, serta orang tua murid. Mereka mengapresiasi kepedulian Brigif TP 90/YGD yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir langsung membantu anak-anak di wilayah Rusip Antara.

Melalui kegiatan ini, Brigif TP 90/YGD berharap dapat meringankan beban orang tua siswa sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak pascabanjir yang melanda daerah tersebut. Pendidikan dipandang sebagai pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak.

Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan kepedulian, empati, dan kasih sayang terhadap generasi penerus bangsa. Brigif TP 90/YGD menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif, tidak hanya dalam menjalankan tugas pokok pertahanan negara, tetapi juga dalam mendukung kemajuan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tugasnya.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar.

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Polri Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Darurat, Akses Tiga Kampung di Rusip Antara Kembali Terhubung

Takengon  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar.

Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.
“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.
“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Paradoks Koperasi Merah Putih: Pelukan Negara Terlalu Erat, Rakyat Sulit Berdaulat

Serba-serbi ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Koperasi di Indonesia mendapat perhatian besar dari pemerintah, termasuk kementerian khusus yang menangani koperasi, terpisah dari UMKM. Namun, perhatian yang berlebihan justru menimbulkan masalah: koperasi sulit tumbuh mandiri karena terlalu dikendalikan negara.

Menurut Alip Purnomo, Direktur IndexPolitica, “Koperasi yang terlalu erat dalam pelukan negara tanpa ruang otonomi akan sulit berdaulat. Ia hidup, tetapi tidak sepenuhnya menentukan arah hidupnya sendiri.” Pernyataan ini relevan dengan Koperasi Merah Putih, yang sejak awal dibebani fungsi strategis: menjadi simpul distribusi, penggerak logistik, dan wajah ekonomi nasional di desa.

Situasi ini mencerminkan praktik etatisme, di mana negara memegang kendali langsung atas organisasi ekonomi warga melalui BUMN dan kebijakan struktural, bukan membiarkan koperasi berkembang dari kebutuhan anggota.

“Perlakuan ini jarang terjadi pada korporasi. Perusahaan diberi ruang menentukan model bisnis dan menanggung risiko, sedangkan Koperasi Merah Putih diberi paket lengkap: nama, skema usaha, target, dan peran ditentukan. Seolah-olah koperasi hanya badan hukum, bukan organisasi hidup berdaulat,” tambah Alip.

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan koperasi kuat ketika negara menahan diri dari pengendalian langsung, tetapi tegas menjalankan tanggung jawab: menjamin kesejahteraan dasar, menegakkan hukum persaingan, menyediakan infrastruktur netral, dan melindungi hak anggota.

“Selama koperasi di Indonesia tetap dalam pelukan etatisme, kemandirian sulit tercapai. Negara ingin membantu, tapi justru rakyat terbebani. Lebih baik fokus pada pendidikan gratis, jaminan sosial memadai, dan layanan kesehatan berkualitas, sementara koperasi dibiarkan berkembang sebagai kekuatan ekonomi akar rumput,” tutup Alip.

Prajurit Yonif 114/SM bersama warga gotong royong buka akses jalan tertutup longsor di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026 Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Pantan Lues, Kecamatan Gajah Putih menuju Desa Sumber Jaya, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, sempat terputus akibat tertutup material longsor sebagai dampak dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh beberapa waktu lalu.

Longsor terjadi di beberapa titik sepanjang jalur tersebut, dengan kondisi terparah berada di bagian tengah jalan penghubung antar Kecamatan Gajah Putih dan Kecamatan Timang Gajah. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan dengan ketinggian mencapai kurang lebih satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi ini sangat menghambat aktivitas masyarakat yang sehari-hari bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama menuju kebun, pusat ekonomi, serta fasilitas umum lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, personel TNI dari Koramil 03/Timang Gajah bersama prajurit Yonif 114/Satria Musara yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bergerak cepat melaksanakan gotong royong pembersihan material longsor. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat setempat  sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kesulitan warga di wilayah binaan.

Danramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan bahwa upaya pembukaan akses jalan ini dilakukan secara bersama-sama dengan warga menggunakan peralatan seadanya guna mempercepat proses pembersihan.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, TNI bersama warga melaksanakan gotong royong membuka akses jalan yang tertutup longsor agar dapat segera dilalui kembali,” ujar Kapten Takdir.

Ia menambahkan, meskipun dihadapkan dengan keterbatasan alat dan kondisi medan yang cukup berat, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses transportasi serta meringankan beban masyarakat pascabencana.

“Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, kami berharap akses jalan ini segera pulih sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam membantu penanganan dampak bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Subhan, salah seorang warga Desa Pantan Lues yang turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI yang telah sigap membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah turun langsung membantu membersihkan longsor. Kehadiran TNI sangat membantu dan memberikan semangat bagi kami warga,” ungkapnya.

Ia berharap, kerja sama dan kepedulian seperti ini terus terjalin, serta adanya perhatian lanjutan dari pihak terkait agar ke depan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan akses jalan utama masyarakat tetap terjaga dengan baik, terutama saat musim hujan yang rawan terjadi longsor.

Prajurit Yonif 115/Macan Leuser Bersihkan lumpur banjir di lingkungan Kantor MPD Aceh Tamiang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2926  Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak bencana banjir, Prajurit Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan kegiatan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di sektor Kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,

Banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya mengakibatkan endapan lumpur tebal menutupi halaman kantor, akses keluar masuk gedung, serta saluran air di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas perkantoran, tetapi juga berpotensi menimbulkan genangan susulan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Menyikapi situasi tersebut, Prajurit Macan Leuser turun langsung ke lokasi dengan membawa peralatan seadanya untuk melaksanakan pembersihan. Dengan semangat gotong royong, para prajurit membersihkan lumpur yang mengendap, mengangkat sampah sisa banjir, serta melakukan normalisasi saluran air agar aliran kembali lancar dan lingkungan kantor menjadi bersih serta aman untuk digunakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir, sekaligus wujud pembinaan teritorial TNI dalam membantu masyarakat dan instansi pemerintahan yang terdampak bencana alam. Kehadiran Prajurit Yonif 115/Macan Leuser diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta meringankan beban pihak-pihak yang terdampak.

Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen satuan dalam membantu pemulihan pascabanjir dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta instansi pemerintah.

“Kegiatan pembersihan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan fasilitas umum dan perkantoran dapat kembali digunakan secara normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab TNI dalam membantu pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan bencana alam.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong kepada seluruh prajurit, sehingga kemanunggalan TNI dengan masyarakat dapat terus terjaga,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, kami berharap dampak banjir ini dapat segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tuturnya.

Letkol Inf Adi Nofriadi Nata berharap ke depan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga risiko bencana serupa dapat diminimalisir, terutama pada musim hujan.

Sementara itu, salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Prajurit Yonif 115/Macan Leuser yang telah turun langsung membantu pembersihan lingkungan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Pembersihan ini membuat lingkungan kantor kembali bersih dan nyaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga berharap, sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin, sehingga TNI dan masyarakat semakin solid dalam menghadapi berbagai situasi, khususnya saat terjadi bencana alam.