Yulfan.Gugur nya Klien Kami Anita Tampa Ada Surat Resmi Dari JPT

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Selasa 27-1-2026 Kuasa hukum Anita, peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Aceh, Yulfan, S.H., M.H., mengirimkan surat permintaan klarifikasi dan keberatan kepada Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama Aceh. Surat tersebut berkaitan dengan keputusan panitia yang menggugurkan Anita secara sepihak, meskipun sebelumnya dinyatakan lulus seleksi administrasi.

‎Surat klarifikasi bernomor 03/PK/YR-LO/I/2026 tertanggal 27 Januari 2026 itu dikirimkan karena hingga kini kliennya tidak pernah menerima surat keputusan resmi sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh salah satu anggota pansel, T. Setia Budi. Langkah ini ditempuh demi tertib administrasi dan sebagai mekanisme resmi, tanpa mendasarkan sikap hukum pada informasi yang beredar di media.

‎Yulfan menilai perlakuan panitia seleksi terhadap kliennya tidak etis. Ia menjelaskan, saat hendak mengikuti tahapan seleksi tertulis pada 20 Januari 2026, Anita dilarang memasuki ruang ujian. Dalam pertemuan singkat yang dipimpin Ketua Pansel Makmur Ibrahim, panitia menyimpulkan bahwa Anita dinyatakan keliru mengikuti tahapan seleksi.

‎Dalam pertemuan itu, Yulfan juga menyoroti adanya pernyataan yang dinilai bernuansa ancaman. Ketua Pansel, Makmur Ibrahim, disebut menyampaikan bahwa apabila Anita tetap memaksakan diri mengikuti seleksi, hal tersebut dapat berujung pada pemecatan sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Kami meminta klarifikasi atas pernyataan tersebut,” ujar Yulfan.

‎Selain itu, Yulfan mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim kuasa hukum dilarang mendampingi Anita, meskipun telah menyampaikan status sebagai penasihat hukum. “Kami adalah kuasa hukumnya, tetapi dilarang masuk. Ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi proses seleksi,” katanya.

‎Usai rapat pansel, Yulfan menemui anggota pansel T. Setia Budi untuk meminta penjelasan alasan Anita dilarang mengikuti tahapan selanjutnya. Menurut Yulfan, Setia Budi menyampaikan bahwa Anita pernah berstatus terpidana penjara, meskipun tidak menjalani hukuman, dan hal tersebut dianggap melanggar ketentuan seleksi.

‎Namun, ketika ditanya apakah panitia telah membaca putusan pengadilan terkait perkara tersebut, Setia Budi disebut mengaku belum membacanya. Panitia juga tidak dapat menunjukkan aturan tertulis yang secara tegas melarang peserta dengan status tersebut mengikuti seleksi JPT Pratama.

‎Yulfan menegaskan, berdasarkan ketentuan hukum dan regulasi kepegawaian yang berlaku, PNS yang pernah menjalani pidana percobaan dan telah diaktifkan kembali memiliki hak penuh untuk mengikuti seleksi JPT Pratama.

‎Hukum kepegawaian secara jelas membedakan antara pidana percobaan dan pidana penjara, serta mengatur mekanisme pemulihan status dan hak kepegawaian.

‎Undang-Undang Aparatur Sipil Negara juga menjamin hak setiap ASN untuk mendapatkan pengembangan karier secara adil dan kompetitif. Dengan demikian, keikutsertaan dalam seleksi JPT Pratama merupakan hak normatif yang dilindungi undang-undang, termasuk bagi ASN yang telah menyelesaikan masa pidana percobaan dan kembali bertugas secara sah.

‎Yulfan menilai tindakan pansel yang mengusir kliennya serta tidak memberikan penjelasan resmi secara tertulis telah mencederai prinsip kepastian hukum dan mempermalukan Anita di hadapan publik. Hingga enam hari kalender setelah peristiwa tersebut, pihaknya mengaku belum menerima surat resmi apa pun dari panitia seleksi.

‎“Atas dasar itu, kami menyampaikan surat klarifikasi dan keberatan disertai dokumen pendukung agar panitia mengevaluasi dan memperbaiki sikapnya. Ini bukan semata soal jabatan, melainkan soal pemulihan nama baik Ibu Anita,” tegas Yulfan.

‎Ia menambahkan, tindakan pansel diduga tidak berlandaskan hukum dan bertentangan dengan regulasi yang menjadi acuan seleksi, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2019.

‎Seluruh regulasi tersebut menegaskan bahwa seleksi JPT harus dilakukan secara objektif, terukur, transparan, dan berjenjang.

‎Karena itu, Yulfan meminta dilakukan evaluasi ulang terhadap sikap dan keputusan panitia seleksi agar netralitas dan objektivitas tetap terjaga serta tidak bertumpu pada penafsiran sepihak atau pernyataan nonresmi di media

Sekda Aceh Gelar Pertemuan Dengan MER-C

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 16-1-3026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyambut dan menggelar pertemuan dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Kantor Gubernur Aceh.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Dalam pertemuan itu, Sekda M. Nasir menyebutkan, saat ini pihaknya telah melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO) dan 96 perusahaan untuk berkolaborasi dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada MER-C atas kontribusi nyata di lapangan.

Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menjelaskan bahwa MER-C hadir untuk mendampingi dan melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. Hingga saat ini, tim MER-C masih aktif di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

“Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin.

Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi.

Sementara itu, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah memfokuskan upaya untuk mengaktifkan Rumah Sakit Mukhtar Hasbi di Aceh Utara.

“Persyaratan sedang kami lengkapi agar rumah sakit tersebut bisa segera aktif dan menjadi rujukan bagi puskesmas-puskesmas di sekitarnya,” katanya.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta dalam memastikan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat terpenuhi secara optimal.

Sekda Aceh Gelar Pertemuan Dengan MER-C

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 16-1-3026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyambut dan menggelar pertemuan dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Kantor Gubernur Aceh.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Dalam pertemuan itu, Sekda M. Nasir menyebutkan, saat ini pihaknya telah melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO) dan 96 perusahaan untuk berkolaborasi dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada MER-C atas kontribusi nyata di lapangan.

Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menjelaskan bahwa MER-C hadir untuk mendampingi dan melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. Hingga saat ini, tim MER-C masih aktif di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

“Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin.

Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi.

Sementara itu, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah memfokuskan upaya untuk mengaktifkan Rumah Sakit Mukhtar Hasbi di Aceh Utara.

“Persyaratan sedang kami lengkapi agar rumah sakit tersebut bisa segera aktif dan menjadi rujukan bagi puskesmas-puskesmas di sekitarnya,” katanya.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta dalam memastikan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat terpenuhi secara optimal.

Polres Pidie Ikuti Kegiatan Binrohtal Daring dari Biro SDM Polda Aceh

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Polres Pidie mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Aceh secara Zoom/Daring,

Kegiatan Binrohtal tersebut dilaksanakan bertempat di Musolla Ar-Rahim Polres Pidie.

Kegiatan diikuti langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, bersama Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Pidie.

Binrohtal yang dilaksanakan berupa pembacaan Surah Yasin, tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin secara terpusat oleh Biro SDM Polda Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter personel Polri yang humanis, berintegritas, dan profesional dalam menjalankan tugas.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag SDM Kompol Immarsal, SH menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan agenda rutin yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mental dan spiritual personel.

“Dengan pembinaan rohani dan mental secara berkelanjutan, diharapkan seluruh personel Polres Pidie dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta senantiasa berpedoman pada nilai-nilai moral dan etika,” ungkap Kompol Immarsal, SE.

Polres Pidie Ikuti Kegiatan Binrohtal Daring dari Biro SDM Polda Aceh

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-2026 Polres Pidie mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Aceh secara Zoom/Daring,

Kegiatan Binrohtal tersebut dilaksanakan bertempat di Musolla Ar-Rahim Polres Pidie.

Kegiatan diikuti langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, bersama Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Pidie.

Binrohtal yang dilaksanakan berupa pembacaan Surah Yasin, tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin secara terpusat oleh Biro SDM Polda Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter personel Polri yang humanis, berintegritas, dan profesional dalam menjalankan tugas.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag SDM Kompol Immarsal, SH menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan agenda rutin yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mental dan spiritual personel.

“Dengan pembinaan rohani dan mental secara berkelanjutan, diharapkan seluruh personel Polres Pidie dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta senantiasa berpedoman pada nilai-nilai moral dan etika,” ungkap Kompol Immarsal, SE.

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Jakarta. ( Aceh dalam berita ) KAMIS 15-1-2026 Lonjakan harga emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi. Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah. Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas. Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.

Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22% Year to Date. Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI. Nasabah dapat bertransaksi realtime 24 jam dengan investasi awal cukup murah di kisaran Rp50 ribuan. Melalui BYOND, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.

Selain nilai investasi dapat dilihat secara langsung pada BYOND, kepemilikan emas melalui aplikasi adalah jaminan keamanan karena nasabah tak perlu kuatir emas fisiknya hilang karena emas fisik disimpan di _smart vault bank_.

Selain melakukan investasi emas melalui BYOND, melalui mobile banking tersebut nasabah juga dapat mengajukan cicil emas dan gadai emas. Fasilitas cicil emas dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton emas. “Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial”.ujarnya

Tak hanya meningkatkan secara jumlah, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.

Superapps BYOND dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang komprehensif. Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.

Saat ini ajakan beli emas cukup dengan Rp50 ribuan terus disosialisasikan agar generasi muda mulai aware akan invetasi emas melalui BSI. Anton menambahkan “Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, Pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat”, ujarnya.

Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat. Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah.

Awi Juli Dukung Sidak DPRK, Minta Penimbun Bantuan Diadili

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Ka.is 15-1-2026 Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan,

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Awi Juli Dukung Sidak DPRK, Minta Penimbun Bantuan Diadili

Bireuen ( Aceh dalam berita ) Ka.is 15-1-2026 Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan,

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.

Prajurit TNI, Persit dan Relawan beri layanan medis dan bantuan ke Desa Rerebe, Gayo Lues

Gayo Lues  ( Aceh dalam berita ) Kamis 15-1-226  Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.

“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 855/RD Letkol Inf Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., didampingi Ketua Persit KCK Yonif TP 855/RD Ny. Adinda Cutiasandhi Putri S. Ab, Pasi Pers Kodim 0113/Gayo Lues Kapten Kav Parji, Dan Pos Ramil Dabun Gelang Peltu Nurdin, dr. Muslim, S.Pa, dr. Romi Alimiko, Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, pengurus Persit KCK Cabang XXVI Dim 0113, Persit Yonif 855/Raksaka Dharma, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk membantu meringankan beban rakyat.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat,” tegas Dandim.
Sementara itu, Ny. Dhantie Fran selaku Ketua Persit KCK sekaligus dokter dari Tim IDI Kabupaten Gayo Lues menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab, guna membantu masyarakat terdampak bencana alam Aceh mendapatkan hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan.

Rasa syukur dan apresiasi dari masyarakat terus mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai sangat membantu pemulihan kondisi fisik maupun mental pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana alam, TNI bersama tenaga kesehatan hadir membawa solusi, kepedulian, dan harapan. Bagi masyarakat Desa Rerebe, momen ini akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa TNI benar-benar hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia.